NovelToon NovelToon
Kau Milikku Sayang

Kau Milikku Sayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Single Mom
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"siapa namamu?"
xavier menatap lekat bocah 5 tahun itu yang melotot marah kepadanya, bocah laki-laki dengan rambut gondrong ikal sebahu, memegang sebuah rubrik di tangannya.
mata bocah itu mengingatkan xavier pada wanita itu, wanita sialan yang pergi begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dua puluh lima

"aa...apa..apa yang kamu lakukan di sini?" wajah diandra masih pucat, ia berdiri membeku menatap xavier takut.

Perlahan xavier menurunkan killian dari gendongannya, tangannya mengelus kepala bocah itu lembut.

"lian main lagi yah, om xavi bantuin mama dulu"

Bocah tampan berambut gondrong itu mengangguk patuh, berbalik dan kembali masuk ke kamar tempatnya bermain tadi.

Xavier melangkah selangkah ke arah diandra, wanita itu mundur, wajahnya masih ketakutan dan syok.

Xavier duduk mencangkung, memunguti barang diandra yang berserakan. Tanpa menatap diandra, xavier tetap berbicara dan memunguti satu-persatu.

"aku kemari ingin mendengar penjelasanmu!"

Diandra menelan salivanya susah payah, lututnya lemah, suara pria itu sungguh sangat mengintimidasi.

"kamu menghilang tiba-tiba seperti ini, sudah memberiku jawaban, siapa kamu sebenarnya"

Xavier mendongak, dan perlahan berdiri. Menyerahkan plastik penuh bahan yang ia punguti barusan.

Diandra menatap tangan itu, namun ia tak menyambutnya. Diandra kehilangan tenaga rasanya, tubuhnya masih terlihat gemetaran.

"aku hanya ingin tahu apa alasanmu, di!"

Diandra menengadah, menatap mata pria itu. Lagi-lagi ia menelan salivanya susah payah, sorot mata menuntut penjelasan itu sangat mengintimidasinya.

"aa..aku, aku.." diandra tergeragap, rasa takut masih mendominasi perasaannya saat ini.

Xavier menatap lekat, menanti diandra melanjutkan ucapannya.

"aku tidak melarikan diri"

"hhhhhhhh" terdengar dengusan dari hidung mancung xavier, senyum sinis juga terlihat dari ujung bibirnya.

"aku memang berencana pindah dari sana!"

"oh yah?" tanya xavier menaikkan alisnya sebelah, "tepat banget momentnya yah! Kamu pengen pindah begitu aku tahu siapa kamu!"

Lagi-lagi diandra menelan salivanya yang terasa menyangkut. Dengan memberanikan diri, diandra mengangkat kepalanya, menatap mata kebiruan itu yang mengawasinya sedari tadi.

"sewa rumahku di sana memang hampir berakhir, aku memutuskan kembali kemari"

Xavier tak menjawab, hanya mata pria itu memicing tak percaya.

"kalau kamu tidak melarikan diri dariku, kenapa kamu terkejut melihatku?"

Diandra terdiam, tarikan nafasnya terdengar berat.

"aa..,aku, aku..."

"kamu memang melarikan diri dariku, di" sambar xavier cepat, namun diandra menggeleng.

"jangan bohong!"

Diandra terkejut, suara xavier barusan terdengar dingin.

"aku benci kebohongan, dan aku harap kamu jangan membohongi aku!"

Diandra menelan salivanya lagi susah payah, suara dingin dan datar xavier kembali membuatnya takut.

"aku ingin mendengar penjelasanmu, di"

Diandra berdiri mematung, wajah wanita itu terlihat ragu. Ada rasa takut jelas dari wajah cantiknya itu, tapi dia juga menyadari tak mungkin lagi menghindari pria ini.

"ka..kamu sudah makan?"

Xavier mengernyitkan keningnya, mengamati diandra yang masih gugup.

"aku mau masak makan malam, kamu sudah makan?"

Xavier menggeleng cepat, seketika hatinya menghangat, wanita ini menawarinya makan malam. Bukan itu berarti diandra menerimanya di rumah ini, semoga saja ini pertanda baik.

"aku masak dulu.." diandra hendak beranjak, namun xavier menahannya.

"aku bisa bantu kamu!"

"nggak usah.." geleng diandra cepat, "kamu di sini saja temani lian, aku nggak lama!"

Xavier mengangguk, wajahnya tak lagi terlihat datar. Diandra menyadari itu, namun ia tak berani menatap wajah pria itu, lama. Ada rasa takut masih menjalari hatinya, aura xavier memang sangat mengintimidasi.

Suara killian dan xavier yang saling menimpali, terdengar sampai ke dapur tempat diandra masak. Sesekali ia melirik ke arah ruang keluarga, tempat killian bermain dan ditemani xavier.

Diandra berulangkali menghela nafasnya berat, ia tahu tak ada lagi cara melepaskan diri dari xavier.

Mungkin ini yang terbaik, menjelaskan dengan sebenarnya, agar pria itu tak lagi penasaran dan kemudian akan pergi berlalu dari hidupnya selamanya.

Diandra menatap meja makan yang sudah tertata rapi, ia hendak memanggil xavier. Tapi suara pria itu di belakangnya mengagetkan.

Xavier menggendong killian, menatap takjub meja makan yang tertata rapi.

"luar biasa" ujarnya tersenyum manis, "aku bisa makan gratis masakan seorang chef dari restoran ternama.

Diandra tersenyum tipis, "silahkan!" ujarnya mempersilahkan xavier.

"lian makan sendiri atau mama suapi?"

Bocah tampan itu menggeleng, "lian masih kenyang, mama!, tadi sore lian kan udah makan!"

"kalau begitu, lian main dulu yah sayang"

Bocah itu mengangguk patuh, dan pamit dari xavier yang tersenyum lembut sembari mengelus kepala bocah 5 tahun itu.

"mengapa kamu begitu yakin kalau aku perempuan yang kamu cari?" tanya diandra hati-hati, memecah kecanggungan yang tercipta.

Xavier yang sedang menikmati makanannya, mendongak, menatap diandra lekat.

Pria itu tak menjawab, hanya menunjukkan telapak tangannya, meminta diandra bersabar.

"aku masih menikmati makananmu, bisakah bicara setelahnya?"

Diandra terdiam, ia tak menjawab. Hanya matanya mengamati xavier yang memang terlihat sangat menikmati makan malam itu.

"kamu mau minum kopi atau teh?"

Diandra menawari pria itu minum, setelah meja makan telah bersih.

Xavier menggeleng, tiba-tiba ia menyingsingkan lengan bajunya, berdiri.

Diandra terkejut, reflek tangannya mencekal pergelangan tangan pria itu, menahannya.

"kamu mau ngapain?"

"aku mau bayar makanku, aku bisa cuci piring" jawab xavier, menatap tangannya yang dipegang diandra.

"jangan!" larang diandra cepat, "kamu tamu.."

Xavier menatap diandra, menanti lanjutan ucapannya yang menggantung.

Alis pria itu naik sebelah, seakan memaksa diandra melanjutkan ucapannya.

"dan...?" tanyanya.

"kamu tuan muda, yang pasti tak pernah melakukannya" sahut diandra lirih, takut pria itu tersinggung.

"hei..." protes xavier cepat, "aku bertahun kuliah di luar negeri, menurutmu siapa yang mencuci piring dan masak untukku?"

Diandra menahan senyumnya, seakan tak yakin akan ucapan xavier barusan.

"kamu nggak percaya?"

Diandra masih menahan senyumnya, ia hendak mengangguk, namun tatapan protes pria itu membuatnya tak kuat, senyumnya langsung mengembang.

"kamu lihat saja!, bisa atau tidak tuan muda ini mencuci piring"

"baiklah.." sahut diandra akhirnya, "bagaimana kalau aku membayarnya dengan membuatkanmu minuman, kopi atau teh?"

Xavier tersenyum, tipis memang, namun wajah itu terlihat sangat mempesona. Diandra hampir melongo seperti orang bodoh karenanya.

"kopi pahit pliss, tanpa gula"

"okey.." sahut diandra, yang segera memalingkan wajahnya, ia sibuk meredam debar jantungnya yang mendadak bertalu-talu.

Xavier terlihat menikmati kegiatan mencuci piring, wajah tampan pria itu terlihat cerah. Beberapa kali diandra mencuri pandang, tak dapat dipungkiri, pria itu memang sangat tampan dan mempesona.

Diandra menyadari kalau dirinya terpesona, walau ia juga menyadari kalau dirinya tak tahu diri.

Bagaimana bisa dia mengagumi pria seperti xavier, mengharapkan pria itu. Menjaga perasaan yang ia miliki untuk pria itu bertahun-tahun.

Mereka hidup di dunia yang berbeda, perbedaan kelas mereka sangat jauh.

"hhhhhhhh" desah nafas diandra terdengar berat.

'sadarlah, di. kamu tak layak untuknya'

"ada apa?"

Diandra menoleh kaget, xavier yang ternyata sudah menyelesaikan kegiatan cuci piringnya, berdiri tepat di sisinya, menatapnya heran.

"ahhh.." sahut diandra malu, "nggak ada apa-apa"

"ini kopi kamu!" diandra meletakkan kopi pahit permintaan xavier ke atas meja.

"sekarang, bisakah kita bicara?"

Xavier mendatanginya, duduk kembali di meja makan itu, kepalanya mengangguk.

Bersambung...

1
Sri S
lanjut
Sri S
suka
Sri S
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!