NovelToon NovelToon
Belenggu Mafia Lapuk

Belenggu Mafia Lapuk

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Mafia / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 5
Nama Author: Neti Jalia

Warning! 21+


Evellyn seorang gadis muda berusia 17 tahun terpaksa melarikan diri dari rumah. Gadis yang bahkan belum lulus sekolah itu terpaksa melepaskan diri dari jerat sang ibu tiri yang ingin menjual dirinya, karena terlilit hutang judi disebuah pusat perjudian kasino.

Namun kesialan terjadi saat dirinya dalam misi pelarian diri. Gadis itu terjebak dalam situasi yang tidak kalah rumit dan menegangkan. Evelly terjebak diantara orang-orang yang menguasai dunia bawah tanah.

Akankah Evelly berhasil lolos?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neti Jalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Kecewa

Byuurrrrrr

Yansen menceburkan Evellyn kedalam bathup, hingga gadis kecil itu basah kuyup. Namun diluar dugaan Yansen, Evellyn terlihat bertambah sexy dengan keadaan seperti itu hingga jantung Yansen jadi berdebar-debar.

Bibir Evellyn bergetar karena merasakan kedinginan, namun tubuhnya masih saja kurang nyaman. Hingga tanpa sadar, Evellyn menanggalkan semua kain yang melekat ditubuhnya.

"Oh...shitt..."

Yansen mengumpat kesal, karena sesuatu dibawah sana sudah mengacung sempurna. Sementara itu Evellyn menggeliat tidak mampu lagi mengontrol diri.

Yansen mengangkat tubuh Evellyn dan membungkusnya dengan handuk. Sekuat mungkin Yansen bersikap profesional meskipun hawa panas mulai menjalar ditubuhnya.

"Tu-Tuan...tolong aku, rasanya ini tidak nyaman sekali. Aku mohon," Evellyn mengalungkan kedua tangannya dileher Yansen.

"Eve. Bersabarlah, biar aku panggilkan dokter saja untukmu."

Yansen melepaskan tangan Evellyn. Dan membantu gadis itu berbaring diatas tempat tidur. Yansen juga menyelimuti tubuh telanjang itu.

Tap

Tangan Evellyn mencekal tangan Yansen, hingga pria itu sulit berkonsentrasi saat selimut tebal itu sudah tidak lagi menutupi bagian yang paling indah dan paling Yansen sukai.

"Tuan jangan pergi," ujar Evellyn.

Evellyn menarik tangan Yansen, hingga pria itu terjerembab diatas tempat tidur. Evellyn kemudian menaiki tubuh pria itu, hingga Yansen jadi tegang seketika saat gadis itu menuntun tangannya untuk bermain diatas kedua benda favoritenya.

Brukkkk

Yansen kali ini yang mengambil kendali.

"Eve aku tahu saat ini kamu sedang dipengaruhi oleh obat. Apa kamu tahu sedang berhadapan dengan siapa?"

"Tuan Yansen."

"Bagus kalau kamu ingat. Jadi jangan salahkan aku, kamu yang meminta ini. aku harap kamu tidak menyesalinya,"

"Ahh...." Evellyn mende**h saat Yansen sudah membenamkan wajahnya dipuncak dadanya yang sensitif.

Yansen yang sudah terbakar gairah, segera melepaskan pakaiannya tanpa sisa. Bisa Yansen rasakan saat pria matang itu mencium gadis belia itu, Evellyn sama sekali tidak mengerti caranya berciuman dengan baik. Itu membuktikan Evellyn sangat minim pengalaman.

"Ahh...Yansen...ohh.."

Tubuh gadis itu bergelinjang, saat Yansen sudah bermain di lembah lembab dibawah sana. Tubuh gadis itu bergetar saat merasakan ada sesuatu yang mendesak ingin keluar dari arah bawah sana.

"Ahh...ahhh.."

Kepala Evellyn terdorong jauh kesana, saat sebuah gelombang dahsyat menghantam pertahanannya.

"Ini baru permulaan baby. Kamu akan merasakan hal yang jauh lebih indah lagi," bisik Yansen.

Yansen menempatkan miliknya diatara dua kaki mulus milik Evellyn, dan perlahan membenamkan miliknya itu jauh melesak masuk kesana.

"Eemmmpptt...ahh...sakiiittt..."

Evellyn meringis kesakitan saat benda tumpul itu menyeruak perlahan kedalam liang hangat miliknya. Namun bukannya berhenti, Yansen malah menekannya semakin dalam, hingga saat sesuatu yang menghalangi pergerakkannya, Yansen sejenak berhenti.

"Apa kamu ingin lebih?" bisik Yansen.

"Ya ," Evellyn yang tidak sadar hanya bisa menjawab sesuai kontrol bibirnya saja.

Yansen menyeringai, dan semakin memperdalam miliknya. Namun pertahanan itu tidak mudah untuk ditembus, hingga Yansen melakukan sebuah sentakkan yang lumayan keras dan membuat miliknya melenggang bebas didalam sana.

"Aaaakkkhhh...sakiiittt..." Jerit Evellyn saat benda besar dan kokoh itu menyeruak masuk kedalam miliknya.

Yansen memejamkan matanya sesaat, menikmati cengkraman kuat dibawah sana. Setelah cukup rileks, Yansen mulai menggerakkan pinggulnya hingga terdengar suara derit ranjang yang berirama.

Semakin lama, suara derit itu semakin keras. Seiring suara Yansen dan Evellyn yang saling bersahutan. Begitu kerasnya Yansen mengguncang tubuh Evellyn, hingga pria itu membutuhkan dua pegangan untuk menopang kedua telapak tangannya.

"Ahhh...Eve..."

Yansen mengerang panjang, saat beberapa detik yang lalu Evellyn mengerang lebih dulu untuk mendapatkan pelepasan yang kesekian kalinya.

Hosh

Hosh

Hosh

Nafas keduanya saling memburu satu sama lain. Setelah beristirahat sejenak, kedua insan itu kembali bercinta dan menghabiskan malam panjang bersama.

*****

"Emmmpp,"

Evellyn mengerutkan keningnya, karena merasakan pusing dikepalanya. Evellyn juga merasakan sakit disekujur tubuhnya terutama daerah intinya.

Perlahan Evellyn membuka mata dan melihat suasana sekitar yang begitu terasa asing baginya.

"Ini dimana?" ujar Evellyn lirih.

"Ssssttt," Evellyn mendesis saat intinya berasa sakit dan perih.

Mata Evellyn membulat, saat dirinya sadar kalau saat ini dirinya tidak mengenakan apapun. Terlebih Evellyn melihat ada banyak tanda kepemilikkan didaerah dadanya.

"Ap-Ap yang terjadi?" ucap Evellyn lirih.

Evellyn menyibakkan selimut, dan mendapati ada noda darah disprei putih itu. Mata Evellyn terbelalak, seiring air matanya yang sudah menetes ke pipinya.

Evellyn mencoba mengingat apa yang terjadi. Dan potongan demi potongan ingatan seakan menjadi slide di ingatannya, hingga gadis itu menutup mulutnya tanda tak percaya.

Evellyn melihat ada secarik kertas diatas meja, gadis itu bergegas turun dan membaca isi kertas itu.

"Pakailah baju yang ada di paperbag. ada uang di dalamnya. Pulanglah dengan taksi, aku ada urusan sebentar."

Evellyn meremas kertas itu dan membuangnya kedalam sampah. Gadis itu kemudian segera berpakaian dan pergi menggunakan taksi. Air mata Evellyn mengalir deras disepanjang perjalanan menuju rumah Andre. Rasa sakit ditubuhnya, tidak sebanding dengan rasa sakit dihatinya karena sudah kehilangan mahkota miliknya.

Sementara itu, Yansen yang mengatakan ada urusan diluar, ternyata pergi menenangkan diri di markas. Pria yang baru tersadar itu sedang kebingungan harus bersikap seperti apa pada Evellyn.

Setelah puas merenung, Yansen memutuskan untuk pulang kerumah.

"Sayang. Kamu kemana saja semalam? kenapa tiba-tiba menghilang begitu saja? pelayanmu juga, sampai saat ini belum pulang. Aku sudah laper banget ini,"

"Eve belum pulang?"

"Ya. Nggak tahu dia dimana. Sebaiknya kamu pecat saja, cari yang lebih tua sedikit, biar ada tanggung jawabnya."

Yansen tidak mendengarkan ucapan Ivanka. Pria itu malah membuat panggilan pada Evellyn, namun nomor ponsel gadis itu sama sekali tidak aktif.

Yansen kemudian membuat panggilan untuk hotel, untuk memastikan keberadaan Evellyn.

"Maaf tuan. Gadis itu sudah pergi sejak tadi lagi,"

"Baiklah terima kasih."

Yansen menghela nafas. Sepertinya dia tahu kemana Evellyn pergi. Yansen memutuskan untuk membiarkan gadis itu disana, sampai perasaan gadis itu menjadi tenang.

*****

Satu minggu kemudian...

Krieekkk

Evellyn membuka pintu dan mendapati Yansen berada didepannya. Tanpa melepaskan kaca mata hitamnya, Yansen berkata seolah tidak melakukan kesalahan apapun.

"Sudah terlalu lama liburannya. Aku rasa cukup satu minggu kamu berada disini," ujar Yansen.

"Siapa Eve?" tanya Andre.

"Oh tuan Yansen. Silahkan masuk tuan, apa anda sudah melakukan perjalanan bisnisnya?"

Yansen mengerutkan dahinya saat mendengar pertanyaan itu.

"Sepertinya gadis kecil ini berbohong pada Ayahnya," batin Yansen.

"Ya. Itulah sebabnya saya menjemput dia kemari,"

"Baiklah. Bersiaplah Eve, jangan biarkan majikanmu menunggu terlalu lama."

Evellyn menatap kearah Yansen. Meski menggunakan kaca mata hitam, Evellyn mampu menembus tatapan mata pria itu.

"Sepertinya Eve sangat marah padaku. Aku bisa melihat ada rasa kecewa dimatanya itu,"

"Pria yang aku percaya ternyata tega memanfaatkan ketidakberdayaanku. Yang lebih menyakitkan adalah, dia sama sekali tidak ada rasa bersalah sedikitpun,"

Tanpa banyak kata Evellyn masuk kedalam mobil Yansen. Selama menuju jalan pulang, tak ada yang berani bersuara lebih dulu. Dua insan itu larut dalam pemikiran mereka masing-masing.

TO BE CONTINUE...🤗🙏

1
Febby fadila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Febby fadila
udah mulai malas bacax, mafia kok nggak ada yg jelas 1 heran deee, beda banget sama cerita yg disebelah, mafiax bekerja sangat rapi dan cepat
Febby fadila
orland lebih licik daripada Yansen,,,
Febby fadila
kalian berempat itu terlalu bodoh mafia kok nggak bisa bijak dlm berpikir siii heran deee
Febby fadila
klw dsni kayakx orland yg lbih cerdik dan licik dari Yansen deee, orang² orland yg duluan cepat daripada orang² yansen
Febby fadila
hmmm makin menarik, orland juga yg menyelamatkan Evelyn kayakx,, waaahh butuh perjuangan besar buat Yansen untuk menemukan eve dari musuh bubuyutannya
Febby fadila
knp nggak di masukin Ivanka kedalam karung baru buang dia,
Febby fadila
kok lambat sekali siii Nemu kebenaranx,
Febby fadila
Ivanka cari mati ditangan Yansen rupanx
Febby fadila
ooo Ivanka jual² nama Yansen biar eve membenci Yansen,,
Febby fadila
aku sumpahi kamu Yansen tidak punya anak seumur hidup, bila perlu jonimu mati suri seumur hidup,,, kamu pikir harta dan tahtamu bisa membuatmu bahagia
Febby fadila
pasti ulah ivanka
Febby fadila
kabur saja dari situ Evelyn biar Yansen menyesal
Febby fadila
mantap eve sandiwara yg sukses,, 🤣🤣🤣🤣 panas Yansen ❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥
Febby fadila
pasti eve bakalan hamil secara Yansen tidak pakai pengaman,,
Febby fadila
racun yang bikin ketagihan eve 😁😁😁😁
Febby fadila
awas aja kau Yansen jadikan eve seperti Ivanka,
klw Ivanka bukan perawan tua tp kek gadis rasa janda udah bolong semua
Febby fadila
iyalah wong Ivanka dia cuman bisa diranjang doang,,,
Febby fadila
bikin ngakak aku, Yansen seperti suami yg ketahuan selingkuh dari istrix 🤭🤣🤣🤣🤣
Febby fadila
uuuuhhh Yansen baik banget siiii,,, menolang tanpa terlihat orang² di sekitarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!