NovelToon NovelToon
Obsesi Kakak Tiriku Hyper

Obsesi Kakak Tiriku Hyper

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

"Kak Luis, tolong jangan ... ini menyakitkan!" titah Laura dengan wajah memerah. Bahkan ia memalingkan wajahnya ke arah lain. "Kamu berani menegurku!" Wajah Luis nampak menyeramkan. "Kak Luis ... Maafkan aku ... " Ucapan Laura saat tiba-tiba Luis beralih menciumnya. "Ini adalah hukuman karena kamu berani menentang perintahku Laura Ana ... " Kedua bola mata Laura membelalak sempurna, saat Luis ingin ... Luis Lucian sangat membenci Laura Ana, ia menganggap jika Laura anak haram dari ayahnya yang membuat ibunya pergi. Padahal yang sebenarnya terjadi, saat Lucian berumur 15 tahun, ibunya pergi karena berselingkuh. Sementara Laura anak dari sahabat ayah Lucian yang kedua orang tuanya meninggal saat kecelakaan. Saat umur 16 tahun, Laura dibawa kerumah Lucian dan tinggal disana. Karena kelebihan yang diderita Laura, Lucian mengira Laura pernah hamil dan melahirkan. Dia terus menganggu dan mempermainkan perasaan Laura, walaupun bagi Luis, ia dan Laura saudara satu ayah. Luis akan membuat Laur

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20.

Laura menatap ekspresi Nigel dengan tatapan tak percaya, bahkan ekspresinya sedikit berubah takut.

Nigel mengeluarkan senyuman manis, tentu saja ia tidak ingin Laura takut terhadapnya.

"Laura kamu nggak perlu takut padaku, aku nggak akan mengigit mu. Aku hanya ingin menunjukkan fakta ini padamu," ujar Nigel.

Lalu Nigel menunjukkan foto Laura sejak kecil bersama dengan kedua orang tuanya, Steven Gerrard dan juga Grace Ana.

Ia memandangi foto itu dengan perasaan rumit, walaupun ia merasa tidak mengenal ayahnya, Steven.

Tapi sungguh, Laura merasa wajah ayahnya sangat tidak asing.

Nigel memberikan ponselnya pada Laura ...

Laura terkejut, "kak takutnya di ponsel mu ada privasi."

Nigel menjitak pelan dahi Laura, seperti hal yang biasanya ia lakukan pada gadis itu.

Laura pun meringis kesakitan. "Eh Laura ... Maaf," ujar Nigel. "Habisnya udah terlanjur kebiasaan."

Laura menggeleng, "nggak papa. Walaupun baru pertama kali kamu menjitak kepalaku, tapi sungguh rasanya sangat tidak aneh."

Nigel mengangguk, "Karena dulu setiap kali kamu membuat ku kesal, aku akan melakukan hal itu."

"Kak Nigel, maaf kalau aku sering buat kakak nggak nyaman sama aku," sahut Laura.

"Laura, nggak perlu merasa sungkan begini. Jujur saja, aku sama sekali nggak punya privasi, bahkan sandi ponselku saja tanggal ulang tahunmu."

Laura menatap Nigel dengan tatapan terkejut. "Benarkah?!!

Nigel mengangguk, "kamu selalu bilang kalau nanti saat dewasa, aku harus jadi kakak sekaligus pengantin mu. Makanya aku sama sekali nggak boleh dekat dengan gadis lain."

Laura menunjuk dirinya sendiri. "Aku seperti itu pada kak Nigel ... "

Nigel memegang bahu Laura, mata hitamnya menatap Laura dengan tatapan dalam.

Laura juga membalas tatapan dari Nigel.

"Sudah kamu nggak perlu memberikan respon terkejut seperti itu, karena masa lalu itu memang begitu adanya. Sekarang kita kembali pada intinya saja. Kalau ibumu bukanlah pelakor, dan ayahmu bukan Wilson," jelas Nigel.

Lalu ia kembali menunjukkan galeri fotonya di ponsel Nigel, disana terlihat beberapa momen saat Laura berfoto bersama kedua orang tuanya.

Seperti saat Laura merayakan ulang tahunnya setiap tahu.

Laura pun mengangguk menanggapi ucapan Nigel.

Namun wajahnya berubah murung karena patah hati, "Tapi menurut kakak, alasan kenapa ayah Wilson, bukan, maksudku paman Wilson melakukan semua itu?"

Nigel memilih mematikan mesin mobil, awalnya ia kira perbincangan ini tidak akan selama ini.

"Aku nggak tahu apa alasannya paman Wilson melakukan semua ini, intinya aku tahu penyebab hidupmu menderita karena ini. Dan ... Aku sudah berdiskusi dengan ibuku, lebih baik kamu tinggal di rumahku saja."

Laura terkejut, "apa?"

Nigel kembali menjelaskan, "Laura jangan terkejut seperti itu. Aku dan ibuku pasti akan memperlakukanmu dengan sangat baik. Bagaimana pun juga, di luar negeri kita adalah tetangga. Sejak berumur 6 tahun, kita selalu bersama. Dari sekolah jaman taman kanak-kanak, sampai kita SMA."

"Cuman tiba-tiba saja kamu menghilang, setelah berita kecelakaan kedua orang tuamu itu tersebar."

Naura hanya menyimak saja, ntah kenapa kepalanya kembali sakit. Telinganya kembali berdengung, bahkan jantung berdetak dengan tidak aman.

Sungguh perasaan-perasaan aneh mulai mengerjab dalam dirinya.

Laura terdiam, berusaha untuk menyembunyikan rasa sakit di tubuhnya maupun di dalam hatinya, karena rasa kecewa atas sikap Wilson yang awalnya ia kira pria itu sangat baik.

Ternyata memiliki niat terselubung.

Tiba-tiba Laura membelalakkan matanya saat mendengar ucapan Nigel.

"Paman Steven dan bibi Grace sangat kaya, dan setelah kecelakaan itu. Anehnya, semua harta yang harusnya menjadi milikmu, untuk sementara berpindah ke tangan Wilson."

Laura sontak saja menoleh.

Nigel pun hanya membalas tatapan Laura dengan melirik sekilas.

"Bukti-buktinya ada dirumahku. Aku akan tunjukkan padamu, dan biarkan saja pengacara keluargaku, tuan Konan yang menjelaskannya."

"Tuan Konan Edward pengacara paling top diluar negeri, dia pengacara keluargamu ..." Celetuk Laura dengan nada terkejut.

Nigel mengangguk. Dalam hatinya ia berkata, "aku dan keluargaku sengaja pindah ke sini untuk mencarimu Laura. Ibuku sangat menyayangimu ... "

"Kalau dari awal aku tahu, kamu bersekolah di SMA bintang. Pastinya, aku nggak akan mendaftar di SMA Garuda, padahal SMA Garuda lebih baik dari SMA Bintang. Ntah apa maksud dari Wilson tua bangka itu," gerutu Nigel dalam hatinya.

Mobil sport merah menyala milik Nigel meluncur mulus dan berhenti tepat di depan gerbang megah SMA Bintang.

Suara mesin yang mengaum pelan dan kilauan cat mobil yang memantulkan sinar matahari langsung menarik perhatian seluruh siswa di halaman sekolah.

Meskipun SMA Bintang dikenal sebagai sekolah elit, tidak ada satu pun yang bisa membayangkan bahwa mobil seharga puluhan miliar itu akan dipakai mengantar seorang murid di sini.

Ketika pintu mobil terbuka perlahan, semua mata tertuju pada sosok yang keluar.

Laura, gadis yang selama ini dikenal hanya sebagai anak pembantu keluarga Lucian, berdiri dengan ekspresi campur aduk antara gugup dan was-was.

Wajahnya yang biasa sederhana tiba-tiba menjadi pusat perhatian, membuat bisik-bisik penuh tanda tanya merebak bak api di padang rumput kering.

"Apa dia benar-benar naik mobil itu?" gumam salah satu siswa, matanya membelalak.

Desas-desus mulai menyebar cepat. Bibir-bibir murid yang biasanya saling menyindir kini penuh dengan spekulasi liar.

Ada yang berbisik bahwa Laura kini menjadi simpanan seseorang kaya, bahkan ada yang membisikkan nama Lucian dengan nada penuh sindiran.

Namun, saat kaca spion sisi pengemudi dibuka, pandangan semua orang tertuju pada sosok di balik kemudi.

Tuan muda Nigel, murid terkenal dari SMA Garuda, menatap dingin namun penuh percaya diri ke arah mereka.

Senyum tipisnya seperti menyiratkan rahasia yang baru saja terbuka, menghentikan sejenak semua gosip liar yang berkeliaran.

Tapi tetap saja, gosip yang menyebutkan jika Laura simpanan seorang pria itu sudah terlanjur menyebar.

Bahkan sudah sampai ke ponsel Luis.

Laura menundukkan kepala sedikit, merasa dunia seolah berputar lebih cepat dari sebelumnya.

Di balik kemewahan dan tatapan penuh misteri itu, tersimpan kisah yang belum siap untuk diungkap.

Tapi satu hal pasti, hari ini, Laura bukan lagi gadis biasa yang dikenal semua orang.

Saat Laura ingin berjalan menjauh dari mobil Nigel, setelah berpamitan dengan pria itu.

Tiba-tiba Nigel memanggil namanya, lalu menyerahkan sebuah kotak bekal makan mewah.

"Ini dari ibuku, kamu harus makan yang banyak." Ujar Nigel penuh kasih. 'Aku tahu penyakit kelebihan hormon mu itu.' Imbuhnya tanpa bisa mengatakannya langsung

Laura mengangguk, "terimakasih kak Nigel."

Tatapan Nigel kembali menyapu semua orang yang menatap Laura penuh kebencian.

Ia lantas mengusap rambut Laura lalu mencium dahinya, hal itu sungguh membuat semua orang terkejut.

"Dari mana Laura mengenal tuan muda Nigel, bukankah dia hanya seorang anak pelayan keluarga Lucian?"

"Iya sungguh sulit dipercaya, aku tahu kalau Laura itu sangat cantik. Tapi bagaimana caranya ia mendekati lingkaran keluarga Nigel Ronan yang menjadi keluarga konglomerat diluar negeri."

"Kabarnya, tuan muda Nigel juga sangat cerdas dan sudah mempunyai ratusan perusahaan sendiri."

Bisik-bisik para murid mulai terdengar, Ivy yang berdiri disamping Sofia nampak memasang wajah muram durja.

Ia pun memilih langsung mengirimkan aksi Laura dan Nigel yang sudah diedit ke semua grup sekolah.

Ivy tidak ingin Laura bersinar dan di hormati hanya karena dekat dengan Nigel.

Ia yang iri, sangat ingin menghancurkan Laura.

Sementara Sofia yang menyukai Nigel pada pandangan pertama, hanya bisa mengepalkan tangannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!