"Kak tunggu! Aku mau bilang sesuatu sama kakak. Aku udah lama nunggu waktu itu hanya buat bilang ... kak Adrian ... aku suka sama kakak," kata seorang gadis.
"Tapi aku di sini," kata seseorang yang duduk dipojokan taman.
Gadis itu ternyata salah mengucapkan nama. Ia ingin mengutarakan perasaannya pada cowok tampan yang bernama Adrian. Tapi ia malah bilang cinta pada Adnan, kembarannya Adrian.
Mereka memang sama persis, hingga tidak ada celah untuk membedakannya. Mereka sering salah dikenali oleh para gadis yang selalu berebut untuk mencari perhatian mereka. Sikembar memang sering membuat jebakan pada para gadis.
Bagaimana kisah sikembar selanjutnya? selalu bersama jebakan cinta sikembar ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
+26
Tanpa sadar, apa yang mereka bicarakan terdengar oleh Adrian yang sedang menunggu tak jauh dari mobil. Bagaimanapun, sifatnya yang tidak suka menunggu lama keluar juga. Ia lebih memilih untuk keluar dari mobil dan menikmati suasana sekolah Camelia walau hanya di sekitar parkiran saja.
"Kalian ngomong apa sih?" tanya Adrian yang mendengar pembicaraan Camelia dan Adnan.
"Gak ada," jawab singkat dari Adnan.
"Ini lho kak, aku itu sedang bicara soal kalian berdua yang hari ini mungkin sedang bertukar jiwa."
"Bertukar jiwa?" tanya Adrian juga tak mengerti.
"Ih, udah deh, gak perlu dibahas lagi soal itu. Ayo pulang sekarang. Aku udah gak nyaman banget jadi bahan tontonan di parkiran ini," kata Adnan memotong pembicaraan dengan cepat.
"Maaf ya dede, kayaknya kita harus mengalah dan mengikuti apa yang jadi kemauan Adnan. Sekarang, moodnya sedang gak bagus soalnya," kata Adrian sambil membuka pintu mobil untuk Camelia.
Camelia mengikuti apa yang Adrian katakan. Ia masuk kedalam mobil tanpa ada sepatah katapun. Dalam hati, Camelia menyadari satu hal. Ternyata, perubahan yang terjadi pada Adnan hari ini adalah karena moodnya yang kurang baik.
Ingin rasanya Camelia bertanya pada Adrian, apa penyebab mood Adnan menjadi buruk hari ini? Tapi ia tidak melakukan hal itu. Ia tidak mungkin menanyakan langsung pada Adrian sedangkan Adnan juga ada di dalam mobil yang sama dengan mereka.
____
Ketika sampai di rumah, Adnan masih saja menunjukkan rasa kesalnya akan apa yang terjadi. Ia mendiami Adrian sekarang. Hal itu membuat sang mama merasa agak aneh dengan si kembar kesayangannya.
Keduanya duduk di sofa yang sama. Tapi tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka masing-masing. Mereka makan di meja makan yang sama, pakai baju dengan corak dan motif yang sama. Tapi tetap saja, tidak ada yang bicara.
Gea tidak ingin ada perpecahan yang terjadi pada anak kembarnya. Ia tidak ingin anak kembarnya punya permasalahan yang sampai membuat hubungan keduanya retak apalagi terjadi permusuhan antara mereka berdua. Gea pun mendatangi kamar si kembar saat mereka selesai makan.
"Sayang, kalian lagi ngapain?" tanya Gea dengan lembut saat ia sudah masuk kedalam kamar si kembar.
Terlihat, mereka sedang asik dengan kesibukan mereka masing-masing. Adrian sibuk dengan laptopnya sedangkan Adnan sibuk dengan ponselnya. Tapi, melihat kedatangan Gea, mereka berdua sama-sama meninggalkan kesibukan mereka.
"Anak mama lagi apa?" tanya Gea lagi sambil duduk di ranjang anaknya.
"Gak lagi ngapa-ngapain ma. Hanya main game aja," jawab Adnan.
"Sama," jawab Adrian pula.
"Tumben main gamenya sendiri-sendiri. Biasanya main sama-sama."
Mereka saling pandang. Ternyata, tanggapan sang mama sangat cepat jika ada keretakan diantara mereka berdua. Belum juga sampai hitungan hari mereka tidak bersama, sang mama sudah ambil andil sekarang.
"Kita .... "
"Kita sedang cari kesukaan masing-masing ma," jawab Adnan membantu Adrian memberikan jawaban.
"Kesukaan masing-masing ya seperti apa yang sedang anak kembar mama cari?"
Keduanya terdiam. Mereka kembali saling pandang. Keduanya tahu mereka tidak bisa membohongi papa dan mama mereka. Tidak ada yang bisa mereka sembunyikan dari papa apalagi mama mereka. Semuanya akan terungkap secepat mungkin.
"Coba mama lihat, game apa yang sedang kalian mainkan."
Keduanya tidak punya cara lain selain memberikan ponsel dan laptop mereka. Terlihat dua game yang sama masih berada di layar ponsel dan juga laptop itu.
"Jadi?" tanya Gea pada keduanya.
"Iya deh iya. Adrian ngaku kalo Adrian dan Adnan sedang ngambekan," kata Adrian jujur.
"Ngambekan karena apa? Kalo boleh mama tahu."
"Karena kesal aja ma. Gak ada masalah yang lain. Nanti juga baikan lagi," kata Adnan.
"Kesal kenapa?"
"Kesal karena kita punya wajah sama," kata Adnan jujur.
"Lho, kok kalian bisa kesal punya wajah sama. Mama yang melahirkan kalian sangat bangga lho Adrian, Adnan. Kalian punya wajah sama adalah anugrah terindah buat mama. Mama bisa punya dua malaikat tampan dengan wajah yang sama. Itu sangat luar biasa buat mama."
"Itu .... " Adnan merasa bersalah karena telah mengatakan hal itu pada mamanya. Kelihatannya, sang mama sangat tidak suka dengan apa yang ia katakan barusan.
"Ma, maksud kita bukan gitu," kata Adrian mencoba membela Adnan.
"Maksudnya apa? Tidak mau punya kembaran? Tidak mau bersyukur karena memiliki kembaran?"
"Mama sayang, maafkan kita berdua. Kita bersyukur kok ma punya kembaran," kata Adnan mencoba membujuk mamanya dengan berbaring di pangkuan sang mama.
"Iya ma. Kita bahagia kok punya wajah yang sama. Kita bangga bisa memiliki wajah yang sama persis," kata Adrian pula sambil bersandar di bahu Gea.
oh iya itu dia! terima kasih Kak Author! aku bisa menemukan judul dan cerita yang nanti aku buat!
mksih
Zia lebih cocok sama adrian yang lebih supel karna keliatannya zia pendiam, sedangkan adnan cocok sama cewek kaya ganisa karna punya hobi yang sama 😊