NovelToon NovelToon
Romansa VIONA

Romansa VIONA

Status: tamat
Genre:Patahhati / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:131.9k
Nilai: 5
Nama Author: Susi Ana

"Aku jelek, nggak akan ada cowok kece yang mau mengatakan cinta padaku!" celetuk Viona Abraham dengan sedih bercampur putus asa.


Viona Abraham berusaha mencari cintanya. Dia menerima setiap cowok yang menawarkan diri untuk menjadi pacarnya. Namun apa yang dia dapatkan? Ungkapan putus mendadak!


Bisakah Viona Abraham menemukan cowok yang benar-benar tulus mencintainya?

Bagaimana kisah romansa nya berubah manis dan sanggupkah dia menemukan cinta sejatinya?

Ikuti kisah jutex nya dalam novel recehku Romansa VIONA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susi Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Jasmine Rendra terdiam sejenak. Mungkin dia kehausan karena terlalu banyak bicara. Seperti operator sandiwara radio yang mengisahkan sebuah tragedi kesalahpahaman cinta. Aku hanya menatap serius ke mulut mungilnya. Meskipun begitu, hatiku tetap bernyanyi gembira. Jasmine Rendra beranjak dari tempat tidurku dan tangannya dengan gesit mengambil pinset dan mencabuti alisku. Kadang aku meringis menahan sakit. Awas ya Jasmine, alisku jadi pelampiasan dendam mu!!

"Jadi, menurutmu, apa yang harus kulakukan dengan Jackson? Kata Robbie, dia masih suka padaku. Dan cewek yang dansa dengannya itu sepupunya," katanya sambil terus mencabuti alisku.

"Jika cewek itu sepupunya, kenapa dia menciumnya layaknya pacar? Oh, apakah itu artinya dia nggak bisa nyari cewek?" tanyaku sambil meringis kesakitan.

"Viona Abraham!! Jangan mulai lagi ah. Apakah menurutmu sebaiknya aku ngasih dia kesempatan lagi?" tanya balik Jasmine Rendra sambil berkacak pinggang, menghentikan aksinya mencabuti alisku.

Aku berpikir, memangnya aku ini siapa? Ibumu? Tapi sebagai sahabatnya aku nggak bisa sejahat itu. Aku menatapnya serius. Agar Jasmine Rendra tidak salah ambil keputusan.

"Yah, mungkin, tapi aku sih bakal jual mahal. Jangan cium dia di kencan pertama mu. Yaaah....kecuali dia benar-benar kepingin nyium sih."

Jasmine Rendra langsung diam. Dia melanjutkan lagi mencabuti alisku. Rencana renovasi ruangan membuat ibuku lebih gila dari yang kubayangkan! Daster yang berubah menciut sudah dia lupakan. Karena Jasmine Rendra menolongku. Jadi berhasil dengan mudahnya. Untuk merenovasi ruangan butuh berapa lama sih waktu yang diperlukan? Jeremy kayaknya butuh waktu lama banget deh. Aku nggak terlalu heran sih. Dia menghabiskan waktunya duduk-duduk sambil ketawa-tawa dengan ibu. Dua hari yang lalu, Libby menyebutnya "Ayah!"

Ingin rasanya ku cubit adik kecilku itu. Dia sudah hampir empat tahun usianya. Pasti sudah mengenal siapa ayah kandungnya bukan? Kecuali, ibuku sendiri yang berusaha membujuknya agar memanggil Jeremy dengan sebutan "Ayah!" Oh ayahku, kumohon cepatlah kembali! Semakin hari istrimu semakin gila saja!

Memandang langit dari tempat tidurku, aku bisa mendengar burung hantu berkuku dan dunia baik-baik saja. Robbie nggak bertunangan!! Makasih Tuhan! Namun, aku belum bisa menasehati ibuku agar jangan main hati dengan pria lain. Aku nggak tahu caranya menasehati orang tua. Apalagi ibuku yang memang sifatnya nggak normal. Aku fokus sekolah saja!

Saat jam olah raga, aku bermain tenis. Guru olahraga ku bilang aku pemain yang cukup "menjanjikan" di tenis. Rasanya menyenangkan memukul bola melintasi lapangan melewati orang-orang. Atau nggak mesti melewati mereka sih, setidaknya dalam kasus Jassy. Soalnya bola itu mengenai wajahnya sore ini. Kacamata nya jadi miring dan menurutku itu lucu banget. Lama sekali aku nggak bisa servis, soalnya aku kebanyakan ketawa.

Kejadian Jassy yang mukanya kena bola, kebawa sampai mimpi. Aku terbangun dari mimpi menang di Wimbledon. Kayaknya aku ini bakal aktif secara alami deh. Soalnya mimpi itu baru benar-benar menarik di bagian ruang ganti. Mula-mula hal-hal biasa. Kau tahulah. Servis terakhir yang nggak bisa dikembalikan. Penonton berteriak-teriak, pergi menerima pialaku. Dalam mimpiku, Lady Diana masih hidup, dan menyerahkan piala itu padaku!

"Selamat Viona Abraham! Semoga cintamu juga bisa kau menangkan!"

Suara pintu yang dibuka kasar membangunkan ku dari mimpi indah! Sebelum aku melambai singkat ke para penonton, aku kembali ke duniaku yang menyebalkan ini. Libby masuk kamarku dan menggebuk punggung ku dengan boneka monyetnya.

"Bangun! Ajak aku jalan-jalan!"

"Dasar bocah tengil! Nanti saja!"

"Cepat! Kamarmu rubuh jika nggak mau ajak aku jalan-jalan!"

"Robohkan saja!"

"Ayo Viona jelek! Ibuuu, Kak Viona nggak mau!!"

Aku bangkit dari tempat tidurku. Sebelum bocah tengil ini mencari masalah lagi. Aku pakai celana kowor seadanya. Lalu kugendong Libby keluar menuruni tangga. Kulihat ibuku berkacak pinggang di lantai bawah.

"Jangan banyak tidur saat libur begini Viona! Bantu ibu menjaga adikmu!"

"Yah, biar ibu bisa pacaran dengan tukang bangunan itu kan?"

"Apa kau katakan?" Ibu melotot.

"Nggak ada!"

Tanpa pikir panjang, aku menurunkan Libby ke dalam kereta dorongnya. Dan aku melewati Jeremy yang berdiri di depan pintu. Dengan langkah berat dan rasa dongkol, ku dorong kereta itu menjauh dari rumah. Libby bernyanyi dengan riangnya. Ingin sekali aku ceburkan dia ke kolam. Tapi aku masih waras, nggak mungkin tega melakukan itu pada adik tengilku ini. Libby selalu memberi kesempatan pada mereka berdua untuk pacaran!

Jasmine Rendra datang menghampiri ku. Sikapnya kelewat manis nyaris malu-maluin deh. Libby bermain di taman bersama anak seusianya. Sedangkan aku mengobrol dengan Jasmine Rendra di kursi taman.

Beberapa hari tanpa ucapanku yang kocak dan cerdas telah mengingatkan dirinya betapa dia sangat menyukai ku. Dengan menyindir aku mengatakan hal ini padanya.

"Viona, kayaknya beberapa hari ini kamu nggak menggodaku deh. Biasanya ucapan mu selalu kocak dan cerdas."

"Hahahaha...." Aku hanya bisa tertawa sambil memperhatikan Libby.

"Ayo kita taruhan."

"Taruhan apa?"

"Siapa yang duluan mendapatkan cowok yang diidamkan!"

"Tentu saja, kau yang menang!"

"Apakah kau menyerah sebelum mencobanya Viona?"

"Bukan menyerah! Logika!"

"Siapa tahu, Robbie tertarik padamu?"

"Dia membenciku!"

"Tapi kau menyukai nya bukan?"

"Apakah mungkin, musuh bisa menyukaimu?"

Aku dan Jasmine Rendra otot-otatan soal perasaan. Aku tahu, Jasmine Rendra yang bakal menang jika taruhan kusetujui. Karena Jackson masih menyukainya. Sedangkan aku? Aku tahu benar, Robbie membenciku! Jasmine Rendra pun sadar. Dia pun bicara hal lain. Hingga kami berpisah dan aku mengajak bocah tengil ini kembali ke rumah.

Keesokan harinya, di sekolah aku nyaris pingsan karena ketawa. Waktu kami berdoa, kami melihat hidung salah satu guru Fisika yang mengajar di kelas kami ada tanda putihnya. Mungkin adonan tepung yang menempel dan guru tersebut lupa membersihkan nya.

"Lihat hidung guru Fisika itu, kasih tahu yang lain." bisik Jassy.

Jadi kalimat itu pun menyebar ke seluruh barisan. Mula-mula aku nggak bisa lihat apa-apa. Soalnya guru Fisika itu sedang menunduk dan rambutnya menutupi wajah. Kemudian waktu semua orang bangkit memberi salam, aku baru melihatnya.

"Bu!"

Guru Fisika itu mendongak dan menoleh ke arahku. Pangkal hidungnya putih semua! Dia kayak panda pakai Wig. Aku hampir saja mengompol saking lucunya. Seluruh barisan bergetar oleh tawa.

Guru Fisika memelototi kami tapi itu malah bikin semuanya tambah parah. Nggak ada yang lebih lucu lagi dibanding panda yang mengamuk! Kami ngacir ke toilet dan membungkuk di atas wastafel, ketawa sampai nangis. Akhirnya, waktu aku bisa ngomong, aku bilang....

"Apa....apa yang terjadi?"

"Guru Fisika bilang, pagi ini dia bikin kue donat yang akan dibagikan ke sesama guru. Karena melihat jam sudah agak siang, dia langsung membawa donatnya ke sekolah tanpa bercermin dulu." jawab Ellen.

Aku langsung tertawa lagi tanpa henti. Perutku sampai sakit. Ternyata orang tua yang nggak normal bukan hanya ibuku saja! Hahahaha.

1
D'missBeauty
mau ga kak menulis di fizzo?
April
Ya di tunggu karya selanjutnya
~🌹eveliniq🌹~
hadir lagi nih support selalu
April
Haduh viona ngapaijn bolos sgala
April
Udah nyampe 34 aja
April
Viona.. Keren😂😂😂
Follow ig : tinatina3627
like and favorite kak
Follow ig : tinatina3627
hallo kakak aku mampir salam kenal dari aku teman atau suami karyaku kak
April
😂😂Viona ini absurd
~🌹eveliniq🌹~
hadir untuk nyicil baca lg
April
Mampir
~🌹eveliniq🌹~
haiii. Viona datang lg nih memberi semangat selalu
Hanna Devi
kok end KK, keren loh ceritanya. Sangat menghibur, Viona n Keluarga yang agak koplak 😁😁

Lanjut lagi KK dgn cerita baru 💪💪
Hanna Devi
Tom... Tom... where are you?
Viona kangen tuh..
Hanna Devi
kumisnya bikin gemeshhh ya 🤭
Hanna Devi
Vio, gimana perasaan mu setelah ketiban kiss dari Robbie? 😘😘
Hanna Devi
KK, Hanna kembali mampir 😍
April
Hahha viona ini lucu mengatai dirinya sinting
April
Hai.. Nyicil lagi.
Ratna0789
Mampir lagi nih kak, semangat berkarya ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!