Arcelio Lazzaro tiba-tiba kehilangan kepercayaan terhadap tunangannya, Samantha Bellucci. Rasa curiga yang dipendam, ternyata membuat dia terjebak dalam pikiran tak menentu. Akhirnya, Arcelio menjalin kedekatan dengan Delanna Verratti, wedding planner yang seharusnya membantu persiapan pernikahan Arcelio dan Samantha.
Serapi-rapinya Arcelio menyembunyikan hubungan gelap dengan Delanna, tetap saja semua terungkap ke permukaan. Bagaikan petir di siang bolong, ketika Delanna mengaku bahwa dirinya hamil akibat hubungan gelap tersebut. Pernyataan Delanna tadi, tentu saja memengaruhi hubungan Arcelio dengan Samantha yang akan menikah dalam beberapa hari lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Komalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai Berdamai
Sara semakin naik pitam mendengar perkataan Arcelio. Dia berjalan mendekat. Wanita itu bermaksud menampar Arcelio.
Namun, Samantha tak tinggal diam. Dia menghalangi Sara dengan berdiri di depan Arcelio. Aktris cantik tersebut mencekal pergelangan tangan Sara. “Kau memang sahabatku, tapi tak akan kubiarkan dirimu atau siapa pun menyakiti Arcelio!” tegasnya.
“Kau memang sudah dibutakan oleh cinta!” sentak Sara. Dia menarik tangannya dari cengkeraman Samantha. “Apa kalian pikir mudah mendatangkan banyak wartawan hanya dalam waktu sehari? Apalagi, besok adalah promo terakhir di Palermo!” gerutu Sara dengan sorot yang dipenuhi kemarahan.
“Aku akan membantumu menghubungi para wartawan. Kupikir itu tak akan menjadi hal yang terlalu sulit, mengingat kasus ini sedang hangat-hangatnya. Semua orang penasaran dengan motif Arcelio,” ujar Samantha meredam amarah Sara.
“Terserah kau saja, Sam! Aku sudah lelah menasehatimu! Aku hanya berharap supaya tak ada lagi kejadian seperti ini. Semoga tunanganmu tak bertindak bodoh lagi, dan kau tidak terus membelanya. Seandainya itu terjadi, aku tak akan sanggup. Aku akan mengundurkan diri sebagai manajermu!” ancam Sara.
“Kau tak perlu khawatir, Sara. Aku akan memperbaiki semuanya. Aku juga menyalahkan diriku yang mudah terpancing, dengan pengirim pesan-pesan misterius itu. Dia tahu kelemahanku, bahwa aku memiliki rasa cemburu yang begitu besar terhadap Samantha. Rasa cemburu itulah yang pada akhirnya menghancurkan dan memaksaku untuk bertindak di luar nalar,” jelas Arcelio penuh sesal.
Angan pria itu seketika melayang, pada saat pertama kali dirinya bermain api dengan Delanna. Tindakannya yang di luar kendali tersebut, hanya disebabkan oleh perasaan galau dan gundah saat melihat foto-foto keintiman Samantha bersama Alessandro.
“Ah,” desah Arcelio pelan, seraya menggelengkan kepala.
“Sudahlah! Aku lelah berbicara denganmu!” Sara mendengkus kesal, lalu berbalik meninggalkan dua sejoli itu.
“Kau juga pulanglah, Arcelio. Ini sudah terlalu larut,” ujar Samantha.
Arcelio menggeleng cepat. “Kurasa, aku akan tinggal beberapa saat di sini dan membantumu mengumpulkan wartawan untuk besok pagi,” tolaknya. “Apakah kau memiliki nomor kontak orang-orang yang berasal dari media?”
“Ada banyak sekali. Mungkin ini bukan ide yang buruk. Kau bisa membantuku menghubungi nomor-nomor itu,” ujar Samantha seraya membuka pintu kamar lebar-lebar.
“Baiklah." Arcelio menyunggingkan senyuman penuh arti, sebelum mengikuti langkah Samantha memasuki kamar. Semalam suntuk, mereka berdua menghubungi para jurnalis yang dikenal satu per satu.
Keesokan harinya, Samantha menemui Alessandro. Dia berbicara baik-baik kepada aktor tampan tersebut. Samantha mengutarakan niat Arcelio yang akan mengadakan konferensi pers, demi menyampaikan permintaan maaf di depan umum yang dikhususkan kepada Alessandro.
“Arcelio sudah bersedia menurunkan harga dirinya demi meminta maaf padamu. Apakah kau tidak bisa menghargai hal itu, Ale?” Samantha berkata dengan setengah membujuk sang partner, meskipun dia berusaha tetap terlihat biasa saja.
“Apa kau yakin bahwa Arcelio benar-benar ingin meminta maaf dengan tulus padaku, atau itu hanya karena kau yang membujuknya?” Alessandro meragukan tindakan yang akan diambil Arcelio, dengan mengadakan konferensi pers.
“Aku sangat mengenal Arcelio. Kami sudah menjalin hubungan selama lima tahun,” sahut aktris cantik berambut pirang itu. “Arcelio bukan tipe orang yang setengah-setengah dalam mengambil keputusan. Kau tidak perlu khawatir. Aku yakin bahwa dia memang benar-benar menyadari kesalahannya, meskipun Arcelio melakukan hal itu karena didasari rasa cemburu yang sangat besar terhadap dirimu,” jelas Samantha pelan dan hati-hati, agar maksud dari kata-katanya dapat tersampaikan dengan baik kepada Alessandro.
Alessandro terdiam beberapa saat. Aktor tampan itu seperti tengah memikirkan sesuatu. “Kenapa dia harus cemburu terhadapku? Kita sudah menjadi partner dalam beberapa judul film. Kenapa baru sekarang dia dilanda cemburu buta seperti itu?” tanya Alessandro heran.
“Itu semua karena Arcelio terpengaruh oleh pengirim pesan misterius yang kerap mengirimkan konten-konten panas dalam adegan film yang kita lakukan. Terakhir, pengirim pesan misterius itu mengirimkan video tentang kebersamaan kita yang bahkan menurutku tak penting sama sekali,” terang Samantha.
“Pengirim pesan misterius?” ulang Alessandro.
Samantha mengangguk. “Arcelio merasa terusik dengan semua yang dikirimkan si pengirim pesan misterius itu,” ucapnya. Samantha mengembuskan napas pelan. “Kami menjadi sering bertengkar karena hal itu. Dia cemburu dan berpikir bahwa aku … kita … berselingkuh di belakangnya. Namun, tentu saja aku membantah itu semua.” Samantha menggeleng seraya meraup paras cantiknya. Keresahan mulai terlihat di wajahnya.
Alessandro kembali terdiam. Pria tampan berusia tiga puluh tahun tersebut tidak segera menanggapi ucapan Samantha. Keheningan menggelayuti mereka berdua untuk beberapa saat, hingga Alessandro bersuara lagi. “Sulit dipercaya jika pria seperti Arcelio terpengaruh oleh pesan-pesan tidak penting seperti itu,” pikir aktor tampan tersebut.
“Itulah kenyataannya. Aku rasa, jika terlalu sering melihat sesuatu yang dapat memantik rasa cemburu ….” Samantha menjeda kata-katanya. Dia menoleh, lalu menatap Alessandro. “Arcelio berpikir bahwa kau adalah si pengirim pesan misterius itu,” ucap aktris cantik bertubuh sintal tadi. Sorot mata Samantha penuh selidik kepada sang aktor.
Alessandro terkesiap mendengar ucapan Samantha. Dia melayangkan tatapan protes kepada wanita cantik di sebelahnya. “Jangan gila!” sergah Alessandro tegas. Namun, dengan segera pria tampan berambut gelap tersebut kembali menguasai diri. Alessandro tak ingin sampai lepas kendali di hadapan Samantha. Dia harus menjaga agar image-nya tetap terlihat baik.
“Kenapa Arcelio berpikir demikian?” tanyanya tak mengerti.
Samantha menggeleng pelan. “Aku juga tak tahu apa yang menjadi alasannya, sehingga berpikir bahwa kaulah si pengirim pesan misterius itu. Sekarang kau tahu mengapa Arcelio teramat cemburu padamu. Kuharap, atas kejadian ini kalian bisa saling bersikap dewasa. Jika dirimu memang tak merasa bertanggung jawab dengan pesan-pesan tak penting yang kusebutkan, maka kau bisa memberikan penjelasan kepada Arcelio. Buat dia percaya. Lagi pula, Acelio sudah berniat meminta maaf padamu di depan umum.”
Alessandro tertawa pelan seraya menggeleng. Dia merasa tak yakin dengan ucapan Samantha. Bukan meragukan wanita cantik itu, tapi Alessandro tidak berpikir bahwa Arcelio akan benar-benar meminta maaf padanya.
“Sudahlah, Ale.” Samantha mengembuskan napas penuh keluhan. Dia beranjak dari duduknya. Samantha bermaksud untuk berlalu dari hadapan pria tampan yang menatapnya dengan sorot tak dapat diartikan.
“Kau mau ke mana?” tanya Alessandro, seakan hendak mencegah kepergian Samantha.
“Aku lelah. Aku ingin kembali ke kamar saja,” jawab Samantha seraya berlalu dari hadapan Alessandro. Ada rasa kecewa dalam hati Samantha, karena tak dapat membujuk Alessandro agar bersedia berbaikan dengan Arcelio. Untuk selanjutnya, Samantha akan mempersiapkan bantuan hukum bagi Arcelio, meskipun dirinya tahu bahwa Arcelio pasti bisa melakukan yang terbaik. Selain itu, Paolo juga pasti tak akan tinggal diam.
“Tunggu, Sam!” cegah Alessandro. Dia bergegas menyusul langkah Samantha.
“Ada apa lagi?” tanya aktris cantik tadi seraya menoleh. Samantha terlihat sudah malas meladeni Alessandro.
“Baiklah. Aku setuju untuk hadir di konferensi pers yang akan diadakan oleh Arcelio,” putus aktor tampan kenamaan Italia itu. Entah apa yang tiba-tiba membuatnya mengambil keputusan demikian.
Namun, apapun alasan itu, yang pasti Samantha sangat senang karenanya. Wanita cantik berambut pirang tersebut, langsung memamerkan senyum indah tanda rasa bahagia tak terkira. “Sungguh?” Samantha meyakinkan.
Alessandro tidak menjawab. Dia hanya mengangguk tegas. Bahasa tubuh seperti itu saja, sudah cukup mewakili bahwa pria tampan berambut gelap tersebut telah mengambil keputusan final.
“Terima kasih, Ale. Terima kasih.” Samantha memeluk Alessandro saking bahagianya. Setelah itu, dia kembali berpamitan. Namun, kali ini dirinya membawa senyuman puas.
Setibanya di hotel tempat dia menginap, Samantha langsung menemui Sara. Tunangan Arcelio tersebut memberitahu sekaligus meminta bantuan sang manager, agar membantu mempersiapkan acara konferensi pers yang diinginkan Arcelio.
Keesokan harinya, Sara kembali bicara pada Samantha. “Aku sudah berkoordinasi dengan pihak hotel. Mereka bersedia memberikan aula di lantai paling atas untuk dijadikan tempat konferensi pers, seperti permintaanmu tadi malam,” jelas Sara. “Ruangan itu akan siap digunakan tengah hari nanti."
yang di selingkuhi jadi salah
hidup lakilaki