NovelToon NovelToon
My Kinyis-kinyis Wife

My Kinyis-kinyis Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Pengantin Pengganti
Popularitas:112.5k
Nilai: 5
Nama Author: Faiola Dea

Kania Dahani Larasati, gadis remaja yang cantik, pemberani dan supel. Di usianya yang masih 18 tahun, ia harus terpaksa menikahi calon kakak iparnya yang usianya 32 tahun, Kania terpaksa menikahi kakak iparnya karena kakaknya kabur tepat di hari pernikahannya.
Orang tua Kania memaksa Kania untuk menikah dengan Kevin Anggara agar kedua belah pihak keluarga tidak merasa malu dan bisnis ayahnya juga terselamatkan.


Semua foto yang ada di novel berasal dari Pinterest, jadi hak cipta
milik Pinterest.


Mohon dukungannya dengan cara like, komen, rate, favorit dan vote agar author bisa semangat buat update yup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faiola Dea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejujuran

Cintai dirimu

sebelum mencintai orang lain

Bahagaiakan dirimu

sebelum membuat orang lain bahagia.

Karena tidak ada orang yang akan membuatmu merasa istimewa kecuali

dirimu sendiri.

Bukannya egois, hanya sekedar menyadarkan

jika kamu berharga dan berhak bahagia.

🍃🍃🍃🍃🍃

"Om Kevin cemburu ya, Kania di antar balik sama mas Boy. Hayo ngaku?" Tanya Kania sambil menunjuk wajah Kevin yang salah tingkah. Kania sengaja menyebut Boy dengan embel-embel 'mas' untuk melihat reaksi Kevin.

"Si-apa yang cemburu!" balasnya terbata dan sedikit meninggi untuk menutupi salah tingkahnya, "Karena kamu tidak pulang-pulang, papa dan mama memarahiku karena di anggap aku tidak bisa menjagamu!" Sambungnya yang mengalihkan topik.

"Jadi Om berdiri di sini karena tadi niatnya mau nyariin Kania terus karena Kania udah pulang bareng mas Boy, Om nungguin di sini, gitu?"

"Iya!" Jawab Kevin judes.

"Uluh-uluh jadi tambah cintrong Kania sama Om, masuk yuk Om terus nanti kita buat anak bareng" ucap Kania sambil mencubit pipi Keano dengan gemas. Kania menarik tangan Kevin masuk ke dalam, sampai di ruang tamu keduanya sudah di nanti oleh Anggara dan Lina.

"Aduhh Kania kamu dari mana saja, mama khawatir tahu," Lina datang menghambur dan memeluk Kania, "besok di antar sopir saja ya, biar kamu gak perlu lagi naik angkot dan pulang malem-malem begini" ucap Lina yang memberi saran pada menantunya.

"Tidak usah ma, Kania naik angkot aja. Lebih rame dan menantang gitu, sekalian cuci mata ma. Kalo di antar sopir lihatnya wajah sopir itu mulu, tapi kalo naik angkot Kania bisa lihat beraneka ragam makhluk ciptaan Tuhan" Kania melepaskan pelukannya dan menjelaskan pada ibu mertuanya.

"Halah alasan, bilang saja supaya pulang bisa di anter sama pria lain! Sampai malam begini lagi, inget kamu sudah punya suami." Sinis Kevin, ia tiba-tiba ikut nimbrung menjawab perkataan Kania. Kania yang awalnya bersikap biasa saja, jadi kesal setelah mendengar ucapan Kevin yang di rasa menyindir Kania seperti wanita murahan.

Lina dan Anggara yang tidak mengerti apa masalah yang sedang di hadapi kedua anaknya karena tadi mereka terlihat baik-baik saja, layaknya pasangan pasangan pada umumnya yang bergandengan tangan. Mendengar ucapan Kevin, Lina dan Anggara menjadi kaget.

Kania langsung mendekati Kevin dan mengahadap padanya, Kania harus mendongak untuk menatap wajah Kevin karena tingginya yang hanya sebatas pundak Kevin, "Kania pulang malam karena Kania ikut eskul Basket bukannya tadi pagi Kania udah jelasin sama Om. Tapi saat Kania mau pulang teman Kania yang mau Kania tumpangi ada urusan, jadi Kania mutusin untuk jalan kaki. Kania mau nelpon Om tapi Kania inget kalo Om sibuk, mau nelpon mama juga hp Kania ketinggalan. Untung tadi ada Uncle Boy, Kania numpang pulang sekalian. Di tengah jalan Kania merasa lapar, Kania minta Uncle Boy berhenti untuk beli bakso sebentar. Nih sekalian Kania bungkusin bakso buat Om! Makan pake mulut karena emang itu gunanya mulut buat MAKAN bukan buat ngomong pedes dan nyakitin hati orang!" Kania menyerahkan kresek berisikan bakso yang ia beli tadi di dada Kevin. Kania berusaha tegar, menahan air matanya agar tidak keluar di hadapan semua orang, Kania langsung berlari menuju kamarnya meninggalkan Kevin yang diam seribu bahasa.

"Kevin mama benar-benar kecewa sama kamu. Kamu tahu ucapanmu tadi, seolah mengatakan jika Kania itu wanita murahan yang sedang bermain dengan pria lain di belakang suaminya. Lagian Boy itu kan sahabatmu, gak mungkinlah dia sampai ngambil istri sahabatnya. Sana susul dan bujuk Kania!" Perintah Lina.

"Tapi dia manggil Boy dengan tambahan 'Mas' di depannya, ma. Gimana Kevin gak berpikir yang macam-macam coba?" Kevin masih tetap dengan pendirian dan keyakinannya untuk mempercayai apa yang ia lihat dan ia dengar di bandingkan dengan perasaannya.

"Kania mengatakan itu mungkin karena dia ingin melihat bagaimana reaksimu. Ia ingin tahu apa kamu cemburu atau tidak dan hasilnya kamu cemburu buta sampai menuduhnya yang tidak benar. Dasar pria tua tidak peka!" Anggara ikut mengutarakan pendapatnya sekaligus memberi pencerahan pada Kevin.

"Jadi tunggu apa lagi, cepat bujuk Kania" ucap Lina sambil mendorong Kevin untuk mengejar Kania. Kevin yang tadinya ragu, memaksakan diri untuk berani dengan kegugupan yang menyelimutinya.

"Tunggu" teriak Anggara pada Kevin. Kevin yang sudah setengah perjalanan menuju ke kamarnya pun kembali lagi di hadapan papanya. Kevin mengira papanya akan menambah saran untuk dirinya agar tidak merasa gugup dan takut.

"Iya pah, gimana?" balas Kevin.

"Gimana apanya, sini baksonya. Biar papa saja yang makan, masa kamu mau bujuk Kania sambil bawa bakso di tanganmu. Gak bisa pegang pipinya nanti." Anggara mengambil bakso yang ada di tangan Kevin secara paksa.

"Ya ampun, papa membuat kegugupan Kevin bertambah!" Tuturnya dengan emosi, Kevin langsung kembali menuju kamarnya.

"Yuk ma, kita makan bakso semangkuk berdua" ajak Anggara dengan senyum nakalnya.

"Gak ah. Mama ngantuk mau tidur udah malem" Lina membalas dengan cuek lalu berjalan ke arah kamarnya.

Anggara hanya bisa gigit jari menyaksikan istrinya yang pergi meninggalkannya sendiri. Padahal ia berencana ingin makan bakso di suapi oleh Lina menggunakan bibir merah merona miliknya.

Di luar Kevin tengah berdiri di depan pintu kamarnya, ingin mengetuk pintu tapi ragu dan takut. Akhirnya Kevin mengumpulkan semua keberaniannya dengan menarik napas dalam-dalam lalu membuka pintu kamarnya.

Jika ia mengetuk pintu Kania pasti tidak akan membukanya makanya ia langsung membuka pintu. Toh ini juga kamarnya.

Lampu kamarnya di matikan, untung ada cahaya dari luar, remang-remang Kevin melihat Kania tengah duduk di dekat ranjangnya dalam keadaan memeluk kedua

kakinya, Kevin mendengar suara isakan Kania yang tidak terlalu keras.

Kevin menghidupkan lampu kamarnya dan menghampiri Kania, "Kania..." panggilnya, Kania tidak menjawabnya. Karena merasa di abaikan, Kevin memegang kedua bahu Kania dan menatapnya.

Sungguh wajah Kania terlihat begitu menghawatirkan mata indahnya berubah menjadi sipit, sembab dan merah karena terlalu lama menangis. Kevin langsung memeluk hangat Kania yang masih saja terus menangis.

Kania melepaskan pelukan Kevin meski sejenak ia tadi terbawa suasana dalam pelukan hangatnya Kevin, "Lepasin! Om kenapa selalu memberi harapan palsu pada Kania. Om janji akan berusaha menjadi suami yang baik, Kania percaya itu. Tapi kenapa saat Kania sudah percaya pada Om, Om mematahkan semuanya harapan Kania. Kenapa Om jahat sekali hiks hiks..." ucapnya sambil menangis sesegukan sesekali mengusap ingusnya yang hampir sampai di mulutnya dengan lengan bajunya.

Kevin rasanya ingin tertawa saat Kania mengelap ingusnya yang masih berantakan memenuhi pipinya. Tapi sebisa mungkin Kevin menahannya, ia tidak mau akibat tawanya nanti Kania bertambah marah padanya.

"Maafkan aku, aku hanya tidak suka kamu di antar pria lain, meskipun pria itu sahabatku sendiri" Kania menatap lekat Kevin saat Kevin mengatakan isi hatinya, terlihat berbagai pertanyaan dari tatapan matanya, "Ya, aku cemburu melihatmu bersama pria lain, apalagi kamu memanggil Boy dengan embel-embel 'Mas'." Tuturnya, seakan ia menjawab semua pertanyaan yang timbul dari tatapan mata Kania.

Bersambung....

1
sheila
sllu mnunggu upnya Thor...
Enneem
dilanjutin dong kaka
fidela satyaswari
Thor, knp ceritanya g dilanjut lagi?
aku padahal udh nunggu nunggu eps selanjutnya lho......
soalnya bikin penasarannya
ayo dong Thor dilanjut lagi ceritanya, soalnya seru banget
ig✍risnaafrianty❣❣❣
keren judulnya, bisa kepikiran sampai kesana😁
Ajeng Putri
lanjut dong kaak...👍😘💪
putri wahyuni
lanjutt dungss💖
Rezza Handira: baca juga kak novelku mertua galak judulnya
total 1 replies
Ya Lia
lanjut thor
Virgo Lishuez
lama bangett upnya kakk
Awalshole
lanjut Thor e
Virgo Lishuez
lama bangedd upnya
kia: hai kak, maaf izin promosi yaa
yuk mampir ke ceritaku "PERNIKAHAN WASIAT"😊 (langsung klik profilku)
ceritanya bikin geregetan dan seru abis!!!
terima kasih
total 2 replies
fidela satyaswari
lanjut dong Thor, up nya jangan lama lama. makin kepo tau ga Thor klo up nya lama🥺🥺🥺
fidela satyaswari: tapi juga up nya jangan lama lama bikin greget thor
total 2 replies
Ahmad Aldi
lanjut
Ya Lia
lanjut thor
Desy Fitriyani
cepet up lgi Thor,
Author comell: selalu dukung thor yak, dg cara apapun itu entah itu komen 'lanjut', like, vote agar thor semangat up yak wkwkw
total 1 replies
putri wahyuni
🆙lagiii..udah lama g🆙💪💪💪💪
Devi Erawati
gemes
Kirauhe Sonny
lanjut thor
Hana Me
yuhuuu, up lagiii
baca lagii
Fitri Sasa
gemes deh lihat Kania
Virgo Lishuez
aaaahhh gak sabar pengen kania cepet2 lulus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!