NovelToon NovelToon
Dilema Cinta

Dilema Cinta

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / Pihak Ketiga / Wanita Karir / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:26.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nur hapidoh

Apakah yang harus Risya lakukan ketika dia mengetahui suaminya telah bertunangan dengan wanita yang di jodohkan oleh kedua orang tua sang suami? Sementara dirinya sedang mengandung benih alvin, atasannya di kantor sekaligus lelaki yang dia nikahi atas fitnah sang ayah tiri yang hampir saja merenggut kehormatannya pada saat Ibunya meninggal di desa kelahirannya.

Pada saat Risya memutuskan untuk meninggalkan suaminya, demia bakti sang suami pada kedua orang tuanya. Ternyata Risya mengetahui kalau tunangan suaminya itu bekerja sama dengan musuh suaminya untuk menghancurkan hidup suaminya.

Dilema cinta di hadapi oleh Risya saat itu. Apakah dia akan mengalah ataukah memperjuangkan kebahagiaannya sendiri bersama anak dan suami yang telah membuat dirinya kembali merasakan cinta setelah patah hati gara-gara Abid, sang mantan kekasih di masa lalu.

Yuk baca selengkapnya dan jangan lupa favorit, like, vote, gift nya ya, thanks you. Love sekebon tetangga buat kalian semua para reader tercinta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur hapidoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Risya menelpon guru mengajinya dan dia mendapatkan informasi kalau Ayah tirinya sudah meninggalkan kampung halamannya.

"Dia sudah lama pergi dari rumah ibumu. Dari yang kudengar, dia hendak mencari alamatmu di kota. Tapi sampai sekarang dia belum pernah kembali lagi. Entah kemana dia pergi." Risya benar-benar bersyukur dengan berita itu.

"Baiklah Bu, terima kasih atas informasinya. Saya tutup dulu ya," Risya kemudian menutup telepon dan mulai fokus untuk menyetir.

"Baguslah, kalau laki-laki itu tidak ada di sana. Aku bisa ziarah ke makam Mamaku dan tinggal di sana. Apalagi sebentar lagi akan diadakan 40 hari kematian Mamaku." monolog Risya.

Risya pun segera mengarahkan mobilnya menuju ke kampung halaman ibunya. Hatinya saat ini hanya menginginkan untuk segera sampai di kampung halaman sang ibu. Risya bertemu dengan ibunya dan mengadukan kisah pilu hidupnya.

Akan tetapi Risya tidak pernah menyesali pernikahan dirinya bersama Alvin. Karena bagaimanapun juga. Pernikahan itu telah memberikan benih di dalam rahimnya. Risya merasa sangat bahagia dengan kehadiran anak yang ada di dalam kandungannya.

Saat ini Risya sedang berada di sebuah hotel untuk beristirahat. Karena dia merasa sangat lelah setelah mengendarai mobil seharian.

"Ah, rasanya nyaman sekali!" Risya membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan mulai memejamkan matanya.

Risya dalam sekejap sudah terlelap. Sejak mengalami kehamilan, Risya memang selalu merasa cepat lelah dan sering merasa mengantuk. Untungnya Risya tidak mengalami morning sick yang mengganggu aktivitasnya.

Sementara itu Alvin saat ini masih berada di kantornya. Dia terlihat lesu dan tidak bersemangat.

Alvin memandangi surat pengunduran diri Risya yang ada di atas meja kerjanya yang entah siapa yang menaruhnya di sana. Pagi-pagi ketika Alvin datang ke ruangannya, Surat itu sudah ada di sana.

Hati Alvin seakan terhiris sembilu. Ketika dia melihat surat pengunduran diri yang diberikan oleh istrinya yang di dalamnya ada juga surat gugatan perceraian yang sudah ditandatangani oleh Risya.

"Sayang, kenapa kamu harus bertindak gegabah seperti ini? Kenapa kau tidak menungguku pulang dan bertanya alasan di balik semua kejadian itu? Kenapa sayang? Apa kau tidak memikirkan anak yang ada di dalam kandungan kamu?" Alvin terlihat meneteskan air mata karena merasa sedih sekali.

Zaenal masuk ke dalam ruangan putranya dan dia merasa sedih karena melihat Alvin yang begitu terpuruk sejak kepergian Risya dari kantornya.

"Alvin, jangan sedih terus. Kamu nanti bisa sakit kalau terus seperti ini. Maafkan Papa, karena sudah terpengaruh dengan apa yang dikatakan oleh ibumu. Kamu sewalah detektif untuk mencari keberadaan istri kamu. Bagaimanapun juga dia sedang mengandung keturunan kita. Jangan biarkan Risya terlantar bersama bayimu." Alvin merasa senang mendapat dukungan dari ayahnya yang dia kenal sebagai pria yang baik hati.

Alvin bangkit dari kursinya kemudian duduk di samping sang ayah. Zaenal bisa melihat kalau putranya sangat mencintai sekretarisnya yang hampir 5 tahun bekerja bersamanya.

"Papa sangat mengenal Risya. Dia adalah gadis yang selalu berpikir positif dan selalu ceria. Papa yakin dia meninggalkanmu bukan karena membencimu. Akan tetapi karena tidak ingin menjadi penghancur kebahagiaanmu. Risya pasti berpikir kalau kau mau menerima pertunangan itu demi kami, kedua orang tua kamu." Zaenal menyentuh telapak tangan putranya dan menepuknya dengan lembut.

Zaenal ingin memberikan support kepada putranya agar lebih tegar dalam menghadapi masalah rumah tangga yang diciptakan oleh istrinya yang suka mencari masalah.

"Tolong jangan kau membenci ibumu. Karena Papa tahu, bagaimanapun cerobohnya ibumu, dia hanya memikirkan tentang kebahagiaan dan juga masa depanmu. Ibumu mengetahui hubunganmu bersama Sheilla sejak dulu. Oleh karena itu dia berpikir kalau kalian adalah pasangan yang sudah ditakdirkan sejak dulu." Zaenal bisa melihat penolakan di wajah Alvin yang langsung mengeras rahangnya.

"Sejak dulu Sheilla memang selalu memperlihatkan ketertarikannya padaku. Tetapi dia selalu memiliki banyak hubungan dengan laki-laki lain di luar sana. Pah, aku tidak menyukai Sheilla punya banyak alasan. Bukan hanya semata-mata karena aku ingin membangkang kepada keinginan mama." Alvin menjelaskan segalanya kepada Zainal sehingga sang ayah bisa paham dan mengerti kesulitan sang anak saat ini.

"Papa akan membantumu untuk mencari keberadaan Risya. Semoga rumah tangga kalian bisa diselamatkan. Papa akan berusaha untuk berbicara dengan kedua orang tua Shella. Semoga saja mereka bisa mengerti tentang kondisimu sekarang." Zaenal kemudian meninggalkan Alvin karena dia ingin menemui kedua orang tua Shella.

Setelah kepergian ayahnya, Alvin terlihat mengambil ponselnya. Alvin berusaha untuk menghubungi Risya. Akan tetapi Alvin mengetahui bahwa ternyata nomornya sudah tidak aktif lagi.

"Ini karena dia ganti nomor, atau karena dia memblokir nomor aku?" tanya Alvin pada dirinya sendiri ketika melihat nomor Risya yang tidak terlihat lagi foto profilnya.

Biasanya Risya menggunakan profil telapak tangan mereka berdua yang memiliki cincin yang sama. Sama seperti Alvin, yang juga memasang foto yang sama di dalam profil aplikasi hijaunya.

Bagaimanapun juga pernikahan mereka memang belum go publik dan di kantor itu belum ada satu orang pun yang mengetahui hubungan mereka berdua. Walaupun beberapa teman Risya ada yang curiga, tetapi mereka tidak berani berspekulasi karena takut mengalami masalah di kantornya.

"Aku harus mencoba untuk menghubungi Risya dengan menggunakan nomor telepon yang lain." Alvin kemudian mencari ponsel cadangannya.

Alvin berusaha menghubungi Risya dengan menggunakan nomor telepon itu. Tetapi sama-sama nihil. Risya tidak juga mau mengangkat teleponnya.

Risya saat itu masih tidur karena kelelahan yang luar biasa. Risya juga memasang ponselnya dalam mode silent jadi tidak mendengar panggilan dari Alvin.

Alvin kemudian meninggalkan pesan untuk Risya. "Sayang! Katakan padaku! Sekarang kamu akan di mana? Aku akan menjemputmu! Kenapa kamu main pergi begitu saja dariku? Sayang, seharusnya kau menungguku dan bertanya kepadaku tentang kejadian yang saat ini sedang menimpaku. Sayang, ibuku memaksa aku untuk bertunangan dengan salah dengan mengancam nyawanya sendiri. Sayang, Aku tidak pernah berniat untuk menghianati pernikahan kita. Aku sangat mencintai kamu. Kenapa kamu tega sekali meninggalkan aku di sini?"

Alvin melihat pesannya hanya centang satu. "Ah, dia tidak aktif ternyata." Alvin tersenyum mengetahui kenyataan itu.

Itu artinya Risya bukan benar-benar menghindari panggilannya, tetapi karena memang tidak sedang menggunakan ponselnya.

Hati Alvin seketika menghangat saat dia melihat profil Risya yang sekarang telah berganti dengan foto USG anak mereka yang baru berusia beberapa minggu saja.

"Anakku, papa akan berjuang untuk keluarga kita. Papa tidak akan membiarkan siapapun memisahkan kita. Tolong Papa, sayang. Buatlah Mama kembali sama Papa." Alvin tanpa terasa mulai berderai air matanya karena merasakan kesedihan yang luar biasa.

Saat ini istrinya sedang hamil muda. Seharusnya dia berada di sampingnya dan menjaganya. Akan tetapi karena perbuatan ibunya sekarang dirinya harus berpisah dengan sang istri. Hati Alvin merasa sedih karena merasa sebagai suami yang tak berguna. Gagal untuk menjaga istri dan calon anaknya sendiri.

1
Rosani Rosa
lima tahun tapi kejahatan si aline gak ke bongkar juga waaahhh memang hebat author ini saking hebat nya pengen rasa nya saya kasih bintang 1
Nur hapidoh: nanti giliran author tamatin tiba2 protes lg, susah sekali jd author ya, jd penulis aja kak jgn jd pembaca biar tahu gimana rasanya punya pembaca macam anda ini
total 2 replies
Ma Em
sebenarnya Aline ini ibu kandungnya Alvin atau ibu tirinya sih, tapi katanya ibunya Alvin sudah meninggal.
Nur hapidoh: yang meninggal ibunya risya kak bukan ibunya alvin
total 2 replies
Apriyanti
lanjut thor
Rosani Rosa
si risa udh bego lemah banget astaga bikin gregetan
Apriyanti
lanjut thor
Rosani Rosa
ini yang keterlaluan bego si risya apa author nya sih, tolong dong thor jangan bikin karakter si risya teramat bloon ya tau sih dia trauma tapi setidak nya percaya gitu sama Alvin greget banget baca nya liat karakter risya yg teramat bego entah author nya aja yg bego bikin novel terlalu menonjolkan kejahatan dan kebodohan
Apriyanti
lanjut thor
Nur hapidoh: asiap kak
total 1 replies
Tasya
mirisnya thor
Nur hapidoh: hooh kak
total 1 replies
Tasya
ooooh
Nur hapidoh
keren
Apriyanti
lanjut thor
🌈Rainbow🪂
👣
Apriyanti
lanjut thor
Nur hapidoh: thanks akak 😊
total 1 replies
Mari ani
Aku mapir tor
Nur hapidoh: thanks akak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!