NovelToon NovelToon
Putri Hebat Sang CEO

Putri Hebat Sang CEO

Status: tamat
Genre:One Night Stand
Popularitas:783.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nadziroh

Siapa sangka bekerja di sebuah hotel akan mengantarkan kesucian yang di jaganya, Dhea harus kehilangan mahkotanya di saat seorang pria memaksanya untuk melayaninya saat mengantar minuman.

Hingga gadis itu hamil dan melahirkan anak kembar yang sangat cantik.

Arya Ghora prasida, bahkan pria itu pun tak tau siapa wanita yang sudah berhasil membuatnya puas hanya dengan satu malam, hingga rasa itu menjadi candu baginya, dan Arya tak bisa melupakannya walaupun sekejap.

Sampai lima tahun penantian yang hampa, akhirnya mereka di pertemukan kembali, meskipun tak saling mengenal, Arya merasa ada sebuah aliran listrik yang menyengat di saat ia berdekatan dengan Dhea.

apakah dunia akan mempersatukan mereka dengan hadirnya si kembar yang hebat?
ataukah Dhea memilih untuk hidup sendiri, dengan kedua putrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerita Arya

Rasa cemas itu terus menyelimuti hati Arya semenjak tes di lakukan, di satu sisi ia berharap hasilnya akan positif, dan di sisi lain, ia harus menyiapkan diri untuk mengakui di depan Dhea. Akhirnya Arya memutuskan untuk bertemu dengan Damar, saat ini bukan sebagai CEO yang angkuh dan dingin melainkan sebagai seorang sahabat, bahkan Arya lah yang sengaja datang ke apartemen Damar untuk melepas keluh kesahnya.

''Tumben.'' Menggiring Arya menuju ruang tamu.

Arya langsung menghempaskan tubuhnya, dua hari ini Arya begitu lelah mengurus Reina dan Rania serta pekerjaan di kantor yang sedikit menumpuk.

''Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan,'' Arya memejamkan matanya.

''Aku tau.'' celetuk Damar seraya mengeduk kopi yang akan di sajikan untuk sahabatnya.

''Kalau nggak butuh mana mungkin seorang Arya mau menginjak apartemenku,'' cetusnya lagi menyindir.

Arya diam dan membuka matanya menatap langit langit rumah Damar.

''Ada kemungkinan kalau Rania dan Reina adalah putriku.''

''Whaaattt...'' Dengan antusias Damar mendekati Arya menyodorkan kopi panas di depannya.

''Kamu yakin?'' Memastikan.

Arya mengangguk lalu menceritakan kejadian di rumah sakit dengan detail.

Sedangkan Damar hanya manggut janggut tanpa menyelak apa yang di katakan Damar.

''Bakalan ada yang seru nih,'' Damar hanya mengelus dagunya. Membayangkan jika apa yang di ucapkan Arya itu benar adanya.

''Maksud kamu apa?'' menyeruput kopi hitam buatan Damar.

''Bukan apa apa sih, aku hanya menunggu reaksi Dhea setelah tau bahwa orang yang sudah menjadikannya mantan perawan itu adalah kamu.''

''Gila...'' Mendorong tubuh Damar hingga jatuh tersungkur, namun bukan Damar yang nyerah begitu saja, kali ini pria itu malah menoleh menatap tubuh Arya dari atas sampai bawah.

''Sudah berada tahun senjatamu tak di asah?''

Oh tidak, pertanyaan macam apa itu, sangat tak berfaedah dan membuat Arya jengkel.

Seketika Arya menutup bagian sensitifnya dan menoyor jidat Damar dengan satu jarinya.

''Apa maksud kamu?'' tanya Arya melengos, tak menyangka kalau Damar masih saja tetap mesum.

''Kayaknya dia mau ketemu jodohnya lagi.''

Hahahaha..... menertawakan seorang casanova yang sudah menahan hasratnya selama bertahun tahun.

''Kamu jangan aneh aneh, ini bukan saatnya bercanda.'' Tegas Arya.

''Oke, oke, aku akan bantu kamu, dan jika Reina dan Rania terbukti putri kamu, aku akan bantu kamu bersatu dengan Dhea.''

Sontak Arya membelalakkan matanya menatap wajah Damar yang masih cengengesan.

''Nggak gitu juga Mar, dia itu calon istri Restu, nggak mungkin aku merebutnya. Aku bukan pebinor.'' Mengingat ucapan Jojo dan Jeki.

Arya tak terima, baginya kebahagiaan Restu juga penting, dan Arya tak mau mengusik apa yang sudah menjadi milik saudaranya.

''La terus bagaimana dong?''

''Kamu cukup bantu aku untuk bicara sama Dhea, supaya dia memaafkan aku, itu saja.''

Meskipun hati kecil Arya ada sinyal sinyal cinta yang menyengat untuk Dhea, namun ia tak bisa berbuat lebih mengetahui fakta yang ada.

Damar kembali duduk di samping Arya dan menepuk bahunya, sekian lama bersama, baru kali Ini Damar melihat Arya seperti orang yang hilang arah.

''Apa kita perlu ke klub?''

Arya menggeleng.

''Kapan terakhir kamu tidur dengan wanita?''

''Enam tahun lalu, dan Dhea lah wanita yang terakhir menemani malamku, sekarang aku sadar, kalau wanita itu harusnya di sayang bukan tempat pelampiasan.''

Damar tersenyum, ternyata Arya benar benar taubat dari hal buruk itu.

''Kamu sahabatku, aku akan selalu mendoakan kamu.''

Cih, Arya berdecih meremehkan ucapan Damar.

''Doa orang laknat nggak mungkin mujarab, mendingan aku minta doa mama.'' Cecarnya.

Lagi lagi Damar hanya cekikikan melihat Arya yang kini terlihat jengah.

Di saat menyeruput kopi yang kedua, tiba tiba saja ponsel di sakunya berdering, dengan cepat Arya merogohnya, takut penting.

Brusss

Arya menyemburkan kopi yang baru saja berada di ujung lidahnya, pria itu terbelalak menatap nama yang berkelip di layar. Tak menyangka ada yang kembali membangkitkan semangatnya di saat runtuh.

''Siapa?'' tanya Damar menyungutkan kepalanya ke arah ponselnya.

Tak menjawab, Arya menggeser ponselnya tepat di depan Damar.

''Dhea, ngapain dia telepon kamu malam malam gini, apa dia mau di kelonin?''

Lagi lagi Arya tak betah jika tak menjitak jidat Damar yang bicara ngawur.

Akhirnya Arya merapikan rambut dan bajunya sebelum ia menerima panggilan itu.

Eheemmm...Arya kembali berdehem dan menatap wajah Damar.

''Gimana, aku sudah ganteng kan?'' bisa bisanya narsis.

Ganteng sih tapi bego.

Beda di hatinya, Damar mengangkat kedua jempolnya, tak mau membuat Arya marah.

''Buruan, nanti di tutup lagi.''

Akhirnya Arya menyambung panggilan Dhea.

''Halo, Dhe, ada apa malam malam VC?''

Nampak wajah Dhea menyimpan keraguan, bahkan wanita itu tak menatap dirinya.

''Maaf tuan, ini, anak anak katanya mau bicara.''

Dhea meletakkan ponselnya di depan Reina dan Rania yang duduk bersejajar diatas ranjang.

''Malam cantik, ada apa ini?''

Hihihi...

Arya menatap Rania yang menutup kedua matanya dengan satu tangannya. Bocah cilik itu nampak sesenggukan.

''Kenapa Rania nangis?''

Sedangkan Reina hanya diam menatap wajah Arya.

Rania menurunkan tangannya dan menunduk.

''Kenapa om nggak menemani kami tidur, apa om nggak sayang sama kami.''

Arya ikut menatap lekat wajah Rania yang melas.

''Bukan begitu, tadi om ada urusan sebentar, jadi om harus pergi, kalau Reina dan Rania ingin om tidur sana, kalian bilang dulu ke mama.''

Seketika Reina dan Rania menarik lengan Dhea, hingga Arya bisa menatap wajah wanita itu dengan jelas.

''Ma, boleh kan Om Arya tidur di sini?''

Dhea menimpali dengan senyuman.

''Terserah tuan saja, asalkan tuan nggak merasa di repotkan.''

Ceeesss... itu yang aku mau Dhea, selain ingin di dekat anak anak. Aku juga ingin di dekat kamu.

Biarlah Arya merasa egois dan serakah karena itu yang saat ini ingin dia lakukan.

Setelah ponsel tertutup, Arya langsung berlonjak di atas sofa milik Damar. Bagaikan mendapat hadiah lotre, yang pastinya Arya merasa terbang di awan.

Kini pria itu tak peduli dengan apapun, yang terpenting malam ini ia akan berada di dekat Reina dan Rania sekaligus mamanya.

''Ar, ini kesempatan yang bagus.''

''Bagus gimana?'' Arya kembali duduk di samping Damar saat pria itu terlihat serius.

''Nanti kalau anak anaknya sudah tidur, gantian kamu rayu emaknya.'' Ucap Damar berbisik.

Seketika Arya memukul perut Damar hingga meringis.

''Terus besoknya kamu ingin aku di maki maki Dhea, di benci Restu, dan di marahi mama.''

Tak segan segan Arya marah dengan ide konyol Damar.

Damar tak menjawab dan kembali tertawa seraya menatap Arya.

''Bercanda, sekarang pulang sana, si anak papa Arya sudah menanti, ingat, tangan sama mata di jaga, apa lagi barang antiknya jangan sampai memberontak.'' Lagi lagi Damar menggoda.

Arya tak menggubris, menurutnya Damar memang sinting dan tak perlu di ladeni.

1
Lina Carolina
selalu suka karya author
Rosnah Yusuf
ikut baca ya thor, terima kasih /Smile/
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor

typo ya thor,yg paling aneh di apartemen tapi denger klakson dan deru mobil 🙈
🌹🪴eiv🪴🌹
harusnya mati 🤣🤣🤣🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
bukannya tinggal di apartemen ya thor
kok di klakson mobilnya naik keatas 🙈😛
Nurlaila Hasan
Luar biasa
Al^Grizzly🐨
Harusnya ada Ceritanya kenapa Bisa kedua anaknya bisa berurusan dgn Polisi dan di anggap Pahlawan...apa keahlian kedua anaknya itu.
Hasanah Ana
astaga sking asyikx baca smpai gak kbaca tulisan tamat🤣🤣
Rafanda 2018
pasti hp mahal...jatuh kelantai ga apa apa
Rafanda 2018
sukurin ....katanya iQ tingi ko si kembar ga ada pinternya
Rafanda 2018
damar goblok.tolol cok....arya ceo jg goblok,penggawal dua jg tolol
Rafanda 2018
nyonya septi terlalu lebay anak da tua kaya anak kecil selalu di kekang
Rafanda 2018
cok,,,bertele tele...bercanda doang ga faedah
Rafanda 2018
karakter ator mungkin klo ada masalah mabok kenapa arya harus begitu kaya ator
Aidah Djafar
Ending mengharukan 😁😍
terharu biru 💕
makasih Thor 🙏
cerita ny keren 👌👍
Aidah Djafar
bahagia dari cerita kamar gelap sampai cerita kamar terang 🤦😁😂 Dhea vs Arya 😁😂😍
Aidah Djafar
belah duren malam kedua
Arya vs Dhea wkwkwkwk
Aidah Djafar
heeeem akhirnya jodoh nya Dhea Arya 😍 bahagianya akhirnya bersatu 🤔
cocok nih Restu sama Yesi 🤔 akhirnya Restu menemui tambatan hatinya yaitu sahabatny Dhea c Yesi 🤔
terus Maya sama siapa nih 🤔
Aidah Djafar
hadiah apa nih dari Restu🤔 Arya kah yg jadi pengantin pria 🤔
Aidah Djafar
Restu ngertiin donk biar gimana Arya biologisnya kembar lho 🤔🤦 klo Maya sih ngk usah di minta pengertian namany juga Mak lampir 🤦🤣🤣🤣
Rafanda 2018: restu sebagai saudara jg egois bin tolol
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!