CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI?
‘KARENA TIDAK SEMUA CINTA,SEJATI.’
Bugh
Bugh
Bugh
“Gue bersumpah,seujung kuku pun elo nggak akan pernah menemukan keberadaan Kanaya.”Teriakku tepat didepan wajahnya.Lalu kutinggalkan dia begitu saja.
Sejak saat hari itu,aku memutuskan untuk tidak tinggal bersama keluargaku.
Ya,memang itu yang aku alami.Bahkan lebih rumit dari yang sekadar orang lain pikirkan.
• Agra Atthafarizt Herdinata
• Agam Rayyan Atthafarizt
• Kirana Andrea Hilaya
• Kanaya Eisya Putra
Kuy baca ceritanya
Ini kisah Agra,Agam,Kanaya dan Kirana ya.Yang nanti bakal berlanjut keanak-anak mereka...
MAU MEREVISI DULU DAN MAAF JIKA NANTI TIDAK SINKRON DENGAN 'DARI SAHABAT KEAKAD' TERLALU LAMA HIARUS MEMBUTA DAKU LUPA ALUR TEPATNYA😂😂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UTiik KriStiantii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
“Ya Ad.”Jawab Agra.
Adara gadis yang mencintai Agra sejak dulu,sampai saat ini ia bahkan masih berharap Agra membalas perasaannya.Padahal sudah 2 tahun lebih,tetapi perasaannya tetap untuk Agra.
“Apa maksud dari web perusahaan yang mengatakan kamu sudah menikah Gra?”Tanya Adara langsung pada intinya.Diseberang sana,Adara bertanya sambil terus meneteskan air mata.
Agra menghela napas.Untuk hal ini bahkan ia belum berpikir bagaimana caranya ia akan menjelaskan.Dan kini,saat begitu banyak masalah yang menimpanya,Adara ikut menambah dengan pertanyaan ini.
“Gra,jelasin!”Ucap Adara lagi.
Pagi tadi,Adara sangat terkejut saat membuka web perusahaan Agra dan ada kabar terbaru jika Agra sudah menikah.
“Sorry Ad.”Hanya itu yang bisa Agra ucapkan.
“Dimana kami sekarang?Kita perlu bertemu.”
“Cafe Rostalie.”
2 tahun Adara menunggu berharap Agra mau membuka pintu hatinya dan menerima cinta Agra.
Ia bahkan tidak pernah mendengar Agra dekat dengan seorang perempuan.Sejauh ini,yang ia ketahui Agra hanya dekat dengan Ave,adiknya.
Lalu apa ini?
Seperti sebuah lelucon saja.
Cukup lama Agra harus menunggu.Ia bahkan sampai menghabiskan 2 cangkir kopi.
“Gra.”Panggil Adara.Adara langsung duduk didepan Agra.
“Siapa Gra orangnya?”Tanya Adara.
“Ad,sejak awal gue sudah bilang.Gue udah ada cewek yang gue suka.Gue udah bilang jangan berharap banyak sama gue.Tapi Lo nekat tetap nunggu gue.Salah gue juga?”Tanya Agra.Hal itu memang benar adanya.Sejak awal Agra sudah mengatakan perihal isi hatinya yang sudah taroeut akan hati gadis lain.Karena saat itu ia tahu,Adara sudah mulai menaruh ahti padanya.
“Ad,Lo cantik,Lo pinter,Lo pantas dapat yang jauh lebih baik dari gue.Gue nggak pantes buat elo.”Lanjut Agra.
“Gue cintanya sama elo Gra.Gue maunya elo.”Jawab Adara penuh emosi.
“Istri gue udah hamil Ad.Dan apapun yang terjadi gue nggak akan meninggalkan dia.Gue cinta sama dia.Dia hidup dan mati gue.Dan please,gue mohon sangat.Lo ngertiin ini!Lo buka pintu hati Lo buat orang lain.Lupakan perasaan Lo kegue!”Pinta Agra.
“Gimana Gra caranya?”Lirih Adara.
Agra diam.Dia sendiri bahkan tidak bisa membuka pintu hatinya untuk perempuan lain.Termasuk Adara.
“Lo tanya sama orang yang salah Ad.”Tutur Agra.
Adara masih terus berusaha mengusap air matanya yang terus mengalir di pipinya.
“Kita masih bisa berteman.Oke?”
Adara hanya mengangguk meski terpaksa.
Hatinya hancur,ia sadar ia sudah tidak memiliki kesempatan sedikitpun.
Dirumah,Enggar terkejut saat melihat mobil Agra melaju dengan cepat keluar rumah.
Dia bahkan tidak mengabarkan apapun terhadap Enggar.
“Bi.”Panggil Enggar.Bi Minah mendekat.
“Agra tadi bilang nggak mau kemana sama bibi?”Tanya Enggar.”Tidak den.”Jawab bi Minah.
“Kanaya kemana Bi?”Tanya Enggar lagi.”Tidak tahu den.Dari tadi bibi belum lihat.”Jelas bi Minah.
“Ya sudah bibi balik kerja aja!”Suruh Enggar.
Enggar berkeliling rumah mencari Enggar.Enggar sendiri juga tidak berpikir jika Kanaya akan pergi keatap.
Diatap rumah,Kanaya dapat melihat mobil Agra yang melaju cepat.Rasanya ia ingin sekali untuk mengejar Agra.Tetapi tubuhnya tidak mau diajak kompromi.
Kanaya berfoto diatas atap rumah Agra.Lalu foto itu ia kirimkan ke Agra agar dikirim kenomor kedua orang tuanya.Ia ingin memberi kabar jika ia baik-baik saja disini.
Sore hari,Kanaya baru turun dari atap.
Enggar sempat dibuat panik karena ia sudah berkeliling rumah tetapi tidak menemukan Kanaya.
“Bang Agra belum pulang bang?”Tanya Kanaya dan Enggar menggeleng.
“Ngilang kemana sih tadi?”Tanya Enggar.
“Rahasia dong.Ntar Abang tahu lagi tempat persembunyian Kanaya.”Canda Kanaya.
“Iya mau sembunyi lagi?”Sungut Enggar dan Kanaya hanya tertawa keras untuk hal itu.
“Asik bener.”Agra langsung ikut nimbrung.
“Abang dari mana?”Tanya Kanaya lembut.Ia langsung mencium punggung tangan Agra.
Hal itu cukup membuat Agra dan Enggar terkejut.Sejak kapan Kanaya berubah menjadi seperti ini?
“Mau minum apa bang?”Tanya Kanaya.Agra masih bingung dan sibuk dengan pikirannya sendiri.
“Bang Agra.”Panggil Kanaya lagi.
“Teh manis aja.”Jawab Agra.
“Dia kenapa?”Bisik Agra saat Kanaya sudah menjauh.
“Mana gue tahu.Dia sadar kali tugasnya sebagai bini.”Jawab Enggar santai.
“Ini bang.”Kanaya menyerahkan secangkir teh herbal.
“Bang,foto tadi Abang kirim kepapa ya?”Pinta Kanaya.
“Iya.”Jawab Agra sambil mengelus rambut Kanaya.
“Gra,Nay acara 4 bulanan Kanaya meski sudah lewat mending kita adakan disalah satu panti aja.Kalau dirumah ntar mulut emak-emak rempong pada julid lagi.”Usul Enggar.
Kanaya dan Agra bahkan sedikit merasa bersalah karena lupa akan hal ini.
“Oke Lo urus Nggar!”Jawab Agra.
“Biar Kanaya bantuin ya bang.”Pinta Kanaya dan Enggar mengangguk.
Keesokan harinya
Siang ini Kanaya berencana mengantarkan makan siang untuk Agra kekantornya.Ia sengaja tidak memberi kabar kepada Agra karena ia ingin membuat kejutan untuk Agra.
Dibantu bi Minah Kanaya masak khusus untuk Agra.
Saat waktu makan siang kurang 10 menit Kanaya sampai.Ia turun tepat didepan lobi kantor.
Melihat kantor perusahaan Agra yang besar membuat Kanaya berdecak kagum akan kesuksesan laki-laki yang menyandang gelar suaminya itu.
“Permisi mbak.”Sapa Kanaya pada dua resepsionis.
Mereka menatap Kanaya dengan tatapan bingung dan meremehkan.
“Ruangan bang,eh maksudnya pak Agra dilantai berapa ya?”Tanya Kanaya sopan.
“Kamu siapanya pak Agra?Jangan sok kenal!”Cibir resepsionis yang bernama Lita.
“Saya Kanaya.Saya saudaranya.”Kanaya terpaksa berbohong karena ia belum membicarakan perihal status mereka dengan Agra jika didepan umum.
Ini adalah kali pertama Kanaya datang kekantor.Tempo hari usai pemeriksaan,Kanaya lebih memilih pulang karena kepalanya terasa pusing.
“Sudah terlalu sering orang datang dan mengaku saudara pak Agra.Lebih baik kamu pulang!”Ucap Nikita,teman Lita yang sama-sama seorang resepsionis.
Kanaya tidak menyerah,ia terus mencoba bertanya.Hingga Lita akhirnya memanggil satpam untuk mengusir Kanaya.
“Seret dia pak!Sembarangan ngaku saudaranya pak Agra.”Perintah Nikita terhadap satpam perusahaan.
“Anak kecil jaman sekarang.Mainnya sama om-om.”Sang satpam ikut mencibir Kanaya.
Karena Kanaya terus mencoba menolak,akhirnya satpam tersebut benar-benar menyeret Kanaya.
Pranggg
Rantang makanan yang Kanaya bawa terjatuh.Kanaya bahkan ikut terjatuh karena satpam tersebut langsung melepaskan Kanaya begitu rantang itu lepas.
Sepasang mata melihat kejadian itu dengan tatapan penuh kemarahan.Ia sudah berdiri didepan lift.Tetapi matanya menangkap sosok Kanaya didepan resepsionis.
Hatinya memanas saat melihat Kanaya diseret oleh satpam.Kejadian itu disaksikan banyak orang.
“Eh dhek,kok ada darah didress kamu?”Tanya salah satu karyawan.
Kanaya terkejut,ia tak mau kedua calon anaknya kenapa-napa.
“Cih.Masih bocah udah hamil.Gitu masih nyari pak Agra.Pergi kamu!”Usir Nikita lagi.
“Siapapun yang berani menyakiti dia,hari ini hari terakhir masuk kantor.”Sahut Enggar.
Ya,Enggarlah orang itu.
Lita,Nikita dan satpam tersebut terkejut saat melihat Enggar membela Kanaya.
“Bang,sakit.”Lirih Kanaya.
Enggar langsung berlari dan membopong Kanaya menuju lift khusus petinggi perusahaan.
Saat sampai dilantai paling atas,banyak pasang mata yang terkejut saat melihat Enggar menggendong seorang perempuan.
Brak
***JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMENTAR YAA...SEDEKAH POINNYA JUGA DITUNGGU ..
MAAF BEBERAPA AHRI KEMARIN TIDAK UP.
BARU MUDIK KEDAERAH SUSAH SIGNAL...HEHHEHE***
udh seneng up tiap hari