NovelToon NovelToon
Tulang Rusukku

Tulang Rusukku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:810.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nana 17 Oktober

"Jika hatimu benar-benar mencintai dengan tulus, kamu pasti bisa mengenali tulang rusuk mu. Karena tulang rusuk takkan pernah tertukar,"Chintania
"Akkkh!! Keluar kamu! Kenapa kamu masuk ke kamar orang sembarangan! Keluar!"
"Diam! Apa kamu ingin semua orang kesini? Ini adalah kamar ku, kenapa aku harus keluar?"
"Hey! Berhenti! Jika kamu tidak keluar dari kamar ini aku akan berteriak dan mengadukan kamu pada kakek dan suamiku!"
"Kamu tahu tidak siapa suamimu?"
"Tentu saja aku tahu. Suamiku adalah Arjuna Setya Abimana,"
Lihat ini!"ucap pria itu seraya mendekati Kinara dan menempelkan KTP-nya di dahi Kinara.
"Di..dia.. suamiku?"
Arjuna sangat mencintai Kinara yang diyakini sebagai tulang rusuknya.Kinara hilang dalam sebuah kecelakaan, namun Arjuna yakin Kinara masih hidup.Setahun kemudian Arjuna dipaksa menikah lagi oleh kakeknya. Akankah Arjuna bisa mencintai Chintania, istri keduanya? Apakah Kinara masih hidup?
Yuk! Ikuti ceritanya!
Happy reading!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilaporkan

Cih, pintar sekali kamu bicara. Aku tidak punya waktu untuk menunggu orang seperti..."

"Seperti apa?"kata-kata wanita itu langsung dipotong oleh Kinara,"Saya juga tidak memiliki waktu untuk berbicara dengan anda jika mengenai masalah yang tidak ada hubungannya dengan soal belajar dan mengajar. Jadi sebaiknya anda pergi dari tempat ini sebelum saya panggilkan keamanan karena telah menganggu ketenangan dilingkungan sekolah. Silahkan pergi!" ucap Kinara dengan tegas, penuh wibawa dan karisma. Memberi isyarat kepada perempuan itu dengan tangannya yang mengarah ke arah pintu keluar ruangan itu.

"Kau..." kata-kata perempuan itu kembali di potong Kinara.

"Pak Yudi, mohon hubungi petugas keamanan sekolah untuk mengusir perempuan yang menganggu kegiatan belajar dan mengajar ini. Perempuan ini tidak punya tata krama dan etika, membuat keributan di lingkungan sekolah dan memakai pakaian yang tidak pantas di lingkungan sekolah,"

"Dia pikir ini catwalk tempat peragaan busana apa? Datang ke sekolah memakai pakaian kurang bahan. Menurut bapak dan ibu guru sekalian, apa pantas seorang wanita di negara kita ini datang ke lingkungan tempat diselenggarakannya kegiatan belajar mengajar dengan berpakaian seperti ini?"tanya Kinara mengedarkan pandangannya pada semua rekan kerjanya.

"Tentu saja tidak sopan,"jawab para guru itu serempak.

"Saya akan menghubungi petugas keamanan sekolah,"sahut Pak Yudi dan segera melakukan apa yang diminta Kinara.

"Bilang saja kamu iri dengan tubuhku yang seksi ini!"sergah wanita itu penuh percaya diri, menatap Kinara dengan tatapan merendahkan.

"Untuk apa saya iri dengan wanita yang memakai pakaian kurang bahan seperti anda? Saya masih punya uang yang cukup untuk membeli kain hingga saya bisa memakai pakaian yang layak. Memalukan! Jika anda kekurangan uang, saya bisa memberi anda uang agar anda bisa membeli pakaian yang layak untuk dikenakan,"ujar Kinara tetap tenang tapi tegas dan penuh wibawa.

"Kau.! Dasar! Tidak tahu trend fashion!"cibir perempuan itu.

"Saya tidak perlu mengikuti fashion yang tidak sesuai dengan kepribadian dan kebudayaan saya. Apalagi jika harus mempertontonkan tubuh saya di depan khalayak ramai. Tubuh saya tidak akan saya ekspose kecuali di depan suami saya. Karena saya bukan wanita murahan yang menjajakan tubuh pada semua pria,"ujar Kinara begitu menusuk pendengaran.

"Apa maksud mu?"bentak perempuan itu pada Kinara.

Seorang satpam terlihat di depan pintu ruangan guru, dan Pak Yudi pun langsung bersuara,"Pak, tolong bawa keluar ibu ini! Dia membuat keributan di lingkungan sekolah,"ucap Pak Yudi membuat mata perempuan itu melotot.

"Heh, botak!! Enak saja memanggil aku ibu. Aku ini masih muda dan cantik, bukan ibu-ibu,"sergah perempuan itu tidak terima dipanggil ibu oleh Pak Yudi yang botak dan berkacamata itu.

Bu Cici nampak tidak terima saat mendengar rekan kerjanya dihina,"Anda seorang perempuan kan, berarti anda juga seorang ibu, atau calon ibu. Anda tidak mau di panggil ibu, apa anda ini wanita jadi-jadian?"tandas Bu Cici yang merasa geram dengan perempuan itu.

"Heh, gembrot, gendut, gempal! Jangan sembarangan kalau bicara!"sergah perempuan itu.

Mendengar hinaan perempuan itu, Kinara pun tidak terima,"Saya akan melaporkan anda ke pihak berwajib karena telah membuat keributan di lingkungan sekolah hingga menganggu proses belajar-mengajar, dan juga melakukan Body shaming pada pengajar di lingkungan sekolah. Saksinya adalah semua guru yang ada di sini dan buktinya adalah rekaman cctv di dalam ruangan ini. Pak Rudi, tolong hubungi pihak berwajib!"ujar Kinara masih dengan sikap tenang dan tegasnya.

Tangan Kinara sudah mengepal, ingin sekali menghajar perempuan di depannya itu. Tapi Kinara berusaha mengendalikan dirinya, mengingat bahwa dirinya saat ini sedang berada di lingkungan sekolah. Dirinya adalah seorang guru yang menjadi contoh dan panutan bagi para muridnya. Karena itu, Kinara berusaha menekan emosinya dan berusaha tetap bersikap tenang.

"Baik, Bu, saya akan melaporkan nya sekarang juga,"sahut Pak Rudi langsung menghubungi pihak yang berwajib.

"Heh! Apa-apaan kalian? Kalian tidak berhak melakukan ini padaku!"ucap perempuan itu berbalik dan ingin keluar dari ruangan itu saat mendengar akan dilaporkan ke polisi, tapi langsung di hadang petugas keamanan.

"Minggir! Aku mau pergi!"sergah perempuan itu.

"Anda hanya boleh pergi setelah pihak yang berwajib menjemput anda,"ucap petugas keamanan itu.

Wanita itu pun berbalik dan menatap Kinara,"Kau! Aku akan membalas semua perbuatanmu ini!"ancam perempuan itu pada Kinara.

"Anda mengancam saya? Apa yang akan anda lakukan pada saya?"tanya Kinara dengan senyum mengejek.

"Aku akan membuatmu menyesal karena memperlakukan aku seperti ini!" sergah perempuan itu.

"Jika terjadi sesuatu yang buruk kepada saya, berarti anda adalah pelakunya. Karena anda secara terang-terangan telah mengancam saya di depan umum. Saya juga akan melaporkan anda atas tindakan tidak menyenangkan,"ujar Kinara tegas dan tenang.

"Kau..!" geram perempuan itu bergerak ingin menyerang Kinara tapi langsung dicekal oleh pihak keamanan sekolah dan Pak Rudi, membuat perempuan itu semakin geram kepada Kinara.

Akhirnya polisi pun sampai di sekolah itu, dan Rania tidak dapat berkutik untuk melarikan diri. Mata perempuan itu berkilat penuh kebencian saat menatap Kinara, tapi Kinara seolah acuh dengan tatapan perempuan itu.

"Kau! Jangan dulu merasa senang!Tunggu saja pembalasan ku!"ancam Rania dengan tatapan tajam dan penuh kebencian pada Kinara.

"Semua orang disini menjadi saksinya, jika terjadi sesuatu pada saya, berarti anda lah pelaku nya. Karena anda telah terang-terangan mengancam saya di depan umum,"ucap Kinara tetap tenang dan tegas membuat Rania semakin geram, tapi tidak bisa berbuat apa-apa pada Kinara..

"Tolong bawa perempuan ini, Pak polisi! Kami akan menjadi saksi dan juga menyerahkan bukti atas tindakan tidak menyenangkan dari perempuan ini,"ucap Pak Yudi tegas.

"Siap! Kami tunggu di kantor,"sahut Pak polisi dan Rania pun digelandang ke kantor polisi tanpa bisa melawan.

"Maaf, bapak dan ibu sekalian, terutama Pak Yudi dan Bu Cici! Karena ada orang yang ingin mencari masalah dengan saya, Pak Yudi dan Bu Cici menjadi korban body shaming,"ucap Kinara dengan tulus, menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada seraya menundukkan kepalanya.

"Tidak apa-apa, Bu. Saya tahu, ini diluar kendali Bu Kinar,"sahut Pak Yudi.

"Iya, Bu. Dasar perempuan itu saja yang tidak punya adab dan sopan santun,"imbuh Bu Cici.

"Untuk selanjutnya, saya berharap ada kebijakan dari pihak sekolah untuk meminta penjaga gerbang menanyakan dulu apa keperluan orang yang datang ke sekolah ini. Dan juga memastikan mereka memakai pakaian yang sopan. Saya tidak ingin lagi ada orang yang masuk ke lingkungan sekolah kita dengan tujuan pribadi seperti tadi, apalagi memakai pakaian yang tidak sopan dan tidak pantas di lingkungan tempat untuk menimba ilmu seperti ini,"ujar Pak Yudi.

Semua guru pun setuju dengan pendapat Pak Yudi, sedangkan Kinara berkali-kali meminta maaf pada rekan-rekannya karena kejadian Doni kemarin dan Rania hari ini.

"Sekarang sebaiknya kita ke kantor polisi untuk memberi laporan tertulis dan menyerahkan bukti. Bagi yang masih ada jam mengajar, silahkan di lanjutkan!"ujar Pak Yudi yang merupakan wakil kepala sekolah itu dan disetujui oleh semua guru.

...🌟"Kenapa sibuk menilai orang lain? Jika melihat punggung sendiri saja masih membutuhkan kaca atau bantuan orang lain?"🌟...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

Note Book : Perbuatan body shaming atau penghinaan fisik di media sosial maupun ruang publik dapat dilaporkan ke kepolisian dan dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 45 ayat 3 UU ITE tentang pencemaran nama baik/penghinaan (delik aduan) serta Pasal 315 KUHP tentang penghinaan ringan.

.

To be continued

1
Diana Dwiari
modus.....
Diana Dwiari
doni jodohnya Rania kali.....
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Untung aja aku kalo setiap bikin Rendang,bumbunya aku blender semua,Jadi gak ada drama rendang lengkuas...
Qaisaa Nazarudin
Ogeb bin Polos,Itu pertanyaan jebakan utk diri sendiri.. Harusnya bilang "KALO MAS JUNA GAK PERCAYA YA SUDAH,AKU GAK BISA MEMAKSA MAS JUNA UTK MEMPERCAYAI NYA."gitu..
Qaisaa Nazarudin
Aelah MENIKAHI DIA JUGA KARENA PAKSAAN KAKEK MU.. BUKAN KARENA KEMAHUAN MU..🙄🙄
Nurina Ningrum
Lumayan
Nurina Ningrum
Buruk
SHERLY M
kerennn...kerenn 👍🏼👍🏼
⭐⭐⭐⭐
sherly
novel yg bagus.. tq thor
꧁꒰✨N̊ån̊å K̊i̊år̊å✨ ꒱꧂: Sama-sama KK 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
sherly
hahahahha Agus hrs beneran pensiun jd playboy kamu kalo ngk bisa remuk badanmu di jadikan samsak
sherly
malang betul nasibmu Noah...
sherly
astaga... artinya Juna akan nikah Ama Kinara versi Nia...
sherly
semangat kali ibu nih lah mau lamar istri org... kayaknya perlu dimandiin air kembang biar setan dikepalanya kabur....
sherly
ternyata gilanya Doni diturunkan oleh mamanya... dasar keluarga aneh, si Kinar tu dah punya laki malah mau dilamar eh disuruh cerai pula... emang si Doni tu lebih hebat dr arjun
sherly
sapa juga yg ngk kesel kalo bolak balik disalahin... terlalu dibesar2 sih masalahnya Kirana...
sherly
lama sih buat resepsinya jd ditanyain melulu... kasian si Arjuna masih blm bisa belah duren...
sherly
banyak org stresss gara2 cinta, kemarin Doni skrg Rania... hadewww
sherly
haaaaaahaaaaahaaa agusss si mulut lemessss
sherly
awal yg menarik...
sherly
hahahhaha selamat kamu terjebak Arjuna..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!