Di hari pertama penobatannya sebagai Raja Lunaventia, Leonard Anvincet Hills menghilang tanpa jejak.
Saat membuka mata, ia tidak lagi berada di istana, melainkan di kamar seorang gadis bernama Azura.
Bagi Leonard, dunia ini benar-benar gila.
Kereta berjalan tanpa kuda.
Air mengalir dari dinding.
Orang-orang berpakaian aneh.
Dan yang paling keterlaluan, semua orang menganggapnya gila saat ia mengaku sebagai seorang raja.
Sementara Leonard mati-matian mencari jalan pulang ke kerajaannya, Azura justru harus menghadapi pemuda keras kepala yang selalu berbicara dengan bahasa bangsawan dan menganggap semua teknologi modern sebagai sihir.
Hari demi hari, pertengkaran mereka berubah menjadi kedekatan yang tidak pernah mereka duga.
Namun di balik hilangnya Leonard, tersimpan rahasia besar yang dapat mengubah dua dunia sekaligus.
Ketika kesempatan untuk kembali akhirnya muncul, apa yang akan dipilih seorang raja?
Takhtanya...
Atau gadis yang berhasil mencuri hatinya?
up rutin. 06:00
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HikmahToo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Full day sama kamu
Setelah cukup lama berjalan, dan kini tangan Azura dan Leon sudah di penuhi kresek berisi makanan.
Mereka juga cukup lelah, Azura mengajak Leon untuk duduk di sebuah kursi yang berada di bawah pohon besar, agar tidak terlalu tersengat matahari.
Azura dan Leon mendudukkan dirinya di kursi, sesekali gadis itu mengusap keringatnya.
" Capek banget, aus lagi"
Dia mengeluarkan Boba milk tea dan menancapkan sedotan di atasnya, lalu meminumnya hingga tersisa setengah.
Leon masih diam, tidak tau apa yang harus dia lakukan, dan masih menatapi Azura yang tengah sibuk mengeluarkan jajan mereka dengan wajah senang.
Azura yang sadar, segera berdecak sebal. "Kok diem?"
"Aku harus apa?" Tanya Leon polos.
Azura menepuk jidatnya dengan lelah.
Dia memberikan satu Boba milk tea pada Leon, dan menyuruh lelaki itu meminumnya.
"Nih minum, enak ini favorit gue"
Leon menerimanya, lalu melirik milk tea Azura dan memperhatikan nya sejenak, lalu dia ikut menancapkan sedotan di atasnya, dan menyesapnya pelan.
Namun dia agak bingung, dan menatap Azura polos dengan mata sedikit melebar. "Waw...aku harus sedikit mengeluarkan tenaga untuk menyesap ini, mereka tidak ingin naik" ucapnya dan kembali menyesap milk tea dengan menarik nafas terlebih dahulu.
Azura tertawa ngakak menatap Leon yang agak kesusahan Karena sedotan Boba itu besar.
"Ha ha ha, sini gue buka aja. Lo mah ah norak"
Azura mengambil milk tea milik Leon masih di sertai tawa yang belum mereda.
Setelah membuka penutupnya, dia kembali memberikannya pada Leon, dan sekarang Leon dengan mudah meminumnya.
Matanya melebar, merasakan sensasi manis dingin juga creamy dari susu, apalagi ada bulatan kecil kenyal berwarna hitam yang ketika di gigit membuatnya ketagihan ingin lagi dan lagi.
Leon menatap minuman itu dengan binar senang, lalu menatap Azura yang juga tengah menatapnya dengan senyum kecil. "Heii, minuman ini sangat enak" ucap Leon, dan kembali meminumnya.
Azura terkekeh, menyodorkan dimsum yang sudah di buka pada Leon. "Jangan di abisin dulu, entar perut Lo kekenyangan, siapa yang bakal abisin ini? Nih sekarang coba ini"
Leon menaruh minumnya, dan mengambil dimsum dari tangan Azura.
Dia menyuapkan satu bulatan penuh pada mulutnya, matanya bergerak-gerak merasakan rasa makanan di mulutnya.
Azura merasa gemas, diam-diam mengambil foto pemuda itu, dan mempostingnya di media miliknya.
"Gimana? Enak gak yang itu?" Tanya Azura, seraya memakan dimsum.
Leon mengangguk pelan. "Enak, tapi aku tidak begitu menyukai ikan, sepertinya ini adalah kulit pangsit yang di isi daging ikan, dan juga, aku tidak menyukai bumbu di atasnya."
Azura menurunkan bahunya lemas, mengunyah dengan tidak semangat." Yah, padahal ini bukan ikan, ini daging ayam loh, kesukaan gue"
Leon merasa sedikit tidak enak, dia segera menggeleng cepat." Maksudku, makanan ini enak, tapi aku lebih menyukai minuman ini. Begitu" ujarnya berusaha meyakinkan.
Azura mengangguk pelan, tertawa kecil." Bercanda..." Kekehnya, " nih, ini Lo pasti suka" dia menyodorkan sebungkus plastik siomay pada Leon, yang di terima Pemuda itu dengan bingung, seraya membolak-balikkan plastiknya.
"Apa nama makanan ini?"
"Itu siomay yang kita beli pertama tadi"
Leon mengangguk pelan, menatapi Azura yang tengah menyobek ujung dari plastik tersebut, dan Leon mengikutinya.
Saat Azura meludahkan plastik di mulut, Leon juga mengikuti.
Pluh.
Pluh.
"Em, Azura"
Azura mengangkat sebelah alis, menatapi Leon sembari mengigit siomaynya.
"Bagaimana kita makan jika makanannya tidak kita tuangkan ke atas piring?"
Mendengar itu, Azura benar-benar tidak mengerti dengan Leon, apa benar cara memakan siomay saja pemuda itu tidak tahu.
" Lo beneran gak tau? atau pura-pura gak tau aja buat caper ke gue?" Tanya Azura tidak suka.
Namun Leon benar-benar menggeleng dengan wajah polos. Azura menutup matanya sejenak, membuang nafas kasar.
" Gini" Azura mengangkat siomaynya." Lo pencet makanan yang ada di dalem, tuh keluarkan?" Leon mengangguk memperhatikan "setelah isinya nyembul gini, Lo makan, terus Lo kunyah, jangan langsung di telen, entar Lo keselek gak bisa nafas terus mati! Ngerti?" Sinis Azura berusaha menahan kesal, dengan mata sedikit melotot.
Leon mengangguk ragu, namun dia masih mendiamkannya.
Azura menatap lagi, mengunyah siomay dengan kesal. " Kenapa? Masih gak ngerti?"
Leon menatap siomay di tangannya yang sudah di buka." Aku mengerti. Tapi, apa kita tidak perlu mencucinya terlebih dahulu? Aku lihat, tangan penjualnya kotor"
Azura hampir saja tersedak ketika mendengarnya.
"Gak perlu! Tangan abangnya bersih, dia udah cuci tangan pake sabun dettol, udah pake hand sanitizer. Jadi aman. Udah tenang aja. Abangnya bersih kok, aman. Gak bakal keracunan."
Jawabnya sekenanya.
Leon masih menatapnya ragu, perlahan mendekatkan ujung siomay pada mulutnya.
Dan itu tak luput dari tatapan Azura yang memperhatikan nya seraya menunduk.
Leon mengunyahnya pelan, matanya memancarkan keraguan.
Tapi mulutnya mengunyah semakin cepat ketika merasakan perpaduan rasa unik yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Dia menggigit nya lagi, dan memakannya cepat, kali ini reaksinya berbeda, mata terpejam dengan bibir tersenyum, menikmati rasa yang baru saja menyentuh lidahnya.
Azura mendecih sinis dalam hati.
'malu-maluin sumpah!'
"Norak!!" Cibir Azura dan terus memasukan siomay yang tinggal sedikit ke mulutnya.
Namun Leon tak peduli, dia memperlihatkan siomaynya pada Azura dengan mata melebar dan bibir terbuka.
" Azura, makanan ini sangat enak, "Aku ingin membeli lagi. Makanan ini benar-benar enak. Woahh, luar biasa!" Serunya senang kembali memakan siomaynya.
Azura terkekeh." Iya, entar kita beli lagi sama gerobaknya. Ha ha ha"
Ucap Azura, tanpa sadar dia terus menatap Leon yang terlihat senang hanya karna memakan siomay.
Bibirnya tersenyum lebar menatap pemuda itu kagum.
Pukul 13:22.
Leon dan Azura baru sampai di rumahnya, Leon memasuki rumah dengan wajah berseri, di tangannya terdapat beberapa kantong kresek sedang.
Dia menyimpan semua kresek itu di atas meja makan.
Dan menyuruh Azura untuk memanggil semua orang.
"Azura, aku tidak begitu hafal nama-nama orang di rumah mu, bisa kau panggilkan mereka semua?"
Titahnya melihat Azura yang baru saja duduk di kursi.
Dia menghela nafas pelan, mengangguk pelan dengan senyum tipis.
"Gak perlu panggil semua orang, Lo cuma perlu manggil satu orang aja"
Ucapnya menaik-turunkan alis.
Leon memiringkan kepalanya polos, dengan senyum tipis. "Benarkah?"
Azura sedikit melebarkan matanya, menatap ekspresi Leon yang menggemaskan. '*WTF! lucu banget setan*!!'
Azura berdehem pelan, merasakan jantungnya berdetak cepat. '*tenang-tenang*' dia menghela nafas pelan.
"FARAH!!" Teriak Azura nyaring. Tak lama, terlihat Farah yang terbirit dari taman belakang.
"Ada apa non?"
" Tolong bagiin ini ke smua orang, bilang Leon yang beliin"
Farah mengangguk patuh." Saya-"
"Iya kamu juga dapet," kata Azura yang mengerti maksud Farah.
" Makasih non, makasih den" kata Farah sambil berlalu meninggalkan dapur dengan wajah bahagia.
Leon tersenyum senang pada Azura, yang dibalas oleh gadis itu.
Mereka sejenak saling pandang.
" Oh iya, ini punya Lo, ini punya gue" kata Azura cepat sebelum dia terlena oleh tatapan Leon untuk yang kesekian kalinya.
**Bersambung**...
main2 ke krya lu juga ya kalen🙏
klo nnti smpai rmh joddy mnta ajarin pke hp buat komunikasi, ajarin google map juga sama belajar mengenal dunia modern biar cpt adaptasi , untung leon bsa beladiri