Felicia salah masuk kamar dan berakhir melakukan cinta satu malam bersama pria asing.
Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang membuat Felicia bisa salah masuk kamar hingga melakukan cinta satu malam bersama pria asing? Yuk ikuti cerita pertamaku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yakasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nyonya Kelly dan Ririn
"Boleh Mom, Daddy lucu Mom bisa menirukan suara binatang." ucap Agnes
"Kalian senang ya bisa bertemu dengan Daddy?" tanya Mommy Felicia
"Senang Mom, sebenarnya kita sudah dua kali ketemu Mom tapi kami tidak tahu kalau paman sebenarnya Daddy." jawab Bruno.
"Betul kata Kakak, kita sudah bertemu dua kali." Sambung Brian dan ke tiga adik kembarnya bersamaan.
"Daddy waktu itu kok tidak mengenal kami?" tanya Bruno karena hanya dia yang belum tahu sedangkan ke empat adiknya sudah diberitahukan oleh Daddy Alvaro.
"Maaf soalnya Mommy dan Daddy mau bikin kejutan buat kalian berlima tapi karena kak Bruno terluka kejutannya jadi batal deh." ucap Daddy Alvaro berbohong lagi.
"Kejutannya apa Dad?" Tanya Bruno.
"Ada deh." Jawab Daddy Alvaro.
"Aish .... Daddy nyebelin." Ucap Bruno.
"Mommy, benar tidak kalau Daddy akan memberikan kejutan untuk kita?" Tanya ke lima anak kembarnya bersamaan yang masih penasaran dengan kejutannya.
"Apa yang dikatakan Daddy benar kalau Daddy akan membuat kejutan buat kalian." Sambung Mommy Felicia yang terpaksa ikut berbohong.
"Oh ya, apakah kalian berempat ingin jalan-jalan sama Daddy?" Tanya Daddy Alvaro mengalihkan pembicaraan.
"Mau Dad." jawab ke empat anak kembarnya serempak.
"Daddy, aku mau ikut." Ucap Bruno.
"Bruno, kamu masih sakit nanti kalau sudah sembuh kita jalan-jalan." Ucap Daddy Alvaro.
"Tapi Dad, jalan-jalannya di taman rumah sakit jadi aku bisa ikut dengan menggunakan kursi roda." Ucap Bruno dengan wajah sedih karena dirinya ingin sekali pergi.
"Ok." Jawab Daddy Alvaro yang tidak tega melihat putranya bersedih.
"Terima kasih Daddy." Ucap Bruno sambil tersenyum bahagia.
"Sama-sama, Daddy mau ambil kursi roda dulu." Ucap Daddy Alvaro sambil mengusap rambut putra sulungnya.
Kemudian Daddy Alvaro membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu ruang perawatan.
'Hidupku sekarang lebih berwarna terlebih aku bisa merasakan menjadi seorang Ayah dari ke lima anak kembarku. Daddy sayang kalian semua dan melakukan apapun asalkan kalian bahagia.' Ucap Daddy Alvaro dalam hati sambil membuka pintu ruang perawatan kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Setelah beberapa saat Daddy Alvaro datang membawa kursi roda kemudian mereka bertujuh berjalan ke arah taman rumah sakit sambil menghirup udara segar.
xxxxxxx
Tiga Hari Kemudian
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan kini Bruno sudah diijinkan pulang. Selama tiga hari pula mereka tinggal di rumah sakit karena ke empat adik kembarnya tidak bisa melihat Kakak kembarnya sedih.
"Sebelum pulang ke mansion, Daddy ingin mengajak kalian ke tempat Oma, apakah kalian bersedia?" Tanya Daddy Alvaro.
"Kami bersedia Dad." Jawab ke lima anak kembarnya bersamaan.
"Bagus, ayo kita berangkat." Ucap Daddy Alvaro.
"Baik Dad." Jawab ke lima anak kembarnya bersamaan.
"Anak-anak, Mommy ingin bicara dengan Daddy, kalian di sini dulu ya." Ucap Mommy Felicia sambil menarik tangan Daddy Alvaro untuk keluar dari ruang perawatan VVIP.
"Baik Mom." Jawab ke limanya bersamaan.
Mommy Felicia hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berdua keluar dari ruang perawatan.
"Kenapa tidak bilang kalau mau pergi ke rumah orang tuamu?" Tanya Mommy Felicia.
"Maaf, tadi Mommy memintamu dan ke lima anak kembar kita untuk datang ke mansion sekalian membicarakan tentang acara pernikahan kita." Jawab Daddy Alvaro menjelaskan.
"Secepat itu?" Tanya Mommy Felicia terkejut.
"Lebih cepat lebih baik." Jawab Daddy Alvaro.
"Tapi, masalahnya aku tidak melakukan persiapan misalnya membawa sesuatu untuk Mommy." Ucap Mommy Felicia.
"Santai saja, kedatangan kalian merupakan kebahagiaan untuk Mommy." Ucap Daddy Alvaro.
"Oh ya selama di sana, panggil aku dengan sebutan Daddy dan Daddy akan memanggilmu dengan sebutan Mommy." Sambung Daddy Alvaro.
Mommy Felicia hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum membuat Daddy Alvaro ikut tersenyum. Mommy Felicia dan Daddy Alvaro kembali masuk ke dalam ruang perawatan kemudian mereka bertujuh pergi meninggalkan rumah sakit menuju ke mansion milik orang tua Daddy Alvaro.
Pertemuan Dengan Ibunya Daddy Alvaro
Dua puluh lima menit kemudian Daddy Alvaro, Mommy Felicia dan ke lima anaknya sudah sampai di rumah ibunya Daddy Alvaro.
Ke lima anak kembarnya berjalan di depan sedangkan Daddy Alvaro dan Mommy Felicia berada dibelakang mengikuti ke lima anak kembarnya.
Tubuh Mommy Felicia gemetar takut ada penolakan dari ibunya Daddy Alvaro membuat Mommy Felicia menggenggam tangan Daddy Alvaro dengan erat. Daddy Alvaro hanya tersenyum melepaskan tangan Mommy Felicia kemudian memeluknya dari arah samping.
'Jangan takut, Mommy tidak galak seperti di film - film.' Bisik Daddy Alvaro tepat di telinga Mommy Felicia.
"Kok dirimu tahu? Suka nonton ya?" Tanya Mommy Felicia.
"Terpaksa nonton." Jawab Daddy Alvaro.
"Kok terpaksa?" Tanya Mommy Felicia.
"Mommy sangat suka nonton dan ketika main di sini aku di suruh menemaninya." Jawab Daddy Alvaro sambil tersenyum mengingat Ibunya memaksanya sambil bersedih untuk menemaninya menonton sedangkan dirinya tidak begitu suka.
Mommy Felicia hanya tersenyum hingga dua penjaga pintu utama membuka pintu utama dengan lebar. Ke dua penjaga sampai terkejut melihat ke lima anak kembar yang sangat mirip dengan Daddy Alvaro.
Mereka berlima masuk ke dalam mansion diikuti oleh Daddy Alvaro dan Mommy Felicia. Seorang kepala pelayan mengantar mereka ke ruang keluarga. Mereka melihat wanita paruh baya sedang duduk di ruang keluarga sambil menatap ke arah Daddy Alvaro, Mommy Felicia dan ke lima anak kembarnya.
Wanita paruh baya tersebut sangat terkejut melihat ke lima anak kembar yang sangat mirip dengan Daddy Alvaro waktu masih kecil. Wanita paruh baya tersebut langsung berdiri dan berjalan ke arah Mommy Felicia dan langsung memeluk Mommy Felicia.
"Kamu Felicia, Ibu dari ke lima cucu ku?" Tanya Ibunya Daddy Alvaro yang bernama Nyonya Kelly sambil mendorong perlahan tubuh Mommy Felicia.
"Benar Nyonya." Jawab Mommy Felicia sambil tersenyum.
"Kok Nyonya, panggil Mommy sama seperti putraku memanggilku dengan sebutan Mommy." Ucap Nyonya Kelly sambil membalas senyuman dan berjalan ke arah ke lima anak kembar tersebut.
"Baik Mommy." Ucap Mommy Felicia sambil tersenyum.
"Mommy ingin melihat ke lima cucu Oma yang sangat tampan dan sangat cantik." Ucap Nyonya Kelly sambil berlutut agar sejajar dengan ke lima cucunya.
"Kalian berlima sangat mirip sekali dengan Daddy kalian, panggil oma sayang." pinta Nyonya Kelly.
"Oma." jawab mereka serempak sambil membalas pelukan Nyonya Kelly.
Nyonya Kelly sangat senang melihat ke lima cucunya yang sangat lucu dan menggemaskan.
"Kalian duduklah." Ucap Nyonya Kelly.
"Baik Mom." Jawab Daddy Alvaro dan Mommy Felicia bersamaan sambil duduk berdampingan.
"Baik Ocan." Ucap ke lima anak kembarnya bersamaan mengubah nama panggilan.
"Ocan?" Tanya mereka bersamaan dengan wajah terkejut.
"Ocan itu kepanjangan dari Oma Cantik." Jawab ke lima anak kembarnya bersamaan.
"Pffttttttt... Hahahaha..." tawa lepas mereka bersamaan.
"Kapan kalian akan menikah?" tanya Nyonya Kelly setelah mereka berhenti tertawa.
"Secepatnya Mam." jawab Daddy Alvaro.
"Lusa bagaimana ?" tanya Nyonya Kelly.
"Apakah tidak terlalu cepat Mom?" tanya Mommy Felicia
"Lebih cepat lebih baik." Jawab Nyonya Kelly.
"Baik Mom." ucap Mommy Felicia.
"Apalagi Mommy merasa tidak terlalu cepat karena kalian sudah punya anak, tenang Mommy akan urus semuanya."ucap Nyonya Kelly.
"Terserah Mommy saja karena kami percaya Mommy akan memberikan yang terbaik untukku dan jika Mommy membutuhkan bantuan aku akan melakukannya." jawab Mommy Felicia.
"Ok." ucap Nyonya Kelly singkat.
"Terima kasih, Mommy sangat senang kamu melahirkan cucu - cucu yang sangat tampan dan cantik." ucap Nyonya Kelly dengan wajah bahagia.
Mommy Felicia hanya tersenyum mendengar ucapan Nyonya Kelly.
"Anak-anak Oma, kalian maukan bermain bersama Oma?" tanya Nyonya Kelly.
"Mau Oma." Jawab ke lima anak kembar tersebut.
"Ok. Felicia dan Alvaro, Mommy mau menemani cucu - cucu Oma bermain di taman belakang." Ucap Nyonya Kelly.
"Baik Mom." Jawab ke duanya bersamaan.
Nyonya Kelly pun langsung berdiri kemudian menemui ke lima cucu kembarnya dengan sangat gembira karena keinginan mempunyai cucu terpenuhi terlebih tidak hanya satu melainkan lima cucu itu yang membuat dirinya sangat bahagia.
Sedangkan Mommy Felicia dan Daddy Alvaro masih duduk berdampingan sambil tangannya masih memeluk Mommy Felicia dari arah samping memandangi Nyonya Kelly dan ke lima anak kembarnya berjalan ke arah taman belakang.
"Sayang terima kasih kamu merawat anak - anak kita dengan baik." ucap Daddy Alvaro sambil mengusap bahu Mommy Felicia.
"Sama-sama, tapi Daddy curang." Ucap Mommy Felicia kesal.
"Curang kenapa ?" ucap Daddy Alvaro sambil memandangi wajah istrinya dengan wajah heran.
"Kenapa ke lima anak kembar semuanya mirip dengan Daddy? Apalagi wajah kalian bagaikan pinang dibelah dua tidak ada satupun yang mirip denganku padahal aku yang hamil sampai 9 bulan kan tidak adil." ucap Mommy Felicia dengan nada protes.
"Ha ha ha ha..." Daddy Alvaro tertawa lepas sekaligus bangga karena ke lima anak kembarnya mirip dengan dirinya.
"Ih nyebelin." Ucap Mommy Felicia dengan wajah cemberut.
cup
Daddy Alvaro mengecup bibir Mommy Felicia yang sudah menjadi candunya.
"Kan aku yang nyemprot dan aku yang tersiksa karena ngidam dan muntah - muntah serta mual jadi sudah sepantasnya mereka mirip denganku." ucap Daddy Alvaro sambil tersenyum bahagia bisa menggoda Mommy Felicia.
"Tanaman kali di semprot." ucap Mommy Felicia sambil tersenyum.
"Pffttttttt..." Tawa Daddy Alvaro.
"Syukurlah Daddy yang mengalami semuanya jadi aku makannya santai tanpa perlu mual." Ucap Mommy Felicia.
"Iya tidak apa - apa, Daddy sangat senang mengalami hal itu semua karena kini Daddy menjadi tahu betapa beratnya orang hamil. Maafkan Daddy yang tidak bisa menemani disaat dirimu di masa hamil dan di saat dirimu melahirkan." ucap Daddy Alvaro sendu.
"Tidak apa - apa Dad, Mommy mengerti." ucap Mommy Felicia dengan nada tulus.
"Sayang sudah enam tahun lamanya keris Daddy tidak pernah diasah. Daddy sangat takut karatan karena tidak terpakai, maukah kamu mengasah keris Daddy?" tanya Daddy Alvaro sambil memandang Mommy Felicia dengan tatapan mesum
"Maksud Daddy keris apa ya ?" tanya Mommy Felicia polos.
Daddy Alvaro memegang tangan Mommy Felicia kemudian diarahkan ke bagian bawah perutnya.
"Terasa tegang kan sayang, kamu tahu setiap mengingat percintaan kita keris Daddy selalu seperti ini dan ujung - ujungnya harus mandi dingin supaya keris Daddy bisa tidur, sekarang kamu sudah ada kamu." Ucap Daddy Alvaro.
Daddy Alvaro memegang tangan Mommy Felicia agar membelai tombak saktinya yang sudah mulai tegang membuat Mommy Felicia langsung menarik tangannya.
"Sabar ya sayang, enam tahun Daddy bisa menunggu dan lusa kan kita sudah menikah Daddy bisa puas melakukan apapun tanpa perlu mandi air dingin." jawab Mommy Felicia.
"Tapi dulu kamu mau melakukan itu tapi kenapa sekarang tidak mau?" Tanya Daddy Alvaro dengan nada protes.
"Dulukan karena pengaruh obat sayang tapi kan sekarang tidak!" jawab Mommy Felicia.
"Baiklah," ucap Daddy Alvaro dengan menghembuskan nafas berat.
"Daddy nanti aku tidur dimana ?" tanya Mommy Felicia mengalihkan pembicaraan.
"Sekamar denganku." ucap Daddy Alvaro sambil tersenyum licik.
"Tidak, yang ada nanti Daddy ngajakin, tunggu dua hari, ok " pinta Mommy Felicia.
"Baiklah, kamu tidur di sebelah kamarku." jawab Daddy Alvaro lesu
"Ok sip." jawab Mommy Felicia.
"Kamarmu dan kamarku ada di lantai tiga dekat tangga. Daddy di kamar kanan sedangkan Mommy di kamar kiri, untuk anak-anak ada di lantai dua." Ucap Daddy Alvaro.
"Kamarnya di pisahkan?" Tanya Mommy Alvaro mengingat ke tiga anak kembarnya laki-laki dan ke dua anak kembarnya lagi perempuan.
"Tentu saja, yang laki-laki di kamar dekat tangga sedangkan yang perempuan agak jauh dari tangga." Jawab Daddy Alvaro.
"Kenapa tidak bersebelahan?" Tanya Mommy Felicia .
"Sebenarnya bersebelahan tapi karena kamarnya sangat luas makanya agak jauh." Jawab Daddy Alvaro.
Felicia hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti hingga tiba-tiba datang kepala pelayan menemui Daddy Alvaro.
"Maaf Tuan Muda, ada tamu mencari Tuan Muda." Ucap kepala pelayan.
"Siapa?" Tanya Daddy Alvaro.
"Nona ...." Ucapannya terhenti ketika ada seseorang berteriak memanggil Daddy Alvaro sambil berjalan ke arah Daddy Alvaro.
"Kak Alvaro." Panggil gadis cantik tersebut.
Daddy Alvaro langsung mengibaskan tangannya tanda agar kepala pelayan tersebut pergi meninggalkan mereka. Kepala pelayan tersebut hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan mereka.
Mommy Felicia dan Daddy Alvaro menatap seorang gadis cantik memakai dres dan sepatu hak tinggi. Gadis cantik itu berjalan berlenggak lenggok mengikuti pelayan menuju ke ruang keluarga.
"Ririn." panggil Daddy Alvaro terkejut.
"Kak Alvaro." panggil Ririn sambil tersenyum manis.
bukan nya Lima ya
di koreksi lagi Thor
semangat berkarya 💪🙏