Semuanya terjadi secara klise seperti cerita pada umumnya. Aku tidak memiliki paras yang cantik dan juga tidak seksi seperti wanita lain. Hidupku sangat biasa-biasa saja, tidak kaya dan sangat miskin.
Tapi pada suatu hari aku terbangun di tubuh seorang putri yang berparas cantik dengan tubuh indah serta di kelilingi harta berlimpah. Namun, kini aku menjadi bingung harus melakukan apa, karena hidupku sudah terpenuhi semuanya.
Apalagi yang bisa diharapkan selain menunggu kematian, yang memang di takdirkan akan mati dalam waktu dekat ini. Aku hanyalah orang biasa yang tiba-tiba menjadi keponakan grand Duke. Tapi sepertinya ada yang harus kulakukan untuk menghindari kematian.
Maka dari itu kuputuskan untuk mengubah takdir menyedihkannya!!
Jangan lupa favorit, like dan komen ya karena author perlu dukungan dari pembaca untuk menciptakan sebuah imajinasi😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon $MONEY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Keluar Kamar...
Siang telah berganti menjadi malam, membuat suasana kediaman semakin mengerikan bagi sebagian orang termasuk diriku. Aku tidak tahan melihat sikap mereka yang sebenarnya terhadapku, sehingga kuputuskan untuk mempengaruhi mereka saja untuk seterusnya, agar sesuai dengan yang kuinginkan.
Apalagi melihat sikap Qirca yang seakan-akan berkuasa di kediaman ini. Walaupun hanya sebentar mereka tidak terpengaruh dengan kekuatan ku, tapi kenyataan yang mereka perlihatkan sudah terlalu kelewat batas bagiku, yang sudah terbiasa dengan sikap ramah mereka.
Aku tidak tahan melihat penyiksaan dan pengucilan dark mereka semua. Jadi biarkan saja mereka semua terpengaruh oleh kekuatanku yang entah termasuk kekuatan hitam atau putih ini. Sebab tidak pernah ada di dalam cerita disebutkan tentang kekuatan yang kumiliki saat ini.
Diluar sedang turun hujan dengan deras nya, setelah sekian lama aku menjalani hari-hari di dunia ini, baru sekarang aku melihat hujan lagi. Hujan di dunia ini tidak jauh berbeda dengan hujan di dunia ku sebelumnya.
"Nona! apa yang nona lakukan di sana? hati-hati, nanti nona bisa sakit..." omel Qirca saat melihatku berdiam diri menikmati tempias hujan dari balkon
"Biarkan aku seperti ini sebentar lagi"
"Tapi nona nanti bisa sakit..."
"Baiklah, baiklah..."
"Begini lebih baik nona!"
Aku menatap lekat wajah Qirca yang terlihat sangat berbeda dengan saat ia tidak dipengeruhi kekuatanku. Mungkin kekuatan inilah satu-satunya cara untukku mengubah nasib malang putri yang terabaikan ini.
Beberapa scan cerita memang tidak berubah, tapi setidaknya ada yang berubah walaupun itu hanya sebuah hal kecil. Aku senang bisa hidup dengan nyaman di dunia ini, tapi kesedihan tidak bisa dipungkiri juga akan terpikirkan. Aku ingin pulang, aku ingin melanjutkan pekerjaan ku agar hidup keluarga ku lebih baik dari saat sebelum aku tidak bekerja.
Andaikan saja harta di dunia ini bisa kubawa kedunia ku sebelumnya, mungkin aku akan berusaha lebih keras untuk hidup dengan baik di dunia ini. Tapi karena hal itu hanya akan menjadi angan-angan semata, maka dari itulah aku hanya hidup bermalas-malasan di dunia ini.
"Apa yang nona pikirkan?"
"Ah... tidak aku hanya merasa bosan terkurung di sini..."
"Untuk saat ini, lebih baik nona tidak keluar dari kamar, walaupun merasa sangat bosan!"
"Apakah lebih baik begitu?"
"Benar nona!" wajah Qirca terlihat serba salah, bahkan dia merasa gelisah
"Tapi sepertinya aku tertarik untuk keluar kamar..."
"Tapi nona..."
"Jika kamu tidak ingin ikut, diamlah di kamar ini saja, dan tolong jaga perapian itu agar tidak padam"
"Nona!"
Karen kediaman ini tidak banyak tersorot dalam cerita, makanya aku juga kurang tahu jelas kenapa larangan keluar kamar saat malam sering di berlakukan. Aku penasaran dan semoga saja hal itu bukan hal yang buruk karena melanggar larangan itu.
Kediaman ini memang menyeramkan, bahkan sampai-sampai membuatku merinding. Padahal di hari-hari sebelum diberlakukannya larangan keluar malam terasa biasa-biasa saja. Tapi khusus malam ini suasana di kediaman ini terasa berbeda dan terasa janggal.
"Siapa disana?" aku melihat siluet seseorang di balik pilar bangunan
"Mungkin hanya para prajurit yang sedang berjaga..." pikirku
"Bagaimana jika bukan?" sahut sebuah suara dari belakangku
Saat aku menoleh ke belakang seorang laki-laki tinggi dengan wajah yang tertutup topeng berada tepat di belakangku. Karen kaget aku repleks mundur dan sepatuku menginjak ujung gaun hingga membuatku jatuh terjungkal ke lantai. Saat aku meringis kesakitan, laki-laki itu hanya diam dan terdengar suara tawa yang samar dari balik topengnya itu.
"Tuan sungguh tidak sopan, bukankah seharusnya tuan mengulurkan tangan dengan keren membantu lady yang sedang terduduk jatuh ini..."
"Hoho... sungguh menarik!"
"Saya tidak hanya menarik tapi juga cantik dan menawan!"
Aku harus bersikap sesombong mungkin jika tidak ingin ketahuan jika sedang gemetar ketakutan karena sosoknya yang misterius. Aku tidak melihat aura dari tubuhnya, mungkin karena mataku belum bertemu dengan matanya, sehingga kekuatanku tidak berfungsi padanya.
misal tidur dilantai bawah
enak langsung nama