NovelToon NovelToon
Dikira Janda

Dikira Janda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nia masykur

🔥🔥🔥 21+🔥🔥🔥mohon bijak mencari bacaan

Spin of Novel NISSA

Reina Dzuhairi Sucipto sampai saat ini belum juga menikah di usianya yang sudah menginjak 27 tahun.

Pelecehan yang pernah ia terima dari mantan kekasihnya membuat ayahnya sangat overprotektif terhadapnya.

Dulu, Reina pernah jatuh cinta lagi dengan lelaki yang bernama Arya. Lelaki yang pernah menolongnya saat mendapat perlakuan tidak baik dari mantan pacarnya.

Namun cintanya bertepuk sebelah tangan karena Arya jatuh cinta pada ibu sambungnya, Nissa.

Beberapa kali ayahnya menjodohkan dengan anak teman bisnisnya namun Reina menolak begitu saja karena ia lebih memilih fokus ke pekerjaan.

Kini Reina terjebak dengan perasaannya sendiri. Siapakah yang akan memenangkan hati Reina.

cusss... baca...👉👉👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia masykur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 REINA SAKIT

Reina Duduk di samping Yusuf, sedangkan Bayu duduk di samping Hendri. Hal yang tidak di sukai bayu adalah saat harus berdekatan dengan Hendri. Bayu sepenuhnya sadar, jika lelaki disampingnya ini telah menyimpan perasaan pada calon istrinya.

Mereka makan dengan tenang. Tanpa pembicaraan apapun, meski Yusuf memang sudah selesai lebih dulu. Bagaimana tidak selesai lebih dulu, karena ia memang datang lebih dulu sebelum akhirnya Hendri juga datang menyusulnya.

"Kamu tadi kemana Hen? Aku pikir tadi kamu duluan makan siang." Tanya Yusuf setelah melihat Hendri selesai menghabiskan menu makan siangnya.

"Saya bertemu seseorang pak."

Reina melirik Hendri yang nampak tenang dengan jawabannya sendiri. Hendri juga tidak melirik kearahnya walau itu berkaitan dengannya.

"Aku berharap kamu berpaling lebih dulu karena menemui pacar mu Hen."

"Saya hanya menemui seseorang yang sudah seperti saudara saya sendiri pak." Ucap Hendri menatap Yusuf sejenak.

Mendengar ucapan Hendri barusan membuat hati Reina terasa tercubit. Rasanya sakit namun tidak berdarah karena tidak ada sayatan luka.

"Apa seperti ini rasanya yang di alami mas Hen." Batin Reina menunduk dalam sambil terus mengaduk-aduk makanan didepannya.

"Dimakan Re." Ucap Yusuf sambil menepuk punggung anaknya.

"Eh, iya yah." Reina gelagapan saat tersadar dari lamunannya sendiri.

"Kenapa pakai kaca mata?" Tanya Yusuf heran.

"Mata Rere sakit yah." Akting lagi.

Hendri yang sejak tadi tidak melirik atau pun melihat Reina dan Bayu, spontan langsung menatap Reina begitu saja. Membuat tatapan mereka berdua bertemu untuk beberapa detik saja.

"Apa dia menangis?" Batin Hendri setelah membuang muka.

"Perasaan tadi pagi waktu dirumah gak kenapa-napa." Jujur sekali ayah Reina ini.

"Sakitnya baru saja ayah."

Yusuf mengangguk. "Bayu, ini terakhir kalian bertemu secara langsung sebelum akad nanti ya."

"Iya om."

"Om tahu kamu masih banyak-banyaknya pekerjaan. Tapi kamu tetap harus menjaga kesehatan kamu. Nggak lucu kan kalau hari H nanti mempelai lelakinya kurang fit."

"Pasti om."

.

.

.

Dikediaman Yusuf sudah nampak ramai orang. Wati, Adam, Luna, dan Qia sudah sampai lebih dulu. Lalu tiga jam setelahnya, Jaya, Jumiasih dan Amira juga sampai. Sedangkan kedua eyang Reina dari bundanya Erlin Naura Hidayat, sudah meninggal sejak tiga tahun yang lalu.

Hari pernikahan Reina dan bayu akan dilangsungkan satu minggu lagi. dan sudah sejak satu minggu yang lalu, Reina terkurung dirumah ini. Orang menyebutnya di pingit sebelum acara di hari H.

Rona bahagia sudah nampak jelas, selain Yusuf. Wati adalah orang yang nampak sangat antusias. Karena pada akhirnya cucu yang ia besarkan akhirnya akan melepas masa lajangnya.

Sejak tadi Zen asik bermain dengan Jaya, Qia, Reina, dan Amira. Keempat cucu yang sangat akur meski baru kini bisa bertemu lagi.

"Sudah punya anak kok masih manja to nduk." Ucap Jumiasih sambil terus membelai kepala Nissa yang tidur di pangkuannya.

"Mumpung ketemu ibu jadi harus manja."

Semua orang terus bercengkrama, menyalurkan kebahagiaan serta rasa rindu karena jarang sekali memiliki waktu seperti ini.

"Kok wajahmu pucat toh nduk?" Tanya Jaya pada Reina.

"Dari tadi pagi pusing Rere mbah."

Jaya langsung menyentuh kening Reina dengan punggung tangannya. "Loh, panas iki. Nissa..."

"Mbah jangan kasih tahu nda. Rere nggak mau nda khawatir."

"Kamu sakit loh nduk."

"Rere tak keatas minum obat, terus tidur ya mbah. Biar panasnya cepat hilang."

"Ya wes. Ndang minum obat nduk. Wong arep rabi kok malah meriang."

Reina langsung beranjak dari ruang tamu.

"Re mau kemana?" Tanya Wati saat Reina melewati ruang keluarga.

"Rere ngantuk oma." Jawab Reina yang langsung berlalu.

"Perasaan dari tadi Luna perhatikan, Rere seperti banyak melamun Bun." Bisik Luna pada Wati.

"Bunda pikir hanya perasaan bunda saja. Ternyata kamu juga mikir begitu nduk." Ucap wati ikut berbisik lagi.

"Kenapa yang?" Adam jadi kepo.

"Kepo sih yang."

"Namanya juga ingin tahu."

***

Setelah memasuki kamarnya Reina langsung meminum obat penurun panas. Kemudian mengambil ponselnya yang sejak tadi ia tinggalkan di dalam kamar.

Banyak panggilana tidak terjawab dari Bayu. Dan juga pesan yang tidak kalah banyak. Reina hanya menghela nafas tanpa ingin membuka pesan yang dikirim calon suaminya.

Reina lebih memilih membaca pesan orang suruhannya. Orang yang ia minta untuk memata-matai seseorang.

Reina tersenyum miris. "Setelah mengatakan perasaannya dan membuat aku menjadi seperti ini, apa dia masih setenang itu dan santai menyiapkan acara pernikahan ku." Gumam Reina.

Reina langsung menghela nafasnya. Melempar ponselnya secara asal, dan langsung menghela nafas menghilangkan rasa sesak di dada.

Merasa serba salah, itulah yang membuatnya dilema saat ini. Menghentikan acara yang akan di selenggarakan. Acara yang sudah banyak orang ketahui. Namun Reina tidak tega menyakiti rona bahagia yang ada di keluarganya saat ini. Belum lagi keluarga Bayu dan Bayu sendiri bagaimana.

Jika diteruskan, Reina benar-benar merasa berat hati. Perasaan yang sudah disadari siapa yang sebenarnya ia inginkan sesungguhnya.

"Ah sudahlah. Lebih baik aku tidur."

Nissa langsung keatas menuju kamar Reina setelah Jaya memberitahunya kalau Reina sedang demam.

Jaya hanya memberi tahu Nissa karena tidak ingin membuat semua orang khawatir.

"Ya allah, panas banget." Gumam Nissa setelah menyentuh kening Reina. "Kak, bangun kak."

Reina langsung membuka matanya saat merasa ada yang mengusik tidur lelapnya. "Kenapa nda?"

"Kakak demam kenapa nggak bilang nda? Sudah minum obat belum?" Nissa sangat khawatir saat ini.

"Sudah nda."

Nissa langsung menuju kelemari pakaian Reina. Mencari baju yang lebih tipis untuk Reina gunakan.

"Ganti baju yang ini kak." Reina ingin turun dari atas ranjang. "Ganti disini saja." Nissa langsung kembali menuju lemari untuk mencari selimut yang lebih tipis untuk selimut Reina. Nissa juga langsung menurunkan suhu dingin AC.

"Jangan pakai selimut tebal kak." Nissa menyingkirkan selimut yang digunakan Reina dan mengganti selimut yang tidak terlalu tebal.

"Cepat tidur biar nda kompres." Ucap Nissa lagi setelah menyipkan alat untuk mengompres.

"Maafin Rere jadi bikin nda susah."

"Siapa yang kesusahan kak. Sudah cepat tidur."

Mata Nissa mengerjap saat mulai terjaga. Tanpa sadar hingga membuat ia ketiduraan saat menjaga Reina.

"Rere kemana?" Gumam Nissa saat melhat Reina tidak ada di posisi tidurnya tadi.

Nissa langsung beranjak untuk melihat ke kamar mandi, namun sosok Reina tidak ada disana. Nissa melihat jam, pukul 01.00 WIB.

"Apa dia kebawah." Nissa langsung keluar kamar Reina. Masuk kedalam lift untuk turun kebawah.

Kaki Nissa spontan berhenti saat melihat dua orang berada di ruang makan.

"Kapan mas hendri datang kerumah ini." Batin Nissa. Ia ingin memanggil Reina, takut terjadi hal yang tidak-tidak saat berdua seperti ini.

Baru juga Nissa akan membuka mulutnya memanggil Reina. "Astagfirullah..." Ucap Nissa pelan sambil membekap mulutnya. Nissa memilih berbalik badan saat Reina tiba-tiba saja mencium Hendri tanpa ia sangka.

Bersambung...

Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

1
Susanto Dhanie
Luar biasa
Eliyanti
Kecewa
Eliyanti
Buruk
sweetpurple
Luar biasa
Widi Astuti
cemunguuut Othoor....🌹🌹🌹
Widi Astuti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lucu bgt ini Pak Yuduf n Mas Hendri... bisa kompek bgt panggil istri2nya....
Widi Astuti
Luar biasa
Widi Astuti
Lumayan
Widi Astuti
rasa nyaman yg tercipta Krn selalu bersama Reina.... perlahan pasti jd jatuh cinta.... 😃😃😃
Eliyani Elieboy
belum juga sunat si kecebong eh adknya udh mulai otw tu
Eliyani Elieboy
ratu bekicot LG akting Lo Zen
masak gtu ajha gak paham sih
Eliyani Elieboy
pengantin lawas LBH hot ternyata /Smirk//Smirk//Smirk/
Eliyani Elieboy
sayang Thor klw di buat melipir
bagusan ikutan tersesat sama2
ikoooot thorr pegangan tangannya
Eliyani Elieboy
ilih muncul LG si Arya setelah sekian purnama
Eliyani Elieboy
kocak parah gara2 kecebong 1 ne
/Grin//Grin//Grin//Smirk/
Eliyani Elieboy
jng ad crita mewek thor
sedih tau
Eliyani Elieboy
Andi /Heart/ Gita
keren Thor
kasian blm ad jodohnya
Eliyani Elieboy
kapok kan ketahuan om Yusuf
/Grin//Facepalm/
Eliyani Elieboy
td Masi baca part yg hareudang
ehhh ne malah JD melow plus nyesek
authornya /Good/....
smngat thor
love love sekebon la pokonya
Eliyani Elieboy
ya ampun Thor hareudang bner looo
JD bayangin ntah kmn2 JD nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!