Novel ini adalah cerita tentang perjalanan si kembar Kean dan Lean dalam mencari partner terbaik mereka. Saudara kembar itu mempunyai prinsip jika sudah cinta dengan seorang wanita ingin langsung menikah bukan untuk pacaran.
"Kamu itu bagaikan alkohol yang bercampur dengan ganja, begitu memabukkan dan membuatku candu! Bagaikan langit yang sulit untuk kugapai." Adinda Larasati
"Kamu adalah gadis ceroboh yang bisa membuatku jatuh cinta padamu." Muhammad Keane Ar-rayyan
"Andai aku bisa mendapatkan cintamu, aku ingin segera menikah denganmu." Muhammad Leanne Ar-rayyan
"Dari awal aku tak pernah mencintaimu. Jadi jangan paksa aku untuk bisa mencintaimu!" Leandra Monroe.
" Setelah mencintaimu, hidupku menjadi berubah penuh warna." Nala Avrelia Prayoga
Ikuti kisah mereka hanya di My Best Partner .
Follow ig author : Novi_Rahajeng08
Saran baca novel pendahulunya. Anak Genius: Papa Bucin Yang posesif
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kanker paru-paru stadium lanjut
Kean segera melarikan bu Nada ke rumah sakit terdekat, dan kini dia sedang di tangani oleh seorang Dokter. Beberapa menit kemudian, seorang Dokter Pria keluar dari ruangan UGD, membuat Kean segera menghampirinya.
"Dok, bagaimana kondisinya?" tanya Kean.
"Kondisinya sudah sangat lemah, harus ada pemeriksaan lebih lanjut agar tahu lebih jelas apa penyakitnya. Apakah Anda keluarganya?" tanya sang Dokter.
"Bukan, saya teman anaknya."
"Kalau begitu, bisakah tolong hubungi anak atau keluarganya? Soalnya ada sesuatu yang ingin saya bicarakan."
"Memangnya pasien sakit apa, Dok?"
"Untuk saat ini saya belum bisa memastikannya lebih detail, harus ada pemeriksaan lanjutan. Jadi, kalau bisa tolong hubungi keluarganya."
"Terimakasih, Dok."
Setelah itu, sang Dokter pergi meninggalkan Kean. Saat Kean ingin menghubungi Dinda, tiba-tiba terdengar ada suara ribut-ribut di dalam ruangan UGD. Membuat Kean berlari masuk untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Ternyata, Nada sudah sadar dan berusaha untuk melepaskan infus dan alat bantu nafas yang terpasang pada tubuhnya.
"Ibu kenapa?" tanya Kean seraya menghampiri ranjang pasien Nada.
"Saya ingin pulang dan tidak mau di rawat!" ujar Nada.
"Tapi bu, kondisi Ibu sangat lemah. Jadi harus di rawat terlebih dulu!" pungkas sang suster.
"Bu, Ibu tenang dulu ya. Infusnya jangan di lepas,"Kean mencoba membantu sang suster untuk menenangkan Nada agar tak melepaskan selang infusnya.
" Nak Kean, saya tahu dengan kondisi tubuh saya sendiri dan saya tidak butuh di rawat. Jadi, tolong biarkan saya pergi."
Nada tak mau menghabiskan uangnya hanya untuk biaya perawatan rumah sakit. Dia tahu kalau umurnya sudah tak lama lagi, dan hutangnya juga masih banyak. Jika dia di rawat, itu akan menghabiskan uang saja, dan dia tak mau hal itu.
"Begini saja, Ibu tenang dulu. Setelah infusnya habis, kita pulang dari rumah sakit, gimana?" Kean mencoba bernegosiasi kepada Nada.
Saat ini, Nada memang sedang membutuhkan nutrisi dari infus itu. Jika dia memaksa untuk pergi, kondisi tubuhnya akan menjadi semakin lemah.
Nada terdiam, dia seperti sedang mencerna apa yang di ucapkan oleh Kean. Kalau pun minta keluar sekarang, dia juga pasti harus membayar biaya satu botol infus itu. Setelah itu, Nada terbatuk-batuk lagi dan sampai mengeluarkan darah.
Suster dan Kean terkejut saat melihat hak itu. Si suster segera memberikan Nada tissue untuk mengelap darah yang ada di tangannya.
"Tuh, Ibu sampai keluar batuk darah. Masih saja ngotot mau keluar dari rumah sakit. Apa Ibu tidak khawatir kalau penyakit Ibu akan menjadi lebih parah?" nasehat si suster.
Nada mengernyitkan dahinya, lalu menatap tajam ke arah suster yang ada di depannya.
" Kalaupun saya di rawat, rumah sakit ini tidak akan bisa menyembuhkan penyakit saya! " pekik Nada.
Kean mengerutkan keningnya ketika mendengar ucapan Nada. Sepertinya dia sudah tahu apa penyakit yang Ia derita.
"Kenapa Ibu berbicara seperti itu? Apakah Ibu tahu penyakit Ibu apa?" tanya sang suster yang sedikit merasa kesal.
"Saya tahu."
"Apa bu?" kini giliran Kean yang bertanya. Namun, Nada justru menunduk dan diam. Dia tak ingin sampai Kean tahu kalau dia sakit parah. Jika Kean tahu Nada sakit parah, dia pasti akan memberitahukan Dinda.
Nada tak mau menyusahkan atau membuat Dinda sedih jika tahu kalau dia sedang sakit parah. Selama ini dia sudah tak bisa memberikan kehidupan yang baik bagi Dinda. Jadi, dia tak ingin semakin membuat hidup Dinda lebih susah lagi gara-gara penyakit ini.
"Bu, jawab pertanyaan Kean. Ibu sakit apa?" tanya Kean lagi ketika melihat Nada yang tak kunjung menjawab pertanyaannya.
Nada mendongakkan kepalanya. " Kamu tidak perlu tahu, dan ikut campur lagi dengan hidup saya. Sudah cukup banyak saya menyusahkan kamu, dan__" Nada tak sanggup melanjutkan ucapannya.
Nada benar-benar sudah tak mau menyusahkan atau mendapatkan rasa iba dari orang lain lagi.
"Buk, tolong jujur saja jika anda tahu apa penyakit Ibu. Biar kami bisa membantu mengobati sesuai penyakit yang Ibu derita," imbuh sang suster. Sebenarnya dia merasa sedikit kesal saat mendengar Nada mengatakan bahwa rumah sakit ini tak bisa menyembuhkan penyakitnya. Di saat mereka belum tahu apa penyakit Nada.
" Bukankah saya sudah bilang kalau rumah sakit ini tak bisa menyembuhkannya! Jadi kenapa kamu masih ngotot ingin tahu?" bentak Nada.
"Kita saja belum tahu Ibu sakit apa, tapi kenapa Ibu langsung beranggapan seperti itu?" sungut sang suster yang mulai emosi juga dengan sikap nada.
"Kanker paru-paru stadium lanjut."
Kean dan si suster terbelalak saat mendengar jawaban dari Nada. Mereka tak menyangka jika Nada sudah menderita kanker paru-paru di stadium lanjut.
Sedangkan Nada tiba-tiba mengalami sesak nafas lagi, membuat Kean segera memanggil Dokter. Kean menjadi cemas dan khawatir ketika melihat kondisi Nada saat ini yang sudah semakin memburuk.
Apa aku harus mengatakan ini kepada Dinda jika Ibunya sakit parah?
Ketika Kean masih berpikir, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Aksa menelpon mengatakan kalau Kean harus kembali ke kantor karena ada masalah penting yang ingin dia bicarakan. Melihat Nada yang kini sudah tertidur, membuat Kean memutuskan untuk pergi terlebih dahulu dan mengatakan kepada Dinda.
Sebelum pergi, Kean mengurus administrasi Nada untuk di pindahkan ke ruang rawat inap. Dia juga berpesan untuk menjaga Nada agar dia tak keluar dari rumah sakit.
...****...
Di tempat lain terlihat seorang gadis baru pulang dari sekolah, dan segera mencari keberadaan mamanya. Namun, dia tak kunjung menemukan dimana mamanya berada.
"Loh, Anne sudah pulang?" tanya bu Lala yang baru saja masuk ke rumah dengan membawa berbagai sayuran dan buah-buahan dari kebun belakang.
"Iya Buk. Mama ke mana ya? Kok Anne cari-cari gak ketemu. Apa mama pergi?"
"Oh, Nyonya masuk rumah sakit, Anne.
" Masuk rumah sakit? "ulang Anne dengan nada terkejut.
" Mama kenapa? Bukankah tadi pagi masih baik saja? "
" Ibu juga gak tahu Nyonya sakit apa. Yang Ibu tahu, tadi Tuan menggendong Nyonya dan mengatakan ingin membawanya ke rumah sakit,"jelas Bu Lala.
Tanpa berpikir panjang, Anne segera menelpon Papanya.
" Halo, Assalamu'alaikum, Pa." Salam Anne kepada seseorang di ujung telepon.
" Iya, Waalaikumsalam Anne, ada apa? "
" Katanya Mama masuk rumah sakit ya? Sakit apa? Terus sekarang kondisinya gimana?" Karena panik, Anne langsung menghujani papa Ken dengan beberapa pertanyaan.
" Satu-satu Anne kalau tanya. Iya, Mama masuk rumah sakit, dan alhamdulillah sekarang kondisinya sudah membaik."
" Alhamdulillah. "
Bu Lala yang ikut mendengarkan pembicaraan Anne ikut lega saat mendengar kondisi mama Dira sudah membaik.
"Mama di rawat di rumah sakit mana, Pa? Anne mau ke sana."
" Di rumah sakit xy, nanti kalau kamu kesini, tolong sekalian bawakan baju ganti buat Papa dan Mama ya, Anne."
"Oke siap. Yasudah kalau begitu, Assalamu'alaikum, Pa."
"Waalaikumsalam."
Setelah itu, Anne segera pergi ke kamarnya untuk siap-siap pergi ke rumah sakit.
...****************...
Jika ada yang tanya kenapa banyak yang sakit thor? Karena di sini ada pemeran utamanya seorang Dokter . Jadi konfliknya lebih ke penyakit dan kehidupan sehari-hari. Biar lebih terlihat seperti real life.
Jangan lupa like, komen vote, dan hadiahnya ya...
😊