NovelToon NovelToon
Misi Rahasia Si Kembar

Misi Rahasia Si Kembar

Status: tamat
Genre:Komedi / Action / Petualangan / Misteri / Keluarga & Kasih Sayang / Anak Kembar / Tamat
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Ria Diana Santi

Sebuah misi yang di emban oleh dua saudara kembar tak identik. Namun, mereka memegang misi yang berbeda-beda. Bahkan, mereka pun terpisah oleh sebuah tragedi yang menimpa mereka semasa kecil.

Lalu, akankah mereka kembali di pertemukan oleh takdir yang saling berkaitan?

Apa jadinya bila seorang kakak kandung mencintai kembarannya sendiri?

Semua itu akan tersaji dalam sebuah kisah 'Misi Rahasia Si Kembar'.

Selamat membaca!
Terima kasih atas idenya pembaca setiaku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Diana Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Bukan Kamu Yang Ku Tau

Kehidupan Habib kembali sunyi. Papa dan mamanya beserta kedua sahabatnya yang super kocak telah kembali ke ibu Pertiwi.

Perasaan mulai bertumpuk dan berkecamuk dengan segudang pertanyaan, yang ingin segera ia labuh ‘kan. Kerlingan mata ia rotasi ‘kan ke segala arah di sekitarnya.

“Apakah perasaan seperti ini yang di sebut merindukan seseorang? Seperti inikah rasanya ingin bertemu karena sudah lama tak melihatnya? Astaghfirullah ...! Hahhh ... banyak-banyak istighfar, Bib!” keluhnya pada diri sendiri.

Apa yang di harapkan ternyata tak sesuai kenyataan. Inginnya Habib bergegas menjauh. Tapi, Park Ae-Ri mencegah tungkai Habib untuk berjalan.

“Annyeonghaseyo, Habib-ibnida! Jal jinaego issnayo? Eoje banghag-eun eottaess-eo? Jeongmal jaemiiss-eossnayo?” cecar gadis centil itu dengan banyak bertanya.

{Hai, Habib! Apa kabar? Bagaimana dengan liburan semester mu kemarin? Apakah sangat menyenangkan?}

“O, ye, modeun geos-i johseubnida. Je geosdo ​​machangajiibnida. Sillyehabnida!” balasnya dengan sikap kulkas 99 pintu. Dingin! Teramat sangat dingin. Hingga membuat Park Ae-Ri membeku sekujur tubuh. Gadis itu pun mendadak kaku.

{Oh, ya semuanya baik. Begitu juga dengan kabarku. Permisi!}

Tak peduli bagaimana tanggapan Park Ae-Ri padanya. Namun, Habib akan tetap pada pendiriannya. Ia ambil langkah cepat, mengitari gedung kampus yang tampak elit itu dengan gerakan berlari.

Tumpuan kakinya pun terhenti, kala bola mata hitamnya menatap lekat wajah seorang gadis. Gadis yang ia duga telah membuat hatinya bermandikan rindu, selama berminggu-minggu.

“Benarkah itu Mi Kyong? Kenapa dia berpakaian seperti itu?” Gumaman yang terlisankan dengan volume yang teramat pelan.

Dari balik kaca tembus pandang itu, Habib mengekori langkah Mi Kyong dengan sorot matanya. Kemanapun gadis itu melangkah, ekor mata Habib pun ikut terlena. Hingga ia tak sadar kini Mi Kyong telah tepat di depannya.

“Ije seutokeoga doeeossseubnikka?” tanya Mi Kyong yang dilayangkan dengan memposisikan tangannya bersedekap di depan dada.

{Apa sekarang kau berubah jadi seorang penguntit?}

“Astaghfirullah ...!” Pemuda kalem itu beristighfar dengan tubuh terlonjak kaget karena sebuah tanya yang tiba-tiba terucapkan padanya.

Habib bereaksi dengan ekspresi wajah yang pucat pasi. Ingin rasanya ia tenggelamkan wajah nan tampan rupawan itu ke dalam lautan.

Malu!

Habib teramat malu pada Mi Kyong. Ia tertangkap basah diam-diam memperhatikan gadis itu dengan seksama. Dan ... itupun tanpa ia sadari hadirnya.

“Wae ileohge geom-eun os-eul ibneun geoji? geuligo ... daeche wae ileon mojaleul sseuneun geoji?” alih-alih menjawab tanya Mi Kyong, Habib memilih untuk memberikan pertanyaan yang tak kalah mencolok dan menohok.

{Kenapa kau memakai pakaian hitam-hitam begini? Dan ... mengapa pula memakai topi seperti ini?}

Satu gerakan reflek yang tak ter-niatkan Habib lakukan. Tangannya membuka paksa, topi yang juga berwarna senada dengan pakaian yang Mi Kyong kenakan.

“Dangsin-i sang-gwanhal baga anibnida! kkeojyeo!” semburnya dan memilih untuk lekas menjauh.

{Bukan urusan mu! Menyingkir lah!}

Perlakuan Mi Kyong yang tak seperti biasanya, membuat Habib bertanya-tanya.

“Bisakah seseorang berubah dalam waktu yang terhitung singkat? Yang tadinya begitu perhatian dan pengertian. Lalu, mengapa kini terlihat begitu menjaga jarak pandang serta melihat ku seperti seorang pecundang?”

Demi melepaskan hasrat keingintahuannya. Habib rela berlarian mengejar Mi Kyong, yang telah berpaling dan melangkah jauh dari dirinya.

“Migyeong ...! Jamkka man ...! Migyeong ...!” teriaknya sabil berlari-lari, mengekori Mi Kyong yang terus berjalan tanpa berbalik badan.

{Mi Kyong ...! Tunggu sebentar ...! Mi Kyong ...!}

Sebuah kendaraan beroda dua, telah tiba menjemput Mi Kyong di depan sana. Gadis itu pun memakai helm yang di sodorkan padanya.

Sementara itu, sepasang bola mata Habib merekam adegan yang mencubit relung hatinya. Ia tiba-tiba saja merasa ngilu tepat di ulu hati, yang menyimpan banyak cinta di sana.

Dadanya sesak, hatinya serasa keram dalam seketika. Bibirnya berujar pelan yang menyiratkan kepedihan yang teramat dalam.

“Dadaku mengapa tiba-tiba sesak dan sesakit ini? Auh ... sakit!” Habib mengadu, meski tanpa pukulan yang membuat dadanya lebam membiru.

“Ini aneh! Kenapa ketika melihat Mi Kyong pergi dengan seorang pria, hatiku seakan remuk redam rasanya,” lanjutnya lagi sambil memegangi ulu hati yang terasa perih.

“Sebaiknya, aku kembali saja ke kampus. Masalah perubahan sikap Mi Kyong, aku cari tau nanti saja.” Habib berbalik badan dan berjalan.

...----------------...

Mi Kyong dan Do Hyun membelah jalanan dengan sepeda motor yang mereka naiki. Perlahan gas pun Do Hyun kendurkan. Ia memposisikan sepeda motor ke pinggir jalan.

Mesin motor yang tadi panas, kini mulai di matikan. Membuka helm adalah langkah awal Do Hyun untuk berkomunikasi dengan si nona mudanya.

“Wae yeogiseo meomchunayo?” ucap Mi Kyong dengan nada protesnya.

{Kenapa kita berhenti di sini?}

“Agassiege mudgo sip-eun geos-i issseubnida. Yeojjwobwado doelkkayo?”

{Ada yang ingin aku tanyakan pada Nona. Bolehkan saya bertanya padamu, Nona?}

“Mueos-eul mudgo sipnayo? Ppalli malhae! Nae sojunghan sigan-eul nangbihago sipji anh-a, geunyang gilga-eseo ileon yaegiman hago iss-eo. Ihaehada?!” gertak Mi Kyong dengan rahang yang mulai mengeras.

{Apa yang ingin kau tanyakan? Cepat lah katakan saja! Aku tidak ingin membuang-buang waktu ku yang berharga, hanya untuk berbincang di pinggir jalan seperti ini. Mengerti?!}

“Al-ayo. Naneun miseuui sajeog-in il-e ganseobhal jeog-imjaga anida. Geuleonde ibeon-eneun jeongmal gung-geumhabnida. Wae yeogikkaji gasyeoss-eoyo, Agassi? 'Daehag-eul geumandul pil-yoneun eobsda. sajangnim-i miseuege misyeon-e gat-i gajago haeseo--” Spontan saja tangan Mi Kyong membekap mulut pengawal pribadinya, sekaligus orang yang merangkap sebagai rekan setimnya kali ini.

{Saya tau. Saya bukanlah orang yang pantas untuk ikut campur dalam urusan pribadi Nona. Tapi, kali ini saya sungguh penasaran. Mengapa, Nona bertindak sejauh ini, Nona? ‘Kan, tidak harus sampai berhenti kuliah. Hanya karena pak bos meminta Nona untuk ikut serta dalam misi bersama kami--}

Hubungan antara Mi Kyong dan Do Hyun semakin hari semakin kuat. Usai membekap mulut si pengawal dengan jari-jemarinya, Mi Kyong bertindak di luar logika.

Dia menyeret Do Hyun turun dan menukar posisi mereka dengan segera.

“Ib dadgoiss-eo! Ppalli helmes-eul sseo! naneun nonjaenghal gibun-i anida. Sunjonghago sunjonghagiman hamyeon doebnida. Geunyang! Gieoghasibsio, nonjaenghaji masibsio! Jeongmal sal-anamgo sipdamyeon.” ancam Mi Kyong, tanpa memandang lawan berdebat-nya itu secara lekat.

{Tutup mulutmu rapat-rapat! Pakai helm itu cepat! Aku tidak sedang ingin berdebat. Kau hanya perlu untuk terus patuh dan taat. Itu saja! Ingat, jangan berdebat! Jika, kau benar-benar ingin selamat.}

“Aihhh ....” sesal Do Hyun diiringi dengan helaan nafasnya yang berat.

Mau tidak mau, Do Hyun terpaksa patuh. Ia tak ingin mempersulit keadaan yang memang sudah rumit. Akan lebih baik bila ia ikuti arus yang terbentang di hadapannya. Daripada mencoba untuk terlihat kuat. Lebih baik diam yang lebih mempertegas, bahwa dia sebenarnya amat sangat kuat.

Kuat yang terlihat lemah. Berani yang terlihat pengecut. Tidak peduli yang terlihat acuh. Itulah yang sedang Do Hyun perankan di hadapan wanita pujaan. Ia tak mau Mi Kyong tau akan isi hatinya yang sebenarnya. Cukup perasaan itu ia pendam, agar semakin dalam.

...----------------...

1
Roro
jangan terlalu cuek hib, nanti kamu suka
Roro
langsung ku subscribe ini bagus soalnya
Roro
Habibah kah
Leli Noer Octavia
Terima kasih buat cerita APIK ini kakak author 😍👍🏻.Aku sungguh terkesan dengan tulisan yang kakak tulis.Aku harap kakak dapat membuat karya yang jauh lebih baru dan tambah apik 😉.Dan nasihat yang di tulis tadi,berusaha belajar 😁.

yang terakhir adalah Aku Mencintaimu dan Menyukai Semua Bab Awal-Akhir 😍😘😘👌🏻
Leli Noer Octavia: sama-sama kakak author 😍👍🏻
total 2 replies
Leli Noer Octavia
beneran langsung cepat-tanggap,tapi dengan izin terlebih dahulu.terima kasih mama pauline 👍🏻
Leli Noer Octavia
ya ampun aku ketawa bagaimana mungkin,habib yang notabene memiliki latar belakang yang tak perlu lagi diragukan.terutama terhadap pria dan wanita,apa ini yang dinamakan rezeki tidak boleh di tolak.maksudku ini perasaan tentang seorang kakak dan adik 😲
anan
aku hadir k👋
Bayangan Ilusi
Udah ditinggal kabur ku tuuh😂
Bayangan Ilusi
Hahaha.. untung paman supirnya baik ya, Bib.. 😆
Bayangan Ilusi
hihi.. belum bisa berbahasa Korea ya habib?
sama donk kitaa😅
Bayangan Ilusi
hahah... masih gatot lagi, sabar ya Mikyoung🤭
Bayangan Ilusi
biasa kalo cewe mah gitu, orangnya udah gak ada juga msih ngedumel😂
Nindira
Mereka adalah keluarga kamu Mi kyong, ini adalah flash back kamu saat kamu masih kecil
Nindira
Mereka adalah keluarga kamu Mi kyong, ini adalah flash back kamu saat kamu masih kecil
Nindira
Do Hyun cepat sembuh ya Joon woo sangat mengkhawatirkanmu, dia bahkan menyayangimu seperti anak kandungmu sendiri
Nindira
Pak ae ri kaya anak kecil jingkrak2kan gitu
Elisabeth Ratna Susanti
taburan like 👍
Elisabeth Ratna Susanti
taburan like 👍👍
Noviyanti
wah mi kyong dah tamat... terharu mereka akhirnya bisa di pertemukan.
Noviyanti
apakah hasil Dna nya.. sudah pasti mi kyong anak pauline
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!