NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Shakila

Tasya Fitra Shakilah Haris, gadis cantik bertubuh mungil itu menjadi korban keegoisan ayahnya yang ingin menjodohkannya dengan anak dari sahabatnya, walaupun menolak berkali-kali Tasya akan tetap dijodohkan dengan pria yang memiliki umur jauh lebih tua darinya bahkan ia tidak mengenalinya dan tidak pernah memikirkan akan berjodoh dengan pria yang di anggapnya tua itu, namun karena suatu kejadian akhirnya Tasya menerima perjodohan itu dengan penuh keterpaksaan.

Akankah pernikahan mereka akan menimbulkan cinta?

Yukk baca kisah Tasya selanjutnya ❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membutuhkan kasih sayang

30 menit kemudian, Rey memarkirkan mobilnya tepat di depan teras rumah Tasya. Tasya dengan segera membuka pintu mobil lalu turun dari mobil dan melangkahkan kakinya dengan tergesah-gesah masuk ke dalam rumah. Kinaya menghela napas panjang, bingung dengan sikap anaknya yang masih saja kenanak-kanakan.

"Maafin Tasya ya Rey." ucap Kinaya yang masih duduk di kursi belakang mobil.

"Nggak apa-apa kok tante." jawabnya

"Ayo, mampir dulu ke rumah." ajak Kinya hendak membuka pintu mobil

"Nggak usah tante, nanti lain kali saja. Rey ada pertemuan dengan klien papa." ucapnya.

"Oh, baiklah. Makasih ya." Kinaya membuka pintu mobil kemudian turun dari sana,

"Rey permisi dulu tante." ucap Rey yang baru saja menurunkan kaca mobilnya.

"Hati-hati Nak." Rey menganggukan kepalanya lalu ia melajukan mobilnya, sedangkan Kinaya berlalu masuk ke dalam rumah.

***

Rey melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya, tiba-tiba ia melihat seorang pria yang sedang duduk di sofa di temani seorang wanita yang tidak di kenali oleh Rey namun begitu familiar di ingatannya

"Kak Rey." sapa pria tersebut beranjak berdiri lalu ia menghampiri dan memeluk tubuh Rey,

"Kau ke sini?" tanya Rey dengan wajah datar.

"Iya, aku diundang oleh Zayn untuk menghadiri pernikahan kakak." ucapnya.

"Dasar anak itu." umpat Rey dalam hati. Lalu ia menoleh ke arah wanita yang masih duduk di sofa dan sedang menatapnya dengan tatapan terkejut.

"Siapa?" tanyanya menoleh pria tersebut yang tak lain adalah Vano

"Oh, dia kekasihku. Nad ini kak Rey, kakaknya Zayn " ucap Vano memperkenalkan. Nadine membulatkan matanya, pantas saja wajah pria yang berdiri di samping kekasihnya itu tidak asing baginya. Walaupun sudah bertemu Rey dua kali namun Nadine tidak memperhatikan wajah Rey dengan seksama sehingga ia tidak mengingat dengan betul bentuk wajah Rey.

"Aku Nadine." ucap Nadine beranjak berdiri lalu menjulurkan tangannya, namun Rey tidak membalasnya dan hanya menatapnya dingin. Nadine dengan segera menarik tangannya yang sudah mengudara itu

"Kapan kau kemari?" Rey menoleh ke arah Vano.

"Tadi pagi, oh ya kak. Apa aku bisa berbicara dengan kakak sebentar?" tanya Vano sedikit ragu. Walaupun mereka adalah saudara sepupuan namun Vano begitu canggung jika bertemu Rey, apalagi perubahan sikap Rey di beberapa tahun belakangan ini, membuat Vano tidak seakrab dulu lagi dengannya.

"Mau bicara tentang apa? bicaralah di sini saja!" tukas Rey,

"Kak, ini penting." ujarnya, sejenak Rey menimang-nimang karena ia sudah bisa menebak apa yang akan ditanyakan oleh sepupunya itu,

"Kak, ayolah." Vano memelaskan wajahnya agar Rey mau berbicara dengannya, akhirnya Rey mengiyakan.

"Baiklah, Aku tunggu kau di balkon." Rey melangkahkan kakinya meninggalkan Vano yang masih berdiri mematung.

"Nad, apa kau bisa tunggu sebentar di sini?" tanya Vano menoleh ke arah kekasihnya itu, Nadine menjawab dengan anggukan. Vano mengusap puncak kepala Nadine sambil tersenyum lalu ia berlalu pergi dari sana.

***

Di balkon, Rey terlihat membelakangi pintu keluar balkon dan menghadap ke arah kebun bunga yang tersuguhkan di depanya itu

"Kak" sapa Vano memegang bahu Rey. Rey menoleh ke arah Vano yang sudah berdiri di sampingnya

"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Rey sambil berjalan menuju kursi yang ada di balkon.

"Apa kakak benar-benar sudah melupakan Sasya?" tanya Vano menatap Rey dalam. Rey menghembuskan napas kasar. Pertanyaan yang sama, pertanyaan yang sudah diketahui jawabannya jika Rey tidak akan pernah bisa melupakan kekasihnya yang meninggal dunia dua tahun silam.

"Aku tidak melupakannya dan sampai kapanpun aku tidak akan melupakannya." Rey menundukan pandangannya dan menumpu dahinya menggunakan kedua tangannya. Mana mungkin dia melupakan cinta pertamanya? pikirnya.

"Lalu kenapa kakak mau menikah? aku juga bingung ketika Zayn mengundangku ke pernikahan kakak. Setahuku kakak tidak memiliki kekasih." Vano melangkahan kakinya menghampiri Rey dan duduk di sampingnya, ia masih bertanya-tanya dengan pernikahan kakak sepupunya yang terbilang cukup mendadak.

"Rupanya Zayn tidak mencetikan semuanya kepada Vano." gumam Rey dalam hati,

"Entahlah."

"Apa om Vino menjodohkan kakak lagi?" tanya Vano menoleh ke arah Rey yang masih tertunduk itu, namun Rey tidak menjawabnya sehingga Vano membenarkan pertanyaannya sendiri

"Kenapa kakak tidak menolaknya? biasanya juga kakak selalu menolak jika om Vino menjodohkan kakak dengan setiap anak dari kerabat kerjanya." Vano masih bertanya-tanya dan wajahnya terlihat begitu bingung, apa yang membuat Rey menerima perjodohan itu? pikirnya.

"Semuanya karena Zayn." ketusnya kesal lalu menoleh ke arah Vano, seketika Vano mengerutkan dahinya. Ada apa dengan Zayn?

"Zayn yang memaksaku dengan alasan dia membutuhkan kasih sayang karena tidak mendapatkan kasih sayang dari Mama dulu" tutur Rey kembali menundukan kepalanya.

"Kenapa Zayn melakukan hal itu?" tanya Zayn tidak percaya.

"Semua pasti sudah direncanakan oleh papa, papa tahu jika aku tidak bisa menolak permintaan Zayn." Rey menghembuskan napas kasar, seolah ia masih tidak ingin menikah

"Lalu, kenapa dengan alasan itu kakak mau menerima perjodohan itu." Vano semakin bingung dengan alasan yang menurutnya tidak masuk akal itu.

"Kau pikir Zayn masih waras, dia mengancamku jika aku tidak menikah dengan gadis pilihan Papa, dia akan membenciku bahkan dia akan bunuh diri. Kau pikir aku akan membiarkan hal itu?" tanya Rey kesal, entahlah selama ini ia membiarkan alasan itu menumpuk di kepalanya namun karena Vano bertanya begitu banyak, biarkan saja jika Vano ikut tahu dan menjadi sasaran luapan emosinya.

"Jadi kakak percaya dengan tindakan Zayn jika kakak menolak?"

"Tentu saja, aku sangat menyayanginya. Saat mama meninggal dunia dia selalu mengunci dirinya di dalam kamar bahkan dulu dia pernah melakukan hal itu, untung saja nyawanya masih bisa tertolong dan hal itu digunakannya lagi saat aku menolak untuk dijodohkan dengan anak dari sahabat papa." tuturnya, seketika Vano terdiam, ia baru tahu jika Zayn pernah melakukan hal itu sewaktu mereka masih sangat kecil.

"Oh, kasihan sekali Zayn." ucapnya,

"Pantas saja Zayn merasa kehilangan kasih sayang dari seorang ibu dan selalu bermalam di rumahku agar bisa merasakan kasih sayang ibuku" gumam Vano dalam hati.

"Kenapa kau jadi kasihan padanya?" tukas Rey kesal. Seharusnya dia yang di kasihani di sini karena dia yang menjadi korban perjodohan oleh papanya

"Sepertinya tindakan Zayn sudah benar kak. Dia benar-benar membutuhkan kasih sayang dari seorang ibu, jika kakak sudah menikah pasti Zayn akan mendapat kasih sayang dari kakak iparnya." tutur Vano merasa ibah.

"Dasar bodoh, mana mungkin itu terjadi. Aku menikahi wanita yang masih membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, mana mungkin dia akan memberikan kasih sayang pada Zayn, justru seharusnya wanita itu yang mendapatkan kasih sayang dari Zayn sebagai seorang adik." Bentak Rey kesal, membuat Vano terperanjat dari duduknya dan menatap Rey takut, karena ia baru melihat kemarahan Rey untuk pertama kalinya.

Tapi mau bagaimana lagi, Rey juga sudah tertipu dengan alasan Zayn yang katanya membutuhkan kasih sayang dan ia telah menerima perjodohan itu.

.

.

.

.

.

.

Bersambung... 😘

1
Haila Bsisb
./Good/
Haila Bsisb
maaf aku masik baca terus jadi belum kasih like
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya,

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Haila Bsisb
maaf Bari kasih like
Eni Fatar
ceritanya bagus cuma kelamaan thor
Andi Bahraeni
Luar biasa
Yustina Ina
ini cwe krjaan nya nyusahin mlu munafik
Anak Lanang
sasya yg meninggal kaka y tasya kemungkinan pacar y rey ....
Anak Lanang
mantan y rey..
Ayie Banjar
jangan² nisa cew yg dicari sama adx nya rey..
Rosmina Sumang
tdk sholat subuh tasya
reddy
dihh kase tnggal anj
Pariyah Iyah
peran si Tasya tidak mencerminkan istri Sholehah,,merengkel,,egois,, tutur katanya pun terhadap suami kurang sopan..
Detti Siregar
Luar biasa
Detti Siregar
Kren tor
Nur Afifah Syafira
sopir rey adam author..bukan pak khomar. pak khomar dibandung supir papa haris.
Nha Hegi
sorry thor boring bacanya. aq keluarya.
sukses selalu buat othor nya
Nha Hegi
dititik ini sepertinya sudah mulai bosan.
Suhaida Ghani
bestnya ceritanya
Diandra Dhi
Biasa
Eka Zainal
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!