NovelToon NovelToon
LOVE In SILENCE

LOVE In SILENCE

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa / Tamat
Popularitas:52.2k
Nilai: 5
Nama Author: Risalah_Hati

Berteman cukup lama, tidak cukup bagi seorang pemuda bernama Bara Zayyan berani mengakui perasaannya pada seorang gadis cantik bernama Alisa Aileen Nathania yang tak lain adalah teman satu kelasnya sendiri.

Namun sikap dan perlakuan Bara selama ini pada Ica nama panggilan untuk gadisnya, membuat siapapun bisa menerka jika Bara memang punya perasaan lebih pada gadis itu.

Hingga akhirnya Bara memilih pergi jauh setelah lulus dari SMA dengan membawa rasa yang belum sempat terucap.

"Aku pergi bukan bermaksud untuk menghapus rasa ini, hanya saja aku sedang berjuang untuk memantaskan diri ini untukmu. Kelak saat kembali, aku berharap kita bisa bersama meski nanti keadaanmu mungkin tak lagi sama. Namun aku pastikan saat itu cintaku masih tetap sama" Bara Zayyan

"Kenapa tidak dari dulu kamu memberanikan diri untuk mengungkapkan rasa, mengapa harus menunggu waktu yang begitu lama. Dan maaf, saat ini kita sudah tidak bisa bersama karena mungkin keadaanku yang tak lagi sama" Alisa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risalah_Hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saling Memikirkan

Setahun setelah kepulangannya, Bara hanya disibukkan dengan pekerjaannya membantu mengurus cafe milik pamannya.

Selain itu Bara juga mulai merintis usahanya. Dia mencoba membuka usaha dibidang WO dan Hampers. Sementara untuk usaha cateringnya dia bekerja sama dengan Reza sahabatnya. Yang saat ini juga berstatus sebagai adik iparnya.

Bermodal tabungan yang dia kumpulkan selama bekerja saat SMA dan selama dirinya bekerja sampingan semasa kuliah di Singapura. Serta kemampuan bisnis yang dimilikinya, Bara benar-benar bertekad menekuni usahanya.

Sebenarnya dengan berbekal ijazahnya, Bisa saja Bara melamar ke perusahaan-perusahaan bonafit. Apalagi dengan predikat Cumlaude yang di raihnya, tentunya banyak perusahaan-perusahaan besar yang siap menggaetnya.

Hanya saja Bara lebih nyaman dengan usahanya sendiri. Bahkan jabatan yang diberikan pamannyapun dia tak lantas menerimanya. Namun Bara berjanji akan terus membantu dalam pengelolaannya. Terlebih beberapa bulan lalu Cafe milik pamannya ini kembali membuka cabang baru.

"Bar.....kenapa kamu tidak fokus sama usaha milik pamanmu saja. Lagi pula kelak Cafe itu kamu yang akan meneruskannya. Kasihan pamanmu jika sendirian harus mengurusnya" Bu Hanna, istri pamannya itu nampak berbicara disela-sela waktu saat dirinya berkunjung kerumahnya

"Mah....Bara akan selalu membantu paman. Bahkan tanpa paman harus memintanya. Karena bagi aku paman dan mamah sudah aku anggap seperti orang tua aku sendiri. Tapi aku juga punya mimpi mah, kelak aku bisa mempunyai usaha sendiri dengan hasil jerih payahku sendiri. Mama tolong doain Bara ya" Bara terlihat meyakinkan bibi yang dipanggilnya mama ini agar tidak lagi khawatir jika dirinya akan meninggalkan begitu saja usaha milik suaminya.

"Satu lagi, kapan kamu mau ngenalin anak gadis sama kita. Masak kamu keduluan sama Fara. Ya enggak Tik" Bu Hanna terlihat meminta dukungan pada ibunya Bara.

Bu Ratna sengaja mengatakan itu karena selama ini dia belum pernah sekalipun melihat keponakannya ini dekat dengan perempuan.

padahal adiknya, Fara dan sahabatnya, Reza, mereka sudah menikah tiga bulan setelah dirinya kembali dari Singapura. Bahkan saat ini adik dan sahabatnya itu tengah menantikan kelahiran calon buah hati pertamanya.

Bara hanya menanggapi pertanyaan yang dilayangkan bibinya itu dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Tak tau mengapa Setiap kali ditanya soal perempuan dirinya selalu teringat akan Ica. Entah bagaimana keadaannya sekarang.

Sebenarnya bisa saja Bara mencari informasi tentang Ica dari Reza atau temannya yang lain. Hanya saja Bara tak sanggup jika nantinya harus mendengar kenyataan tentang kehidupan Ica yang sekarang.

Pastinya saat ini Ica sudah bahagia dengan kehidupannya. Bagaimana tidak, Kahfi adalah laki-laki baik yang begitu menyayanginya. Dan mungkin saja saat ini mereka sudah dikaruniai momongan.

Membayangkan ini semua sudah membuat Bara sampai harus menghela nafas berat. Bagaimana bisa dirinya masih menyimpan rasa pada wanita yang sudah jelas-jelas menjadi milik orang lain.

"Bara....kamu baik-baik saja kan nak" Begitu kakak iparnya sudah pamit pulang, Bu Tika langsung menanyakan keadaan putranya.

Sejak mendapat pertanyaan dari bibinya tadi Bara terlihat diam saja. Bahkan tatapan matanya seolah terlihat kosong. Tentu saja bu Tika menjadi khawatir. Apalagi bu Tika tau betul bagaimana dulu putranya pernah menyukai gadis yang katanya adalah teman SMA nya. Namun putranya lebih memilih menyimpan perasaannya hingga gadis itu sampai menikah dengan laki-laki lain.

"Memangnya aku kenapa bu" Bara malah bertanya balik karena merasa bingung kenapa tiba-tiba ibunya bertanya demikian. Apa jangan-jangan ibunya faham dengan apa yang difikirkannya saat ini.

Sementara bu Tika yang melihat gelagat putranya, sepertinya dia belum bisa melupakan gadis itu. Tapi untuk saat ini bu Tika memilih diam saja. Biarlah saat ini putranya fokus pada usahanya yang saat ini semakin maju. Apalagi usianya saat ini masih belum sampai dua puluh lima tahun. Jadi menurut bu Tika masih wajar jika putranya belum berfikir keranah pernikahan.

"Nak...apa kamu masih memikirkan gadis itu"

"Maksud ibu gadis yang mana" Bara pura-pura tidak mengerti dengan pertanyaan ibunya.

"Kamu jujur saja sama ibu. Ibu sudah tau semuanya"

Dalam hati Bara meyakini jika ibunya ini pasti tau dari Reza. Atau mungkin dari adiknya Fara.

"Enggak kok bu, lagian dia sudah menikah dua tahun lalu. Jadi percuma jika Bara masih memikirkannya" Akhirnya terpaksa Bara jujur pada ibunya. Karena mau mengelak bagaimanapun nyatanya ibunya sudah tau segalanya.

"Yasudah kamu istirahat saja, mumpung libur. Ibu mau masak dulu karena nanti Fara sama suaminya bakal kesini"

Sesuai intruksi ibunya, Barapun akhirnya bergegas menuju kamarnya. Namun dikamarnya Bara tak lantas beristirahat. Entah mengapa fikirannya lagi-lagi kembali tertuju pada Ica.

"Sudah setaun aku kembali. Dan selama setaun itu juga belum pernah sekalipun aku bertemu denganmu atau hanya sekedar melihatmu meski dari kejauhan. Apa mungkin saat ini kamu sudah bahagia, hingga tuhan mengijabah doaku agar tidak dipertemukan lagi denganmu. Tapi jika itu benar, mengapa tuhan juga tidak menghapus rasa ini dari diriku. Kadang aku merasa aku ini bodoh karena memikirkan sesuatu yang tidak pantas untuk difikirkan. Aku mengharapkan sesuatu yang jelas-jelas tak akan pernah lagi bisa aku miliki" Bara mengatakan itu sambil tatapannya terus mengarah kelangit-langit kamarnya.

Sementara ditempat lain, Ica nampak tengah merapikan isi lemari pakaiannya. Ia ingin mengumpulkan beberapa pakaiannya yang sudah tidak terpakai lagi namun masih dalam kondisi baik.

Rencannya pakaian itu akan dia sumbangkan, mengingat tadi pagi ketua RT datang kerumahnya dan memberi tahu jika ada penggalangan dana serta siapapun warga yang memiliki baju bekas namun masih layak pakai agar bisa ikut disumbangkan untuk korban bencana alam.

Tanpa sengaja saat tangannya mengambil tumpukan pakaian, tiba-tiba satu dari salah tumpukan pakaian itu ada yang terjatuh.

"Jaket ini"

Seketika Ica tercengang sendiri. Memorinya langsung kembali pada masa lima tahun silam. Dimana Ica teringat saat dirinya tengah pulang bersama Bara seusai acara makan bersama teman satu kelasnya untuk merayakan kelulusan.

Tanpa sadar Icapun memeluk jaket itu dengan sangat kuat sambil hidungnya mencium aroma dari jaket itu. Dan ternyata aroma parfum dari sang pemilik jaket masih sangat terasa.

"Kamu apa kabar Bar, pasti kamu sekarang sudah kembali. Gak terasa sudah lima tahun kita tidak pernah bertemu. Aku harap disana kamu selalu bahagia" Ica mengatakan itu sambil dirinya kembali menguatkan pelukannya pada jaket yang saat ini tengah dipegangnya. Entah kenapa saat memeluk jaket milik Bara, Ica merasa seperti menemukan ketenangan tersendiri.

Cukup lama Ica memeluk jaket itu sambil memikirkan sipemiliknya. Bahkan tanpa sadar air matanya menetes begitu saja. Hingga akhirnya Ica sadar apa yang dilakukannya dan apa yang difikirkannya saat ini adalah sebuah kesalahan.

"Ini tidak benar. Saat ini aku sudah bukan Ica yang dulu lagi. Sungguh sedikitpun aku tak pantas berfikir lagi tentang dirinya. Dan lagi pasti saat ini dia sudah menemukan kebahagiannya sendiri". Ica terlihat menyeka air matanya.

Diapun merapikan kembali jaket itu dan menaruhnya ditempat asalnya. Dan setelah itu dia melanjutkan kembali pekerjaannya.

1
Rini Anggraini
Luar biasa
Cucu Nurjanah
bagus
kartika
Luar biasa
Risalah_Hati: makasih kak 🙏
kalau berkenan baca novel aq yg lain juga ya😃
total 1 replies
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
astaga Kahfi mau lonsekesal apapun jahat banget sumpah
💫Tasya💫Alfarisi: hai kak salam kenal, aku Deep. GC Maniak Horor lagi Adain event baca berhadiah. Barangkali berminat, mangga di cek dulu syarat dan ketentuannya/Smile/
total 1 replies
Nici Momy
kenangan masa sma 😁😁
Dawet_Legi
kisah di SMA emg plg berkesan😍
jangan lupa mampir di karyaku ya kak🙏
arfan
up
vall
bener juga nih
vall
balik masa SMA nih. masa2 yang membagongkan ahaha semangat kak. mampir di ceritaku juga makasih
Dekc Laila
cinta segitiga ini ceritanya
Dekc Laila
pengen deh ngerasain apa itu cinta, tapi sayangnya hingga saat ini gue blm ada ngerasa suka banget dengan seorang cowok
Dekc Laila
Eeemmmm
Dekc Laila
lanjut kk, cerita bagus
Dear_Y
smangat berkarya 💪
Risalah_Hati: makasih. sama2 ngasih support ya kak
total 1 replies
ninena
sadboy💔
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
hai kak aku sudah mampir, gk sabar baca selanjutnya
PORREN46R
lumayan bagus juga ceritanya. semangat terus ya.
Ichakim
Sorry ya kak kalo aku banyak ngoreksi, jangan tersinggung 🙏

semangat terus nulisnya
Ichakim
satu kalimat jangan ada kata berulang, ini ada 2 kali "yang"
Ichakim
lah." ✅
lah". ❌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!