NovelToon NovelToon
Separuh Nyawa Suamiku

Separuh Nyawa Suamiku

Status: tamat
Genre:Janda / CEO / Tamat
Popularitas:26.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

Menjadi janda karena suaminya meninggal dalam sebuah kecelakaan.

Dan takdir membawanya kepada seorang CEO muda yang kemudian sangat memperhatikan semua kebutuhan hidupnya, menyayangi anaknya seperti almarhum suaminya.

Waktu berlalu, kebersamaan yang tanpa mereka sadari membuat keduanya jatuh cinta. Tapi fakta yang sengaja di tutupi selama ini terkuak dan membuat keduanya sama-sama terpukul ketika keduanya sudah menikah..

"Sekalipun kau memberikan dunia ini untuk Ku, tetap saja tidak bisa menggantikan separuh nyawa Suamiku." ungkapnya dengan air mata.

"Tapi sekarang aku juga suamimu. Dan separuh nyawaku ada padamu."


Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seperti Menyimpan Bom

Andra memeluk tubuh yang berdiri mematung atas pertanyaannya. Tubuh yang mulai berisi sebab mengandung anaknya itu kaku seolah enggan bergerak, entah jika pikirannya sedang kembali ke masa itu. Masa dimana ia kehilangan Azzam.

"Katakan padaku." bisik Andra semakin erat memeluknya.

Dapat ia dengar berat tarikan nafas yang naik turun di dada Hafizah.

"Apakah aku sangat buruk dibandingkan Azzam sehingga kau masih saja tidak bisa melupakan semuanya? Apakah hubungan ku dengan Ara tak cukup membuatmu yakin Bahwa aku benar-benar ingin membuatmu bahagia? Apakah aku_"

"Mas!" dia terisak di dada Andra.

"Aku sangat mencintaimu Hafizah, aku harus apa agar kau berhenti mengingat tentang kecelakaan Azzam. Apakah aku harus pergi dari dunia ini terlebih dahulu agar kau juga bisa mencintai ku seperti kau mencintai Az_"

"Mas...! Aku mencintaimu. Jangan pernah berkata untuk pergi aku tidak menginginkan itu, aku ingin selalu bersamamu, bersama membesarkan anak kita." Hafizah mendongak wajah yang terlihat begitu kecewa, dia meraih tangan Andra, menurunkannya hingga menyentuh perut yang mulai penuh.

"Aku minta Maaf Mas. Aku tidak akan mengulangi ucapan ku tentang apapun yang tidak kau suka. Aku janji, tidak akan mengulanginya." membelai satu sisi wajah Andra, menatapnya dengan tulus.

Andra tak menjawab, terenyuh hatinya mendengar tangis juga janji dari wanita yang harusnya tidak merasa bersalah. Namun untuk mengatakan yang sebenarnya dia masih belum mampu.

Tanpa kata ia mengecup hangat pipi sebelah kiri Hafizah, tapi kemudian berlalu begitu saja.

"Mas..."

Dia tidak juga berhenti, berjalan menuju halaman depan.

"Mas!"

"Mbak Fiza."

Suara Bibi mengejutkan Hafizah, wanita yang sudah senior di rumah Andra itu sepertinya mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.

"Mas Andra Bi." ucap Fiza khawatir.

"Mas Andra hanya butuh waktu sebentar." Bibi mengajak Fiza duduk di sofa ruang tengah.

"Bi, aku takut dia marah dan..."

"Ga usah mikir yang macam-macam, Mas Andra sangat mencintai Mbak Fiza. Suami Bibi saja dulu waktu muda enggak seperti itu, padahal ngakunya sayang, cinta mati. Tetep saja kalau dibandingkan sama Mas Andra, jauuhhh......! Kalah." Bibi terkekeh.

Dan berhasil membuat Fiza akhirnya ikut tersenyum sedikit, diantara wajah yang masih khawatir mandnagi pintu depan.

"Maaf, tadi Bibi sempat dengar. Sebenarnya Mas Andra itu takut kalah saing sama almarhum suaminya Mbak Fiza, alias cemburu." Bibi tersenyum lagi.

"Tidak ada persaingan Bi, Dalam segi agama mungkin Mas Azzam lebih dari Mas Andra, itu wajar karena dia memang seorang pendakwah. Tapi dalam mencintaiku, Mas Andra lebih tahu. Dan jujur saja, untuk pertama kalinya aku merasakan cemburu, curiga, dan...aku tidak percaya diri menjadi istrinya." pelan diakhir ucapannya.

Bibi kembali terkekeh. "Itu kalian berdua sama saja." seraya menggeleng-geleng kepala.

Hafizah menunduk malu.

"Mas Andra juga sama, merasa tidak percaya diri mendampingi Mbak Fiza yang merupakan anak dari seorang Kiyai. Dia berusaha sebaik mungkin mencintai Mbak Fiza, pagi bangun langsung buatin susu, malam juga begitu. Siang bela-belain pulang hanya untuk memastikan Mbak Fiza makan. Sama sekali tidak merasa capek, kesana-kemari seperti setrikaan panas, belum lagi harus mengurus Mbak Indri."

Hafizah menatap Bibi, mendengar nama Indri dia masih saja memikirkan banyak hal. "Bi, aku hanya merasa senasib dengan seorang janda yang suaminya meninggal karena kecelakaan Kak Indri."

"Hah!" mata Tua pengasuh Andra itu terbelalak dibuatnya.

"Beruntung jika Mas Andra bertanggung jawab, sedangkan aku? Bahkan aku tak tahu siapa orang yang sudah menewaskan almarhum Mas Azzam. Sungguh tega mereka kepadaku Bi."

"Mbak Fiza." Panggil Bibi sedikit bergetar.

"Sebaiknya aku tidak mengingat itu, Mas Andra akan marah jika mendengarnya." Hafizah mengusap air matanya. Dia tidak tahu jika Andra sedang berdiri mendengarkan dia bicara dengan mata terasa pedas.

"Seandainya Mbak Fiza bertemu dengan orangnya, lalu dia meminta maaf. Apakah Mbak Fiza masih bersedia memaafkannya?" tanya Bibi sengaja seraya memberi kode kepada Andra agar tidak mendekat.

"Itu tidak mungkin Bi, ini sudah lebih satu tahun." Fiza semakin menunduk.

"Ada hikmah dibalik musibah. Andaikan suami Mbak Fiza masih ada, artinya kita tidak akan tinggal di atap yang sama." Bibi tersenyum lembut, memegang tangan Hafizah yang bertaut gugup.

"Ya, pada akhirnya aku bersyukur dipertemukan dengan Mas Andra. Suami sekaligus ayah untuk anak-anakku." seraya memeluk perutnya sendiri.

"Kalau begitu, syukuri kebahagiaan ini. Ikhlaskan semuanya yang sudah terjadi. Ingat ada nyawa yang butuh kasih sayang penuh dari kedua orangtuanya. Arafah juga." tangan hangat yang mulai keriput itu sedikit mengelus sisi perut Hafizah.

"Bibi benar, aku sedang mengandung buah cinta ku dengar Mas Andra. Harusnya aku tidak membuatnya marah."

"Aku tidak marah." sepasang tangan hangat Andra melingkar, memeluknya dari belakang yang setengah terhalang sofa.

"Mas." panggilnya berbisik.

"Maaf Sayang, akulah yang tidak becus membuatmu nyaman. Maafkan aku." ucap Andra lagi.

Bibi beranjak pergi meninggalkan dua orang yang sedang jatuh cinta itu, bertengkar lalu berbaikan itu sungguh sudah biasa. Namun dalam rumah tangga majikannya ini sungguh membuat jantungnya berolah raga, lantaran dia tahu persis awal dari pernikahan ini terjadi. Indri menewaskan suaminya, lalu Andra datang untuk membayarnya tanpa kejujuran. "Aku seperti sedang menyimpan Bom yang satu detik kemudian bisa saja meledak hebat." gumam wanita paruh baya itu berlalu ke belakang.

Sebenarnya, Andra tak perlu marah atau khawatir tentang apapun, apalagi itu hanya menyangkut cerita tentang Azzam, dia sudah meninggal. Dan tidak ada yang tahu tentang kejadian itu. Hanya saja menyembunyikan hal besar dari istri tercinta membuat kepalanya terkadang terasa mau pecah. Semakin hari cintanya bertambah, semakin hari semakin besar pula rasa bersalahnya. Di tambah lagi kini ia sedang mengandung, bukan kepalang takut akan kehilangan Hafizah beserta anak-anaknya.

"Sebaiknya siapkan dirimu untuk mengakui segalanya, agar kau bisa hidup tenang tanpa beban." saran Tomi di pagi itu, ketiga pria tampan itu sedang duduk di satu ruangan.

"Kau benar, tapi tidak sekarang. Dia sedang hamil muda, dia sensitif dan mudah menangis. Walau begitu aku menyukainya, dia lebih manja dan pencemburu. Artinya dia mencintaiku." Andra tersenyum sedikit, membayangkan bagaimana istrinya akhir-akhir ini.

"Dia memang mencintaimu. Itu sebabnya kau harus bisa membuatnya yakin bahwa kau memang mencintainya. Bukan hanya sekedar karena bertanggung-jawab atas kecelakaan itu." sahut Tomi lagi.

"Ya, aku tahu." Andra menarik nafas, dia hanya perlu berusaha, dan harus bisa.

"Dan kau?" Tomi melempar kertas yang sudah terlipat kepada Mingho.

"Ah, bukankah kemarin kau akan menemui Adik Iparku?" Andra berbicara sambil membuka laptop milik Tomi.

"Ya." Mingho menjawab singkat.

"Lalu?" Tomi jadi penasaran.

"Kau tahu, ternyata si bungsu itu sedang memikirkan banyak hal. Tidak seperti yang terlihat diluarnya, tangguh dan bengis. Hatinya lembut seperti bidadari, bahkan kesedihan dapat disembunyikan sangat rapi."

"Sedih?" Andra menautkan alisnya.

"Ya. Seperti yang kau katakan, keuangan pesantren sedang tidak baik. Dan itu menjadi beban pikiran tersendiri untuk Ningrum. Sebaiknya kau bicarakan rencana mu untuk mengirimnya ke Mesir. Aku sangat yakin dia akan menolak, tapi tak akan menolak jika kita membantu keuangan pesantren." jelas Mingho setelah memikirkan hal itu sejak kemarin.

"Kau sedang menjadi pahlawan bertopeng?"

Kemudian ketiganya tertawa.

1
mama yogi
Luar biasa
Dayang Rindu: terimakasih kak. mampir di karya baru ku... 🙏
total 1 replies
Arkan_fadhila
kok gak ada kelanjutanx....
Arkan_fadhila: ditunggu thorr....kangen Fiza Andra...

sehat selalu author kami tersayang
total 2 replies
Arkan_fadhila
aq tahu ikhlasmu sakit Fiza
tp cobalah posisikan dirimu PD Andra...dia sdh membuatmu anakmu bahagia jgn LG kau ungkit atian suamimu....tak mudah melupakan cinta pertama yg mungkin TDK ada cela....namun semua TDK luput dr qodarullah....sebaik apapun sesempurna apapun kamu ingin mewujudkan impian mu bersama Azzam kalo Kun nya Allah yg berlaku maka fayakun ...
Arkan_fadhila: sempat terpikir kasian si Andra aq thor
total 2 replies
yamink oi
up
Ai Emy Ningrum: iyah pasti ada notif nya kalok kak Oi membalas komentar ku 🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
Arkan_fadhila
Fiza ....hanya kecewa ndra
Andra...kejujuran diawal memang menyakitkan namun hubungan dgn kejujuran akan lebih cepat mengikis luka hati
Ai Emy Ningrum
Betul...
Jujur itu lebih gagah dan terhormat dari pada muter muter gak jelas dan bersikap sok polos 😒😒
Ai Emy Ningrum: oleng kesana , oleng kesini 😁😁
total 13 replies
Arkan_fadhila
jodohx nur kayakx sdh DTG....dan Ahmad akan terlambat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
oppa mingho kena jebakan betmen! silau akan senyum manis dek ningrum sampai mata jadi buram 😂😂
Ai Emy Ningrum: wow 😮😳 abis gajian nih 😍🤩🥳
total 18 replies
Ai Emy Ningrum
Jgn mati dulu oppa😳😳 !! tunggu sampai kisah cintamu berakhir dgn indah ,bukn dgn si Indah tp dgn dek Ningrum 😍😍
Ai Emy Ningrum: ya Allah 🙈🙈🙈
total 20 replies
Arkan_fadhila
jujurlah Andra sblm Fiza tahu dr org lain
yamink oi
apakah fiza akan memaafkannya.....
tunggu kisah dan kelanjutannya.jangan lupa like dan komennya 🤪🤪🤪
Ai Emy Ningrum: geje 😒😒
total 12 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
wow.. akhirnya pecah bisul! tapi ini Andra beneran ngomong atau cuma ngebatin doang? 😁😁
Ai Emy Ningrum: serta ciri masing2 😎😎
total 10 replies
Ai Emy Ningrum
sampai disini ya ,aku lebih suka dgn kisah oppa Mingho yg masih berusaha mendekati dek Ningrum..bnr kata Andra ,knp tidak bs mngiklhlaskan nya ?? Marah ,sakit hati hny akan mngotori pikiran mu,mngusik ketenangan rumh tangga kalian..lupakan tnpa hrus membenci,kenanglah yg sudah tiada dlm doa...😔😔😌😌
Ai Emy Ningrum: spechless 😔😔
total 10 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
*klik..!!
*dddrrrttt... ddrrttt.. ngenggggg..
*mulai loading
*kak indri... mas azam..
*aha!! 💡
#mulaibuatkesimpulan
Ai Emy Ningrum: iyeee ..kacau lah skenario nya 🤣🤣🤣🤣
total 7 replies
Ai Emy Ningrum
knp sih kalok masih belasan tahun 🤔😳 toh ,age just a number...bnyak kok cewek2 yg belasan tahun tp pikiran nya udh dewasa ato anak2 sekarang yg umur belasan taun tp dandanan dan kelakuan kek tante2 ..contoh nya kasus anak pejabat yg MDS sama pacar nya AG..itu pacar nya masih 15 taun lhoh..😳😳
Ai Emy Ningrum: ga sesuai mahar ya ceu 🤭
total 30 replies
Arkan_fadhila
laki2 berpendidikan malah menchat mantan kakak iparx yg sdh menikah LG dgn org lain???yakin Ahmad itu berpendidikan agama??
Ai Emy Ningrum: muka perang 😤😤
total 9 replies
Ai Emy Ningrum
"Modus" gumam Ningrum...
Jaman sekarang emang susah bedain mana yg modus mana yg tulus...
susah bedain nya ..😒😒
Ai Emy Ningrum: mobil antik 😁😁
total 41 replies
yamink oi
Ningrum up
Ai Emy Ningrum: up mbak Nur 😹😹
total 7 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
jangan kan jadi pahlawan bertopeng, jadi badut mpang pun oppa mingho rela, demi dek ningrum 😍😍😚😚
Ai Emy Ningrum: mantap lah 😚 👍🏻👍🏻
total 13 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
duuh.. sampai Bibik pun ikut2an sport jantung karena menyimpan bom waktu 😲😲
Ai Emy Ningrum: iyah pokok nya pengabdi setia lah 😂😂😂
total 7 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!