NovelToon NovelToon
Sugar Daddyku Ayah Sahabatku

Sugar Daddyku Ayah Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa
Popularitas:52.7k
Nilai: 5
Nama Author: Damaya

Sandra tidak menyangka, jika kedekatannya dengan Kinan, justru akan berakibat fatal pada dirinya. Ibu Kinan, Cleo Moren telah menuduh Sandra menggoda suaminya, Raka Prayoga. Sampai tega, berbuat sesuatu yang akhirnya menghancurkan masa depan Sandra.

Mengetahui itu, Raka marah, dan memutuskan menikahi Sandra diam-diam tanpa sepengetahuan Cleo ataupun Kinan.

Namun, seiring berjalannya waktu, Cleo mengetahui pernikahan kedua suaminya, dan mengatur siasat untuk kembali mengambil simpati Raka.

Lalu, bagaimana dengan nasip Sandra?

Akankah Raka memilih kembali padanya?

Atau justru kembali pada Cleo?

Ikuti cerita mereka hingga akhir, hanya di Noveltoon ..

sak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Damaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27

Waktu terasa cepat berlalu, hari berganti tanpa disadari. Tinggalkan cerita jadi kenangan, gulir rasa sakit berganti kebahagiaan.

Lima bulan berlalu, kehidupan Sandra dan Raka banyak mengalami perubahan. Jika sebelumnya Sandra merasa khawatir dirinya mengandung, kini hal sebaliknya justru terjadi pada wanita yang akan menginjak usia dua puluh tahun itu. Pasalnya di usia dua bulan pernikahannya dengan Raka, Sandra di nyatakan positif mengandung. Bukankah dengan begitu terbukti benih Raka lah yang bersemayam di rahimnya? Kebahagiaan serta kelegaan jelas tergambar di wajah Sandra saat mengetahui jika janin yang dikandungnya merupakan buah cintanya dengan sang suami, lelaki halalnya. Bukan hasil rampasan dua laki-laki bi*d*p yang tega memaksakan kehendak padanya beberapa bulan lalu. 

Kebahagiaan yang sama juga tak luput menyelimuti Raka, pria dewasa itu bahkan sampai menitikan air mata begitu mendengar istri mudanya tengah berbadan dua. Sesuatu yang dulu sempat ia anggap sangat mustahil terjadi, tapi nyatanya.. Keajaiban itu memang benar adanya. 

Kuasa sang pemilik kehidupan memang tidak ada yang bisa menentang. Segala apapun yang menurut manusia mustahil, tapi bagi Allah itu sangat mudah untuk terjadi.

"Mas…"

"Iya sayang." Raka terjingkat bangun dari kursi kerjanya begitu tahu Sandra datang dengan membawa secangkir kopi hitam untuknya.

"Belum tidur?" Tanya Raka seraya meninggalkan kecupan hangat di dahi sang istri yang kini sudah berdiri di depannya.

"Setelah ini mas, kopinya.." Raka tersenyum sambil mengambil alih cangkir dari tangan Sandra.

"Jangan begadang lagi, nanti mas bisa kelelahan loh. Bukannya besok mau ke Kalimantan?"

"Iya sayang, setelah ini selesai mas akan langsung istirahat," jawab Raka setelah menyesap minumannya. 

"Kamu juga jangan terlalu memaksakan diri, mulai besok akan ada yang membantumu membersihkan rumah. Sekaligus menjadi temanmu mengobrol selama mas tidak ada," jelas Raka.

"Siapa mas? Laki-laki atau perempuan?" 

"Laki-laki dan perempuan. Mereka pasangan suami istri yang sebelumnya mas percaya menjaga villa di puncak. Karena sekarang keadaan kamu sedang mengandung, dan mas juga harus keluar Kota. Mas percayakan mereka untuk mengurus rumah ini sekaligus menjadi temanmu." Sandra tampak berbinar mendengarnya, sebab selama mereka pindah dan dirinya hamil. Raka melarangnya membuka kantin lagi. Ia hanya diizinkan melakukan pekerjaan rumah yang tergolong ringan. Walaupun kenyataannya, meski itu kehamilan yang pertama, Sandra tidak pernah mengalami morning sickness atau nikmat-nikmat lain yang biasanya selalu dirasakan kebanyakan wanita di awal-awal kehamilan. Untuk itu jika tidak melihat kondisi perutnya yang sedikit membuncit, Sandra sering lupa jika dirinya tengah berbadan dua.

Tapi keadaan berbeda justru terjadi pada Raka, pria itu sering tiba-tiba merasa mual hebat, hingga berakhir lemas tanpa tenaga saat mencium sesuatu yang cukup penyengat.

"Kamu senang?"

"Iya mas.."

"Maaf ya, bukan mas tidak mengijinkan kamu bergaul dengan yang lain, tapi keadaanmu yang sekarang membuat mas sangat khawatir."

"Iya mas, aku paham.."

Raka tersenyum sembari mengusap games perus Sandra, lalu berkata, "anak daddy istirahat dulu ya sama mommy, nanti daddy menyusul."

"Iya mas, kalau begitu aku ke kamar dulu ya.."

"Iya, hati-hati sayang.. Perhatikan jalanmu." Sandra mengangguk sambil tersenyum sebelum akhirnya melangkah menjauh.

Begitu keluar dari ruang kerja Raka, rupanya Sandra tidak langsung masuk kamar ia justru kembali ke dapur karena tiba-tiba menginginkan sesuatu.

"Apa masih ada ya di lemari," gumamnya yang langsung memeriksa lemari penyimpanan unyuk mencari sesutu yang ia inginkan.

"Yah, tidak ada.." Sandra menghela nafas kasar, merasa kecewa tidak menemukan apa yang dicari, ia pun memilih duduk di meja makan. 

"Kenapa jadi pengen nangis," ucapnya dibarengi cairan bening yang sudah menerobos keluar.

"Sayang! Kamu disini?" Sandra tersentak mendapati Raka berjalan cepat mendekati dirinya.

"Kenapa? Kamu ingin sesuatu?" Melihat Sandra menangis tanpa sebab, Raka yakin jika istri itu menginginkan sesuatu tapi tidak berani meminta padanya seperti yang sudah-sudah. 

"Aku pikir masih ada mie instan di lemari, rupanya sudah tidak ada," jawab Sandra seraya menyusap kasar pipinya.

"Sayang, kenapa gak bilang.. Mas bisa belikan."

"Mas kan masih sibuk, aku takut mengganggu." Raka menghela nafas pelan, setiap kali mendengar jawaban yang sama keluar dari mulut istri mudanya itu.

"Sayang, mengetahui disini ada calon anak kita, rasanya mas ingin memberitahu seluruh dunia, biar semua orang tahu, betapa bahagianya mas saat ini. Dan bagi mas sekarang, tidak ada yang lebih penting selain kalian, sekalipun itu pekerjaan pasti akan mas tinggal demi kalian berdua." Sandra justru terisak mendengar keseriusan Raka, ia terharu mendengar keseriusan suaminya, dan mengingat bagaimana sabarnya pria itu menghadapi dirinya yang sering merasa tidak percaya diri.

"Terima kasih mas," lirih Sandra di sela tangisnya.

Terbiasa hidup sendiri, Sandra memang sangat mandiri, dan hal itu terkadang membuat Raka resah sendiri. Karena kemandirian istrinya itu, seolah ia tidak memiliki celah untuk memanjakannya.

"Sudah ya jangan lagi mengatakan terima kasih untuk hal apapun, dan kedepannya mas minta jangan sungkan untuk meminta apa saja dari mas. Karena sebagai suami, jujur. Mas juga ingin kamu repotkan, dek," jelas Raka.

"Kalian tanggung jawab mas, mas juga punya andil untuk memenuhi apa yang kamu inginkan." Raka berjongkok dan mengecup pelan perut buncit Sandra penuh kasih sayang.

'Jika kamu tetap seperti ini, itu akan membuatku semakin egois mas. Dan aku semakin serakah ingin memilikimu seorang diri.' Batin Sandra getir mengingat posisinya sampai saat ini masih menjadi yang kedua.

"Mau mas belikan atau kita makan di kedainya saja?" Seketika Sandra terkesiap mendengar pertanyaan Raka.

"Sudah jangan menangis lagi, kita akan membelinya sekarang." Raka bangkit lebih dulu, lalu setelah itu membantu Sandra, dan merangkul mesra pinggang istri muda itu saat keluar dapur.

"Kamu tunggu sebentar disini, mas ambil kunci mobil dulu di kamar," ucap Raka begitu mereka berada di ruang tengah.

"Iya mas.."

Pandangan Sandra tertuju pada punggung Raka yang berjalan tergesa menuju kamar mereka. Merasa lelah berdiri, ia pun memutuskan untuk duduk di sofa. Namun baru saja menempelkan bokong ke sofa, Raka sudah kembali dengan membawa sesuatu di tangannya

"Pakai ini sayang, angin malam tidak baik untukmu dan juga calon anak kita." Sandra tertegun tapi tak urung tetap menurut, saat Raka membantunya kembali berdiri dan memakaikan sweater.

"Sudah.. Ayo."

Keduanya pun melangkah bersama menuju garasi yang menyatu dengan rumah. Begitu membuka pintu garasi, Raka menekan tombol di remote kontrol yang ada di tangannya untuk membuka pintu mobil.

***

Raka terus melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang saat menyusuri jalanan Kota. Taburan lampu memenuhi sisi jalan raya, terlihat juga layar-layar besar terpasang di beberapa titik yang mereka lewati, dan tengah menayangkan iklan dari berbagai produk. Hal itu semakin menunjukkan betapa pesatnya perkembangan di Kota yang memiliki julukan Kota metropolitan itu. Namun meski begitu, banyaknya pedagang makanan yang berjejer di pinggir jalan, tak pembuat Sandra tergoda untuk mencobanya. Keinginannya tidak berubah, tetap pada mie rebus yang biasa ia jajakan di kantinnya.

"Itu mas, disana," serunya antusias, bahkan sampai mengejutkan Raka.

"Dimana?"

"Itu tuh disana, di kiri jalan. Depan ruko yang sudah tutup." Raka sampai memajukan posisi duduknya guna melihat tempat yang Sandra tunjukkan.

"Oh iya itu, mas melihatnya.. Kenapa tulisannya kecil sekali," gerutu Raka di ujung kalimatnya.

"Mungkin rukonya buka siang hari mas, makanya sengaja bikin tulisannya yang kecil," jawab Sandra sekenanya ketika ia masih mendengar jelas gerutuan Raka.

"Bisa jadi.."

Begitu mobil berhenti, Sandra langsung turun dengan tidak sabaran, sampai membuat Raka panik sendiri.

"Sayang, pelan-pelan jalannya. Mereka tidak akan lari," seru Raka yang tidak lagi Sandra hiraukan. Dengan langkah lebar Sandra tetap berjalan mendekati warung tenda itu, apalagi ketika indra penciumannya menangkap aroma dari dalam tenda, membuatnya nyaris mengeluarkan liur. 

"Aromanya enak sekali," gumam Sandra yang semakin mempercepat langkahnya. 

"Sayang, awasss!" 

  

1
Ria Astrid Hardiana
up lagi donk thorr .
Mama Lana
istimewa
Damaya_29: Terima kasih😘😘
total 1 replies
Mama Lana
Othornya nganuan update nya nganu2 nih
Damaya_29: wkwkwkk.. Btw makasih ya othor sayong dah mampir🥰
total 1 replies
Ria Astrid Hardiana
ayo donk . up lagi thor .
jngan terlalu lama update nya thor . jngan sampe ada kecewa tunggu terlalu lama
Damaya_29: ini baru pulang dari mudik kak, gak dapet sinyal😁 di tunggu up terbarunya ya🥰🥰
total 4 replies
Marcell Grace
ceritanya bagus tapi aku ga suka jujur aja,kenapa mesti di perkosa she..paling benci aku cerita yg begini
Damaya_29: Terima kasih sudah mampir kak❤❤
total 2 replies
Damaya_29
terima kasih kak, dan di tunggu ya🥰
Pertiwi Tiwi
thoooor .karyamu bagus .tapi up ya lm banget
Damaya_29
iya kakak di usahakan ya❤️❤️
Ria Astrid Hardiana
up dunk . jangan terlalu lama
Yanti Damay
bagus ceritany bnyak edukasiny
Damaya_29: Terima kasih untuk bom likenya akak🙏😍😍
total 1 replies
Ria Astrid Hardiana
keren
Ria Astrid Hardiana
lanjut kak
Siti Wahyuni
keren Kak ⭐⭐⭐⭐🌟
Kasna Wati
bagaimanakah kisah selanjut pernikahan sandra dengan suaminya
Damaya_29: Ditunggu ya kak
total 1 replies
Obie Agoes Arra
thor up x double x dan jgn buat kami nunggu lama...
Kasna Wati
jangan lama2 ypnya atau dah habis bahan
Obie Agoes Arra
kok macet ?? up donk thor !!
Sultri Anwar
lankut dong
Sultri Anwar
lanjut dong
Damaya_29: siap kak
total 1 replies
Damaya_29
sangat bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!