Setelah tujuh tahun lama nya ditinggal istri tercinta untuk selamanya,Aska belum membuka hati nya kembali untuk siapapun.Hati nya beku tak mampu tersentuh oleh siapapun,selama beberapa tahun Aska menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang begitu padat.
Dalam waktu tujuh tahun dia kembali dipertemukan oleh Diandra, wanita yang pernah menyimpan rasa padanya, namun dengan tegas Aska menyuruh wanita cantik itu pergi dan lenyap dari hidup nya.Setelah lama berpisah apakah Diandra mampu menyentuh hati Aska,tetapi sayang nya mereka bertemu di saat Diandra sudah memiliki calon suami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana syaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 27 . I Love U More
Aska memeluk Diandra dengan penuh cinta, gambaran kebahagiaan terukir dalam wajah nya. Dia membelai rambut Diandra dengan lembut, mengecup nya dengan penuh kasih sayang.
''Aku akan berjuang untukmu Di, saat nya aku yang memperjuangkan mu, memperjuangkan cinta ku. ''mata Aska memandang Diandra penuh kelembutan.
''Ini tidak benar As, aku tidak mau menjadi yang ketiga di antara kalian. Setiap aku hadir kamu pasti telah di miliki yang lain. ''ucap Diandra dengan lembut.
''Kamu bukan yang ketiga, Zahra tidak pernah hadir dalam hati ku. Pertunangan itu hanyalah paksaan, bukan murni keinginan ku ataupun dia. Di cinta penuh dengan perjuangan, jodoh akan menemukan jalan nya dengan berbagai lika-liku nya. ''
''Tapi Aska a.... ''
Aska mencium bibir Diandra begitu saja, tanpa memberinya kesempatan lagi untuk mengutarakan maksud nya.
''Aska kamu nakal... ''Diandra memukul pelan dada bilang Aska,, setelah ciuman nya terlepas.
''Kamu merusak momen romantis ku sayang. ''pipi Diandra bersemu merah mendengar panggilan Aska pada nya.
Sejenak Diandra di buat salah tingkah, Di Tak dapat memandang Aska karena malu yang melanda hati nya.
''Hei tatap aku.. ''Aska meraih dagu Diandra.
Diandra hanya tersipu ketika pandangan mereka kembali bertemu, untuk menghilang kan rasa malu nya dia menyembunyikan wajah nya pada dada bilang Aska sambil tersenyum.
''Ada apa dengan ku, apa ini, ?mengapa seperti ini bahkan menatap nya saja aku tidak mampu. Padahal dulu aku tidak seperti ini saat Leo bersikap romantis pada ku. ''
Aska yang melihat sikap Diandra hanya tersenyum sembari memeluk nya erat.
Pagi pun tiba, setelah mereka tidur sembari berpelukan kini mereka kangen dengan wajah yang berseri.
''Di bagaimana keadaan mu. ?''jika masih sakit lebih baik istirahat lah.
''Aku pulang ya, kasian Mama pasti dia khawatir. ''kata Diandra yang memenangkan sudah beberapa hari menghilang tanpa kabar.
''Kamu yakin sayang.? ''Aska memastikan lagi.
''Yakin As.. ''Aska mengerutkan dahi nya.
''Panggil aku sayang jika kita sedang berdua. ''kata Aska dengan mesra.
Diandra menatap Aska, mencoba meyakinkan kembali perasaan pada pria yang mengungkap hati nya malam tadi.
''Sayang.. ''
''Terimakasih. ''Aska kembali memeluk Diandra.
Setelah mereka rapih dan Diandra sudah memakai pakaian yang Aska pesan, saat nya Aska mengantar hadis nya untuk pulang.
Di rumah dimana Diandra adi sekap, Leo sedang meratapi sakit nya. Gisel pun sama, walau tidak terlalu parah tetapi gadis manja itu ikut meratapi kesakitan nya.
''Aku tak sangka Diandra sekuat itu, sampai aku babak belur. ''kata Leo.
''Itu tanda nya kamu belum mengenal nya, sama sekali Leo. ''dengus Gisel.
''Ya, aku sudah kecolongan, bahkan aku tidak tau jika ilmu bela diri nya sangat sehebat itu. Kita harus hati-hati Sel, mungkin saja masih ada hal menyeramkan yang belum kita tahu. ''
''Benar, lain kali kita harus berpikir lebih matang untuk memberi pelajaran pada nya. ''ucap Gisel.
Mobil Aska sampai di rumah mewah yang begitu megah dan indah. Itu adlah rumah Diandra tentu nya, Diandra yang Aska kenal waktu kuliah tidak menunjukan status sosial nya. Aska sedikit terkejut melihat nya, dia tidak menyangka bahwa Diandra lebih dari yang dia pikirkan. Bahkan rumah Diandra setara dengan rumah mewah milik nya.
''Ma.. ''Diandra memanggil Mama nya
''Diandra, kamu pulang sayang ''Vivi langsung memeluk anak nya
''Di, apa nia uang menculik mu. !''arah mata Vivi tertuju pada Aska
Diandra tersenyum lucu mendengar nya, dia tidak habis pikir dengan ucapan Mama nya.
''Ma, mana ada penculik yang mengantar korban nya. ''Vivi pun tersenyum.
''Lalu dia siapa.. ?''tanya nya.
''Ma, dia Aska. ''
''Aska, terimakasih sudah mengantar Diandra pulang. Tante sangat khawatir pada nya. ''kata Vivi dengan bersikap ramah.
''Sama-sama tante. ''jawab Aska dengan singkat.
''Kamu sudah kembali Di. ''kata Rey yang baru saja jemur dari ruang kerja nya, padahal biasa nya jam segini pria itu sudah tidak ada di rumah nya.
''Pa.. ''Di menyambut papa nya.
''Apa lelaki itu yang membuat mu tidak pulang. !''tuduh Rey pada Aska.
Aska yang mendapati itu terkejut, tetapi dia bersikap biasa saja karena memang itu tidak benar.
''Pa, apa seperti itu cara nya menyambut tamu. ''kata Diandra dengan kesal.
''Baiklah Papa Terima dia, tetapi waktu Papa tak banyak. Biarkan dia pergi dan kita harus bicara Di. ''kata Rey.
''Ya pa, Di mengerti. ''
Diandra membawa Aska keluar, sebenar nya dia tidak enak hati menyuruh Aska pulang dengan cara seperti itu, apalagi Aska baru saja sampai.
''Aska maafkan Papa ku ya, dia memang seperti itu sedikit menyebalkan, karena dia memang belum mengenal mu. Maaf aku harus menyuruh mu pulang, karena ada hal penting yang harus ku bicarakan dengan Papa ku yang arogan itu. ''
''Aku mengerti sayang, aku juga ada banyak pekerjaan hari ini dan pasti nya kesibukan ku, akan membuat ku rindu dengan mu. ''
''Jangan gombal, bekerjalah dengan baik dan hari hati.'' ucap Diandra sambil melambaikan tangan nya.
Setelah mobil Aska keluar dari halaman rumah nya, Diandra masuk menemui Papa nya. Seperti biasa dia sudah di tunggu di ruang kerja nya.
Diandra duduk di hadapan orang tuanya, Vivi ada di sana karena dia pun ingin tau apa buang terjadi pada anya selama beberapa hari ini.
''Apa yang terjadi.. ?''kata Rey.
''Ini perbuatan Gisel dan Leo Pa, kedua orang terdekat ku sendiri. ''ucap Diandra dengan sangat kesal.
''Leo.. !'Vivi dan Rey terperanjat.
''Ya Leo, untung saja aku sudah memutuskan hubungan pada nya. ''Mengalir cerita dari mulut Diandra, tentang penculikan dan perselingkuhan keduanya.
''Jadi seperti itu pria yang selama ini kamu cinta Di, pria yang kamu bela dan Papa tidak perlu mencari tau seluk beluk nya. ''kata Rey dengan tatapan nya yang tajam, seolah ingin menusuk Leo.
''Pa, Di hanya mau semua berjalan dengan semestinya, Di tidak menyesali nya. Nama nya hidup pasti akan ada yang menjadi kejutan buat kita. Semua yang terjadi akan menjadi pelajaran berharga untuk ku Pa. ''kata Diandra lagi
''Papa akan siapkan pengawal untuk mu. !''perintah Rey
''Baiklah, tapi ada kala nya mereka tidak selalu mengikuti ku, aku seperti presiden saja yang membawa ajudan kemana pun. ''kata Diandra.
''Baiklah.. ''Rey tau pasti anak gadis itu akan selalu tawar menawar dengan nya.
Diandra tidak sempat istirahat, dia langsung menuju kantor setelah bersiap, tentunya dengan pengawalan yang sudah di siapkan Rey untuk nya. Di tengah kesibukan nya, ada pesan masuk yang membuat angin berhembus sampai ke hati nya.
{''Sayang aku rindu. ''pesan dari Aska. }
{I love you. }
Diandra tersenyum, hati nya berbunga menerima cinta dan perhatian dari pujaan nya.
''Aku juga, I Love u more. ''balas Diandra dengan gambar love yang begitu banyak.