NovelToon NovelToon
Lady Donovan, Si Gadis Monster

Lady Donovan, Si Gadis Monster

Status: tamat
Genre:Supernatural / Isekai / Transmigrasi ke Dalam Novel / Harem / Romansa / Masuk ke dalam novel / Barat / Tamat
Popularitas:240.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anana

Terlahir kembali sebagai putri dari Duke Donovan, dia sadar bahwa dirinya yang sekarang adalah seorang antagonis yang nantinya akan meninggal dengan mengenaskan. Beruntungnya dia adalah seorang wanita mandiri di kehidupan sebelumnya dan pernikahan bukanlah hal yang besar untuknya.

"Saya tidak peduli bagaimana kalian memandang saya. Ini hidup saya dan saya memiliki hak atas hidup saya sendiri."

Monster dan pedang. Sihir dan darah monster terkutuk. Keberanian dan kesetiaan. Tanpa sengaja menjerat para protagonis pria. Bagaimana kehidupannya kali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 : Akhir Pembasmian

"Lenka, di belakangmu!" teriak seseorang.

Lenka pun menoleh ke belakangnya dan mendapati seekor monster yang sedang berlari ke arahnya. Gadis itu ingin mengayunkan pedang yang ada ditangannya, tapi dia hampir mencapai batasan.

Jika Lenka menggunakan kekuatannya melebihi batasan, maka sihirnya akan meluap dan membahayakan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Namun sebelum Lenka mengayunkan pedang, seseorang melindunginya dan menebas monster tersebut.

"Baik-baik saja, huh?" tanya orang itu dengan napas terengah-engah.

Lenka menganggukkan kepalanya. "Ya, Duke. Saya baik-baik saja. Terima kasih," ujar Lenka sembari menatap Duke Roan.

"Kita akan kembali! Kita akhiri pembasmian ini sekarang!" perintah Duke Roan. Pria itu kemudian menatap tubuh-tubuh tak bernyawa di sekitarnya. Dia kehilangan banyak orang, ini adalah hal paling buruk saat bekerja bersama ksatria.

Para penyihir mulai bergerak. Mereka mendekati ksatria-ksatria yang membutuhkan pengobatan dan beberapa mengumpulkan mayat.

Sedangkan ksatria yang selamat dan tidak mendapatkan banyak luka membantu rekan mereka untuk berdiri. Ini sungguh kekacauan yang besar.

Lenka mendekati Mort dan Teivel yang mendapat banyak luka. Gadis itu ingin segera memberikan pengobatan, tapi tidak di hadapan orang-orang.

"Apa aku bisa membantu menyembuhkan luka mereka?" tanya seorang penyihir yang baru saja mendekat kepada Lenka.

Lenka tersenyum sopan. "Saya punya ramuan yang dapat menyembuhkan mereka, jadi tidak perlu. Terima kasih telah menawarkan bantuan," balas Lenka.

"Sama-sama."

"Bisakah kalian, para penyihir membuat portal? Jika kita bisa kembali sekarang dengan portal, kemungkinan kita untuk selamat dari monster lebih besar."

Penyihir laki-laki itu terlihat gugup.

"Kekuatan mereka pasti terkuras cukup banyak, Lenka. Kurasa kita harus kembali ke tempat kita tadi pagi sekarang juga." Duke Roan tiba-tiba muncul dan berkata demikian.

"Dengan mayat sebanyak ini dan kondisi kami yang lemah? Kami akan mati di sini Duke. Tidak akan ada yang selamat jika kita tidak kembali sekarang juga. Atau paling tidak kita harus keluar dari hutan," balas Lenka.

"Dengar Lenka, jika aku memiliki sihir, maka aku yang a- urgh!!!" Duke Roan memegang perutnya di mana terdapat luka parah di sana.

Penyihir laki-laki tadi segera membantu Duke Roan untuk duduk bersandar di batang pohon dan segera memberikan pertolongan.

Beberapa saat kemudian, keadaan cukup membaik. Tetapi mereka masih sulit untuk bergerak dengan cepat. Akhirnya Lenka mendapatkan sebuah ide.

Ide yang cukup gila dengan modal kenekatan.

Gadis itu mendekati Duke Roan dan berkata, "Duke, kumpulkan semua orang dan saya akan membuat portal untuk kembali ke istana."

Duke Roan menatap mata merah gadis yang sedang berada di depannya itu. "Kamu yakin Lenka?" tanyanya memastikan.

"Saya yakin, karena saya tidak ingin mati." Duke Roan menganggukkan kepalanya dan mulai beranjak.

Pria bangsawan itu mulai memerintahkan orang-orang untuk berkumpul, sedangkan Lenka sedang menenangkan dirinya. Sementara Noah yang mendengar bahwa saudarinya akan membuat portal segera mendekat ke arah Lenka.

"Kakak, apa yang akan kamu lakukan? Berhenti! Jangan buat diri Kakak kehilangan kendali!" kata Noah.

Laki-laki itu tidak ingin Lenka mengeluarkan tenaga lagi, apalagi menggunakan sihir.

Tetapi Lenka menepuk bahu Noah beberapa kali, berusaha menenangkan emosi yang sedang bergejolak di dalam diri laki-laki itu.

"Setelah ini selesai, segera bawa aku, Mort, dan Teivel ke kamar. Mengerti Noah? Percaya kepadaku kalau aku bisa melakukan ini." Noah pun menganggukkan kepalanya dan membiarkan Lenka membuat portal.

.

.

"Wow, gadis itu hebat. Pastinya dia salah satu murid terbaik di akademi bukan?" Seseorang berbisik kepada rekannya mengagumi Lenka.

Rekannya itu menggelengkan kepala. "Ya benar. Terlebih lagi dia juga mahir menggunakan pedang. Tapi sepertinya dia dari keluarga bangsawan dan kudengar dia adalah Gadis Monster yang sedang dibicarakan itu," katanya.

"Dia putri Duke Donovan?"

"Hm, benar."

"Gadis Monster? Duke Donovan?" gumam seorang penyihir yang tak sengaja mendengar percakapan rekan penyihirnya.

"Ian!" teriakan seseorang mengalihkan perhatian penyihir laki-laki tadi. Ian, nama penyihir itu, mencari seseorang yang memanggilnya.

Seorang pria dengan baju baja melambaikan tangan dan tersenyum lebar ke arahnya. Kemudian pria itu menghampirinya dan memeluk Ian dengan erat.

"Oh~ lihat adik kecilku yang sudah tumbuh besar. Syukurlah kamu kembali dengan selamat, aku sangat-sangat khawatir dengan dirimu!" kata pria itu dan memeluk Ian lebih erat lagi.

Ian tertawa dan berusaha melepaskan diri dari pelukan kakaknya yang sangat erat tersebut.

"Aku juga sangat-sangat merindukan Kak Killian di sana," ujar Ian dan mendapatkan pelukan singkat dari kakaknya.

Setelah itu, Killian mengajak adiknya, Ian untuk beristirahat. Namun sayangnya, Miklan datang dan mengacaukan reuni kakak-adik tersebut.

Miklan datang dengan tubuh yang dipenuhi oleh noda darah. Tetapi berbeda dengan penampilannya, wajah Miklan terlihat berseri-seri seakan darah yang menempel padanya itu tidak ada.

Melihat tuannya, Killian hanya bisa menggelengkan kepala dengan heran. Hal ini terkadang biasa untuk dirinya, tetapi Ian tidak terbiasa dan membuatnya merasa tak nyaman.

"Killian, sepertinya beberapa jam lagi akan ada pemakaman besar-besaran. Jika kaisar menanyakan di mana aku, katakan saja kalau aku tertidur dan kamu tidak berani membangunkanku. Mengerti?" ujar Miklan setelah membersihkan dirinya.

Dengan hati gembira, Miklan mendaratkan pantatnya di atas sofa dan mengeringkan rambutnya yang basah. Dia yang baru menyadari keberadaan Ian segera bertanya, "Kamu pasti Ian, adik pria ini bukan?"

"Yang Mulia, saya punya nama," kata Killian dengan nada sedikit kesal.

"Ayolah jangan marah. Aku tau kalau diriku ini membuatmu khawatir selama beberapa hari, bukan? Kamu pasti rindu di saat kita terjaga di malam hari, iya bukan? Kamu juga pastinya rindu mendengar diri-"

"Jika Anda pergi lebih lama lagi, saya malah gembira. Karena saya dapat menikmati hari tanpa Anda," Killian memotong perkataan Miklan.

Keduanya saling bertatapan dengan sinis dan membuat ruang memiliki tekanan udara yang lebih kuat. Ian yang paling tidak suka dengan keadaan ini ingin menghilang dengan sihirnya, tapi percuma karena dia tidak bisa.

Namun suasana berubah ketika Miklan dan Killian tertawa.

"Lihat Killian, kamu membuat saudaramu bingung," kata Miklan.

Seusai mereka berhenti tertawa, Miklan menoleh ke arah Ian berada. "Senang bertemu denganmu, Ian. Tanpa perlu mengenalkan diri, kamu pasti sudah tau siapa diriku. Benar bukan?"

Ian menganggukkan kepalanya. "Senang bertemu dengan Anda, Yang Mulia Putra Mahkota. Sebuah kehormatan besar bagi saya karena dapat bertemu dan duduk bersama dengan Anda," ujar Ian.

"Dengar bagaimana saudaramu berbicara kepadaku. Dia lebih baik darimu, Killian," ledek Miklan, kemudian kembali kepada Ian. "Tapi sepertinya ada seseorang yang sedang berada di kepalamu."

"Ba-bagaimana Yang Mulia tau?"

"Hanya menebak! Jadi, katakan siapa itu?

"U-uhm … Gadis Monster?"

1
Wynne a.m
thor maaf, knp Duke satu kereta dgn pelayan? bukankah seharusnya pelayan ada keretanya sendiri? atau Duke satu kereta dgn anak"nya, kereta lain diisi pelayan?
Ayu Sari Murni
kok seperti nya babnya banyak yang hilang
manira zhang
sepertinya lagi" ada part yg hilang, yg di acara pesta di rumah baron jg tdk ada lanjutannya, dan yg ini jg tdk ada lanjutannya part ketemu bandit 🤔
Erna Masliana
tamat... suka banget ceritanya
Erna Masliana
mantap sekali jawaban ayah ini.." jika berkhianat habisi" 😁
Erna Masliana
heh ternyata sama Noah.. gapapa lah bagus.. Noah lebih bisa diandalkan..dari pada sama yang lain.. apalagi kehidupan istana atau ibu kota tidak cocok untuk Lenka
Erna Masliana
satu lagi orang yang sadar.. Gabriel tidak sesuci itu
Erna Masliana
Noah dan Kilian sepertinya agak pintar dikit tau bahwa Gabriel tidak sepolos itu
Erna Masliana
nah betul.
Erna Masliana
si rubah nih.. monster
Erna Masliana
hanya satu hindari Gabriel.. karena tokoh protagonis cowok sedang terlibat kerjaan tapi satu lagi jangan pernah nerima ajakan apapun di luar kerjaan
Erna Masliana
gitu dong.. menjauh.. katanya mau menghindar eh malah nurutin bae s Roan
Erna Masliana
sedikit berubah Lenka ini.. biasanya menghindar tapi setelah masuk istana hobby banget jadi bahan omongan dan tontonan
Erna Masliana
sepertinya ini ulah s Gabriel.. mungkin saja Gabriel punya tujuan tertentu menguasai istana 🤔
Erna Masliana
hu'um meragukan.. kadang anak tidak setangguh orang tuanya
Erna Masliana
alur berubah kamu jadi protagonis Gabriel antagonis
Erna Masliana
nolak Kaisar mah bahaya..kamu harus paham Noah..nolak para nona bangsawan aja udah gak sopan apalagi Kaisar
Erna Masliana
alur berubah..Noah menyukai kakaknya 😁✌️
Erna Masliana
kan belum terjadi..si Noah belum ketemu protagonis kan.. kamu tau nama protagonis wanita tidak? yang harus kamu hindari protagonis wanita.. jangan mengganggu ya itu aja
Nuraishah❤💚
best
Anana: thank you kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!