NovelToon NovelToon
Aku Dijual Di Malam Pertama

Aku Dijual Di Malam Pertama

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:99.4k
Nilai: 5
Nama Author: roliyah

Menikah adalah hal yang paling membahagiakan. Apalagi menikah dengan orang yang kita sukai, tapi tidak untuk gadis yang bernama Luna Agnieszka.

Luna harus menelan pil pahit, setelah tahu suami yang beberapa jam yang lalu telah menikahinya, ternyata menjualnya.

Bayangan-bayangan sarat makna pernikahan, pupus sudah dalam sekejap. Suami yang ia harapkan telah membawanya ke ujung kepedihan hati.

Follow Ig dan FB.

- Ig : Roliyah579
- FB: Roliyah Roliyah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 ~ Menjadi sekretaris dadakan

Vano dan Bayu saat ini tengah berada di kamar sang mama, setelah tadi mengusir Pak Ariawan dari rumah.

"Bayu, Vano, mama minta sama kalian. Mulai besok kalian harus jagain Luna dari mas Ari. Mama takut kalau mas Ari bakal ngelakuin lebih nekat lagi," ujar mama Aida.

"Mama tenang aja, tanpa di suruh pun aku pasti bakal jagain Luna," jawab Vano. Sedangkan Bayu hanya menganggukkan kepalanya saja.

"Mama percaya sama kalian."

Di dalam hati mama Aida. Ia tidak bisa memungkiri kalau dirinya masih merasakan sakit hati melihat suaminya seperti itu. Apalagi suaminya itu tidak pernah meminta maaf terhadapnya atas semua kesalahannya.

Sedih. Sudah pasti, tapi mama Aida berusaha untuk tetap terlihat baik-baik saja. Keputusannya untuk tetap bercerai semakin mantap dan mama Aida ingin secepatnya terbebas dari belenggu dari Pak Ariawan. Selain itu, mama Aida juga harus menjaga Luna dari suaminya. Ia tidak ingin Luna sampai diapa-apain oleh suaminya.

Selesai pembicaraannya dengan sang mama, Vano dan Bayu keluar dari kamar mamanya. Vano langsung menghentikan langkah Bayu yang akan masuk ke kamarnya.

"Bang, besok aku ikut kerja di kantor mu," ucap Vano.

"Tumben. Ada angin apa elo tiba-tiba ingin kerja di kantor ku," sahut Bayu heran.

"Lah! Tadi kan mama bilang, kalau kita harus jagain Luna dari si brengsek itu," jawab Vano.

Bayu memicingkan matanya. "Jagain apa jagain. Aku jadi curiga. Kamu suka ya sama tuh cewek." Tanyanya penuh selidik.

"Kalau iya emang kenapa?"

"Seriusan? Sejak kapan kamu suka sama si Luna?" Tanya Bayu.

"Sejak kapannya nggak penting," jawab Vano sambil berlalu dari sana.

Selain untuk menjaga Luna dari Pak Ariawan, Vano juga harus menjaga Luna dari godaan lelaki lain, termasuk kakaknya sendiri. mengingat Luna dan Bayu satu kantor. Jelas Vano harus semakin jagain Luna, sebelum semuanya terjadi.

***

Keesokan harinya, Luna sudah siap untuk berangkat kerja dan Vano sudah standby menunggu Luna berangkat bersama-sama.

Sesampainya di kantor, Luna menatap heran ke arah Vano. Sebab tak biasanya Vano ikut masuk ke dalam kantornya, meski ia tahu kantor ini punya kakaknya.

"Kamu ngapain ikut masuk? memang kamu nggak kerja?" Tanya Luna.

"Kerja lah," jawab Vano sambil menggandeng tangan Luna.

"Terus kenapa nggak pergi ke kantor kamu?"

"Sementara waktu aku kerja di sini, sekalian jagain kamu," jawab Vano.

"Ha ....." Luna terperangah mendengarnya. "Nggak perlu segitunya kali. Kamu tenang saja, aku bakal jaga diri baik-baik," sambung Luna, yang menurutnya sikap Vano berlebihan.

"Tapi ini tugas aku untuk jagain kamu."

"Ya sudah terserah kamu," ucapnya sambil bersiap-siap untuk bekerja. Percuma jika ia terus menolaknya, karena Vano akan tetap kekeuh dengan ucapannya.

"Aku ke ruangan bang Bayu dulu," tukas Vano, sambil mengelus rambut Luna.

Iya...."

Vano bergegas ke ruang kerja Bayu.

Satu jam sudah berlalu, Luna sangat sibuk dengan kerjaannya bersama Arfi. Tidak lama terdengar suara bunyi telpon, Arfi segera mengangkat telponnya.

"Halo..., Baik, Pak."

Arfi menutup telponnya dan menepuk pundak Luna.

"Kamu di panggil sama Pak Bayu," ujar Arfi.

"Oh, iya Mba," jawab Luna.

Luna segera pergi ke ruang kerja Bayu. Sesampainya di sana Luna mengetuk pintunya. Setelah mendengar sahutan dari dalam Luna masuk.

"Permisi, Pak. Pak Bayu panggil saya," ucap Luna, sambil melirik Vano yang tengah duduk di sofa panjang.

"Iya. Kamu duduk dulu," suruh Bayu.

Luna mengangguk dan duduk di depan meja kerja Bayu.

Bayu menghela napasnya. Ia terpaksa menuruti permintaan Vano, karena Vano terus saja merengek terhadapnya.

"Untuk sementara kamu saya tugaskan jadi sekretaris nya Vano," ucap Bayu.

"Ha...!" mulut Luna menganga mendengar perkataan Bayu. "Saya harus jadi sekretaris nya Vano?" Sambung Luna tak percaya.

"Iya...." Bayu mengangguk. " Silahkan kamu ikut Vano ke ruangannya."

Mendengar itu, Vano pun segera bangkit dari duduknya dan mendekati Luna yang masih terperangah.

Vano menarik tangan Luna dan menggenggamnya. "Makasih bang," ucap Vano yang langsung menarik Luna keluar dari ruangan Bayu.

Bayu menggelengkan kepalanya melihat Vano menarik Luna keluar.

"Dasar tuh bocah," cibir Bayu kepada Vano.

*

"Vano ...." Bisik Luna. Kedua bola matanya melototi Vano.

"Apa?" Jawab Vano santai.

Luna mengibaskan tangannya, tapi Vano tetap menggenggamnya. "Kamu ngapain minta aku jadi sekretaris kamu," ucap Luna sedikit kesal.

"Biar kamu nggak di gondol kucing garong," jawab Vano enteng. Kali ini Vano melingkarkan tangannya di leher Luna dan menarik Luna ke ruang kerjanya, yang bersebelahan dengan ruangan Bayu.

"Vano! Lepasin!" Luna berontak dan berusaha melepaskan tangan Vano dari lehernya.

Akan tetapi Vano tidak memperdulikannya. Justru Vano semakin mengeratkan lengannya di leher Luna. Luna risih, karena menjadi tontonan beberapa karyawan, tapi tidak bagi Vano. Ia tetap cuek dan tidak memperdulikan tatapan orang-orang.

Setibanya di ruang kerjanya, Vano melepaskan tangannya.

"Duduk." Suruh Vano dan Luna duduk di kursi depan meja kerja Vano.

"Oke sekarang apa yang harus aku kerjakan?" tanya Luna.

"Yang harus kamu kerjakan diam dan tetap duduk di situ."

"Maksud kamu, aku cuman duduk doang gitu?"

Vano mengangguk. "Iya, gampang kan," jawab Vano enteng.

Luna mencebikan bibirnya. "Aku nggak mau," tukas Luna menolaknya.

"Aku nggak suka penolakan," balas Vano tegas.

"Ck ... nyebelin!"

Luna mendengus sembari mendelikan matanya. Dan seharian itu Luna hanya duduk diam menemani Vano. Luna benar-benar kesal dan juga bosan. Sedangkan Vano sangat bersemangat karena Luna menemaninya kerja.

1
Nar Sih
yahh udh end ,kasih exra part ya kakk.🙏👍
Nar Sih
wah...seperti nya luna di kerjain nih sama si vano...lanjut kak jgn lama
Assyfa Alin
Luna kena prenggg 😂😂😂
muly mulia
mungkin vano sudah tau kalau Bayu juga mencintai Luna,jd vano memutuskan Luna dengan alasan seperti itu
Nar Sih
sabarr luna ,ngk usah dipkir kan lgi lelaki seperti vano itu ,biarlah mungkin blm jodoh mu,dan mungkin jodoh yg sbnr nya sedang menanti mu ,
Nar Sih
lanjutt kakk
Nar Sih
ahir nya terungkap sdh semua mslh nya,dan dimas telah menerima hukuman nya,lanjuttt
lovely
knapa ga ceraiii aja klo masih Syah suami istri berdosa klo hub ma org 😡
lovely
kirain ma Bayu ko jadi ma s vano 🥵
lovely
ngapain nurut klo gue jadi Luna pergi aja dripada harus ketemu laki² tua bejad
Nar Sih
kok digantung kakk,..padahal udh berhari,,aku nunggu luna ,dobel up ya kakk🙏
lovely
dasarr laki² lucnutt sudah tua masih doyan daun muda😡
lovely
kasihan Luna smoga ada keadilan y thour buat luna
lovely
jodoh Luna kynya Bayu ato vano🤔
lovely
syukurlah ada dewa penolong
lovely
dasar suami lucnuttt s Dimas
Nar Sih
semoga luna berhasil kabur dan bisa cari info tentang desi yaa
Ra2_Zel: semoga saja ya, Kak 🤗
total 1 replies
muly mulia
pasti yang membantunya Dimas melarikan diri adalah ibu tari, yg juga dendam dengan luna
Nar Sih
jgn sampai itu dimas,kasihan luna bru bebas sebentar
Nar Sih
lanjut kakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!