NovelToon NovelToon
Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Rumah tangga Xena dan Reyhan terlihat sempurna, penuh cinta dan kesetiaan. Apalagi dari dulu hingga sekarang, Reyhan selalu memperlakukan Xena dengan baik. Malah cenderung meratukan istrinya tersebut.

Tapi semuanya hancur ketika terdengar kabar bahwa Reyhan diam-diam menikahi wanita lain demi mendapatkan keturunan karena Xena tak kunjung hamil. Lebih menyakitkan lagi, wanita itu adalah tetangga mereka sendiri yang selama ini terlihat baik di depan Xena.

Dikhianati setelah semua pengorbanannya, Xena memilih pergi. Tapi sebelum itu, ia membongkar identitas dan rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan dari suaminya. Saat kebenaran terungkap, Reyhan baru sadar bahwa wanita yang ia sia-siakan ternyata bukan wanita biasa, dan penyesalannya datang ketika semuanya telah terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keadaan Bu Mirna dan Juga Xena

Nadine mengernyitkan dahi. Di tangannya, sebutir pil berwarna gelap dengan bungkusan kain hitam kecil yang aneh terasa begitu aneh.

"Pil apa ini? Aneh banget isinya. Nggak kayak obat medis biasa," gumam Nadine dengan tatapan penuh selidik. Baru saja ia hendak mengendus benda itu lebih dekat, sebuah suara cempreng memanggilnya.

"Ndin! Nadine! Kamu di mana?"

Suara Bu Mirna melengking. Tanpa mengetuk pintu atau menunggu izin, wanita paruh baya itu langsung merangsek masuk, menyelonong begitu saja ke dalam kamar pribadi anak dan menantunya.

Nadine tersentak kaget. Jantungnya hampir copot, bukan hanya karena kedatangan mertuanya yang tiba-tiba, tapi juga karena kelancangan Bu Mirna yang sama sekali tidak menghormati privasinya. Bagaimanapun, ini adalah kamar sepasang suami istri, tetapi Bu Mirna bersikap seolah ini adalah area umum.

"Ibu kok langsung masuk aja? Kaget aku."

Bu Mirna sama sekali tidak merasa bersalah. Matanya langsung mengedar ke sekeliling kamar yang tampak agak berantakan, lalu beralih pada Nadine. "Ibu nyariin dari tadi. Ibu mau main sama cucu Ibu. Di mana Aksara?"

"Ada di box bayi, Bu. Baru aja tidur setelah minum susu."

Bu Mirna langsung berjalan mendekati box bayi dengan wajah berbinar. Baru beberapa langkah, ia menghentikan gerakannya dan menoleh kembali ke arah Nadine dengan kening berkerut.

"Ndin, kamu hari ini nggak masak? Ibu lihat di meja makan kok kosong melompong. Nggak ada bau tumisan atau apa pun dari dapur," tanya Bu Mirna.

"Aku sudah pesen makanan online, Bu. Tinggal nunggu kurirnya sampai kok."

Mendengar jawaban itu, raut wajah Bu Mirna langsung berubah. Ya ampun, lumayan boros juga kalau apa-apa beli. Apakah setiap hari bakalan beli terus begini? Kalau Xena dulu, jam segini makanan sudah siap rapi di meja.

Sembari melangkah mendekat untuk menggendong Aksara yang mulai menggeliat, mata Bu Mirna yang jeli tidak sengaja menangkap benda yang sedang dipegang oleh Nadine. Ia mengamati pil hitam di dalam bungkusan aneh itu. Bu Mirna langsung mengenali jenis benda tersebut.

"Itu punya kamu, Ndin?" tanya Bu Mirna dengan mata menyipit penuh curiga.

Nadine menggeleng cepat, "Bukan, Bu. Aku nemu ini di laci meja rias Mas Reyhan yang setengah terbuka. Mungkin punya Mas Reyhan, tapi aku nggak tahu ini buat apa. Aneh banget."

Bu Mirna manggut-manggut, Lho, ngapain si Reyhan pergi ke dukun? Buat ditujukan ke siapa benda ini? Apa buat memelet si Nadine? Tapi ngapain segala dipelet, wong mereka sekarang kan sudah bersatu, sudah tinggal berdua dan punya anak.

Sebuah ide gila sempat terbersit di benak Bu Mirna. Apa Nadine aja ya yang kusuruh minum pil ini? Biar dia tambah cinta, nurut, dan makin lengket sama Reyhan.

Namun begitu Bu Mirna melayangkan pandangannya kembali ke sekeliling rumah yang tampak agak berantakan, lalu mengingat bahwa makanan hari ini harus dibeli secara online, sangat kontras dengan perilaku Nadine sebelum Xena pergi, niat itu langsung luruh. Entah kenapa firasat Bu Mirna mendadak menjadi tidak enak. Nadine agak berubah. Dan Bu Mirna merasa tanpa Xena, aura rumah ini terasa gersang dan penuh pengeluaran.

"Emangnya ini pil apa sih, Bu?" Tanya Nadine.

Bu Mirna berdehem, "Ah, bukan apa-apa. Nggak usah dipikirin. Sebaiknya kamu taruh balik aja ke tempatnya, jangan diutak-atik."

Nadine yang enggan berdebat akhirnya manut saja. Ia memasukkan kembali jimat itu ke dalam laci meja rias Reyhan dan menutupnya rapat-rapat.

Bu Mirna kemudian menimang Aksara yang sudah berada di pelukannya, lalu mengalihkan pembicaraan ke topik yang sejak kemarin mengganjal hatinya.

"Ndin... emangnya si Reyhan lagi bener-bener nggak punya uang, ya? Kemarin Ibu minta uang buat berobat, katanya nggak ada duit."

"Iya, Bu. Mas Reyhan memang belum gajian. Aku pun kemarin minta uang tambahan buat keperluan tapi belum dikasih sama dia. Katanya disuruh nunggu akhir bulan."

Mendengar kata uang tambahan, telinga Bu Mirna langsung tegak. Di dalam hatinya, ia kembali membatin dengan rasa tidak puas. Lho, lho, uang tambahan untuk apa lagi? Bukannya Nadine ini juga bekerja dan punya penghasilan sendiri? Kenapa masih minta uang Reyhan? Pantas saja jatah buat ibunya sendiri nggak kebagian.

"Uang tambahan untuk apa lagi, Ndin? Memangnya uang bulanan tiga juta sebulan dari Reyhan tak cukup ya?" todong Bu Mirna langsung tanpa tedeng aling-aling.

Nadine yang merasa tersindir. Ogah ditanya-tanya lebih lanjut dan malas diceramahi soal keuangan, Nadine pun segera beranjak dari tempat duduknya. Ia pura-pura sibuk mengambil kemoceng dan kain lap untuk membersihkan bagian kamar yang lain.

"Uang bulanan sekarang entah kenapa nggak cukup sampai akhir bulan, Bu. Biasanya sih cukup saat aku tinggal di Kelapa Muda."

Di dalam hatinya, Nadine membatin dengan penuh kekesalan. Enak aja mertua mau ngatur-ngatur keuangan. Lagian, aku nggak mau jadi seperti Xena yang bodoh itu. Xena dulu mungkin mau-mau saja menambal semua kekurangan pengeluaran rumah tangga ini pakai uang tabungannya sendiri demi cari muka. Kalau aku? Ya ogah rugi. Biar Mas Reyhan yang pusing memikirkan semuanya.

Di tengah kekesalan Nadine, tiba-tiba HP yang ia letakkan di atas kasur bergetar. Sebuah notifikasi masuk. Nadine segera meletakkan kain lapnya dan menyambar ponsel tersebut. Notif itu berasal dari divisi HRD pusat tempatnya bekerja.

Nadine memang tercatat sebagai karyawan di salah satu anak perusahaan ALS Grup yang berada di cabang kota lain, dan saat ini ia sedang berada dalam masa cuti melahirkan. Begitu membuka lampiran surat keputusan di dalam surel tersebut, mata Nadine langsung berbinar-binar kegirangan.

Surel itu menyatakan bahwa Nadine dimutasi, dipindahkan ke PT Aljaya, anak perusahaan ALS Grup yang berada di kota ini. Alias, tempat yang sama persis dengan tempat kerja Reyhan saat ini.

"Ya ampun!" pekik Nadine girang, melupakan keberadaan Bu Mirna sesaat. "Bu! Lihat deh, masa cuti melahirkanku selesai nanti, aku sudah mulai kerja di kantor yang sama dengan Mas Reyhan! Di PT Aljaya Sukses!"

Nadine tersenyum lebar penuh kemenangan. Di otaknya yang dangkal, ia sudah membayangkan betapa indahnya hari-hari ke depan. Ia bisa berangkat dan pulang kerja bersama Reyhan, memamerkan kemesraan mereka di depan karyawan lain, dan mengawasi suaminya setiap saat. Ia merasa posisinya sebagai nyonya Reyhan yang sah kini semakin tidak tergoyahkan.

...****...

Sementara itu, di kantor.

Setelah melakukan perombakan struktur kerja yang cukup melelahkan dan memberikan shock therapy kepada jajaran manajemen, terutama kepada Reyhan yang dibuatnya mandi keringat dingin sepanjang company tour, Xena Alatas akhirnya bisa beristirahat.

Kini, Xena sedang bersantai di ruang CEO yang mewah dan luas seorang diri. Sembari menunggu divisi HRD menyaring kandidat terbaik untuk posisi asisten pribadi atau sekretaris barunya, ia menyandarkan punggungnya di kursi kebesaran.

Xena merogoh tasnya, mengambil HP pribadinya untuk memeriksa pesan. Matanya tertuju pada sebuah ruang obrolan dari nomor sebuah klinik fertilitas ternama, klinik tempat ia dan Reyhan sempat melakukan pemeriksaan kesuburan beberapa waktu lalu.

Sebenarnya, klinik tersebut merupakan pusat program kehamilan bagi pasangan yang mengalami masalah infertilitas. Tapi karena tujuan awal Xena ke sana murni hanya untuk melakukan cek medis secara menyeluruh untuk mengetahui siapa yang sebenarnya bermasalah, ia tidak berniat meneruskan langkah medis selanjutnya di sana.

Dari hasil pemeriksaan kemarin, terbukti bahwa fisik Xena sangat subur dan sehat tanpa cacat. Sebaliknya, hasil tes milik Reyhan menunjukkan adanya masalah medis serius pada kualitas spermanya yang masuk dalam kategori abnormal.

Pihak klinik baru saja mengirimkan pesan terjadwal yang berisi undangan untuk tahap observasi lanjutan terhadap Reyhan. Tim dokter berencana memeriksa lebih detail jenis abnormalitas apa yang dialami Reyhan, apakah termasuk kategori yang masih bisa diobati, ataukah jenis yang sangat sulit disembuhkan. Mereka juga sudah menyiapkan draf cara penyembuhannya jika Reyhan bersedia kooperatif.

Xena menatap layar ponselnya dengan senyuman dingin. Karena ia sudah sama sekali tidak peduli dengan masa depan pria pengkhianat itu, Xena langsung mengetik balasan singkat dengan sangat formal.

"Selamat siang, Pak dokter Ibra. Mohon maaf, untuk program dan tahap observasi lanjutan atas nama Reyhan, tidak akan kami lanjutkan kembali. Mohon batalkan seluruh jadwal yang telah tersusun. Terima kasih banyak atas bantuan dan profesionalisme pihak klinik selama ini. --Xena Alatas."

Pesan itu ditujukan langsung ke dokter spesialis yang menangani mereka, dr. Ibrahim Alkairo, yang akrab dipanggil Dokter Ibra. Chat Xena belum mendapatkan balasan karena Dokter Ibra memang tidak menggunakan jasa admin untuk konsultasi masalah sensitif pasiennya, sehingga semua pesan dibalas langsung oleh sang dokter di sela-sela kesibukannya yang padat.

Xena mengunci layar ponselnya, lalu melemparkannya pelan ke atas meja kerja. Ia menopang dagunya, menatap pemandangan kota dari balik dinding kaca ruang CEO yang besar.

Ternyata masih ada harapan untuk dia bisa sembuh dan punya keturunan, walaupun kondisinya sekritis itu, batin Xena, mengingat penjelasan medis yang sempat sekilas ia baca.

Xena tertawa kecil.

"Tapi aku sudah tidak peduli lagi. Terserah dia mau hidup dalam kebohongan seperti apa. Sekarang, jalanku dan jalannya sudah masing-masing."

Besok adalah sidang perdana perceraian mereka. Dan Xena sudah tidak sabar untuk melihat bagaimana hancurnya dunia Reyhan tepat di bawah kakinya sendiri.

Bersambung.

1
MULIANA 💦
aku juga gak sabar 🤭
MULIANA 💦
gak usah membandingkan bu. lah, ini pilihan ibu sendiri /Proud/
MULIANA 💦
mending jangan deh, jangan /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
heleh, kok mainnya dukun sih bang /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
tapi sayang, kamu cari muka dengan orang yang salah 🤭
〈⎳ FT. Zira
jangan menyesal loh ya Xena🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
berpikirkan mak...🤧🤧 masih nanya🤧🤧
〈⎳ FT. Zira: astaga... typo... berpikirlah maksudnya
total 1 replies
sunaryati jarum
Bener tebakan emak, semoga proses cerai langsung putus.Setelah masa Iddah habis langsung nikah
sunaryati jarum
Dokter Ibra,ya
sunaryati jarum
Baru ditinggal Xena beberapa hari di rumah Rayhan kacau keadaan rumah dan keuangan.Bu Mirna langsung merasa kecewa
Teteh Lia
mulai kelihatan perbandingan na
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
PD amat
Zenun: ehehehe
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
nama Grup nya kayak nama bus lintas sumut-jakarta, ALS
Zenun: oh iya kah😁
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesama makhluk menjijikkan ga usah saling ngatainlah
〈⎳ FT. Zira
tamparan keras buat ibu mertua kalo suara hati Nadine terdengar
Zenun: lama-lama kedengeran juga
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
astaga Reyy...pikiranmu ini perlu di reset kyknya
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
sunaryati jarum
Yang minum benda pelet dari dukun Nadine,dia jadi gila karena makin terpesona dengan Reyhan.🤣🤣🤣
Zenun: ehehehe iya ya
total 1 replies
MULIANA 💦
eh, sampai kayak gini
Zenun: ya begitulah
total 1 replies
MULIANA 💦
dan aksara juga bukan anak nadine. pantas bisa haheho ketika masih hitungan hari nifas /Facepalm/
MULIANA 💦
maksudnya? sama-sama mandul? 🤨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!