NovelToon NovelToon
Aku Antagonis?, Ok

Aku Antagonis?, Ok

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Teen School/College / Romantis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.

Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Saat ini di sebuah lobi rumah sakit yang ada di pusat kota, di hebohkan dengan suara tangisan pasien wanita remaja, dengan luka bakar di wajahnya akibat tersiram sup panas.

Sedangkan Ibu wanita yang mengikuti brangkar putrinya untuk di bawa ke UGD juga ikut menangis tersedu sedu, karna panik sekaligus khawatir dengan kondisi putri satu satunya.

''Hiks,,, Hana, tahan ya'' isak Mira menyemangati Hana.

''Ibu, Hana gak mau wajah Hana rusak''

Beberapa saat yang lalu di ruang makan kediaman Aditama, tadi Hana berniat ingin menyiram Helen dengan sup panas yang di bawanya, dengan cara pura pura terpeleset, tapi tidak Hana sangka Velo melihat kejadian itu, dan langsung menangkis mangkuk sup itu, dan berakhir semua sup di dalam mangkuk itu berbalik tumpah ke wajah serta badannya.

Kembali ke saat ini.

Mira, serta orang tua Velo berdiri di depan ruang UGD, menunggu Hana yang sedang di tangani oleh dokter.

''Tuhan, semoga wajah putriku baik baik saja'' gumam Mira menatap pintu ruang UGD dengan penuh harap.

Sedangkan Diana dan Adrian mereka berdua terlihat tenang, terlebih Diana di wajahnya sama sekali tidak tersirat kepanikan atau kehawatiran dengan yang di alami oleh Hana.

''Nyonya, bagaimana kalau wajah putri saya rusak?, saya tidak bisa melihat putri saya hancur'' tukas Mira menatap Diana dengan khawatir dan cemas.

Diana diam saja tidak bergeming, karna Diana masih menunggu hasil cctv di kediamannya, untuk melihat bukti apakah benar Hana murni terpeleset, atau dia memang sengaja ingin mencelakai Helen.

Di ruang tenga kediaman Aditama, terlihat Velo sedang fokus melihat rekaman cctv ruang makan yang terhubung di laptop milik Papanya bersama asisten Papanya, sedangkan di sampingnya Helen sedang mengoleskan salep di tangan Velo yang melepuh karna sempat terkena cipratan sup panas tadi.

''Tuan Muda, sepertinya Hana memang sengaja ingin mecelakai Nona Helen'' ucap asisten Adrian, setelah melihat lebih cermat rekaman cctv ruang makan dan dapur.

Di rekaman itu terlihat jelas dan sangat detail, saat Hana masih ada di dapur expresi gadis itu terlihat di penuhi emosi, bahakn saat Hana mengepalkan tangannya pun juga terlihat jelas di kamera cctv, lalu saat Hana yang pura pura terpeleset, di rekaman itu terlihat jelas semua apa yang di lakukan oleh Hana dengan sengaja.

''Sudah'' tukas Helen setelah mengoleskan salep di tangan Velo.

''Terimakasih ya'' ucap Velo tersenyum.

''Gue yang harusnya terimakasih sama lo, karna udah nyelamatin gue dari sup panas itu, kalau gak ada lo, udah gak kebayang kalau sup itu tumpah di kepala gue'' sahut Helen, membayangkannya saja sudah membuatnya bergidik ngeri.

Velo tersenyum dan mengusap pucuk kepala Helen dengan lembut, membuat Helen merasakan kalau Velo benar benar tulus dan sangat mencintainya.

''Cctv di kediaman Aditama keren juga ya, bisa sejelas itu hasilnya'' tukas Helen.

''Tentu dong, karna kita tidak tahu kedepannya akan terjadi apa, jadi kita harus berjaga jaga'' sahut Velo.

Helen mengangguk faham.

Di rumah sakit saat pintu ruang UGD terbuka, Mira langsung menghampiri dokter yang menangani Hana.

''Dokter, bagaimana keadaan putri saya?, wajahnya baik baik saja kan dok?'' tanya Mira tak sabaran.

"Sup yang tumpah itu masih dalam kondisi mendidih, jadi suhunya sangat tinggi," Dokter itu memulai penjelasannya dengan suara bariton yang tertata, memastikan setiap kata terdengar jelas dan tidak memicu histeria baru. "Kabar baiknya, refleks pasien sangat cepat untuk memejamkan mata dan memalingkan wajah. Kelopak matanya melindung kornea secara maksimal, jadi fungsi penglihatannya sama sekali tidak terganggu."

Ia menunjukkan salinan diagram anatomi kulit pada lembar medisnya.

"Namun, area pipi kanan, dagu, hingga sebagian leher terkena siraman langsung. Kami mengategorikannya sebagai luka bakar derajat dua dalam atau deep partial thickness. Ini berarti panas sup tidak hanya merusak lapisan kulit luar atau epidermis, tetapi sudah menembus ke lapisan kulit jendala yang lebih dalam, yaitu dermis."

Dokter itu berhenti sejenak, memberikan ruang bagi Ibu pasien untuk mencerna informasi tersebut sebelum melanjutkan.

"Saat ini kulit wajah pasien akan terlihat memerah ekstrem, melepuh, dan muncul beberapa kantung cairan atau bula. Tolong jangan sesekali menyentuh atau memecahkan lepuhan itu karena cairan di dalamnya justru melindungi jaringan baru di bawahnya dari infeksi luar. Fokus utama kami dalam dua puluh empat jam ke depan adalah manajemen nyeri yang agresif dan hidrasi cairan, karena luka bakar jenis ini memicu rasa sakit yang luar biasa akibat ujung-ujung saraf yang terekspos."

"Terus bagaimana dengan bekas lukanya, Dok?" tanya Mira dengan bergetar, penuh kecemasan yang tertahan.

Dokter itu terdiam sejenak, lalu kembali berbicara dengan hati hati.

''Maaf kami tidak bisa menjamin, karna luka bakar seperti itu sudah pasti akan meninggalkan bekas'' ucapnya

Mira seketika menangis tersedu sedu.

Saat ini Hana sudah di pindahkan di ruang rawat inap, Mira duduk di samping brangkar menatap putrinya yang masih memejamkan matanya, sedangkan Diana dan Adrian mereka menunggu di luar kamar, karna barusan Velo mengabarinya kalau akan pergi ke rumah sakit bersama Helen dan juga asisten Papanya.

''Pa, Ma''

Diana dan Adrian menoleh.

''Vel, gimana rekaman cctvnya?'' tanya Diana tidak sabaran.

''Dari rekaman cctv itu terlihat jelas gerak gerik Hana, dia memang ingin mencelakai Nona Helen'' bukan Velo yang menjawab melainkan asisten Papanya.

Diana mengepalkan tangannya. ''Hana benar benar menantangku'' geram Diana.

Saat suasana sedang hening, tiba tiba mereka di kagetkan dengan suara teriakan histeris dari dalam kamar rawat inap, lalu mereka berbondong masuk ke dalam untuk melihat.

''Ibu, Hana gak mau wajah Hana rusak!'' teriak Hana.

''Sayang, kamu jangan berteriak, nanti akan semakin sakit'' tukas Mira berusaha menenangkan.

Bukannya tenang Hana malah semakin menjadi jadi, apa lagi saat melihat Helen muncul di kamar rawatnya bersama Velo dan kedua orang tuanya, Hana semakin histeris dan mencaci maki Helen.

''Ini semua gara gara lo Helen, seharusnya wajah lo yang rusak, bukan gue, ahhhh!!'' teriak Hana seperti orang kesetanan, sampai sampai Mira memeluknya agar tenang.

''Berani sekali kamu menyumpahi calon mantuku, ha!'' bentak Diana marah.

Helen yang berdiri di sampingnya, langsung mengelus lengan Diana.

''Tante jangan marah sama Hana, kasihan dia sudah kena karma'' ucapnya sembari menatap Hana dengan tersenyum devil.

Emosi Hana kembali tersulut saat dirinya di katakan kena karma oleh Helen.

''Berani sekali lo bilang gue kena karma,ha, ini semua ulah lo, sialan'' teriak Hana.

Helen tertawa pelan, lalu berjalan menghampiri Hana.

''Nona Helen, saya tahu anda sangat membenci Hana, tapi apa anda tidak punya hati sama sekali, menertawakan Hana yang sedang terkena musibah'' Mira ikut membela putrinya.

Helen tersenyum sembari memainkan kuku cantiknya.

''Musibah, asal Bi Mira tahu saja, apa yang di alami Hana saat ini, itu karna ulahnya sendiri'' tukas Helen menatap Hana dengan smirk di sudut bibirnya, yanga mana membuat Hana gugup.

''Apa maksud Nona?, saya tidak faham'' timpal Mira

Velo langsung menghampiri Mira, lalu memutar rekaman cctv di ruang makan tadi yang sudah dia pindah ke ponselnya.

''Di rekaman ini sudah sangat jelas, kalau Hana hanya pura pura terpeleset'' papar Velo.

Mira seketika kaget mendengarnya. ''Tidak, tidak mungkin, lalu untuk apa Hana pura pura terpeleset?, padahal itu sudah jelas sangat membahayakannya'' ucap Mira tak mau percaya.

''Untuk apa?, tentu untuk menyiram sup yang di bawanya pada Helen, dengan alibi pura pura terpeleset'' sahut Velo.

''Tidak, itu bohong'' sela Hana menyangkal.

Helen tersenyum melihat kegugupan Hana.

1
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 senjata makan tuan🤣🤣🤭🤭
kaylla salsabella
walah kira" siapa yang kena sup
kaylla salsabella
ealah .. bukanya sadar malah makin menjadi deh
kaylla salsabella
om Antonio mungkin suka sama Helen
Adinda
Antonio sama Helen aja
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪
Sulati Cus
wah jgn jgn 🤔oom suka sm Helen berharap kembar 3 buat beli, Exel sm Antonio
Sribundanya Gifran: wah ternyata ad yg sepemikiran🤔🤔.
pertanyaaan buat author pernhkah antonio bersentuhan dgn helen?
total 1 replies
kaylla salsabella
si Exel suka sama rania🤭🤭🤭
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Tiara Bella
udh sadar km Maxim klu Hana itu nyebelin dan g suka sm kamu....
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 habis ini udah gak ada yang perduli sama kamu han🤣🤣
tinie
idiih gak nyadar masuk tim beasiswa
coba KLO dicabut apa kamu masih bisa sekolah disitu,
saat kamu dan ibumu di usir dari rumah majikan🤣🤣🤣
tinie
ini typo bukan sii
kan Hana yg keliling lapangan
bukan Hellen,,
Sribundanya Gifran
lanjut
Adinda
maxim sama rania aja, Axel sama velo biar rebutan Helen
Tiara Bella
meledak jg akhirnya velo....
tinie
mampus loo
kan malu sendiri udah nantangin masa dibatalin👊👊
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣
Adinda
Helen cocok sama Axel biarin aja velo menyesal
paijo londo
hel ayo jangan beri maaf ma velo biar kapok walaupun udah tau watak Hana yg pbb
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!