Sejak ia masih kecil, ia ingin sekali menyelesaikan pendidikan tinggi menjadi dokter, lalu menikah. Tapi sekarang kebalikannya, ia dijodohkan saat masih menduduki bangku SMK kelas 11.
gimana penasaran kan sama ceritanya? biar ga penasaran mending dibaca><
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sitifauzia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dikejar om ceo posesif, Bab 27
Keanehan zia
Setelah sampai disekolah, zia langsung berpamitan kepada sang suami
"mas, aku sekolah dulu ya assalamualaikum" ucap zia sambil mencium tangan suaminya dengan takzim
"walaikumsalam sayang" ucap sang suami saat mencium kening zia
"mas, ati ati ya" ucap zia
"iya sayang" jawab fandi
zia pun keluar dari mobil lalu memasuki gerbang sekolah dan menuju kelas. Saat zia sudah masuk kedalam gerbang, Fandi pun langsung bergegas menuju ke kantor.
"ziaa" panggil runi dan mona serentak
"haii" jawab zia
"kami rindu bangett sama eluu zii" ucap runi
"iya tau, sunyi kelas kalau gak ada elu" ucap mona
"amasa" ucap zia
"iya zii" jawab mereka berdua serentak
"yasuda yuk masuk kelas" ucap zia
"yukk" jawab keduanya. Mereka pun berjalan memasuki kelas lalu duduk dibangkunya masing-masing
"kurcii" panggil rangga saat mengetahui zia sudah ada dikelas
"oh hai", balas zia
"Minggu depan kita ujian kenaikan kelas cii. Setelah ujian kita libur sebulan" ucap rangga
"hah ujian?" tanya zia
"iya cii" jawab rangga
"hmm, yauda makasih ya ngga" ucap zia
"sama sama" jawab rangga
"assalamualaikum" ucap bu rani saat memasuki kelas
"walaikumsalam bu" jawab mereka semuanya serentak
"baik, keluarkan buku ipa dan buka halaman 12" ucap bu rani
"baik bu" jawab semuanya.
...****************...
kring kring kring
bel istirahat sudah berbunyi dan para siswa berlarian menuju kantin
"yukk zi kekantin" ajak mona
"yukk" ucap zia
"tunggu tunggu, gue ikut" ucap rangga
"yaela ikut mulu lu" protes runi
"biarin" ucap rangga
"yauda yuk, kita kekantin" ucap zia
kemudian mereka berjalan menuju dikantin. Sesampainya mereka dikantin, mereka langsung memesan makanan. Dan duduk dibangku favorit. Setelah menunggu lima menit, akhirnya makanan mereka pun datang
"ini neng mie ayamnya" ucap pakde sambil menaruh beberapa mangkuk mie ayam dan minuman teh dingin
"hah, pakde kita kan cuma berempat kenapa ini lima mangkuk?" tanya runi heran
"tadi neng zia mesen dua mangkuk neng" jawab pakde
"hah" ucap mereka serentak lalu melihat kearah zia
"heheheh" tawa zia cengeng
"yauda makasih ya pakde" ucap rangga
"sama sama" jawab pakde kemudian berlalu dari situ
"zii, ini beneran?" tanya runi
"ck, iya. Yauda ya gue mau makan dulu, laper banget" ucap zia kemudian memakan mie ayamnya dengan lahap
"ck, kalian ini kenapa ngeliatin gue kaya gitu? kalian gak laper emang? kalau gak laper, biar gue yang makan makanan kalian" ucap zia
"oh iya ini kami mau makan kok" jawab runi, kemudian mereka memakan mie ayam masing-masing
"nah gitu dong" ucap zia, lalu zia mengambil satu lagi mangkuk mie ayamnya dan memakannya hingga tak tersisa
"hahh" kaget ketiganya
"kenapa sih?" tanya zia
"ini elu kan zii?" tanya mona
"iya gue, kenapa?" tanya balik zia
"k-kok tumben. Elu gak dikasih makan sama suami lu?" ucap mona keceplosan ,sepontan menutup mulutnya. Lalu dipelototi oleh runi dan zia
"s-suami? zia punya suami?" tanya rangga
"e-nggak ngga, ini tadi mona cuma bercanda doang" ucap zia dengan gugup
"nah iya tuh bener, ini cuma bercanda doang. Gak mungkin lah zia punya suami, zia kan masih sekolah. Yakan zi" ucap runi
"nahh iyaa" jawab zia
"ohhh gitu" ucap rangga percaya
'huh untung aja dia percaya' batin zia
'gara gara mona ini mah. Dasar lo mon' batin runi
"sebentar ya, gue mau beli eskrim" ucap zia bangkit dari duduk nya menuju ketempat eskrim
"bang, mau eskrim rasa coklat ya bang pake mangkuk" ucap zia
"mau berapa neng?" tanya bang eskrim
"dua puluh ribu, pakai semua toping bang" ucap zia
"oke neng" jawab bang eskim
setelah menunggu tiga menit, eskrim pun sudah siap
"ini neng eskirmnya" ucap sang penjual
"wah, ini bang uangnya" ucap zia
"makasih neng" ucap penjual
"sama sama bang" jawab zia
kemudian zia berjalan kearah bangku yang diduduki tadi
"huhh enakk" ucap zia seraya memakan eskrim menggunakan sendok
"elu kenapa sih zii? ini hari kok beda banget" ucap mona
"kenapa apanya?" tanya zia balik
"lah kok malah nanya balik" ucap mona
"kalian ini aneh" ucap zia
"kamu yang aneh" jawab ketiganya serentak
"ck, kalian yang aneh bukan gue" ucap zia, ketiganya pun hanya menggeleng gelengkan kepala
kemudian zia memakan eskirm hingga habis
"yuk masuk kelas" ucap zia lalu berdiri dan diikuti ketiga sahabatnya.
tett tett tett
bel sekolah sudah berbunyi yang menandakan pelajaran hari ini telah selesai.
"gue pulang duluan ya" ucap zia seraya melangkah kakinya keluar dari pintu kelas
"itu zia kenapa sih" tanya mona
"gatau. Rada aneh emang" jawab runi
"eh, gue nebeng napa. Motor gue lagi dibengkel" ucap rangga
"yauda ayo" jawab runi
mereka berjalan menuju keparkiran untuk mengambil mobil lalu pergi menuju kerumah masing-masing
...****************...
"hmm mobil mas bimo kemana ya" gumam zia saat berdiri menunggu sang suami didepan gerbang
tin tin tin
seketika zia menoleh kearah bunyi klakson mobil
"nahh ini mobil mas bimo" ucap zia seraya berjalan kearah mobil dan masuk kedalam mobil
"sudah pulang dari tadi sayang?" tanya fandi
"engga mas, baru aja. Yauda yuk mas jalan" ucap zia
"siap tuan putri. Ucap fandi
selama diperjalanan zia pun hanya terdiam lalu tertidur
'pantes diem, rupanya dia lagi tidur' batin fandi yang mencium kening zia
setelah perjalanan lima belas menit, akhirnya mereka sampai di mansion
"sayang" panggil fandi
"hmm" jawab zia
"bangun yang, udah sampai" ucap fandi
zia membuka matanya
"masih ngantuk?" tanya fandi
"masih mas, huamm" ucap zia sambil menguap
"yauda nanti bobo lagi. Sekarang turun dulu yuk" ucap fandi
"iyaa" saat zia turun, ia tak sengaja mendengar ada suara orang yang sedang berjualan cilok
"cilok cilok" ucap sang penjual
zia pun berlari dan membuka gerbang. Lalu memanggil tukang jualan cilok
"bangg beli bangg" panggil zia kepada sang penjual
"eh iya neng" ucap penjual cilok
"mau berapa neng?" tanya penjual
"mauu dua puluh ribu bang" jawab zia
"pedes gak neng?" tanya penjual
"hmm engga usah terlalu pedes banget ya bang" jawab zia
"oke neng, sebentar" ucap penjual lalu membuatkan cilok pesanan zia
"ini neng" ucap penjual menyerahkan ciloknya
"ini uangnya ya bang" ucap zia
"makasih neng" ucap penjual
"sama sama bang" jawab zia kemudian memasuki gerbang dan menemukan fandi yang sedang berdiri didekat mobil menatap zia
'tadi katanya ngantuk, eh sekarang malah beli cilok batin fandi
"sudah?" tanya fandi
"sudah, mas ngapainn disitu?" tanya zia balik
"nungguin kamu. Yauda yuk masuk" ucap fandi merangkul zia
"iyaa mas" jawab zia