Kembalinya Gio Adipati Mahendra mengubah semua yang ada di kota A. Gio yang dulunya seorang pria yang lemah sekarang malah menjadi seorang pria yang tidak terkalahkan di kota A dan dinegara mereka.
Gio kembali setelah 5 tahun menghilang karena sesuatu hal tapi dia kembali bukan untuk balas dendam yang pertama dia ingin menemukan istri dan anaknya kira-kira sekitar 5 tahun sekarang dan juga istri cantiknya tidak lupa dia sangat merindukan mereka meski Gio baru pertama kali bertemu dengan Viona tapi dia sudah jatuh cinta denganya, tentu 5 tahun tampa seorang istri banyak godaannya mau bagaimana lagi takdir yang sudah memperlakukan mereka seperti ini.
Bagaimana bisa baru pertama kali, Sudah memiliki anak suatu pertanyaan besar bukan?
Simak cerita selanjutnya di next eps....
Ini Hanya fiksi kesamaan Nama tempat dan lain-lainnya murni ketidak sengajaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabbhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Mendengar Viona berkerjasama dengan perusahaan Superstar. Tiba-tiba saja Wiliam ingin menjadi artis.
"Bisa gak buat aku jadi pemeran utama dari iklan itu?" Wiliam memiliki rencananya sendiri.
"Tidak" Alfan yang tau jika dia akan mati di tangan Gio, jika menurut perkataan Wiliam.
"Aku akan menaru modal yang cukup untuk perusahaan ini" Alfan pun berpikir sejenak tidak ada salahnya jika dirinya mencoba.
"Iya"
"Terimakasih"
"Oh iya sebelum aku kasi modal aku memiliki syarat"
"Jika syaratmu aneh-aneh aku tidak akan setuju"
"Ini simple saja kok"
"Apa?"
"Suruh Viona menjadi pemeran wanitanya" Tidak mendapatkan Viona secara nyata, mendapatkan dengan cara ini juga tidak masalah untuk Wiliam meski hanya sebentar.
"Aku akan berusaha"
...***...
Beberapa hari sudah berlalu dengan cepat namun berita tentang superstar tidak ada sama sekali hal ini membuat Viona cemas. Jika saja dengan citramulia mungkin ini tidak terjadi.
"Ibu tenang saja tuan Gio tidak mungkin salah meletakkan surat kontrak" ucap Tara mencoba menenangkan Viona yang saat ini masih bolak balik seperti gosokan di dalam ruangannya
"Aku percaya dengan suamiku itu tapi tidak dengan superstar" sejak kejadian itu Viona bisa menilai kalau perusahaan tersebut tidak bagus untuk di ajak kerja sama.
"Tenang ibu... "
tuk-tuk (suara pintu di kentuk yang terbuat dari kaca)
Tiba-tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintu. Terlihat seperti orang yang bersih-bersih yang mengentuk pintu tersebut.
"Masuk.. "
"Ibu ada orang dari superstar"
"Iya"
"Saya permisi dulu"
Setelah orang itu pergi Viona menatap Tara dan Vivi. Hingga matanya tertuju pada Vivi. Vivi yang merasa di tatap pun menatap balik Viona namun tidak berani tajam.
"Kamu saja yang pergi temu dia"
"Iya ibu" Vivi pun pergi berjalan menuju tempat di mana Alfan berada.
Melihat Vivi orang yang dia temui di perusahaannya Alfan langsung berdiri lalu mengulurkan tangannya dihadapan Vivi. Vivi hanya memandang tangan Alfan tidak berniat untuk membalas nya.
"Nona Viona?"
"Maaf ibu lagi sibuk jadi saya saja yang mewakilkan semaunya" jawab Vivi sopan mau bagaimanapun Alfan adalah kliennya.
"Baik, aku datang kesini ingin memberitahu kalau kami memerlukan pemeran utama wanita didalam iklan ini apa bisa kalian mencari kami lawan main perempuan"
"Bisa" jawab Vivi meski dia juga tidak tau harus memilih siapa.
"Baik ini semua adalah kriteria dari pemeran wanitanya" ucap Alfan sambil menyerahkan map berwarna merah.
"Saya merasa jika nona Viona cocok untuk peran ini"
"Iya benar nanti saya akan bilang kepada Ibu"
"Kalau begitu saya permisi dulu " ucap Alfan pamit setelah itu menghilang di balik pintu.
Vivi pun berbalik lalu berjalan menuju ruangan Viona, ia pun menyampaikan maksud dari kedatangan Alfan kepada Viona.
"Bu Viona... " Panggil Vivi.
Viona yang saat ini tengah pokus dengan layar komputer pun, mengarahkan pandangannya kepada Vivi, yang saat ini berdiri didepannya.
"Mereka kekurangan aktor wanita bu... "
"Tidak profesional..." balas Viona.
Seharusnya mereka memberitahu pihak Angle beuty tentang masalah apapun. Memang benar sudah memberitahu, tapi bukan di 1 minggu terakhir dari jadwal.
"Bagaimana ini bu, kita juga tidak bisa memutuskan kontrak begitu saja dan memindahkan ke Citramulia"
"Kita memiliki banyak karyawan wanita disini kau seleksi saja salah satu dari karyawan" ucap Viona, memberikan usulan namanya juga perusahaan kecantikan sudah pasti banyak perkerjaan wanita di banding laki-laki.
"Bagaimana ibu saja?"
"Saya?, kenapa jadi saya?"
"Pihak dari sana memberikan kriteria yang sesuai dengan ibu"
"Akan aku pikirkan"
"Baik, saya permisi dulu" Vivi pun berjalan pergi menghilang di balik pintu, menuju ruangan".
Disisi lain Gio dan Elena saat ini tengah berada di ruangan pemilik gedung. Untuk mengasi bebrapa perusahaan yang berada didalam gedung chirs.
"Tuan sepertinya mereka sedang main-main terhadap kita"
"Awasi terus"
"Baik"
"Tuan sepertinya sebentar lagi dia akan kembali" Elena teringat sesuatu yang harus ia sampaikan.
"Dia?"
"Kita lihat apa dia ingat dengan kita"
"Tentu saja ingat kan dia yang memberi semua yang tuan milik" -Batin Elena.
"Tuan mau kemana?" tanya Elena yang melihat Gio berdiri dari duduknya.
"Saya akan berkerja di ruangan Viona saja"
"Apa tuan lupa kan tuan sendiri yang menyembunyikan indetitas tuan dari keluarga?"
"Diam" Elena pun terdiam membiarkan Gio pergi ke ruang Viona.
Langkah demi langkah sudah berlalu kini tinggal 1 langkah lagi untuk membuka pintu ruangan Viona.
Crittt....
Suara pintu kaca terbuka mendecit karena gesekan dengan lantai. Gio pun berjalan masuk, terlihat wanita cantik itu tengah mengetik menggunakan keyboard komputer.
Tidak ingin mengganggu Viona, diapun langsung duduk di kursi sopa yang ada disana.
"arghhh... " Teriak Viona kesal, didalam pikirannya saatini tengah memikirkan perkataan dari Vivi.
"Ada masalah?" Viona yang dari tadi sibuk dengan urusannyapun baru sadar jika ada orang selain dirinya di dalam ruangan ini.
"Mereka meminta aku untuk menjadi Aktor wanitannya
... Aku takut kamu marah kalo ada adegan yang tidak-tidak nantinya"
"Aku setuju"
"Benarkah itu?"
"Tentu saja"
Viona pun langsung memberitahu Vivi melalui telpon yang tergeletak di mejannya, agar sang assisten bisa memberitahu pihak Superstar. Tidak ingin menambah masalah baru Vivi pun langsung memberitahu pihak sana.
Pihak superstarpun juga bahagia karena rencananya berjalan dengan lancar. Wiliam yang berada disana merasa puas karena sebentar lagi dia akan mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Rencana kita berjalan dengan bagus sejauh ini " Ucap Wiliam yang saat ini tengah berada di ruangan Alfa & Kaina.
"Benar tuan"
"Kami akan mengirimkan Naskah ceritanya ke Angle beuty agar Viona bisa membaca dan menghapal dialog itu"ucap Kaina, yang saat ini tengah mengetik naskah seperti kemauan wiliam.
"Cepatlah jangan lupa naskahnya harus sesuai dengan keinginanku"
"Tuan tentang saja tuan" Wanita itupun langsung melanjutkan pengetikannya.
Setelah selesai mengetik lalu mengprint Kaina menyuruh seseorang untuk mengirimkan naskah ke angle beuty.
...***...
"Ini... " ucap Viona terkejut karena isinya sangat tidak sesuai dengan parfum yang mereka launching.
"Kenapa bu?... " tanya Tara.
"Putuskan saja kontrak itu"
"Jangan bu" ucap Vivi mencegah.
"Kenapa?"
"Ibu tidak baca kalau didalam surat kontrak itu tertulis bahwa tidak bisa di batalkan kecuali kita membayar kerugian mereka" Ucap Vivi mengingat, bisa bangkrut angle beuty jika menunggu seluruh kerugian dari Superstar.
"Terima saja" ucap Gio yang dari tadi menyimak pembicaraan 3 wanita itu.
"Tapi... "
"Kau tenang saja, aku akan menemanimu besok ke Superstar"
"Baik lah"
"Ayo sekarang kita pulang"
"Iya"
Sinar matahari yang terang sekarang sudah meredup berganti dengan jingganya langit.
...***...
Next kakak-kakak
Jangan menilai org dari luar nya saja .
Karena bisa saja luarnya terlihat dingin ternyata dalamnya hangat