NovelToon NovelToon
Perjodohan

Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Annisa Nurhalizah

PROSES REVISI. KALO ADA CERITA NGEGANTUNG DAN NGGAK NYAMBUNG MOHON DI MAKLUMI, AKAN SEGERA DI REVISI. TERIMA KASIH.

"Jessii, ini permintaan terakhir kakek kamu jangan di tolak dongg!"

"Pliss maa! aku nggak mau di jodohin.. Apa lagi sama orang sombong kek dia!!"

Meliana mengusap dadanya agar bisa lebih tenang untuk menghadapi sikap keras kepala yang di miliki anak bungsunya itu.

Ya, Jessica Relieta anak dari Meliana dan Reta itu mendapat pesan terakhir dari Kakek Jessica bahwa dia ingin melunasi hutang - hutangnya dengan menjodohkan cucu nya.

Karena dijodohkan dengan keluarga kerajaan Raden Agung Yagsa, seorang Jessica yang pecicilan itu pasti susah untuk mengubah diri menjadi seseorang yang anggun.

Namun karena juga hutang kakek Jessica yang sangat tidak mendukung, mau tak mau Jessica menerima perjodohan itu dengan berat hati.

Tetapi ketika sang pangeran meminta untuk di cintai apakah Jessika bisa mengabulkan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Nurhalizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kematian (REVISI)

Jessica ikut terbangun dari duduknya.

Berasa sangat mimpi. Ini mungkin saja mimpi, tapi ini sungguhan.

Riana dinyatakan meninggal hari ini tanggal 19 April jam 20.04 seperti tanggal anivnya bersama para sahabat.

Ya, besok adalah aniversary persahabat mereka yang sudah mereka jalin selama dua tahun. Mereka benar-benar sahabat terbaik yang sangat dicemburui oleh orang-orang karena mereka sangat lah serasi satu sama lain.

Hampir jarang bagi mereka marahan karena mereka biasanya saling mengerti satu sama lain.

Mereka juga sering basa basi terkadang mengobrolkan tentang masa depan, bahwa mereka ingin menikah dengan pria idaman mereka masing-masing.

Bahkan mereka juga sampai bilang bahwa mereka ingin menjodohkan anak-anak mereka agar persahabatan mereka makin terjalin dengan ikatan persaudaraan.

Namun mungkin tidak dengan Riana. Dia sudah ditakdirkan oleh tuhan untuk hidup sampai sini saja.

"Mohon maaf, kita tidak bisa membantunya." Ucap sang dokter dengan sangat berat hari.

"RIANA!" Teriak Bianca yang langsung memasuki ruangan dan menghampurkan pelukannya ke badan Riana yang sudah ditutup sepenuhnya oleh kain putih.

"RIANA LO MAU KEMANA RIANA! JANGAN PERGI RIANAAAAAAA!" teriak Bianca dengan air mata terus berlinang.

Jessica dan Camila langsung ikut menyusul Bianca dan mencoba menenangkannya.

"RIANA LO UDAH JANJI SAMA GUE BAKALAN SAHABATAN TERUS RIANA KENAPA LO MALAH TINGGALIN GUE RIANA!" Bianca menangis sambil menggoyangkan tubuh Riana berharap dia akan bangun saat itu juga.

"Bianca, sudah Bianca." Jessica memeluk Bianca untuk memberi ketenangan kepada Bianca.

"Bi, ikhlasin Bi," ucap Camila yang ikut menenangkan Bianca.

"Riana jangan pergi aku mohonn Riana, jangan tinggalin aku Riana, jangan Riana," Bianca terduduk dalam tangisannya yang langsung dipeluk oleh teman-temannya.

Mereka saling menangis didepan jenazah Riana yang baru saja pergi dari mereka dan juga dunia ini.

Putra menepuk-nepuk pundak Farel seolah memberi energi kepadanya agar dia bisa tegar melewati semua rintangan ini.

Muhtaz dan juga Jeri yang baru datang tak percaya dengan kabar yang tiba-tiba sampai kepada mereka.

Mereka baru saja menyelidiki siapa orang yang membunuh Riana tapi,

"Orang itu bunuh diri." Ucap Muhtaz.

Farel tersenyum.

"Dia udah bahagia sama orang yang dia cinta. Dia udah tenang." Ucap Farel dengan tenang.

Jeri yang tak tega melihatnya langsung memeluk Farel dan mengeluarkan air matanya. Walau lelaki itu kuat, soal wanita yang ia cintai mereka pasti akan luluh padanya.

Mereka semua bersama menangis dengan perasaan berat untuk mengiklaskan kepergian Riana.

***

"Aamiin, allahummaamiin." Ucap Ustad setelah semua selesai mendoakan Riana dengan Alfatihah.

Sedikit demi sedikit pun semua orang meninggalkan pemakaman itu dan menyisakan para sahabat dan orang tua Riana.

"Kita memang salah, Mas, kita membiarkan anak tunggal kita sendirian tanpa kita di Indonesia!" seru Kani, ibu Riana sambil terisak dalam tangisannya.

"Sudah sayang, ikhlaskan saja, kita bisa membuatnya lagi." Eh bercanda.

Kani melirik para sahabat Riana.

"Makasih ya kalian sudah menemani Riana yang kesepian tanpa orang tua disisinya. Kita nggak bisa berkata lagi betapa bahagianya Riana disini walau hanya bersama kalian saja." Ucap Kani.

"Nggak papa tante, kita juga benar-benar senang bisa berteman baik dengan Riana." Jawab Jessica.

"Semoga kalian diberi umur panjang dan kebahagiaan selalu ya." ucap Keno, ayah Riana.

"Aamiin, om juga." Balas Camila.

Kani dan Keno saling menatap dan memberi kode.

"Kalau begitu kita duluan ya, terima kasih sekali lagi kepada kalian karena telah menemani Riana selama ini." Pamit Kani.

"Iya tante sama-sama. Hati-hati di jalan tante." Ucap Jessica.

Kani dan Keno mengangguk lalu pergi dari sana.

♡♡♡

Jessica dan Putra turun dari mobil dan masuk bersama ke dalam rumah.

Arinda yang melihat kedatangan mereka langsung menghampiri mereka dan memeluk Jessica.

Jessica membalas pelukannya dan menangis tersendu didalam pelukan itu.

Arinda melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Jessica.

"Jangan terus menangis seperti itu, teman kamu pasti sedih melihatnya." Ucap Arinda sambil tersenyum.

Jassica tersenyum mendengar nasihat Arinda.

"Kakak khawatir ke aku?" tanya Jessica.

Arinda mengangguk sambil tersenyum manis.

"Kakak nggak boleh khawatir! Nanti dede bayi kakak bisa nggak sehat! Ayo cepat duduk kakak!" seru Jessica yang langsung menuntun Arinda untuk duduk di kursi.

Setelah Arinda duduk dengan nyaman di kursi Jessica dengan buru-buru hendak pergi ke dapur untuk mengambilkan camilan. Namun Putra langsung menahan tangan Jessica yang membuat Jessica terhenti dari jalannya.

"Duduk, gue aja yang ngambil." Ucap Putra dan langsung pergi ke dapur.

Arinda tersenyum melihatnya. Ia menepuk sofa disebelahnya setelah Jessica melirik ke arahnya. Jessica menangguk dan menghampiri Arinda kemudian duduk.

Arinda sepertinya mengerti situasi antara Jessica dengan Putra. Dia memiliki rencana untuk menyatukan kedua pasangan yang sangat pemalu ini.

"Jessi, kamu harus mensyukuri apa yang kamu suka ya, jangan pernah menyia-nyiakannya apa lagi membiarkannya pergi." Ucap Arinda tiba-tiba yang membuat Jessica terkejut dan tidak mengerti dengan tujuannya.

Putra datang dengan membawa banyak camilan di tangannya dan kemudian menyimpan semua camilan itu di meja yang ada dihadapan Arinda dan Jessica.

"Kakak bakalan pulang besok." Ucap Arinda.

"Haaah! Kok pulangg? Kakak nggak nyaman di sini? Kasurnya nggak empuk ya? Atau makannya gak enak? Atau gara-gara Jessi nggak ada di sisi kakak? Kakak, maafin Jessi, Jessi kan--"

"Nggak Jessi! Kamu nggak ngelakuin kesalah kok!" seru Arinda.

"Terus kenapa kakak mau pulang?" tanya Putra.

Arinda menghembuskan nafasnya sambil tersenyum.

"Layaknya kamu sama Jessica, kakak juga ingin menghabiskan waktu berdua bersama suami kakak," jawab Arinda tersenyum.

"Owh begituu toh." Ucap Jessica.

"Kakak ingin pergi berlibur?" tanya Putra kembali yang langsung dijawab anggukan oleh Arinda.

"Wah kemana kak?" Seru Jessica dengan mata berbinar-binar.

"Rencananya kakak mau ke Belanda karena disana anginnya sedang berhembus kencang sehingga menyejukkan negara kincir angin itu." Jawab Arinda.

"Kamu mau ikut Jessica?" tanya Arinda.

Jessica menaikan alisnya dan segera menggeleng.

"Kalau aku ikut, mama dan Putri sendirian." Jawab Jessica.

"Gue nggak bakal ikut." Ucap Putra.

"Siapa juga yang mau ikut sama lo!" Seru Jessica. Arinda terkekeh.

"Kenapa Jessi? Kan mertua dan adik ipar kamu dijaga Putra?" tanya Arinda.

"Kalau Putra sekolahkan nggak ada yang jaga.." jawab Jessica.

"Owh iya benar juga ya," ucap Arinda.

"Owh iya, ngomongin Putri, kemana dia?" tanya Arinda.

"Dia lagi ada kemping di sekolahnya sampai besok." Jawab Putra.

"Ouh begitu. Berarti kakak cuman dapet waktu satu hari doang ya ketemu Putri." Ucap Arinda.

"Yaudah kakak pulang lusa aja!" seru Jessica.

Arinda bergeleng.

"Kakak sudah janji besok pulangnya Jessi. Kakak janji kalau begitu, setelah pulang dari Belanda kakak akan langsung mengunjungi kamu!" balas Arinda.

"Bener ya kak! Kapan pulangnya?" tanya Jessica dengan ceria.

"Bulan Juni."

1
Wati_esha
Syukur alhamdulillah.
Wati_esha
Terima kasih ceritanya. Barokallah.
Wati_esha
Tq update nya ya.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Putra tahu Melati bukan ibunya?! 😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Wati_esha
Masalah perceraian anakmu sepele, Reta?! Botol banget sih.
Wati_esha
Jessica hamil.
Wati_esha
Kenapa harus nangis Jessica? Bukankah kamu sadar saat tanda tangan & tidak dibawah tekanan?
Botol sih jadi orang.
Wati_esha
Putra - Jessica. 😭😭😭😭😭😭😭
Tirta, Taya, tidakkah kalian berkomunikasi dengan Putra? Bahkan besan meninggalpun tak ada yang muncul.
Wati_esha
Putra belum tahu Melati bukan ibu kandungnya.
Wati_esha
🙏🙏🙏💪💪💪
Wati_esha
* .. sepercik air. Untuk surat, dapat menggunakan diksi sepucuk surat.
Wati_esha
Gubrakkkkk. Jessica 😢😢😢😢😢 Helena tahu dati mana ya?
Wati_esha
Kenapa Meliana tidak sekalian berobat disana?!
Wati_esha
😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲
Wati_esha
Jadi Melati bukan ibu kandungnya Putrakah?
Wati_esha
Manusia apa bukan ya?! Adik kok jadi menantu!!!
Wati_esha
😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Wati_esha
Putra sudah menyetubuhi Jessica saat Jessica pingsan.
Wati_esha
😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!