"Andai waktu dapat di putar kembali,Aku ingin Kau tak pergi dari hidup Ku Von,,"
Vonny menatap Ku lama,,
"Tapi itu hal yang tidak ku ingin kan di dalam hidup Ku Juno!!
"Jika boleh memutar waktu Aku tidak ingin mengenal Mu apa lagi sampai jatuh hati pada Mu.
Kau yang membuang Ku,dan sekarang Kau yang mengemis pada Ku untuk kembali.
Tidak Kau ingat sakit nya Aku saat menghadapi sikap Mu yang semau nya???
Kata-kata itu yang jelas teringat di ingatan ku.Saat Vonny bertemu dengan ku kembali.
Aku akui Aku dahulu memang begitu jahat pada nya.Aku telah menyia-nyiakan gadis yang sangat mencinta i Ku.
Hingga akhir nya Aku sadar jika Memang Dia yang terbaik hadir di dalam hidup Ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adena_ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Aku terdiam saat tiba di rumah Mimi.
Pemandangan yang sangat memprihatin kan.
Terlihat seorang ibu sedang tertidur lemas di kasur tipis dalam ruangan sepetak.
Ruangan itu hanya sepetak,dan terlihat sangat sesak.
Di samping ibu itu ada adik Mimi yang sedang bermain mobil-mobilan yang sudah usang.
Jadi seperti ini kehidupan Mimi dan adik nya.
Mereka benar-benar hidup dalam keadaan yang sangat susah.Wajar saja jika Mimi bekerja keras.Karena ia adalah tulang punggung keluarga nya.
Aku menatap muka Mimi,Ia benar-benar anak yang kuat.Terlihat Ia tidak sama sekali mengeluh dalam mengurus ibu dan adik nya.
Harus nya umur saat ini,Mimi bisa mengecam bangku sekolah dan bermain bersama teman-teman nya.
Tapi sekarang Ia hanya pedagang bunga keliling.
"Kakak,,kakak sudah pulang."Teriak Ardi pada Mimi sambil berlari kepada Mimi.
"Iya dek,ini kakak bawa makanan banyak sekali,di belikan sama kakak Vonny."Ucap Mimi pada adik nya.
Terlihat raut wajah bahagia Ardi menyambut bingkisan dari Mimi.
"Bilang apa dek sama kak Vonny."Ucap Mimi dengan adik nya.
"Terima kasih ya kak Vonny."Ucap nya pada ku.
"Iya sayang,,kamu makan ya."Ucap ku pada nya sambil tersenyum.
Terlihat Ardi mengambil beberapa makanan dan langsung menyantap nya.
Seperti nya Ia sudah lama tidak makan enak.
Ada perasaan sedih yang Aku rasakan saat ini.Melihat kehidupan mereka.Aku beruntung bisa mempunyai kehidupan yang lebih baik.
"Mimi,,kamu sudah pulang nak."Ucap ibu itu pada Mimi.
Mimi pun mendekati ke arah ibu itu dan menyalami nya.
"Iya Bu,Mimi pulang bersama kak Vonny dan kak kevin."Ucap Mimi pada ibu nya.
"Siapa nak,teman baru mimi lagi ya?"Tanya ibu pada Mimi.
"Iya Bu,kakak Vonny baik sekali buk,dia membelikan kita makanan,beras dan lain-lain."cerita Mimi pada ibu nya.
"Kakak Ayo masuk sini."teriak Mimi pada ku.
Aku pun masuk ke dalam dan menyalami ibu Mimi.
"Ibu,saya Vonny teman mimi."Ucap ku pada ibu Mimi sambi tersenyum.
"Iya nak Vonny,nak Vonny apakah tinggal dekat sini juga?"Tanya nya pada ku.
"Tidak Bu,kebetulan saya tidak tinggal di dekat sini.Tetapi setiap hari saya melewati jalan ini."Ucap ku bercerita.
"Terima kasih ya nak,sudah baik pada anak ibu."Ucap ibu Mimi pada ku.
"Iya ibu sama-sama.Saya senang bisa membantu ibu dan anak-anak."ucap ku pada ibu itu.
"Mimi beruntung mempunyai teman-teman yang baik seperti nak Vonny dan Kevin."Ucap ibu pada kami.
Aku melihat ke arah Mimi dan Ardi,mereka masih sangat kecil untuk menanggung derita ini.
Ada rasa penasaran ingin bertanya kenapa ibu ini berbaring seperti ini di tempat tidur.Dan kemana ayah mereka.Kenapa harus Mimi yang menjadi tulang punggung keluarga mereka.
Tetapi Aku takut membuat ibu ini sedih dan kepikiran.
Akhir nya aku urungkan niat ku untuk bertanya.
"Kevin,kamu tidak masuk nak?"Tanya ibu Mimi pada Kevin.
Ternyata ibu nya Mimi mengenali lelaki ini.Seperti nya Ia sudah dekat dengan keluarga ini.
Mungkin Ia sering main dengan keluarga ini.
"Tidak buk,biar Kevin di sini saja."Ucap lelaki itu sambil tersenyum dan bermain bersama Ardi.
Terlihat Ardi dan Vonny sangat gembira main bersama Kevin.
Seperti nya Ia lelaki yang baik.
Sekitar lima belas menit bercerita aku melirik jam tangan ku.Sudah hampir jam sembilan malam.
Seperti nya Aku harus pulang.
Pasti papi dan mami mulai mencemaskan ku,jika jam segini Aku belum tiba di rumah.
"Ibu,Vonny ijin pamit dulu ya,seperti nya hari sudah malam."Ucap ku berpamitan pada ibu Mimi.
"Kakak mau pulang??"Tanya mimi pada ku.
"Iya sayang,besok kakak akan main ke sini lagi ya."Ucap ku pada Mimi.
"Iya nak,terima kasih banyak ya sudah mau datang ke sini."ucap ibu Mimi pada ku.
"Tidak usah berterima kasih Bu,sudah seharusnya nya saya membantu Ibu."Ucap ku sambil tersenyum.
Aku senang bisa berbagi dengan mereka.
"Kevin,apakah kamu mau mengantar nak Vonny.Kasian jika pulang sendirian ke depan."Ucap ibu pada lelaki itu.
"Tidak usah Bu,saya berani ke depan."Ucap ku pada ibu secara cepat.
Aku tidak mau merepoti lelaki ini.
"Apa kamu yakin berani?di depan itu banyak preman yang suka menganggu wanita."Ucap Kevin pada ku sambil tersenyum.
Aku menatap ke arah nya.
Pasti Ia berbohong pada ku.
"Iya kak,di ujung gang sana sering ada anak nakal yang suka menganggu orang baru,mungkin kakak bisa ke depan dengan kak Kevin."Ucap Mimi pada ku.
"Tuh kan kamu pasti berpikir jika Aku mengada-ngada."Ucap nya pada ku sambil tertawa.
"Baik lah sayang,kakak ijin pamit dulu ya."Ucap ku pada Mimi.
"Iya kakak hati-hati ya."Ucap Mimi pada ku.
Kami pun berlalu dari tempat Mimi.
Di sepanjang perjalanan Aku hanya diam mengikuti jalan yang gelap dan sepi.Benar yang di katakan Kevin di ujung jalan ini banyak lelaki yang nongkrong di depan gang.
Mereka duduk sambil minum-minum.
Aku tidak bisa membayangkan jika tadi Aku pulang sendiri tadi
Akhir nya kami tiba di jalan utama.Keadaan di sana sudah ramai.
"Kamu pulang naik apa von?"Tanya Kevin pada ku.
"Ada yang menjemput ku nanti."Ucap ku pada nya berbohong.
"Cowok mu yang menjemput??"Tanya nya lagi padaku.
Aku hanya mengangguk.
"Apa kamu mau aku menunggui mu dulu sampai kamu di jemput?"Tanya nya padaku.
"Tidak usah,aku berani jika sudah sampai di sini.Terima kasih ya."Ucap ku pada nya sambil tersenyum.
"Baik lah kalo begitu,Aku duluan ya."Ucap nya pada ku.
Aku hanya mengangguk dan Ia pun berlalu dari ku.
Aku pun mengambil ponsel ku dan melihat apakah sudah ada balasan dari Juno.
Sudah dari siang Aku menunggu pesan dari nya.
Dan betapa kecewa nya Aku melihat tidak ada pesan sama sekali yang masuk ke ponsel ku dari Juno.
Kemana dia??
Kenapa dia tidak ada kabar sama sekali.
Kenapa Ia harus menghilang seperti ini.
Aku tidak tahu apa yang Ia lakukan bersama wanita itu sekarang.
Tanpa terasa air mata ku menetes,,Aku merasakan kesedihan saat ini.
Kenapa Juno tidak memikirkan perasaan ku sama sekali.
Apa Ia tidak tahu jika Aku tidak suka di buat menunggu seperti ini.
Juno,,di mana kamu???
*****
MATI AJA KELEN BERDUA