NovelToon NovelToon
Anomali Medis : Warisan Medis & Beladiri Legendaris

Anomali Medis : Warisan Medis & Beladiri Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kenjiro Dominic

Kevin Sanjaya lulus dengan gelar dokter tapi diremehkan.bahkan di anggap tidak berguna karena keahlian yg di pelajarinya sudah ketinggalan zaman, dan tak berguna di dunia medis pada era Moderen! Tak di sangka, karena keberuntungan, dia mendapatkan Jantung meteorid dan buku kitab medis surgawi yang di tinggalkan kakekNya sebagai warisan keluarga. Dengan mempelajari buku kitab medis surgawi dan di topang dengan jantung meteorid, kekuatan medis dan tingkat beladiriNya melampaui imajinasinya. Sehingga dia bisa merubah nasibNya menjadi dokter medis hebat dengan keahlian pertarungan yg tak terkalahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 : Mohon maaf saya terlambat

Setelah Nagita pergi, Kevin berkata kepada perampok yang terkapar di tanah, “Kau perampok yang cukup baik. Berpura-pura pingsan seperti itu sangat tidak profesional.”

Mendengar perkataannya, perampok itu langsung berkeringat dingin. Bagaimana orang ini bisa begitu jeli? Apa aktingnya benar-benar seburuk itu? Anak ini pasti hanya menebak.

Dengan pikiran itu, perampok tersebut tetap berpura-pura pingsan dan tidak bergerak sedikit pun.

Melihat hal itu, Kevin tersenyum geli. Tiba-tiba ia menendang bokong perampok itu.

“Aduh!”

Perampok itu langsung melompat berdiri. Sambil menutupi bokongnya, ia memandang Kevin seolah sedang melihat iblis.

“Bukankah kau sedang pura-pura pingsan?”

Kevin menyilangkan tangan di dada dan menatap dingin ke arahnya.

“Baiklah, gadis itu sudah pergi. Sekarang saatnya kita membicarakan urusan yang sebenarnya. Katakan, siapa yang menyuruhmu mengganggu Wanita itu? Apa tujuanmu?”

Wajah perampok itu berubah.

“Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan. Aku hanya tidak punya uang dan ingin merampok seseorang.”

“Benarkah?”

Kevin bertanya datar.

Tiba-tiba ia mengangkat tangan dan menampar wajah perampok itu.

Plak!

"Aduuhhhh....!"

Kevin berkata dingin, “Kau benar-benar mengira aku bodoh? Kalau hanya ingin merampok, tidak mungkin kau berani membunuh orang terang-terangan. Tapi tadi kau bahkan ingin membunuhku. Berani sekali kau masih berbohong!”

“Aku anggota Aliansi Parang! Kalau kau berani memukulku lagi, hidupmu akan tamat!” ancam perampok itu dengan wajah garang.

“Masih tidak mau bicara?”

Kevin membungkuk dan mengambil Parang yang jatuh di tanah. Ia menggenggamnya erat lalu tersenyum.

“Kalau begitu, mari kita bermain sebuah permainan. Aku ingin melihat seberapa kuat nyalimu.”

Senyuman Kevin seketika melebar.

Di bawah tatapan ketakutan perampok itu, Parang di tangan Kevin melesat ke arah telapak tangan sang perampok.

“Aaaah!”

Perampok itu menjerit menyedihkan dan keringat dingin langsung membasahi tubuhnya.

Namun beberapa saat kemudian, ia menyadari telapak tangannya tidak terasa sakit.

Saat menunduk, ia melihat bahwa Parang itu menancap tepat di sela-sela jari-jarinya.

Kevin tidak mengenainya!

"Huuuu...!"

Perampok itu langsung menghela napas lega.

Namun ketika melihat Parang itu tertancap lumayan dalam, wajahnya kembali pucat.

Tebasan itu benar-benar sangat kuat!

Perampok itu memandang Kevin seperti melihat monster. Hatinya dipenuhi rasa takut.

“Maaf.”

Kevin menggaruk kepalanya dengan malu.

“Aku belum pernah berlatih menebas Parang. Jadi, tadi meleset.”

Kemudian ia berkata dengan serius,

“Tidak apa-apa. Kita coba lagi. Percayalah, kali ini aku pasti tepat sasaran.”

Kevin mencabut Parang itu dari tanah dan menggoyangkannya di depan perampok sambil memperlihatkan senyum polos.

“Ayo mulai.”

Begitu melihat Kevin ingin kembali menebas, mental perampok itu langsung runtuh.

“Kakak! Berhenti! Aku akan bicara! Aku akan mengatakan semuanya!”

Anak ini bukan manusia!

Terlalu mengerikan!

Setiap ayunan ParangNya membuat jantung hampir berhenti berdetak.

Ia tahu bahwa meskipun tidak mati karena luka, cepat atau lambat ia akan mati karena ketakutan.

Mendengar itu, Kevin mengangguk puas.

“Bukankah lebih baik kalau dari tadi kau bicara? Aku orang yang beradab dan suka menyelesaikan masalah dengan alasan. Jangan sembunyikan apa pun dariku. Kau tahu sendiri, aku sangat menyukai permainan ini.”

Perampok itu langsung menggigil.

“Aku...Aku akan bicara!”

Sambil menahan rasa takut, ia berkata,

“Sebenarnya ini pekerjaan yang kuterima. Seseorang membayarku dua puluh juta untuk mengganggu gadis itu. Dia menyuruhku melakukan apa saja yang diperlukan. Aku tidak tahu tujuan sebenarnya.”

Kevin sedikit mengernyit.

Mengganggu Wanita itu?

Apa alasannya?

Mungkinkah ada seseorang yang menyukai Wanita itu, dan ingin memainkan sandiwara pahlawan penyelamat gadis cantik, tetapi malah digagalkan olehnya?

Kevin menggelengkan kepala. Ia tidak bisa memahaminya.

“Kakak, aku sudah mengatakan semua yang kutahu. Sekarang aku boleh pergi, kan?”

“Orang yang menyuruhmu seperti apa?”

“Aku benar-benar tidak tahu. Dia memakai topeng.”

Perampok itu menjawab dengan hati-hati.

“Mau pergi?”

Kevin tersenyum.

“Tentu saja bisa. Tapi kau sudah menindas istriku. Apa menurutmu aku akan melepaskanmu begitu saja?”

Perampok itu seketika menggigil ketakutan.

Perampok itu sudah mendengar percakapan mereka sebelumnya. Gadis itu bahkan tidak mengenal pria seram ini!

Namun melihat Parang di tangan Kevin, ia hanya bisa memaksakan untuk tersenyum.

“Kakak, lalu menurutmu bagaimana?”

Kevin berkata santai,

“Sederhana. Aku mengalami trauma mental. Hati istriku yang masih muda juga terluka. Lihat saja dia, masih anak-anak. Menurutmu kejadian ini tidak akan meninggalkan trauma psikologis?”

“Bukankah kau harus memberi kompensasi?”

“Aku orang yang masuk akal. lima puluh juta saja sudah cukup.”

Perampok itu begitu marah hingga ingin menghantam kepalanya ke tembok.

Namun ia hanya bisa berkata dengan getir,

“Aku... aku cuma punya dua puluh juta.”

“Hanya dua puluh juta? Miskin sekali.”

Kevin melihat uang di tangannya lalu berdiri.

“Baiklah. Aku akan berbaik hati sedikit. Tapi ingat, kau masih berutang tiga puluh juta padaku. Nanti akan kutagih.”

“Dan jangan pernah mencariku lagi.”

Setelah berkata demikian, Kevin menusukan Parang ke tanah, tepat di dekat selangkangan perampok itu.

Lalu ia bersenandung santai sambil berjalan masuk ke gang kecil.

Perampok itu menatap Parang yang ampir memusnahkan masa depanNya.

Ia menelan ludah dengan susah payah.

Matanya dipenuhi ketakutan.

Seharusnya dialah perampoknya.

Namun bukan saja ia dipukuli, dua puluh juta miliknya juga dirampas.

Bahkan sekarang ia malah berutang tiga puluh juta!

Perampok itu memeluk kedua lututnya dan menangis tersedu-sedu.

Hari ini benar-benar hari yang sial.

“Bajingan itu! Berani-beraninya dia memperlakukanku seperti ini! Aku pasti akan membuatmu membayar mahal!”

Namun Kevin tidak tahu bahwa di balik kegelapan, ada seseorang yang juga sangat marah.

“Pria itu...”

“Berani-beraninya dia merusak rencanaku!”

“Tidak peduli apakah dia sengaja atau tidak, dia berani memeluk wanita yang kuincar!”

“Aku tidak akan membiarkanNya hidup tenang!”

 

Kevin justru sedang dalam suasana hati yang sangat baik.

Dengan dua puluh juta hasil “kompensasi” di tangannya, ia pergi ke sebuah rumah makan kecil.

Ia memesan beberapa hidangan dan sebotol bir.

Malam ini pantas dirayakan.

Lagipula ia belum sempat makan malam.

Setelah makan dan minum hingga kenyang, masih tersisa cukup banyak uang.

Ketika kembali ke kamar kontrakan yang sempit dan kumuh, Kevin membereskan barang-barangnya lalu berbaring di atas ranjang.

Mengingat kembali semua kejadian malam itu, ia merasa semuanya sangat mendebarkan.

Namun yang paling membuatnya bersemangat adalah kenyataan bahwa dirinya benar-benar menjadi lebih kuat!

Entah mengapa, kekuatannya meningkat drastis.

Bahkan kemampuan pengamatannya juga meningkat berkali-kali lipat.

Tadi gerakan perampok itu sebenarnya sangat cepat.

Namun setelah matanya menyesuaikan diri, lawannya tampak lambat seperti balita yang baru belajar berjalan.

Yang lebih mengejutkan lagi, satu tendangan saja sudah cukup untuk menerbangkan perampok itu sejauh lima meter!

Namun sesaat kemudian semangat Kevin kembali meredup.

Memang benar ia menjadi lebih kuat.

Tapi apa gunanya?

Ia tidak mungkin mencari nafkah hanya dengan berkelahi.

Selain itu, di zaman sekarang, apa gunanya seni bela diri ketika ada senjata api?

Menjadi pengawal?

Kevin menggelengkan kepala.

Tidak mungkin.

Walaupun dirinya lebih kuat dari sebelumnya, para mantan pasukan khusus jelas jauh lebih hebat darinya.

“Sepertinya buku kedokteran warisan leluhurku memang harta karun.”

“Kalau ada kesempatan nanti, aku harus mencari seorang dokter hebat untuk belajar ilmu pengobatan dengan serius.”

“Dokter sekarang menghasilkan banyak uang.”

Sambil bergumam demikian, Kevin memeluk buku kedokteran warisan keluarganya dan tertidur.

 

Keesokan paginya, Kevin bangun lebih awal.

Setelah sarapan seadanya, ia memasukkan beberapa pakaian ke dalam ransel.

Sebuah laptop bekas yang sudah usang berada di tangannya.

Kemudian ia berjalan menuju tempat yang disebutkan Nagita semalam.

Kompleks Bahagia adalah kawasan perumahan kelas atas.

Beberapa satpam sedang bermain kartu di pos jaga dan tidak memedulikan kehadiran Kevin.

Tiba-tiba sebuah klakson keras terdengar dari belakang.

Kevin menoleh.

Sebuah BMW berhenti tepat di belakangnya.

Jendelanya terbuka dan seorang pria berteriak dengan arogan,

“Apa kau buta?”

“Tidak lihat aku sedang masuk?”

“Minggir!”

“Jangan menghalangi jalanku!”

Pria itu adalah Rizal Pernama.

Pagi ini suasana hatinya sangat baik.

Sebagai generasi kedua orang kaya, ayahnya, Marten Pernama, adalah seorang pengusaha properti terkenal.

Keluarganya sangat kaya.

Sebagai putra dari taipan kaya raya itu, Rizal selalu menjadi pusat perhatian ke mana pun ia pergi.

Baru masuk universitas, ia sudah merengek kepada ayahnya hingga dibelikan sebuah BMW X5.

Karena mobil mewah itulah, banyak gadis cantik mendekatinya.

Bahkan tidak sedikit yang rela masuk ke tempat tidurnya tanpa banyak usaha.

1
Night Watcher
lanjut thor, tapi ingat, teliti lagi typonya, terutama saleh nama..🤭🤭💪
Night Watcher
kevin bertanya kpd kevin?
DD
ayang Tang Yu 🤭
Kenjiro Dominic: siii anomali muncul lagi 🤭🤭🤭😄😄😄
total 1 replies
sitanggang
pernah baca ... tapi hiatuss 🙄
sitanggang: nantik pasti Surya jg diobatin sama cucunya tuuh
total 2 replies
Night Watcher
????????😇
Night Watcher
kok kevin yg punya tugas dr tuan albert?
Night Watcher
satu set 45jt, beli 3 set + bantal dll, isi kartu 50jt, 😇😇😇
Night Watcher
udah biasa mainin para gadis kenapa burungnya gak dibuat koma?🤭🤭
Night Watcher
kebanyakan melebar jd gak fokus ceritanya. dan gak konsisten
Night Watcher
bikin bingung, sebenarnya 1 triliun atau 1 milyar isi ceknya?
Kenjiro Dominic: 1 triliun 😭
total 1 replies
Night Watcher
jadi selamanya jari kevin akan sllu menempel di dada?
udah berapa bab nih jari gak lepas2? 😇🤭
Night Watcher
siapa tang yu?
Kenjiro Dominic: 🤭 akhirnya anomali yg author Taru ada orang kedua yg sadar... 🙏
total 1 replies
Night Watcher
rompi itu apa bukan sejenis jaket tanpa lengan ya?
Night Watcher
nyoba nyicip mampir
DD
Tang Yu lagi 😅
Kenjiro Dominic: Kenapa yaaa, setiap Thor ninggalin Anomali, cuman kamu yang nyadar... 🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
DD
Tang Yu 🤣
Kenjiro Dominic: Typo dikit biar ada yg komen 😭🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!