Ini kisah seorang dewa yang kembali dari masa lalu untuk satu tujuan yaitu menjadi yang terkuat di alam semesta dan membalas dendam untuk semua orang yang menyakitinya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saha_01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27 Wanita misterius
Dain yang masih didalami kamarnya sudah memulihkan semua staminanya dia sekarang memiliki kebugaran tubuh lebih kuat dari kebanyakan orang di dunia ini bahkan kekuatan pukulannya saja sudah cukup untuk membuat beton rumah hancur berkeping-keping apalagi tubuh manusia!
Dain bangun dari tempat duduk nya dan sedikit melakukan pemanasan tubuh dia ingin mencoba kekuatan tubuhnya sekarang ini dan menguji seberapa tangguh dia. Tapi setelah melakukan beberapa ratus kali olahraga tubuh Dain sama sekali tidak merasa lelehan sedikit pun melainkan hanya berkeringat sedikit di wajahnya yang tampan.
Setelah itu Dain membuka bajunya dan memperlihatkan bentuk tubuh yang sangat cantik seluruh badannya penuh dengan otot-otot yang mengembang tapi tidak sebesar binaragawan itu hanya tubuh ideal untuk kamu lelaki dari mulai otot dada sampai perut yang sixpack tampak sangat kuat dan perkasa di tambah dengan kulit putih dan wajah Dain yang tampan benar-benar dapat membuat para wanita terhipnotis dan terpesona.
"Ya, Tuan!"
"Lihat bentuk tubuh yang menawan dan wajah tampak ini. aku tidak tahu berapa banyak masalah yang di timbulkan oleh wanita dimasa depan jika melihat ini semua."
Dain berbicara tampak tidak berdaya saat memandangi dirinya di depan cermin. Tadinya bentuk tubuh Dain sedikit berisik meskipun tidak berotot seperti sekarang ini tapi semenjak dia membuka Meridian pertama tubuhnya langsung di rekonstruksi ulang membuat dia menjadi semakin kuat.
"Ya, sangat membosankan jika tidak melakukan sedikit percobaan dan pemanasan."
"Tapi terlebih dahulu aku harus menyapanya bukan?"
Dain berbicara dan melihat kearah kota hitam dibawah lantai dia tersenyum misterius dan mengambil kotak tersebut dan membukanya.
Aura hitam pekat langsung menyembur dan menyebar didalam ruangan itu seperti kabut saat oura itu muncul Dain hanya merasa sedikit nostalgia dan tampak tidak terganggu sedikit pun dengan itu melainkan senyum diwajahnya semakin cerah.
Di dalam kotok itu terdapat kerambit hitam legam dengan noda merah seperti pembuluh darah yang sangat menakutkan ditambah mata pisau yang sangat mengkilap seperti dapat memotong apapun di dunia ini membuat orang sangat ngeri, dingin sampai kedalam tulang!
Tapi di mata Dain semua kengerian itu tampak tidak berpengaruh matanya menatap lurus ke kerambit ditangannya dengan penuh emosi dia tidak bisa nahan diri untuk menghela nafas dan berbicara pelan.
"Aku sangat merindukan mu setelah perpisahan kita di surga kesembilan."
Dain memejamkan matanya membayang perang yang kacau darah membanjir daratan maupun langit banyak makhluk kuat yang mendominasi seluruh langit dan semesta mulai jatuh berguguran seperti bintang jatuh!
Di sana Dain juga ikut berpartisipasi dalam perang tersebut. Dain pada awalnya dengan mudah membunuh dan melibas habis lawannya dengan mudah tapi itu semua tak berselang lama beberapa saat kemudian sekelompok orang-orang yang lebih kuat dari dirinya datang dan melawan mengeroyoknya!
Dihadapan kan dengan pengepungan orang-orang kuat dan ditambah dengan luka yang dia terima Dain hanya bisa melarikan diri dengan susah payah tapi para bajingan itu juga tidak tinggal diam melihat Dain yang akan mati mereka mengejarnya dengan sekuat tenaga.
Setelah mengejar untuk beberapa waktu Dain akhirnya terpojok. dan tidak ada lagi jalan keluar pada saat itu dirinya ingin bertarung sampai mati dengan mereka.
Tapi saat Dain ingin bertarung sampai titik darah penghabisan sebuah sosok wanita terbang melesat dan berdiri dihadapannya sosok itu berbalik dan berbicara kepada Dain dengan tenang.
"Kamu harus tetap hidup. Meskipun seluruh semesta jadi musuh kamu tidak boleh menyerah ingat itu!"
Setelah berbicara seperti itu sosok tersebut senyum manis tampak tidak ada lagi penyesalan didalam dirinya dan berbalik terbang menuju musuh dihadapannya tanpa rasa takut sedikitpun!
Dain hendak menghentikan sosok tersebut tapi sudah terlambat! tak lama berselang cahaya putih terpancar dihadapannya dan tampak menyinari seluruh dunia lalu...
Boom!......
ledakan! sebuah matahari berwarna emas muncul ditengah-tengah medan perang yang sedang berlangsung dengan dia meter beberapa juta mil baik itu teman atau musuh mereka semua direduksi menjadi kering karena cairan dan Qi mereka menguap karena sangking panasnya dari matahari tersebut disertai dengan ledakan kejut setelah itu tubuh mereka menjadi abu dan diterbangkan sampai tidak tersisa sedikitpun!
Dain juga tidak lepas dari ledakan tersebut apalagi dia berada dekat dengan pusat ledakan itu. Tapi entah bagaimana dia berhasil selamat dari kematian hanya saja dia terlempar beberapa ribu mil dari tempat dia awal berdiri.
Setelah berusaha untuk bangun dan berdiri dia melihat kearah ledakan tersebut dia hanya bisa menelan ludah dan tampak takjub dengan pemandangan dihadapannya ini, di tanah sebuah kawah raksasa dengan diameter 100 mil terbentuk tanah di sekeliling sudah mati. meskipun tanah bukan maklum hidup tapi tidak ada istilah yang cocok untuk menggambar situasi seperti ini 'tanah mati' itu adalah ungkapan yang cocok vitalitas tanah ini sudah hilang. tanah itu sudah menjadi gurun pasir hitam yang tandus tidak akan ada ekosistem yang akan hidup ditempat seperti ini.
Dain juga melihat kearah langit bahkan di sana lebih buruk langit mulai retak dan runtuh menjadi fragmen yang tak terhingga jumlahnya petir marah terus menyambar dan meraung di langit seperti binatang buas kuno. waktu dan ruang mulai runtuh secara perlahan-lahan menciptakan ketiadaan!
Dain mencengkram erat tangannya sampai-sampai kukunya menancap di kulit dan mengeluarkan darah dia megertakan giginya sampai hampir hancur kesedihan dan amarah bercampur dihatinya rasa sakit yang terus menyayat hati dan jiwa! itu lebih menyakitkan dari pada kematian.
Dan sekali lagi orang yang dia sayangi telah pergi meninggalkannya!
"TIDAK!........"
"AHH!.........."
Setelah telah itu Dain meraung keras kearah langit dengan emosi yang membludak dicampur dengan marah,benci,sedih,sakit. Tapi dari semua emosi negatif tersebut hanya satu yang mendominasi pikirannya dan hatinya itu adalah penyesalan!
Dain menyesal dan benci kepada dirinya sendiri kenapa dia bisa menjadi lemah dan tidak mampu untuk melindungi orang-orang yang dia sayangi dan cintai! setelah insiden tersebut Dain menjadi depresi dan hampir gila! butuh beberapa tahun untuk dirinya kembali pulih setelahnya.
Sementara itu didalam kamar Dain membuka matanya setelah mengigat semua kejadian itu muka Dain tampak serius dirinya yang sekarang tidak akan manjadi selemah dulu. dia bertekad untuk manjadi kuat dimasa depan. Cukup kuat untuk mencabik-cabik semua musuhnya dimasa lalu tidak memberi mereka ampun sedikitpun!
"Kekek!..."
"Kalian para bajingan tunggulah pembalasan ku!"
Dain tersenyum dan tertawa mengerikan wajah dingin dan haus darah terpancar dari bola matanya yang menjadi semakin hitam seperti jurang neraka!
Jika ada orang lain diruang ini mereka pasti akan merinding ketakutan melihat wajah yang ditunjuk oleh Dain. meskipun wajah Dain tampan tapi itu semua tidak bisa menyembunyikan kengerian oura pembunuhan yang terpancar jelas seperti ribuan jarum yang menusuk tulang!
Dain melihat kerambit ditangannya mencengkram erat dan mulai mengalirkan Qi kedalamnya. kerambit itu sedikit bergetar warna merahnya mulai bercahaya oura hitam sekali lagi terasa di ruangan itu yang membuat orang takut setengah mati bahakan sekarang lebih kuat dari pada sebelumnya! Dain mengertakan giginya dan mencengkeram lebih kuat kerambit tersebut di tangannya. dia mulai gemetaran dan mati rasa wajahnya juga sangat pucat keringat menetes di dahinya vitalitas dan Qi didalam tubuh Dain mulai diserap kedalam Kerambit tersebut.
Dain hanya bisa bertahan sekuat tenaga agar tidak pingsan karena Qi nya terus disedot dengan sangat cepat. Setelah beberapa saat kemudian kerambit itupun berhenti menyerap Qi dari Dain dan berhenti bergetar Dain harinya menghela nafas panjang dengan kelelahan.
"Ini lebih menyulitkan dari masa lalu, karena dunia ini belum sepenuhnya terintegrasi dengan Qi. Jadi untuk untuk membangkitkan 'dia' lebih susah. tapi syukurlah ini berhasil!"
Dain melihat kerambit hitam itu dengan senyuman yang memuaskan kerambit itu tampak berbeda dari sebelumnya itu tidak lagi memiliki garis-garis merah seperti pembuluh darah itu sepenuhnya hitam legam seperti batu obsidian, oura hitam yang menakutkan tidak lagi merembes keluar dari dalam kerambit itu.
Kerambit ini tampak seperti kerambit bisa pada umumnya tapi Dain sediri tahu bahwa senjata ditangannya sudah terbangun ini hanyalah metamorfosis dari monster yang sedang tertidur menunggu untuk dibagikan dan membuat dunia jatuh dalam kekacauan dan kegelapan abadi.
"Baik aku ingin sekali melihat wajahmu!"
Dain berbicara dengan emosi lalu mengarahkan jari telunjuk kearah bilah pisau kerambit itu saat jarinya menyentuh bilah pisau itu langsung mengeluarkan darah bahkan hanya sedikit sentuhan saja sudah cukup untuk mengiris kulit dengan mudahnya ketajaman kerambit ini benar-benar bukan omong kosong!
Darah dari Dain diserap oleh kerambit tersebut. dan lingkaran run berwarna merah mulai muncul di bawah Dain berdiri. lingkaran run itu mulai bersinar terang hingga membuat Dain tidak bisa melihat dan buta untuk sementara waktu.
Saat Dain membuka matanya lagi dirinya sudah dipindahkan ke tempat yang nampak berbeda Dain menyipit matanya dan melihat sekeliling yang dia lihat hanya hamparan luas tanaman bunga mawar putih yang tamak cantik dan indah.
Dengan langit yang cerah dipenuhi bintang-bintang yang berwarna warni tampak seperti permata, dan awan biru yang membentang seperti tidak memiliki ujung sangat kontras dengan warna putih dari mawar ini, tempat ini benar benar indah dan menyejukkan hati 'Surga' mungkin ini adalah ungkapan yang cocok untuk situasi sekarang ini.
Dain mengangguk kecil dan memuji tempat ini.
"Tempat ini masih sama indahnya seperti dulu?"
Dain bergumam dan tampak nostalgia dengan tempat ini. tempat ini adalah salah satu tempat paling berkesan didalam ingatnya, Dain melihat sekitar tampak mencari sesuatu tapi dia seperti tidak menemukan apa yang dia cari pada akhirnya dia hanya bisa menghela nafas tidak berdaya.
Jadi dia mendekati tanaman mawar putih itu dan memetik salah satu bunga dari sana.
"Hei, kamu tidak bisa mengambil bunga sebarang disini!"
Terdengar suara merdu seperti lonceng yang menyejukkan hati. tepat berbicara dibelakang Dain. Dain mengangkat alisnya sedikit terkejut lalu dia berbalik dan melihat sesosok wanita dihadapannya.
Wanita tersebut sangat cantik dengan rambut perak panjang sampai pingsannya tampak seperti air terjun, matanya indah berwarna biru berlian dengan kilau putih saat dia berkedip tampak mampu melihat menembus jiwa dan menghipnotis semua orang yang melihat kearahnya, bibir merah yang menggoda sangat indah membuat orang ingin menciumnya.
Ditambah dengan kulit putih seperti susu dan bentuk tubuh yang indah seperti bidadari surga yang turun untuk memberikan rahmatnya kepada semua makhluk, dia seperti sosok independen yang tidak tersentuh kotor duniawi!"
Dain melihat wanita itu sedikit mengangkat sudut mulutnya dan tersenyum penuh warna dia melihat wanita tersebut untuk beberapa saat sebelum berbicara.
"Maafkan aku nona, sayang tidak tahu bahwa ditempat ini dilarang untuk megambil bunga."
Aduh.... ngilu banget