Tika, seorang wanita yang tumbuh ditengah keluarga yg tidak harmonis,sejak kecil,ia terbiasa hidup dlm kekurangan,menyaksikan Ibunya berjuang sendirian, sementara sang ayah lebih sibuk mengejar gengsi dari pada memperhatikan keluarga nya.
Demi bertahan Hidup&membantu sang Ibu,Tika bekerja sebagai penyanyi Cafe sambil menyelesaikan Pendidikan nya.
ditengah kerasnya kehidupan,hadir Dika,seorang Pria Mapan yg memberikan Perhatian&kehangatan yg selama ini ia tidak pernah rasakan,namun cinta mereka terhalang oleh kenyataan yg Rumit karena perbedaan Dunia serta status Dika yg telah memiliki keluarga.
saat hubungan mereka mulai retak,karena kesalahan pahaman dan luka yang tak kunjung sembuh,Andre,cinta pertama yg pernah meninggalkan nya kembali Hadir,dengan kesabaran dan ketulusan, andre berusaha perbaiki kesalahan masa lalu dan membuktikan bahwa cinta nya masih sama.
Antara luka,keluarga, penghianatan, harapan dan pilihan yang sulit, tika harus menentukan jalan hidupnya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NATstory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ARGA KEHILANGN DUNIA
Waktu berjalan tanpa pernah menunggu siapa pun. Kota terus sibuk dengan hiruk-pikuknya, manusia terus berlari mengejar mimpi, dan kehidupan seolah memaksa semua orang untuk melanjutkan langkah meski hati belum benar-benar pulih.
Begitu pula Alea,hari-harinya kini dihabiskan di rumah sakit. Jas dokter yang melekat di tubuhnya seakan menjadi pelindung dari segala luka yang pernah menghancurkan hatinya. Jadwal operasi, konsultasi pasien, rapat medis, hingga penelitian kesehatan membuat hidupnya penuh kesibukan.
Ia terlihat baik-baik saja,Setidaknya itulah yang dilihat semua orang,Namun tidak ada yang tahu bahwa setiap malam, ketika laptopnya mulai tertutup dan lampu kamar diredupkan, nama Agra masih menjadi bayangan yang sulit dihapus dari ingatan.
Sementara di tempat lain, Agra hidup dalam penyesalan yang tidak pernah selesai,Selama tiga bulan itu, ia berkali-kali mencoba menghubungi Alea,Puluhan pesan terkirim,Puluhan panggilan dilakukan,Alea memilih diam,Diam yang jauh lebih menyakitkan daripada kata perpisahan.
suatu sore, Agra tidak sanggup lagi menahan rindunya,ia berdiri di depan rumah Alea dengan jantung berdebar keras,Rumah itu masih sama.
Pohon mangga di halaman masih berdiri kokoh.
Teras putih yang dulu sering menjadi tempat mereka menghabiskan waktu juga masih ada,yang berubah hanyalah keadaan.
Pintu rumah terbuka,Mama Tika muncul,Untuk beberapa detik mereka saling diam.
Agra menunduk hormat"
"selamat sore, Tante."Mama Tika memandangnya lama.
Tak ada kemarahan,Tak ada penghakiman,yang ada hanya tatapan seorang ibu yang memahami bahwa hidup terkadang lebih rumit daripada yang terlihat.
"Masuklah."
Agra terkejut,ia sempat mengira akan diusir,Namun wanita itu justru memberinya kesempatan,Satu jam berlalu,Agra duduk sendirian di ruang tamu.
Cangkir teh di depannya sudah dingin.
Pandangannya berkali-kali mengarah ke tanggga Berharap Alea bersedia mendengarkan,Alea tetap duduk di depan laptopnya,Matanya fokus pada layar,Tangannya sibuk mengetik laporan medis,Seolah tidak ada siapa-siapa yang sedang menunggunya.
"Nak, temui dulu Agra."
Alea tidak menoleh.
"Aku sibuk, Ma."
"Kasihan dia.
"Aku tidak memintanya datang."
Mama Tika menghela napas panjang.
"Alea"ucap mama serius.
Baginya saat itu, tidak ada yang lebih penting daripada Alea,Sampai akhirnya satu jam berubah menjadi hampir dua jam Dan Alea tetap tidak muncul,Agra tersenyum pahit,Mungkin ini memang jawabannya,Perlahan ia berdiri.
"Makasih, Tante."
Mama Tika terlihat tidak tega.
"Sepertinya Alea memang belum mau bertemu saya."
Wanita itu hanya terdiam,Agra berjalan keluar rumah,Langkahnya terasa berat,Seakan setiap pijakan membawa pulang seluruh penyesalan yang selama ini ia simpan,Agra membuka pintu mobilnya..
Lalu—
"KENAPA?!"
Suara itu menggema dari belakang.
Agra terhenti, Perlahan ia menoleh,Dan di sana...Alea berdiri,Ia akhirnya datang,Senyum Agra mengembang,Senyum paling tulus yang tidak pernah muncul selama tiga bulan terakhir.
"Alea..."
Wanita itu menatap tajam,Agra tertawa kecil.
Karena untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan, ia kembali mendengar suara yang sangat dirindukannya,Tanpa menjawab, ia berjalan mendekat,Menggenggam tangan Alea,Lalu melirik Mama Tika,Seolah meminta izin,Mama Tika tersenyum lembut,Kemudian mengangguk.
Pergilah,Selesaikan apa yang harus diselesaikan.
Mobil melaju perlahan membelah jalan kota,di dalam mobil itu, suasana masih sunyi,Alea menatap keluar jendela,Agra menggenggam setir dengan gugup,Hingga akhirnya ia memberanikan diri membuka suara.
"Aku minta maaf."
Kalimat sederhana itu membuat Alea memejamkan mata.
"Aku tahu,Aku salah,Aku pengecut,Aku menyakitimu."
Agra melanjutkan.
"Aku tidak pernah berhenti mencintaimu,Aku mencoba melupakanmu,Tapi aku gagal."
Alea menoleh,Ia melihat lelaki yang selama ini tampak sempurna,Kini duduk di sampingnya dengan mata penuh penyesalan.
"Aku akan mengakhiri semuanya, beri aku kesempatan.
Alea terdiam.
"Agra..."balas Alea terpotong
"Aku janji."
Pria itu menatapnya.
"Dalam satu bulan sebelum pernikahan itu terjadi, semuanya akan selesai."ujar agra meyakinkan.
"Aku lebih yakin kehilangan segalanya daripada kehilangan kamu.
Tiga bulan menjauh ternyata itu tidak membuat cintanya hilang,Ia hanya membuatnya bersembunyi.
Perlahan Alea menggenggam tangan Agra,cinta mereka kembali menemukan jalannya.
Dua minggu kemudian.Sebuah rumah megah berdiri megah di hadapan mereka,Rumah keluarga Agra,Malam itu Alea mengenakan gaun putih sederhana,Cantik,Anggun,Dan sangat menawan.
Agra menatapnya penuh keyakinan.
"Gimana?"
Alea gugup.
"Siap?"
Ia mengangguk pelan.
Malam itu mereka datang bukan sebagai pasangan yang bersembunyi,Melainkan sebagai dua orang yang siap memperjuangkan cinta mereka,Pintu rumah terbuka oleh pelayan
Daddy sudah menunggu,Wajahnya dingin,Tegas,Berwibawa.
"Ada apa?"tanya daddy.
Agra menarik napas panjang.
"Dad, aku mau membatalkan pernikahan dengan Erica."
Hening,Dunia seperti berhenti berputar.
Lalu—
PLAK!
Tamparan keras mendarat di wajah Agra.
Alea terkejut,Tubuhnya refleks maju,Namun Agra menahannya.Daddy berdiri dengan amarah yang belum pernah terlihat sebelumnya.
"Kamu gila?!"teriak daddy
"Dad..."balas Arga mencoba memberi pengertian.
"Karena perempuan ini?!"
Agra mengangguk,Tamparan kedua hampir terjadi,Namun Daddy menahan diri,Wajahnya memerah.
"Kalau begitu keluar dari rumah ini!"Alea menahan napas,"Kamu bukan anak saya lagi!"
"Mulai malam ini kamu dicoret dari seluruh hak waris!"
Agra diam.
"kamu Diberhentikan dari jabatan direktur!"
Agra tetap diam.
"Mobil, kartu kredit, saham perusahaan, semuanya dicabut!"
Agra menoleh pada Alea,Kemudian tersenyum,Senyum yang justru membuat hati Alea hancur.
Daddy menunjuk pintu.
"Keluar!!
Agra menggenggam tangan Alea,Lalu berjalan pergi,Tanpa menoleh,Tanpa penyesalan,Tanpa keraguan.
Agra dan Alea pergi meninggalkan rumah itu menggunakan taxi yang dari tadi sudah mereka pesan.
"mana yang sakit? tangan Alea menyentuh pipi agra."Kamu kehilangan semuanya."
Agra menggeleng."Tidak." balas agra.
"Aku baru saja mempertahankan satu-satunya hal yang paling berharga dalam hidupku.
"Air mata Alea jatuh,ia terharu mendengar itu, ternyata Cinta sejati memang meminta harga yang sangat mahal.
_________________________________________________
Sejak keluar dari rumah Daddy beberapa jam lalu, tak banyak kata yang terucap di antara mereka,alea Masih sulit mempercayai apa yang baru saja terjadi.
Dalam satu malam, Agra kehilangan semuanya,Jabatan,Warisan,Keluarga,Status sosial,Semua yang selama ini melekat pada dirinya lenyap begitu saja.
anehnya, agra terlihat jauh lebih tenang daripada yang Alea bayangkan,sesekali ia masih sempat tersenyum,Alea diam-diam memperhatikannya.
"Kenapa lihat aku begitu?" tanya Agra sambil tersenyum,Alea menggeleng.
"kok kamu tenang banget.
Agra tertawa kecil." kan ku masih punya kamu."
Kalimat sederhana itu membuat Alea terdiam.
"Gra..."sapa Alea.
"Hm?"
"Ini bukan jalan menuju rumah ku, emang kita mau kemana? "
Agra hanya tersenyum.
"Nanti juga tahu."balasnya ingin memberi surprise.
"Agra!"
pria itu tetap tidak menjawab.
Hingga akhirnya taksi memasuki sebuah kawasan perumahan yang cukup tenang,Rumah-rumah berjajar rapi,Tidak semewah seperti rumah keluarga daddy Agra, tapi rumah itu cukup di kategori kan rumah elite.
Agra turun lebih dulu,Lalu membuka pintu untuk Alea.
"Ayo turun sini",,
Saat mereka berjalan mendekat, terlihat sebuah mobil hitam terparkir di garasi,Di depan rumah berdiri seorang wanita paruh baya yang langsung tersenyum begitu melihat Agra.
"Den Agra..."🙂mari den silahkan masuk, ini pasti non Alea ya den?
agra tersenyum mengangguk, Alea masih bingung.
"Mbok Sumi."
Alea pernah mengenal nama itu, dulu waktu SMU sedikit sedikit, agra selalu sebut nama itu di tlp,ternyata beliau pengasuhnya yang sudah menemaninya sejak usia lima tahun.
Rumah itu ternyata sudah tertata rapi, kami berdua masuk,Perabot lengkap,Kamar sudah siap,Bahkan lemari dapur terisi penuh,Seolah memang sudah lama dipersiapkan.
"Gra..."Apa ini?"
Agra duduk di sofa,Kemudian menghela napas panjang
"Aku sudah mempersiapkan semuanya."
"Maksudnya?"
Agra tersenyum tipis.
"Kamu pikir aku sebodoh itu?"Lalu Agra mulai bercerita,Tentang masa-masa kuliahnya di Amerika,Tentang bagaimana ia mengenal sifat Daddy yang sangat keras,Tentang bagaimana ia tahu suatu hari nanti ia mungkin harus memilih antara keluarganya atau kebahagiaannya sendiri.
"Aku tahu Daddy."Suara Agra tenang.
"Kalau suatu saat aku melawan keinginannya, kemungkinan besar aku akan diusir."
alea terdiam.
"Maka sejak kuliah aku mulai menabung,Semua uang saku,bonus investasi, aset pribadi yang diberikan keluarga,sebagian aku jual diam-diam."
Alea melotot.
"Kamu serius?"
Agra tertawa."Sangat serius."Aku transfer semuanya ke rekening Rendy."dia sahabatku waktu kuliah di Amerika,ketika Daddy memblokir semua rekeningku,aku sebenarnya masih punya pegangan."🙂
Alea mematung.
"yah Mungkin karena aku selalu punya firasat bahwa suatu hari aku harus memperjuangkan seseorang yang sangat aku cintai.
_________________________________________________
Hari berikutnya berjalan jauh lebih ringan dari yang mereka bayangkan, Agra memang kehilangan jabatannya,Namun ia tidak kehilangan semangat hidup,Justru sebaliknya,Ia terlihat lebih santai,Lebih menikmati hidup.
Setiap pagi ia mengantar Alea ke rumah sakit,Menjemputnya saat pulang,Membelikan kopi favoritnya,Menemaninya makan malam,Dan terkadang menunggu berjam-jam hanya untuk melihat Alea selesai menangani pasien,siang itu saat mereka makan bakso di pinggir jalan, Alea memandangnya sambil tersenyum.
"Kamu nggak bosan?"tatap Alea
"Bosan apa?"
"Jadi pengangguran."tawa Alea,Agra langsung tertawa keras.
"Siapa bilang aku pengangguran?"
"Lah?"ujar alea
"Aku ini CEO."ujar agra santai
"CEO mana?"canda Alea.
"CEO yang sedang menyamar jadi pengangguran."
Alea tertawa terbahak-bahak.
"Kamu nggak ada obat."😄
"Tapi ganteng."balas agra.
"Nggak nyambung."
"Yang penting percaya diri.
"balas agra lagi.
Hubungan mereka perlahan berubah menjadi jauh lebih menyenangkan,Tidak ada lagi rahasia,Tidak ada lagi ketakutan kehilangan,Yang ada hanya dua orang yang sedang belajar menikmati hidup bersama,Mama Tika melihat semuanya,Dan hatinya bahagia,Sudah lama sekali ia tidak melihat Alea tertawa seperti sekarang.
sore hari, ketika Agra sedang membantu memperbaiki keran dapur yang rusak, Mama Tika memperhatikannya diam-diam,Pria itu memang lahir dari keluarga kaya,Namun sama sekali tidak gengsi,Tangannya kotor,Tetapi tetap tersenyum Mungkin memang Agra yang selama ini ditakdirkan untuk Alea,saat Makan malam berlangsung sederhana,Hanya ada Mama Tika.
Alea,Dan Agra,entah mengapa suasana terasa berbeda.
Agra terlihat lebih diam,Lebih gugup,Lebih serius.
Sampai akhirnya ia meletakkan sendoknya.
Lalu menatap Mama Tika.
"Tante..."
Mama Tika langsung menyadari sesuatu.
"Iya?"tatap mama
Agra menarik napas panjang.
"Saya mau bicara sesuatu."
alea ikut menoleh.
"Apa itu gra? tanya mama lagi,Pria itu menatap lurus.
"Saya ingin melamar Alea.!
"Ruangan mendadak sunyi.
Alea membeku,Mama Tika pun terdiam beberapa detik,Bukan karena tidak setuju Tetapi karena tidak menyangka Agra akan secepat itu.
"Saya tidak mau menunggu terlalu lama."Suara Agra terdengar tulus"Saya sudah kehilangan banyak waktu."
Alea menunduk.
Mama Tika memandang pria itu lama,kemudian tersenyum.
"Kalau soal itu..."
ia menoleh pada putrinya.
...keputusan ada di tangan Alea."
Ruangan kembali hening,Kini semua mata tertuju pada alea,tanpa ragu Alea mengangguk,Namun cukup untuk membuat dunia Agra berubah.
Wajah pria itu langsung berbinar,Saat itulah Agra perlahan berdiri,Mengambil sebuah kotak kecil dari saku jasnya,Sebuah cincin berlian berkilau indah di dalamnya.
agra berharap, itu cukup untuk membuktikan kesungguhan hatinya.Agra berlutut di depan Alea.
"Alea.."Maukah kamu menjadi istriku?"
Tangisan haru Alea pecah Dan sambil tersenyum ia menjawab,
"Aku mau."Detik berikutnya cincin itu melingkar di jari manis Alea.Seolah mengikat dua hati yang selama ini berkali-kali dipisahkan oleh keadaan.
Agra berdiri,Memeluk Alea erat,Sangat erat,Seolah takut kehilangan lagi,Kemudian tanpa diduga, ia menarik Mama Tika ikut ke dalam pelukan mereka, ini pertama kalinya setelah sekian lama, rumah itu dipenuhi kebahagiaan yang begitu hangat.
_________________________________________________
Langit siang di kota itu tampak cerah. Hamparan rumput hijau di lapangan golf membentang luas sejauh mata memandang,di tengah ketenangan itu, seorang pria berdiri memegang stik golf dengan tatapan menerawang jauh.
Wajah Arga terlihat jauh lebih dewasa,Tidak lagi menyimpan kemarahan yang meledak-ledak seperti saat masih tinggal di bawah bayang-bayang kekuasaan sang daddy.
"gimana gra?"
Rendy berjalan menghampirinya sambil tersenyum kecil,Sahabatnya itu sudah mengenal Arga sejak mereka sama-sama menempuh pendidikan di Amerika.
Arga tersenyum tipis.
"Kalau orang lain lihat,mereka pasti mengira Wakil Direktur Eksekutif perusahaan ini sedang memikirkan proyek Milyaran rupiah."
Arga terkekeh,lalu Rendy menepuk pundaknya.
"Mikir Alea ?"Bukanya sekarang kalian sudah hidup satu rumah ya?buat apa kawatir?2 Bulan lagi kalian Resmi🙂ujar Rendy,lalu Arga mengangguk.
Rendy menjadi salah satu orang yg paling banyak membantunya,melihat kemampuan Arga selama kuliah dulu,ayah Rendy menawarkan posisi di perusahaan keluarga mereka,Awalnya hanya jabatan biasa,tp perlahan kemampuan Arga mulai terlihat.
Ia bekerja lebih keras dibanding siapa pun,datang paling pagi,Pulang paling malam,Menganalisis pasar,Membangun strategi,Mengembangkan inovasi,hingga perusahaan mengalami pertumbuhan sangat signifikan.
karena itu ayah Rendy akhirnya mengangkatnya sebagai Wakil Direktur Eksekutif,jabatan yg tidak mudah diperoleh,Terutama bagi seseorang yg bukan bagian dari keluarga pemilik perusahaan.
Namun Arga membuktikan bahwa kemampuan jauh lebih berharga daripada sekadar nama besar.
"Kamu tau?"Rendy menatapnya.