NovelToon NovelToon
Sentuhan Mu Mengubah Ku

Sentuhan Mu Mengubah Ku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:70k
Nilai: 5
Nama Author: Gledekzz

Berawal dari pertemuan yang tak sengaja di masa kecil, ternyata meninggalkan dampak besar bagi seorang pria tampan bernama Rengra.

Ia tak pernah menyangka, keputusannya untuk kabur demi menjauh dari hiruk pikuk masalah keluarga setelah kedua orang tuanya meninggal, justru mempertemukannya dengan Laura.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Akankah pertemuan itu benar-benar mengubah cara pandang Rengra terhadap seorang wanita?

Mari simak kisah mereka dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab ~ 27

Semua duduk dengan Renggra dan Laura bersebelahan. Dada Laura semakin berdebar kencang. Di tambah wanita itu dari jarak kejauhan di jahili anak-anak panti lainnya.

Siapa sih yang tak terkesima dengan wajah tampan di sebelah gadis itu? Semua wanita muda di sana sangat memperhatikan Renggra maupun Angga.

Lebih kali Angga yang masih berstatus singel dan belum menikah. Pria tampan itu sedari tadi juga di jahili para wanita di sana. Berhubung itu Angga, ia berbeda dengan Renggra. Walau ia memang menginginkan seorang wanita untuk menjadi pendamping hidupnya, namun pria itu enggan dan fokus ke pekerjaannya.

Mungkin setelah para sahabatnya menikah, barulah ia menyusul dan mulai sibuk mencari. Saat ini ia hanya tak mau terlalu menolak maupun menarik. Angga, pria yang bisa melakukan hal apa pun untuk menjaga hati seseorang agar tidak terlalu tersakiti olehnya.

Jika itu masih tersakiti, maka Angga hanya bisa berkata maaf. Makanya Angga dan Renggra sering di isukan pria penyuka sesama jenis, usia sudah tua tapi belum juga menikah. Beda lagi jika itu Renggra, wanita menyentuh tak sengaja saja, besoknya alamat wanita itu tidak di temukan lagi. Makanya isu-isu yang sedang viral tentang Renggra saat ini sedang naik daun.

Berlanjut dengan posisi Angga mewakili segenap keluarga angkatnya menjadi juru bicara. "Saya mewakili dari keluarga besar Wijaya, untuk membicarakan hal penting yang harus kami sampaikan hari ini. Semua telah kita ketahui, bahwa kedatangan dan niat baik kami ini, untuk mempersunting adinda Laura Anindia," ucapnya sembari melihat semua orang yang hadir. "Tentunya kami berharap penuh untuk bisa diterima oleh keluarga besar di panti ini."

Semua orang tersenyum-senyum melihat Renggra dan Laura. Bukan tak malu gadis itu di lihat oleh semua orang di sana. Ia pun secara paksa tersenyum. Jika itu Renggra, ia masih dalam mode datarnya saja. Walau detak jantungnya bergetar sangat kuat. Ia menjaga kewibawaannya agar semua orang di sana tidak satu pun menentang maupun menolak.

Wanita cantik yang duduk di samping putrinya sungguh ia tersenyum bahagia. "Kami tak banyak yang di sampaikan Pak Angga. Sekiranya jika ini adalah niat yang baik, niat yang tuhan kita ridhoi, maka saya sebagai ibu dari semua anak-anak di sini tidak mempunyai alasan untuk tidak menerima niat baik kalian. Kami sangat berterima kasih dan menerima niat baik nak Renggra untuk menikahi anak angkat saya Laura."

Semua orang mengucap syukur. Namun tak dengan Laura, ia sedari tadi sibuk meremas kedua tangannya karena jantungnya semakin berdebar heboh di dalam sana.

Sedangkan Renggra, rasa-rasa ingin mengucapkan ijab kabul saat ini juga. Ia ingin memiliki gadisnya secepat mungkin. Namun ia harus kembali sabar, di sisi lain entah mengapa pekerjaannya sangat banyak.

Investor selalu mendesaknya untuk bertemu untuk berkerja sama. Belum kerjaannya yang lain. Bukit saja rasanya pria itu susah untuk mendaki. Mengingat di atas sana pernikahannya sebentar lagi akan di selenggarakan. Renggra harus segera menyingkirkan semua itu sebelum hari itu di mulai. Ia tak mau di ganggu gugat dengan alasan pekerjaan.

Tangannya selalu ia kepal untuk menyemangati. Dalam enam hari ini anggap saja gadisnya di pingit sebelum mereka bertemu di acara tersebut. Di karenakan ia terbang ke sana kemari, maka ia akan menyibukkan diri agar hari itu cepat datang. Jika semakin di tunggu, maka satu menit saja akan terasa lama. Namun jika ia tak menghiraukan itu, semua pasti akan cepat berlalu.

Mulai satu persatu orang masuk untuk membawa semua barang yang di letakkan di hadapan mereka. Laura melebarkan kedua matanya. Sandang, pangan, papan semuanya tersedia. Tentu dengan logo dan bermerek terkenal.

"Sisanya masih ada di luar Buk Amina," ucap Angga.

Amina memejamkan kedua matanya sekilas. Keluarga itu sungguh sangat royal sekali. Apa pun mereka beri. Bahkan bantuan paling banyak dari keluarga itu.

"Ini sebenarnya terlalu banyak Nak Angga," ucap Amina yang gatal untuk tidak berkomentar. "Ibu sudah bilang, bahwa semua ini nggak perlu kalian bawa. Jika kalian masih tetap ingin memberi, setidaknya tak semua tokoh kalian beli."

Tentu semua tertawa ringan. "Ini sekali seumur hidup Buk Amina. Lagian ini memang sudah tradisi keluarga kami yang benar-benar menginginkan Laura sebagai istri Renggra," ucap Ani.

Jantung wanita mana lagi tak berdebar-debar saat mendengar perkataan Ani? Mungkin hanya gadis yang masih tersenyum paksa itu yang masih tak mau menerima pernikahan tersebut, siapa lagi kalau bukan Laura.

Amina tak bisa menolak lagi jika wanita paruh baya itu yang berbicara. Amina sedikit sudah mengetahui sifat Ani. Jika di tolak berkali-kali pun, wanita itu akan mencari cara agar bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.

Sama persis dengan pria tampan di sebelah putri angkatnya itu. Sembari memberikan bantuan, pria itu juga sering datang untuk melihat gadis yang di incarnya. Sampai kata pernikahan mendadak itu lontarkan ke Amina.

Bagaimana bisa Renggra dan Laura bisa bertemu dan bertabrakan di mall, bahkan gadis itu sampai pingsan, kalau bukan semua rencana yang di buat Renggra dan Amina tanpa sepengetahuan semua orang. Keduanya bekerja sama dengan baik sampai detik ini. Kata maaf tak henti-henti wanita paruh baya itu ucapkan dalam batinnya saat melihat Laura.

Amina kembali fokus ke Ani. "Kalau memang begitu, kami sebesar-besarnya mengucapkan terimakasih. Semoga apa yang kalian berikan bisa bermanfaat untuk anak kami Laura." Ani memegang tangan putrinya itu. "Nanti ini semua saya kirim ke rumah nak Renggra sehari sebelum ijab kabul," jelasnya lagi.

Gadis itu hanya bisa membuang nafas kasarnya. Barang di rumah Renggra saja sangat banyak. Ia tak mungkin menggunakan semua barang itu.

"Kayaknya kalau barang sembako tak perlu Buk. Barang yang bisa di gunakan nak Laura aja," ucap Ani.

Amina tentu mengangguk mengikuti.

"Syukur alhamdulillah sepertinya acara lamaran berjalan dengan lancar. Semoga sampai hari yang kita tunggu-tunggu, berjalan dengan semestinya," ucap Angga dengan semuanya mengucap kata syukur.

"Maaf ibu Amina dan semuanya. Maaf kami nggak bisa berlama-lama di sini. Soalnya Renggra dan saya memiliki jadwal pekerjaan yang harus di selesaikan sebelum acara tiba. Semoga tak ada halangan maupun rintangan, pernikahan itu akan terjadi enam hari ke depan," sambung Angga.

Amina dan lainnya tentu sangat mengerti. Lagian pria yang berbicara itu telah menginformasikan sebelum lamaran itu terjadi. "Iya Nak Angga. Kami mengerti dan memaklumi kesibukan kalian berdua. Kami siap membantu jika di perlukan."

"Baik Buk!" balas Angga mantap.

Semuanya berdiri, sedangkan Laura masih pada modenya. Gadis itu pikir, setelah acara selesai, ia menetap di panti sampai acara itu di mulai.

"Nak, kenapa Kamu diam aja?" tanya Amina ke putri angkatnya.

Kedua alis gadis itu ke dalam. "Nantilah Buk santai aja beresin ini semua," balas Laura yang berpikir Amina menyuruhnya untuk membersihkan tempat itu.

"Ya Kamu ikut nak Renggra pulang," ucap Amina dengan tegas.

Sontak gadis itu terperangah.

"Lah pakek acara melamun," ucap Amina menarik tangan Laura untuk segera berdiri menyusul ketiga insan yang sudah melangkah keluar sembari berbicara dengan tamu undangan. Termasuk RT dan RW setempat yang hadir.

"Bukannya aku tinggal di panti ya Buk sampai akad nikah berlangsung?" tanya Laura yang enggan kembali ke rumah Renggra.

"Ikut aja Nak Renggra. Kamu itu juga sibuk di sana. Yang harus Kamu tau, ijab kabulnya bukan di sini. Kamu tanya aja sama nak Renggra detailnya," jawab Amina.

Kedua mata gadis itu mulai berembun. "Berarti aku nggak bisa ketemu sama ibu dan anak panti lagi dong?"

"Nanti pas acara! Sisanya Kamu boleh main ke sini. Sudahlah jangan menangis lagi. Kamu itu sudah besar dan dewasa. Kamu juga sebentar lagi akan menikah. Bersikaplah lebih baik dan jangan mudah menangis terus," balas Amina yang sebenarnya tak tega melihat anak gadisnya. Laura tak pernah menangis atau pun mengeluh.

Semenjak gadis itu di perintahkan untuk menikah dan di paksa menikah. Wajah anaknya terlihat lebih muram dan kehilangan kebahagiaan itu. Akan tetapi Amina yakin, setelah pria yang berhasil menikahi anaknya itu, kebahagiaan akan mengarungi kehidupan gadisnya.

Laura menghapus air matanya. "Tapi kalau ada apa-apa ibu janji harus ngomong sama aku."

Amina memeluk anak angkatnya. "Ibu janji!" ia mengusap punggung gadisnya. 'Maafkan ibu, Nak." wanita itu juga ingin menangis. Sebelum Laura lihat, Amina dengan cepat mengelap air matanya sampai kering.

1
Nur Adam
lnjut
kaylla salsabella
wah kira Laura ketemu siapa ya apakah teman nya Manto
Iif Rubae'ah Teh Iif
mamas kalo bhs Sunda artinya kelamin laki-laki hihi
Desmawati Sofyan
rah ,yang manakah kamu tak cinta sama orang yang sudah kompli ini saya aja suka,,,,,hhhhhhh
Vivie
Di tunggu part 2 nya. Semoga happy ending
🌺awan's wife🌺
lah itu sadar,,,, istrimu masih polos dan kurang peka,,,,jadi kamu ajarin pelan2 re
🌺awan's wife🌺
re,,, walaupun masih kecil jangan mau lah dipeluk perempuan lain,,,lagian dia sudah remaja juga,,, banyak sekarang remaja suka sama bapak2,,,,kamu harus waspada dan jaga perasaan istri mu
🌺awan's wife🌺
renggra jangan diulangi seperti itu,,,main mau pulangin anak orang aja,,, bukannya menjelaskan,,,,minta dijewer kamu,,,
🌺awan's wife🌺
jujur lah pada istri mu re
🌺awan's wife🌺
tampan kaya setia Sholih baik hati bisa masak,,,, nikmat mana lagi yang kau dustakan Ra,,,,, suami mu paket komplit,,, limited edition
🌺awan's wife🌺
renggra sensi nih Laura gak inget dia,,,mungkin saat iku Laura masih kecil banget jd memori nya hilang
🌺awan's wife🌺
diajak honey moon kamu Ra,,,
🌺awan's wife🌺
renggra,,,kamu sendiri yg membiarkan Laura salah paham sejauh ini,,,jadi kena gigit dan kena pukul kan,,,
🌺awan's wife🌺
lah Laura salah aham kannn
🌺awan's wife🌺
mas renggra tersepona dg kecantikan mb Laura😅😅😅😅
🌺awan's wife🌺
hati patah hati nasional 😁😁😁
🌺awan's wife🌺
serius Ra serius banget dia sama kamu,,, walaupun mukanya datar kayak papan setrikaan
🌺awan's wife🌺
interaksi renggra dan Laura bikin senyum2 sendiri 😁😁😁😁
🌺awan's wife🌺
cerita nya bagus,,, bahasa runut mudah dipahami,,,,keren pokoknya,,,,ayo dong teman2 ramaikan
🌺awan's wife🌺
Laura ampe lupa disuruh bosnya belanja,,,apa gak nyari itu pak bos,,,ato sudah dibereskan sama renggra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!