NovelToon NovelToon
Pernikahan Ke2

Pernikahan Ke2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ratika

"Luka terdalam seorang wanita bukanlah saat dia harus melepaskan, melainkan saat dia menyadari bahwa selama ini dia telah mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk seorang pria yang bahkan tidak sudi melangkah satu senti pun untuk mempertahankannya."
Menikah dengan Arman membuat Aini Lidya paham rasanya terlantar secara mental. Nafkah pas-pasan, suami yang gemar pulang larut malam, hingga mertua dan ipar yang toxic, semuanya Aini telan bulat-bulat selama satu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: CAHAYA DI PINGGIR SUNGAI

Waktu berjalan merajut benang-benang kedamaian yang baru, mengalir dengan teramat tenang laksana riak air sungai yang membasuh sisa-sisa bebatuan tajam di sepanjang jalurnya tanpa pernah menengok ke belakang lagi.

Sore itu, bentangan langit di atas perkampungan Pesisir, tampak teramat cerah dan bersih pasca-hujan lebat, ditiup oleh embusan angin sepoi-sepoi yang menghadirkan rasa sejuk di kulit. Untuk mengusir rasa penat dan jenuh yang teramat berat setelah berminggu-minggu mengurung diri di kamar. Aini akhirnya menerima ajakan Egi untuk berjalan-jalan santai menikmati udara sore di sepanjang tepian sungai dekat perkampungan yang asri.

Aini melangkah dengan teramat anggun, menampilkan perpaduan gaya pakaian kasual yang sangat manis, sopan, dan modis,. Sore ini dia mengenakan baju kemeja krem lembut di padukan dengan hijab yang senada. memancarkan pesona kearifan lokal yang kental dengan kulit kuning langsatnya yang bersih merona.

Berjalan beriringan di sampingnya, Egi tampil bersahaja namun tetap terlihat rapi mengenakan kemeja katun tipis.

Sepanjang langkah kaki mereka di atas hamparan rerumputan hijau, Egi menunjukkan sikap yang teramat telaten, dewasa, dan penuh perhatian hangat; dengan kelembutan sikapnya, pria itu menawarkan diri untuk membawakan tas jinjing rajut milik Aini, serta selalu siaga memastikan tubuh mungil Aini berjalan di sisi dalam jalanan setapak yang aman dari batuan pinggir sungai yang basah dan licin ditiup sisa air hujan.

Sesampainya di sebuah sudut aliran sungai yang berair teramat jernih hingga menampakkan dasar bebatuan, mereka berdua mendudukkan tubuh di atas sebuah bongkahan batu besar yang menghadap langsung ke arah aliran air yang bergerak tenang membelah desa. Egi menatap siluet profil wajah manis Aini dari arah samping, lalu mengulas sebuah senyuman ramah yang meneduhkan batin siapa saja yang melihatnya.

"Ai... kamu harus tahu dan menyadari satu hal, bahwa kesuksesan besar yang kamu raih dalam menamatkan novel "Luka dalam Rumah Tangga" hingga berhasil menembus tanda tangan kontrak resmi premium kemarin itu sama sekali bukan karena faktor keberuntungan semata," ujar Egi dengan nada suara yang teramat lembut dan tenang, kalimatnya mengalir begitu renyah beradu dengan suara gemercik alami air sungai.

"Setiap baris isi tulisan naskah yang kamu buat telah berhasil menyuarakan jeritan hati, penderitaan, dan perjuangan dari banyak wanita di luar sana yang pernah hancur akibat masa lalu kelam rumah tangga mereka. Lewat karya itu, kamu telah menjelma menjadi seberkas cahaya inspirasi yang luar biasa mahal, Ai."

Mendengar apresiasi, pengakuan, dan pujian yang teramat tulus keluar langsung dari mulut seorang sahabat dekat yang seprofesi, Aini menolehkan kepalanya secara perlahan. Dia mengulas seulas senyuman hangat yang teramat manis di bibirnya, membiarkan kedutan lesung pipi di sebelah kiri wajahnya menyembul dengan sangat memikat batin. Rasa dihargai, dihormati, dan dimuliakan sebagai seorang wanita seutuhnya mengalir dengan sangat hangat di dalam rongga dadanya—sebuah perlakuan mulia, lembut, dan penuh keadilan yang tidak pernah dia dapatkan selama bertahun-tahun hidup menderita di bawah tekanan kelakuan pelit Arman dan Ibu Rosita dulu di masa lalunya.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan berembusnya angin sore yang kian mendingin menusuk kulit, tatapan mata dari netra teduh milik Aini mendadak bergeser menjadi teramat sendu saat menatap riak air sungai di hadapannya. Jauh di dalam relung jiwanya yang terdalam, ruang batin Aini seketika berdesir perih dan pengap karena sebuah gesekan emosi asing yang muncul secara tidak terduga di dalam pikirannya.

Logika sehatnya terus memuji kemuliaan hati, kesopanan, dan kehangatan perlindungan yang diberikan oleh Egi sore itu di sepanjang jalan.

Namun, batin dan perasaannya menolak keras untuk berbohong bahwa rasa nyaman yang dia rasakan bersama Egi saat ini terasa sangat berbeda—bahkan tidak mampu menyamai getaran cemburu panas yang dulu selalu membakar jiwanya setiap kali dia berinteraksi atau saling ledek dengan sosok Arka Mahesa Pratama.

Bayangan wajah tampan berkulit kuning langsat yang cerah, postur tubuh tegap berisi setinggi 175 sentimeter, dan garis hidung mancung tegas yang teramat karismatik milik sang presdir berusia 35 tahun itu mendadak melintas kembali tanpa permisi di dalam benak batin dan pikirannya. Aini teringat kembali bagaimana pria sekaku kulkas seribu pintu itu selalu memandangnya dengan sepasang mata elang yang tajam, mendiktenya dengan kalimat-kalimat ketus yang angkuh, namun selalu sukses membuat detak jantung Aini berdegup kencang tak karuan karena merasa diperhatikan secara penuh.

Dada Aini mendadak terasa sesak dan perih. Meskipun nomor WhatsApp pribadi milik Arka saat ini masih terkunci rapat di dalam daftar blokir ponselnya karena luka salah paham postingan barang mewah di Instagram Celine kemarin, Aini tersadar dengan teramat perih bahwa seluruh jiwanya masih sepenuhnya terjajah oleh kabut kerinduan yang tertahan erat pada sosok pria angkuh yang dia kira saat ini sedang asyik bersenang-senang di ibu kota tanpa memedulikan keberadaannya lagi.

Di seberang batu tempat duduk mereka, Egi menyadari perubahan garis wajah Aini yang mendadak terdiam membisu sembari melamun menatap kosong ke arah air.

Tanpa ada niatan untuk merusak momen kedamaian sore itu, Egi memilih untuk tetap setia duduk mendampingi di dalam keheningan yang sunyi, membiarkan Aini menyelesaikan perang batin dan riuhnya pikiran di dalam kepalanya sendiri tanpa ingin mendesaknya bercerita.

Aini menarik napas dalam-dalam, membuang tatapan matanya jauh-jauh menyusuri aliran air sungai yang mengalir membelah pelosok desa, memaksa hatinya untuk kembali biasa saja demi mengusir jauh-jauh bayangan wajah Arka yang dirasa salah alamat tersebut dari dalam batinnya, bahwa sesunggunya ia sedang jatuh cinta sendiri.

Sebab, benteng pertahanan tercantik dari seorang wanita yang sedang menyembuhkan luka batinnya adalah saat dia menyadari bahwa kenyamanan dari seseorang yang tulus menghargainya belum tentu mampu menghapus getaran rasa dari manusia yang telah merampok kedamaian logikanya; namun dia tetap memilih berdiri tegap melangkah maju dengan harga diri yang mahal, tanpa perlu mengemis kepastian pada cinta masa lalu yang hanya meninggalkan jejak luka kelam di dalam jiwa.

Aini bangkit berdiri dengan gerakan yang teramat anggun dari atas bongkahan batu besar, mengulas senyum tipisnya kembali sembari mengajak Egi untuk melangkah berjalan pulang menuju rumah karena garis matahari sore di ufuk barat kini telah resmi meredup kelabu, menutup sore yang asri itu dengan sepotong rasa rindu yang masih tersimpan erat di balik keheningan takdir yang penuh rahasia.

--------------------

1
falea sezi
arka arka gengsi di gedein 🤣🤣 di rebut pria lain lu merasa tersakiti😒 anehh bgt luu wahai pak ceo🤣
falea sezi
aini jangan gampang baper donk😒 jual mahal lahh
falea sezi
🤣🤣 arka arka lu sendiri ketus ehh masak. minta di baikin🤣 ngelunjak lu
Ratika duri: tau nih si arka 😅
total 1 replies
falea sezi
bner g usa ngurus orang g jelas sini 🤭 fokus krja aja biar aja ulet bulu dan si ceo g jelas itu bkin perkarw
falea sezi
lanjut
Ratika duri: oke kak😁
total 1 replies
falea sezi
wanita oon ngapain. g ngajuin cerai sendiri😒 stts gantung emank. enak bloon ya
Ratika duri: sabar kakak ku 😅😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!