NovelToon NovelToon
Yaoma : Sang Iblis Terkuat

Yaoma : Sang Iblis Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri / Fantasi Timur
Popularitas:79k
Nilai: 5
Nama Author: Yoake-Sama

[Cover buatan salah satu pembaca baik hati yang mau membuatnya]


"Namaku Yaoma aku hanyalah bocah kecil, yang hidup bahagia, setidaknya itu menurutku sampai kehancuran akibat para Dewa di langit terjadi...."

"Peperangan para Dewa terlalu menghancurkan dunia, ibuku yang seorang Dewi kembali ke langit dan berusaha menghentikannya..."

"Tapi dia tidak pernah kembali, dan senyuman kebahagian keluargaku tidak pernah lagi terlihat..."

"Aku yang masih kecil terkadang berpikir begini 'Apa semua masih bisa kembali?' yah meski setelah melihat fakta hari itu harusnya mustahil yah."

(Authornya jarang off, sorry kalo jarang baca komen + ini novel uji coba. Semoga menikmati)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoake-Sama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27 "3 Terkuat, Prt 3"

Episode 27

3 Terkuat, Part 3.

Bentrok energi Yaoma dan Slypharia sangat kuat, dan terus berlangsung namun energi Slypharia lebih kuat dan Yaoma lah yang terpental kebelakang namun Rover langsung siaga dan menggunakan tubuhnya sebagai penahan jatuhnya Yaoma.

Slypharia turun ke tanah dan tampangnya sangat berbeda, dia tidak menggunakan sabitnya lagi tubuhnyapun berubah hanya penuh hitam pekat dengan rambut panjang hitam dan mata putih seperti api putih menyala.

True From Slypharia.

[Nightmare]

Yaoma berusaha bergerak dan turun dari tubuh Rover perlahan karena tubuhnya sedikit sakit akan serangan barusan.

"Terimakasih Rover, maaf membebankan dirimu," ucap Yaoma berterimakasih pada Rover.

Rover menggerakkan ekornya kesana kemari sembari mejulurkan lidahnya dan menggonggong seakan mengatakan tidak masalah.

Yaoma memegang erat pedangnya dengan kedua tangannya dan bersiap.

"Yah ampun, benar-benar merepotkan yah," ucap Yaoma melihat bentuk Slypharia.

"HEAAAA!" teriak Slypharia dengan sangat keras dan langsung melesat.

Slypharia tanpa banyak basa-basi langsung menyerang Yaoma dengan tangannya dan Yaoma menangkis itu dengan pedangnya. Namun Slypharia terus menyerang dan Yaoma terus bertahan dan menyerang sedikit namun tak satupun berdampak dan Yaoma di paksa bertahan terus karena mencari celah Slypharia juga sangat sulit. Tapi dengan cerdiknya Yaoma sedikit mundur dan membuat sedikit jarak yang menggangu fokus Slypharia meski kecil dan Yaoma langsung bersiap menyerang ke arah lengan kanan Slypharia.

"Dark Excalibur : Line Slash!" seru Yaoma menyerang balik Slypharia.

Slypharia tertebas di lengannya dan berpengaruh namun tubuhnya sama sekali seperti tidak terkena serangan, mata Yaoma melihat kebelakang dan dia sangat terkejut serangan dia sama sekali tidak berpengaruh lalu ia melompat cukup jauh dan memberi jarak lagi.

"JANGAN LARI!!!" teriak Slypharia dengan mengamuk.

Dengan menginjak tanah sangat keras sampai berbekas sangat keras, Slypharia kembali melesat untuk memperkecil jarak Yaoma.

Tapi Rover langsung dengan cepat dari samping kanan Slypharia, menggunakan refleknya menembak energi dari mulutnya dan mengenai Slypharia sehingga membuatnya terpental ke kiri cukup jauh dan membuat jarak kembali.

"Terimakasih Rover!" ucap Yaoma berterimakasih kembali pada Rover.

"Dark Excalibur : Big Line!" seru Yaoma kembali.

Yaoma menyerang dan menebas dari atas ke bawah dan tanah terbelah dan mengarah langsung ke Slypharia.

Slypharia langsung menahan itu dengan kedua tangannya dan sedikit berpengaruh namun tidak terlalu pada tubuh Slypharia.

"Two Line!" lanjut serang Yaoma.

Yaoma menebas lagi dari kiri atas ke kanan bawah membuat tebasan miring yang besar dan menyerang ke arah Slypharia kembali.

Dan lagi-lagi Slypharia menahannya cuman kalu ini tubuhnya sedikit terluka gores di lengan kanan bagian tengah.

"Three Line, Four Line, Five Line, Six Line, Seven Line, Eight Line, Nine Line!" lanjut Yaoma menyerang bertubi-tubi dengan 7 serangan tebasan besar kembali.

Slypharia sedikit di pukul mundur ke belakang namun ia tetap menahannya, lalu Yaoma mengarahnya pedangnya dengan 2 tangannya ke kiri samping dan bersiap menyerang kembali.

"Ten Line!" lanjut serangan tebasan beruntun terakhir Yaoma.

Yaoma menyerang dengan tebasan samping dari kiri ke kanan dengan ukuran tebasan yang lebih besar dari 9 sebelumnya dan menyerang langsung Slypharia. Slypharia berusaha menahannya namun usahanya sia-sia dan ia terpental kebelakang dengan luka tebasan di lengan dan dadanya namun tanpa darah.

Pemandangan di belakang Slypharia sebelumnya sangat mengerikan semua terbebas, bekas letusan besar tadi yang mengeluarkan batu besar, sebesar bukit saja hancur dan gunung lain di belakangnya begitu pula terbebas. Benar-benar tidak masuk akal dan Slypharia terkapar di reruntuhan batu yang di tebas Yaoma itu dan berusaha kembali bergerak.

"SIALAN!" teriak Slypharia dengan kesal memukul reruntuhan itu dengan sangat kuat.

Slypharia segera bangun dan berlari lagi ke arah Yaoma dengan cepat lagi. Namun Rover berusaha kembali menyerang dan langsung melempar bola energi dari mulutnya ke arah Slypharia untuk memberi jarak kembali, namun Slypharia mengarahkan tangan kanannya ke arah bola besar itu.

"Dark : Black Hole," seru Slypharia melawan balik dalam keadaan berlari.

Slypharia menyerap bola itu dengan cepat dan berlari ke arah Rover lalu mengarahkan tangan kirinya ke arah Rover. Yaoma merasa aneh dan langsung berlari dengan cepat ke Rover.

"Dark : Dark Speed!" ucap Yaoma melesat dengan cepat.

"Dark : White Hole!" seru Slypharia menyerang kembali.

Bola energi Rover di kembalikan ke Rover sendiri dan menyerang Rover namun Yaoma yang sudah menyadari hal itu langsung berusaha mengantisipasinya.

"Dark Excalibur : Yami No Jouka!" seru Yaoma menyerang bola itu.

Bola energi besar itu di tebas Yaoma menjadi 2 dan meledak ke arah belakang Rover dan Yaoma tanpa melukai mereka.

"Lumayan juga," puji Slypharia pada Yaoma.

"Kau juga, iblis," jawab Yaoma.

"Iblis bilang iblis? Lucu sekali!" lanjut Slypharia dan kembali melesat.

Disisi lain di atas naga terbang itu.

"Hoy Astaroth kau yakin kau bisa?" tanya Rebbeca dengan khawatir.

Tubuh Astaroth penuh keringat sembari duduk di atas kursi kesukaannya dan memegang erat tongkatnya sembari menutup mata.

"Urgh...," seru kecil suara Astaroth.

"Tanpa 'True From' memang mustahil kau bisa loh!" ucap lagi Rebbeca.

"Bisa diam sebentar? Lagipula kau tau sendiri apa yang terjadi jika aku True Form hanya seluruh kekuatan langit atau tuan Hades yang mungkin hanya bisa menghentikanku," jawab Astaroth pada Rebbeca sembari tetap fokus.

"Cih... harus ku akui meski hanya sekilas, waktu itu kau sangat menyeramkan. Yah... baiklah, aku akan menunggu!" lanjut Rebbeca.

Rebbeca melihat ke bawah dan melihat Slypharia dan Yaoma saling beradu, dengan dampak yang besar di bawah sana bahkan tanah di bawah sana nyaris tak tersisa yang hidup bahkan hutan yang lebat itu terlihat seperti tak pernah ada.

"Slypharia juga sedang mengamuk disana yah, sejujurnya kalo dia langsung gunakan 'itu' mungkin dia bisa menang tapi-,"

"Kalo hanya sekedar mungkin kita tak bisa lakukan itu kan?" lanjut Astaroth memotong perkataan Rebbeca.

"Benar sekali, mungkin karena itu dia masih menahannya," jawab Rebbeca.

"Dan aku baru sadar, sepertinya dia mengambil peliharaan Behemonth yah? Dan heh... kualitas dia bahkan lebih baik daripada pelatih hewan itu," ucap Rebbeca melihat ke bawah lagi.

Kembali pada Yaoma melawan Slypharia di bawah.

Yaoma dan Slypharia saling menyerang, bertahan, menyerang, bertahan terus menerus kekuatan mereka nyaris setara dan Yaoma tetaplah Yaoma, tidak seperti sebelumnya saat awal dia bangkit seperti orang lain namun kekuatannya masih sama seperti awal dia bangkit dan lebih kuat, meski ia sama sekali tidak menggunakan skill penambah kekuatan.

"HEEEA!" seru Slypharia menyerang Yaoma.

Yaoma tanpa sempat bereaksi di pukul mundur di perutnya dengan keras sampai terpental ke tanah dan terus terpental ke belakang namun Rover menahan kembali daya serangan itu.

"Ugh... maaf merepotkan," ucap Yaoma kembali bangun.

Slypharia menunduk dan menyentuh tanah dan aura asap hitam keluar dari tangan kanan yang menyentuh tanah itu dan ia melihat Yaoma.

"Jangan-jangan, Rover segeralah kembali!" seru Yaoma kepada Rover.

Yaoma menyerap Rover untuk kembali ke tubuhnya sementara, dan ia menancapkan pedangnya ke tanah dan naik ke atas pedang itu sembari menggunakan skillnya.

"Excalibur : Heavenly Light!" seru Yaoma mengubah pedangnya menjadi Excalibur dan menggunakan skillnya.

"Dark : Black Hole," seru Slypharia mengaktifkan skillnya.

Pusaran hitam gelap keluar dari tangan kanan Slypharia dengan jangkauan yang sangat-sangat luas dan menghisap semua bekas pertarungan mereka sampai jarak yang sangat jauh dari mereka nyaris tak terlihat apapun karena semua di serap namun Yaoma bertahan karena Excalibur miliknya membuat lingkaran cahaya pada pedang tertancap itu dan membuatnya tak terkena. Setelah menyerap semua Slypharia berdiri dan mengarahkan tangan kirinya ke arah Yaoma.

"Sudah kuduga, tapi sepertinya yang menyeramkan itu disini," ucap Yaoma melihat gerakan Slypharia.

"Dark : White Hole!" seru Slypharia menyerang.

Seluruh hal yang Slypharia serap keluar dan menyerang secara beruntun ke arah Yaoma dengan membabi buta, dan Yaoma segera langsung mengambil tindakan dengan menginjak tanah kembali dan mengarahkan kedua tangannya dan menatap tajam ke depan.

"Dark : High Reveletion!" seru Yaoma menggunakan skillnya.

Yaoma membuat pusaran gelap dan menyerap serangan Slypharia dengan sekuat tenaga.

"Heh...," reaksi Slypharia melihat Yaoma berhasil bertahan dan menyerap itu.

"Urgh...," ucap Yaoma dengan menahan sakit sembari bertekuk dengan tangan yang terlihat panas.

"Sepertinya tak seperti Black Holeku, kau tak bisa menggunakan itu sebagai senjata dan tetap berdampak bagimu kah," ucap Slypharia.

"Yah begitulah, makanya sejujurnya dalam pikiranku pertama melihatmu menggunakan ini aku terkejut padahal Reveletion saja sudah sangat membebankan tangan karena beratnya yang tidak masuk akal," jawab Yaoma pada Slypharia.

"Heh, ini adalah bentuk asliku 'Nightmare' untuk ukuran itu masih biasa. Lagipula kau patut di dapat pujian bahkan kau cepat beradaptasi dengan kegelapan dunia saat ini dan mampu bertarung dengan baik tanpa cahaya," lanjut Slypharia sembari memuji Yaoma.

"Sejujurnya sedikit sulit beradaptasi, makanya tebasanku saat bentrok tadi tidak banyak kena kan? Lagipula bentuk asli 'True From' kah, berbeda dengan Awekan?" jawab Yaoma dan tanya dia dengan sedikit bingung.

"Tentu saja berbeda 'True From' itu bukan peningkatan kekuatan, tapi bentuk aslimu jadi kekuatanku yang awalnya sengaja di kurangi menjadi bentuk asli dan kekuatan ini murni tanpa tambahan apapun, sedangkan 'Awekan' adalah kekuatan untuk meningkatkan kekuatanmu dan mengubah dirimu dari 'True From' menjadi lebih kuat. Lagipula, aku yang tanpa Awekan juga sudah pasti 100% mengalahkan semua penjaga sekalipun mereka bertarung semua denganku kecuali hitungan Rebbeca dan Astaroth sih," jawab Slypharia pada pertanyaan Yaoma.

"Menyeramkan yah? Padahal tak ada peningkatan kekuatan tapi kekuatannya hampir menghancurkan seluruh tempat ini, bahkan aku tak bisa melihat kehidupan lagi dari sekitar sini," lanjut Yaoma sembari takjub.

"Kau sendiri hebat yah, kau bertarung setengah sadar, bangkit, ambruk tapi bertarung lagi. Berapa banyak nyawa yang kau miliki? Dan lagipula emang kau bisa liat sekitar?" tanya Slypharia.

"Entah? Kita coba saja lagi, sampai terlihat batas sesungguhnya, dan memang aku tak bisa melihatnya namun aku bisa merasakannya lagipula sepanjang kita bertarung aku tak merasakan ada aura kehidupan. Jadi langsung saja kita mulai!," seru Yaoma sembari menerjang maju.

Yaoma berusaha memukul Slypharia dengan tangannya, namun Slypharia menahannya dan merekapun saling beradu pukulan.

"Hoy, hoy yakin meninggalkan pedangmu?" tanya Slypharia di tengah pertempuran.

"Lagipula itu masih menjadi pedang cahaya, jadi kau tak akan bisa sentuh dan aku sedang mengumpulkan sesuatu, dan benar juga sepertinya alasan kau menahan kekuatanmu itu masuk akal karena kalo tidak pulau mungkin setiap hari di dunia ini akan selalu berkurang yah!" jawab Yaoma di tengah pertempuran.

"Begitulah, makanya aku jarang menggunakan bentuk ini!" lanjut Slypharia sembari berusaha menendang Yaoma namun Yaoma mundur kebelakang ke arah pedangnya.

"Kau sudah mengumpulkannya kah? Kalo begitu tunjukan saja," ucap Slypharia.

"Baiklah, lihat saja ini," jawab Yaoma sembari mengambil kembali pedangnya.

Yaoma mengangkatkan pedang itu, dan melakukan sesuatu.

"Excalibur : Light World!!!" seru Yaoma mengaktifkan skillnya.

Cahaya sangat besar muncul dari pedang itu dan membuat semua sangat putih dan benar-benar tak bisa melihat, mendengar, bahkan merasakan apapun. Semua benar-benar putih dan menyelimuti seluruh dunia dan mengusir kegelapan yang tadi sempat menyelimuti seluruh dunia yang bahkan seluruh dunia merasakan dampaknya, lalu beberapa detik kemudian cahaya kembali meredup dan mulai bisa melihat kembali semua kembali normal dan warna dunia kembali terlihat.

Di sisi lain seluruh dunia.

"HORE KITA BISA MELIHAT DUNIA LAGI!!" teriak salah satu manusia di suatu tempat.

"KEGELAPANNYA LENYAP!!!" teriak lainnya.

"BEBERAPA JAM NERAKA HITAM ITU HILANG!!!" teriak yang lainnya lagi.

Kembali ke Yaoma dan Slypharia.

"Semuanya kembali menjadi normal yah," ucap Slypharia melihat itu.

"Begitulah, dengan begini aku bisa melihat lebih baik. Tapi....," jawab Yaoma lalu melihat sekitar.

Sekitar benar-benar hancur total, sungguh semua nyaris tak ada dan terlihat seperti lahan tandus yang super luas.

"Efek pertarungan ini terlalu besar yah," ucap Yaoma setelah melihat sekitar.

"Begitulah, tapi di awal mulai aku bisa melihat semua jadi ga begitu ada bedanya. Lalu kau puas?" tanya Slypharia.

"Yah, lumayan!" jawab Yaoma.

Pedang Yaoma, kembali menghitam menjadi Dark Excalibur dan Yaoma memegang itu dengan erat.

"Kenapa tak gunakan pedang cahaya itu?" tanya Slypharia.

"Terlalu menguras banyak tenaga, dan tidak cocok pada tubuhku," jawab Yaoma.

"Heh, kupikir kau nyaris tak ada batas," reaksi Slypharia dengan terkejut.

"Yah meski sempat ku pakai beberapa kali sebelumnya, cuman harus hemat energi saja," ucap Yaoma sembari kembali maju.

Mereka pun kembali baku hantam, dan bentrok kekuatan lagi secara dekat berulang kali.

"Lagipula kenapa menyimpan energi? Bukankah kau saat sekarat atau terkapar meledak lagi seperti tadi?" tanya Slypharia di tengah pertempuran sembari mengingat kejadian sebelumnya.

"Sejujurnya aku tidak begitu mengetahui potensiku, jadi entah aku masih bisa begitu atau tidak. Cuman mempersiapkan diri untuk hal terburuk adalah ajaran ayahku!" jawab Yaoma.

Kembali di atas naga dimana Rebbeca dan Astaroth berada.

"Aku sudah siap!" ucap Astaroth sembari membuka matanya setelah penuh keringat.

"Yo, selamat pagi. Apa matamu tidak sakit?" tanya Rebbeca.

"Kenapa Dunia Gelap Slypharia, kembali?" tanya Astaroth melihat sekitar.

"Entahlah, aku tak begitu memperhatikan tapi tadi ada cahaya besar yang menghilangkan semuanya, saat aku menoleh ke bawah aku hanya melihat mereka masih bertempur. Mungkin ulah Yaoma?" jawab Rebbeca dengan kurang yakin.

"Yah, yang penting aku sudah siap. Bilang ke Slypharia!" lanjut ucap Astaroth.

Rebbeca tanpa basa-basi turun dengan melompat ke bawah dari naga itu, dan karena jarak darisana lumayan jauh ia menerjang dengan cepat.

Kembali ke tempat Yaoma melawan Slypharia.

Di tengah pertempuran Yaoma melawan Slypharia sesuatu dengan cepat menerjang ke arah mereka, atau lebih tepatnya Yaoma. Yaoma menyadari hal itu namun ia tak dapat mengantisipasi itu karena serang berurusan dengan Slypharia.

Rebbeca datang di tengah pertempuran dan menendang mulut Yaoma dan membuat ia terpental cukup jauh karena Rover sedang tidak ia panggil untuk menahan tubuhnya.

"Apa itu sudah siap?" tanya Slypharia.

"Yah, tapi sialan juga yah. Dia sama sekali tidak berdarah ataupun sakit," jawab Rebbeca pada Slypharia sembari melihat Yaoma yang kembali berdiri tanpa luka.

"Jadi bagaimana? Apa kau masih ada energi?" tanya Rebbeca.

"Ada, jika ingin lakukan 'itu' mungkin energiku langsung habis dan aku mungkin masih sadar namun tak akan bisa bergerak," jawab Slypharia.

"Itu cukup, apa ada yang mungkin membuat dia melakukan perlawanan saat kita melakukan itu?" tanya Rebbeca lagi.

"Ada 1, cuman aku rasa tidak mungkin ia mampu tahan karena meski dia masih kuat energi dia sama sekali tidak begitu banyak," jawab Slypharia lagi.

"Kalo kau yakin, baiklah. 'Itu' akan segera datang," ucap Rebbeca memperingati.

"SUMMON : ETERNAL HELL DRAGON!" teriak Astaroth dengan sangat keras dari atas.

Naga hitam super-super besar dengan sayap sobek dengan tubuh panjang muncul dari tongkat Astaroth di atas langit sana. Astaroth berpindah tempat ke naga besar itu dan duduk di punggungnya dengan kursi kesukaan dia, dan naga besar itu langsung menggigit dan menguyah naga kecil yang sebelumnya di pake mereka untuk menjaga jarak lalu menelannya, Rebbeca, Slypharia dan Yaoma melihat langsung di atas mereka naga itu yang sangatlah besar, bahkan gunung serasa kecil jika melihat naga itu.

Astaroth Best Summon.

[Eternal Hell Dragon]

"Ini yah," ucap Rebbeca melihat naga itu.

"Yah, disini lah semuanya kita akan lakukan," lanjut Slypharia melihat naga itu juga.

"Apa-apaan itu hoy.... dia sebesar naga waktu itu...," ucap Yaoma dengan sangat terkejut menatap atas.

"Maju!" seru Astaroth menyuruh naga besar ia maju.

Naga besar itu maju sembari turun ke bawah dan membuka lebar mulutnya dan menyeret itu ke tanah namun dagu naga itu sama sekali tak merasakan apapun dan menerjang maju ke Yaoma. Rebbeca dan Slypharia yang berada di jalur yang sama dengan Yaoma langsung melompat ke arah naga itu dan bergabung dengan Slypharia sedangkan naga itu tetap melesat.

"Dark Excalibur : Super Slash!" seru Yaoma menyerang.

Yaoma menebas gigi naga besar itu, dengan sekuat tenaga. Namun tak mampu menebasnya, tapi mampu membuat kepalanya berbelok ke samping kanan dan Yaoma melompat menghindar ke belakang supaya tak terkena sayap naga itu, sedangkan naga itu kembali terbang.

"Mustahil yah, tapi setidaknya kalian berdua sudah disini jadi langsung saja kekuatan penuh dan akhiri," ucap Astaroth melihat keadaan.

"Yah," jawab Rebbeca dan Slypharia.

Sedangkan di bawah mereka yaitu Yaoma.

Yaoma melihat ke atas dan segera bersiap melakukan sesuatu, dan mengarahkan tangannya ke bawah.

"Summon : Rover!" seru Yaoma memanggil Rover kembali.

Rover kembali muncul dan melihat naga besar itu di atas sana sembari menggonggong layaknya anjing normal.

"Rover, kita akan kalahkan itu. Bisa bantu aku?" tanya Yaoma meminta bantuan.

"Aug!" jawab Rover seakan mengatakan iya.

"Kalo begitu," ucap Yaoma sembari memegang pedangnya.

Kembali ke atas pada Astaroth, Rebbeca dan Slypharia.

Rebbeca berjalan dari punggung naga itu ke arah di atas kepalanya bersama dengan Slypharia.

"Kami siap!" ucap Slypharia dan Rebbeca pada Astaroth.

"Baiklah!" jawab Astaroth.

Naga itu membuka mulut dan seakan sedang menyerap energi untuk menyerang, dan Yaoma mengetahui hal itu semakin segera bersiap. Slypharia dan Rebbeca juga bersiap sembari mengarahkan tangan meraka berdua kedepan, ke arah yang sama dengan mulut naga itu.

Di bawah kembali.

Yaoma yang melihat naga itu sedang melakukan sesuatu segera bersiap juga, sembari melihat ke arah Rover.

"Rover!" ucap Yaoma pada Rover.

Rover juga melakukan yang sama dan membuka mulutnya dan menyerap energi bersiap menyerang.

Pedang Yaoma penuh dengan aura pekat hitam dan Yaoma juga bersiap untuk menyerang dengan energi yang sama besarnya.

Ke atas kembali.

"Urgh," ucap Astaroth menahan sakit kepalanya karena ia sekilas tidak sadarkan diri.

Energi naga itu sudah berhenti terkumpul dan terasa suatu energi yang sangat besar.

"Bersiap lah!" ucap Slypharia.

"Aku tau!" jawab Rebbeca.

Di bawah.

Rover juga sudah bersiap namun ukuran energi Rover jauh lebih kecil bahkan mungkin tak ada 10% dari milik naga itu, namun Rover dan Yaoma tetap yakin.

Yaoma juga sudah membuat energi yang sangat besar pada pedangnya.

"Kalo ini pedang biasa mungkin sudah menjadi abu, ayo kita coba saja!" ucap Yaoma menantang dirinya sendiri.

Astaroth menarik nafas yang sangat panjang di atas sana, sembari dengan penglihatan dia yang semakin kabur.

"SERANG!" teriak Astaroth tanda menyerang untuk naga itu dan Slypharia, Rebbeca.

"Kijitsu : Red Murchielgo!" seru Rebbeca menyerang dengan kekuatan terbaik dia.

"Dark : Death Dark Ball!" seru Slypharia sembari mengirim seluruh energi di tubuhnya bahkan tubuh dia kembali menjadi sebelum True Form dan seluruh kegelapan dia mengumpulkan pada serangan dia.

"Eternal Hell Dragon : Hell Flame Blast!" seru Astaroth menyerang sembari muntah darah.

Mereka ber-3 menyerang bersamaan dan mengeluarkan semua yang mereka miliki untuk menghabisi Yaoma.

Rover melepas tembakan energinya dan mengarah ke atas. Sedangkan Yaoma melompat dengan tinggi dengan energi hitam di pedang dia yang sangat penuh.

"DARK EXCALIBUR : REVELETION SWORD MAXIMUM!"

"HANCUR LAH!"

DUAARRR

Episode berikutnya "Sisa 1"

Note : yah maaf atas lama updatenya karena ini adalah Chapter terpanjang yang pernah saya bikin sekitar hampir 3000 kata, jadi maaf kalo bacanya juga lama, have fun.

1
Doubley
KERENN! Semangat, Kak. Feedback ke novel saya dong, judulnya The Vengeance. Terima kasih.❤
Claire
kalo jadi sang penghancur pun pasti ada alasannya dan kau itu Eden alasan dia menjadi penghancur🙄
Li Permana
Semangat terus kak author!
fristaandini
baguss
fristaandini
bagus banget
Ishiba Yoake(Bangkit): Thanks~
total 1 replies
El Putri
wah author cover ny bagus sukses buat yang buat cover ny, sama author juga moga sukses
Ishiba Yoake(Bangkit): Terimakasih!
total 1 replies
Blacktedy
Yoake kapan up? :) ini dah kontrak masi aja males. kau dipecat tau rasa :)
Blacktedy: bacot:)
total 4 replies
Blacktedy
aku mau vote tapi vote ku abis
Rsya
halo min, karna saya sedang gabut. apakah mau dibuatin cover?
Rsya: wah sama sama kak, senang kalau authornya suka
total 5 replies
Dhina ♑
Thor, simak deh tulisan I Firmo, rapi bagus, dan Insya Allah jarang salah, tapi pernah typo juga 😂😂
Dhina ♑
Makin teliti dan rapi ya Thor, semoga makin sukses 👍👍
Dhina ♑
Sad dong
Dhina ♑
Semangat up, ga boleh mager
mich
ngeri dah brp bulan ngilang Thor wkwk
Blacktedy: gila gilaan matamu:)
total 2 replies
Blacktedy
jangan bercanda aku ini anaknya roste alscreia(?) sialan!

well tidak adanya tanda baca disana kau jadi seakan akan menghina ibumu sialan:)
Blacktedy
...perhatikan ketikanmu:)
Blacktedy
perhatikan ketikanmu!

kau ini mau pakai kalimat apa?! jangan dicampur seperti itu coba pelajari lagi tentang tata letak kalimat langsung tidak langsung. ada beberapa hal yg butuh penjelasan latar tapi sudah dilanjut ke adegan berikutnya.

mohon perhatikan lagi.
Blacktedy
terlalu banyak pengulangan kata!
kata yaoma dengan sedih.

yaoma dengan sedih ....bla bla..

tadi sempat kulihat sudut pandang tokoh aku di tengah sudut pandang penulis.
tolong kurang pengulangan kata. selain boros juga bisa membuat bosan! perhatikan juga latar waktu tempat dan keadaan! bukan hanya suasana.

selain itu. bagus.
Ishiba Aoi
Semangka othor yoke, next🤘
Xswag
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!