Seorang ibu yang mengandung, melahirkan, menyusui, mendidik dan membesarkan anak-anaknya adalah wanita yang hebat.
tapi tahukah kalian bahwa ada wanita yang jauh lebih hebat, yaitu wanita yang terus berjuang untuk menjadi seorang ibu, dia yng melakukan segala hal demi memperjuangkan garis dua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahma khusnul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejujuran part 3...
HAPPY READING...⚘⚘⚘
Afifa tercengang, matanya menatap tajam wajah wanita dihadapannya yang nampak kaget dan gelagapan menyesali kata-kata yang barusaja keluar dari mulutnya. mulut Afifa terkunci, tak sanggup berkata apapun, hanya degupan jantung Afifa yang terasa semakin kencang dengan ritme yang tak beraturan, hatinya bergejolak mencerna kata-kata yang baru saja diucapkan Wulan.
"Eh...maaf...aku tidak bermaksud kesana", Wulan berusaha meluruskan ucapannya saat melihat ekspresi Afifa yang berubah. "maksudku...aku hanya...", Wulan menggantung kata-katanya.
"Hanya mengungkapkan perasaan mbak Wulan kepada istri dari orang yang Mbak Wulan cintai selama lebih dari 8 tahun ini?" potong Afifa, kata-katanya keluar melesat begitu saja, seakan menjawab semua pertanyaan yang selama ini terus berkecamuk di fikirannya.
"Bukan itu Fa, aku tidak punya niat jahat sama sekali terhadapmu, ataupun berniat merebut Fauzi darimu", Wulan mencoba meraih tangan Afifa, namun Afifa menepisnya dan mengangkat kedua tangannya.
"Lalu apa? Mbak Wulan fikir bisa menyingkirkan saya dengan cara halus seperti itu?" Nada suara Afifa meninggi.
"Cukup...!, hentikan Afifa..., aku tidak serendah itu", Wulan mulai geram, "Kalau aku mau, aku sudah merebut Fauzi darimu sejak satu tahun yang lalu, aku bahkan punya Talita sebagai penguat ikatan kami, tapi aku tidak melakukan itu, karena menghargai perasaanmu", Wulan menatap Afifa dengan mata berkaca-kaca, lalu membuang pandangannya kearah hamparan sawah hijau yang berkilauan, tertimpa sinar matahari yang sedang terik.
"Mbak...", panggil Afifa pelan, cukup tersentak dengan reaksi Wulan yang tiba-tiba tersulut emosi.
"Heh...mengapa semua orang selalu berfikiran negatif terhadapku?", sunggingan senyum sinis terukir dari bibirnya, pandangannya tidak beralih dari hamparan sawah hijau itu, "apa karena aku pernah hamil diluar nikah? apa karena aku pernah merebut suami orang? apa karena aku penyebab kematian ibuku dan penyebab kegilaan ayahku? hah...nasibku memang tidak seberuntung dirimu Afifa, kupikir... kamu akan memiliki pandangan yang berbeda dengan yang lainnya, tapi ternyata sama saja".
"Mbak..., maafkan aku", Ucap Afifa pelan, "aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu".
"Sudahlah...tidak perlu difikirkan, semuanya sudah terjadi, kini aku hanya ingin hidup tenang dan bahagia bersama putriku juga ayahku".
"Mbak Wulan...", panggil Afifa lagi sedikit memelas untuk meredakan kemarahannya.
"Sepertinya pembicaraan kita cukup sampai disini, ayo kita pulang", Wulan berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju kasir meninggalkan Afifa yang masih terduduk menatap punggung Wulan yang semakin menjauh darinya. Afifa masih terdiam, harapan untuk menyelesaikan semua masalahnya setelah bertemu dengan Wulan, kini justru semakin rumit, dia semakin bingung menghadapi masa depan rumah tangganya.
"Tidid...tidid..." Suara klakson mobil Wulan membuyarkan lamunan Afifa, mobil itu sudah menyala namun masih belum bergerak pertanda sedang menunggu dirinya, Afifa segera berdiri menghampiri mobil itu.
Wulan menurunkan kaca mobilnya, "Ayo!" ucapnya sedikit menundukan kepalanya menatap Afifa.
Afifa masih terdiam, rasanya kakinya begitu berat untuk melangkah masuk kembali kedalam mobil itu.
"Ayo Fa... masuk!", ucap Wulan lagi.
"Oh...saya...emmm...Mbak Wulan duluan aja, saya lupa, kalau ada urusan di dekat sini", Tolak Afifa sambil membungkukan sedikit badannya sebagai permohonan maaf.
"Kamu yakin? motor kamu kan di sekolah?".
"Oh...iya gakpapa, nanti saya naik angkot untuk mengambil motor ke sekolah", Afifa tersenyum meski terlihat dipaksakan.
"Oh...ya sudah, aku duluan", pamit Wulan.
Afifa mengangguk, mobil merah itupun melaju dan berlalu dari hadapan Afifa.
Afifa masih berdiri di pinggir jalan, pandangannya terus terarah ke ujung jalan dimana mobil wulan melaju semakin jauh dan menghilang disatu titik. Dia menarik nafas panjang, berdalih dengan satu urusan didekat sini, tentu saja itu hanya alasannya dan entah mengapa, hati Afifa merasa enggan berada satu mobil lagi dengannya, kata-kata wulan yang sempat keluar entah dengan sengaja ataupun tidak, ternyata mampu menorehkan bercak noda dihatinya, yang mungkin akan menimbulkan kecanggungan diantara mereka, ya...lebih baik dia menghindar untuk kali ini.
Panas yang terik menerpa tubuhnya, menampakan bayangan dirinya yang sudah hampir terlihat sama panjang dengan tinggi tubuhnya, menandakan waktu ashar akan segera tiba.
Suara Adzan Ashar dari pengeras suara mesjid terdekat membuatnya terperanjat, menyadarkan dirinya yang ternyata masih berdiri sejak 5 menit setelah kepergian Wulan.
"Astaghfirulloh...sudah ashar ternyata, aku harus segera pulang, motorku?, Ah..." Afifa menepuk jidatnya dengan tangan, "Ya Alloh... aku harus mengambilnya disekolah".
Lambaian tangan Afifa membuat satu angkot hijau berhenti tepat dihadapannya, diapun masuk kedalam angkot dan kembali menuju sekolah untuk mengambil motornya.
Sepanjang perjalanan pulang Afifa terus berfikir, kali ini dia bertekad untuk mengatakan semuanya kepada suaminya, dia tidak peduli lagi dengan permohonan Wulan untuk merahasiakannya terlebih dahulu, karena ini memang bukan satu masalah yang mesti dirahasiakan, apapun yang akan terjadi nanti, biarlah semuanya terjadi, kalau memang akan berdampak terhadap kehidupan rumah tangganya, dia akan menerima semuanya. Dia hanya memiliki keyakinan, bahwa Alloh tidak akan memberi satu cobaan terhadap satu hambanya, jika cobaan itu tidak akan mampu ia lewati.
**************
Bersambung...❤❤❤⚘⚘⚘
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kok jadi gini si???
Hadeuh...Authornya galon ni... 🙏
yuk tetap like, vote dan beri motivasi dengan berbagai komentarnya...😉
I LOVE YOU ALL...❤❤❤😙😙😙⚘⚘⚘
By: @Rahma Husnul#
Secara dia sudah berbuat salah ...ngasih obat perangsang
Sampai di sini kok dramanya datar2 aja ?
sukses
semangat
mksh
Laki macam apa sich, bejek² aja kak Owner 🤧🤧🤧
🤔🤔🤔
#ngarep