NovelToon NovelToon
Pengganti Arwah Tunanganku

Pengganti Arwah Tunanganku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:140.2k
Nilai: 5
Nama Author: aisyah az

Di saat hari pertunangan dirinya dengan kekasihnya, tak disangka lelaki pujaan hatinya mengalami kecelakaan. Mereka tidak sempat mengucap janji suci, atau sekadar menyematkan cincin di masing-masing jari manis pasangan mereka. Kejadian tragis itu membuat hati Zaskia hancur, karena ia gagal bersanding dengan orang yang ia cintai. Apakah cintanya hanya sebatas itu saja?


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA ALL🙏😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kepintaran Kia

Happy reading...

Sementara itu, Kia sudah sampai di rumahnya. Ia melangkah keluar dari dalam mobil Adnan, kemudian segera masuk ke dalam rumahnya, meninggalkan Adnan di sana.

Melihat Kia yang berlarian meninggalkannya, Adnan memandangnya dengan sangat terkejut.

“Kia!” pekik Adnan, tetapi Kia sama sekali tak menghiraukannya.

Adnan segera turun dari mobilnya, kemudian menghampiri Kia yang sudah berlarian ke arah dalam rumahnya.

Di sana, ternyata sudah ada Fikar dan juga kedua orang tua Kia. Kia memberitahukan semuanya pada mereka, tetapi Adnan hanya mendengar separuh ucapan Kia pada mereka.

“Kita harus lapor polisi! Dia pasti yang membuat Zain sampai kecelakaan seperti ini!” ujar Kia, membuat Fikar dan kedua orang tuanya merasa bingung.

Adnan datang dengan perasaan yang canggung, membuat semua mata tertuju padanya.

Fikar memandang ke arah kedua orang tuanya, “Ini teman Kia, namanya Adnan,” ucapnya, memperkenalkan Adnan kepada mereka, sebelum mereka bertanya-tanya tentang Adnan.

Mendengar ucapan Fikar yang seperti itu, Adnan pun tersenyum sembari menganggukkan kepalanya di hadapan mereka.

“Halo Om dan Tante. Saya Adnan, teman Kia,” sapa Adnan dengan sangat sopan, membuat kedua orang tua Kia tersenyum dan mengangguk kecil ke arahnya.

“Oh, silakan duduk, Nak Adnan,” suruh Bunda, Adnan pun tersenyum lalu duduk di hadapan kedua orang tua Kia.

Melihat kondisi dan situasi yang sudah mulai terkondisikan, Kia sengaja memandang dalam ke arah kedua orang tuanya.

“Ayah ... Kia mohon! Cepetan lapor polisi, biar lelaki itu tertangkap!” pintanya sembari merengek, membuat semua orang bingung mendengarnya.

“Kia ... kita tidak punya bukti yang cukup. Lagipula, kita gak tau siapa lelaki itu,” tolak Ayah dengan lembut, tetapi Kia masih saja kukuh dengan permintaannya pada mereka.

“Kia yakin, Ayah! Dia pasti orang yang udah buat Zain celaka! Seandainya bukan dia, pasti ada seseorang yang ada di balik dia, dan nyuruh dia buat bunuh Zain!” ujar Kia, yang masih kukuh saja mengatakan hal itu pada mereka.

Mendengar ucapan Kia yang sangat tegas, lantas membuat Adnan berpeluh. Karena ucapan Kia itu, sangat memojokkan dirinya.

‘Kia beneran nekat banget, untuk menyelidiki kasus ini. Gue harus secepatnya hubungin dia biar dia gak buka suara soal kasus ini!’ batin Adnan, yang sudah memiliki ancang-ancang untuk memberikan perintah kepada si pembunuh bayaran itu.

“Gimana cara kita tau? Kita aja gak kenal sama pembunuh bayaran itu. Kita juga gak akan pernah ketemu lagi mungkin, sama dia. Sulit buat ngelacak keberadaan lelaki itu, karena kita sendiri gak tau identitas lengkap dia,” ucap Fikar, yang berusaha mengatakan realitanya pada Kia.

“Aku tau, kok! Kita tinggal cari dia di daerah sekitar kedai es krim yang biasa Kia makan. Kita lihat, siapa yang ciri-cirinya mirip, sama orang yang Kia lihat waktu itu,” ucap Kia, membuat semuanya terdiam mendengarnya.

“Itu saja gak cukup, Kia. Kalau kita mau menyelidiki seseorang, kita perlu bukti yang kuat. Nanti kalau ditanya alasan kita menyelidiki orang itu, kita mau kasih bukti apa?” sanggah Ayah, membuat Kia semakin kesal mendengarnya.

Kia terdiam sejenak, karena ia harus menjawab pertanyaan demi pertanyaan, yang Ayah dan Kakaknya lontarkan padanya.

Matanya mendelik, karena ia mendapatkan sebuah jawaban.

“Kita cek seluruh CCTV, yang ada di sekitar apartemen Zain. Kita lihat, beberapa hari sebelum kecelakaan itu terjadi, paling tidak, ada sebuah jejak yang pastinya ditinggalkan lelaki itu!” ujar Kia, membuat semua mata membuka lebar memandangnya.

Hanya Adnan saja yang menunduk, karena ia merasa sangat kaget dengan kecerdikan Kia, yang ternyata sangat cocok untuk masuk ke dalam organisasi BIN.

Dengan keahlian dan kecermatan Kia dalam menduga, Kia sudah layak masuk ke dalam organisasi tersebut.

‘Kia bahaya banget! Dugaannya gak meleset!’ batin Adnan, yang sudah kebingungan sendiri dengan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.

Ayah menghela napasnya dengan dalam, “Ya sudah, nanti Ayah akan buat laporan ke kantor polisi, mengenai dugaan kamu ini. Sekarang, kamu mandi dulu, istirahat, dan jangan lupa makan,” ucap Ayah, membuat Kia kembali bersemangat mendengarnya.

“Ya, Ayah!” ucap Kia menurut patuh, kemudian bangkit berdiri di hadapan semua orang.

Kia memandang ke arah Adnan, “Lo masih mau di sini?” tanyanya ketus, membuat Adnan memandang ke arah Kia dengan spontan.

“Ah? Enggak, gue pamit dulu. Besok udah masuk kuliah, gue tunggu di kampus, ya!” ujar Adnan, tetapi Kia sama sekali tak menghiraukannya.

Kia melangkah ke arah kamarnya, meninggalkan semua orang di sana. Adnan memandangnya dengan bingung, karena dirinya yang terancam dengan kasus pembunuhan ini.

Adnan memandang ke arah mereka, “Om, Tante, Kak Fikar, saya permisi dulu ya. Salam untuk Kia,” pamitnya, mereka tersenyum sembari mengangguk kecil mendengarnya.

“Ya, hati-hati di jalan. Terima kasih sudah menjaga Kia, dan menemani Kia tadi,” ucap Ayah, membuat Adnan mengangguk mendengarnya.

“Ya, Om.”

“Hati-hati, Nak Adnan. Di luar sepertinya mendung. Semoga ... kamu gak kehujanan nanti,” ucap Bunda, Adnan pun kembali mengangguk kecil mendengarnya.

“Ya, Tante. Saya permisi dulu.”

Adnan pun pergi dari sana, dengan perasaan yang sangat gondok. Ia merasa harus memarahi lelaki pembunuh bayaran itu, karena secara tidak sengaja ia sudah membuat dirinya terancam.

‘Gak akan gue biarin dia!’ batin Adnan sinis, sembari melangkah menuju ke arah mobilnya.

BERSAMBUNG.....

1
gaby
Pertunangan atau pernikahan ka?? Ko mengucapkan janji sehidup semati
gaby
Aq baru gabung karena baru nemu. Awal yg bagus, lanjut lagi sembari nunggu buka puasa
debby harahap
Luar biasa
Euis Yohana
euuuuuh ,,,KIA over teuing jd anak orang kritis lg tuh ..😒😡 kalem dikit atuh jd cewe jgn rusuh ah ..
Euis Yohana
KIA sama zifa tuh ibaratnya" kalo ada yg sulit kenapa milih yg mudah "seperti itu deeh ...😁
Euis Yohana
udah Fikar ngalah,kalo memang kamu cinta SM zifa turutin aja dl maunya,,,
Euis Yohana
si zifa ga PD sama kondisi dan keadaan nya yg blm jd apa apa ,,apalg dia sebatang kara ,,jd dia bersikap begitu ,,😶
Euis Yohana
lah ,,ai si zifa NU rugi mah awewe lain lalaki ai maneh Fikar mau tanggung jawab malah embung ,,boa edan ...tepok jidat urang ..
Euis Yohana
knapa atuh mau di ajak ke hotel knapa ga ke resto aja,makan dan jln jln ,,aaaahh ..zifa .. zifa ..😒
Euis Yohana
kepo banget Adnan ...😒
Euis Yohana
masa reinkarnasi langsung gede KIA,,☺️
Euis Yohana
wuuuuaaaaahh ..kena tampol tuh ayang ...🤭
Euis Yohana
wooii ..zifa mau pipis malah ngobrol,kelamaan itu diskusinya 😁😁
Euis Yohana
iya KIA yg beruntung karena selain ganteng,macho Zaki jg mandiri bisa masak juga ,,,ooooh ..😍
Euis Yohana
KIA belum ngeh sama Zaki ,,😁
Euis Yohana
sangking salting jd ketinggalan tuh hp,,,zifa ..zifa ..,,
Euis Yohana
kasian juga sama Zaki,yg dr ga tw apa apa jd keseret oleh kecurigaan,,🤭
Euis Yohana
aduuuh,,,jd tersangka si Zaki tuh ...😬
Fitri Fitri melay
bagus dn menarik
Aisyah az💞: Terimakasih kak🙏🏻Jangan lpa mmpir di karyaku yg lain🤗🤗
total 1 replies
Euis Yohana
kok double ,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!