NovelToon NovelToon
Maukah Denganku

Maukah Denganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika
Popularitas:82.9k
Nilai: 5
Nama Author: ferdiza syahira

Diva Zivana gadis cantik yang memutuskan untuk menikah muda. Diva mempunyai kisah perjalanan cinta yang panjang dan berliku.

Sebelum menikah, Diva selalu mendapatkan pria yang sesuai dengan tipe pria yang Diva sukai. Namun ternyata semua pria itu bukanlah yang terbaik untuk Diva.

Lantas bagaimanakah Diva bisa memutuskan untuk nikah muda?
Simak kisah Diva Zivana di novel "Maukah Denganku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ferdiza syahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

terimakasih ibu

"Apa hebatnya? tapi cantik juga sih Marsha. Tapi kenapa aku nggak rela ya Ferdy deket sama Marsha??" umpat Diva dalam hati.

"Div! " panggil Ferdy sengaja ingin mengejutkan Diva yang terlihat melamun.

"hah apa?"

"gapapa kirain melamun", kembali Ferdy menatap Diva.

"Kenapa kamu liatin aku kayak gitu? aku cantik kan?", ledek Diva.

"iidiiih... jadi kepedean dilihatin cowok ganteng... hahahaa...." Ferdy tertawa

"hihihii... uuhuk... uhuuk.... uuhuk...."

Ferdy dan Diva saling berpandangan mendengar suara tertawa yang diikuti suara batuk

"ibu... !!" sahut Diva dan Ferdy bersamaan.

Diva segera mencari ibu yang ternyata duduk di dekat pintu.

"ibu ngapain disini?", selidik Diva.

"uuhuk.... uuhuk... ehkhem ehkhem... kalian ini bikin ibu tersedak aja", Ibu masuk ke dapur dan mengambil minum.

"haah" Diva melihat ke arah Ferdy.

Ferdy mencoba menahan tawanya.

Diva kembali duduk di samping Ferdy. Diva melihat Ferdy kembali sibuk dengan ponselnya.

"Marsha orangnya asyik ya? kelihatannya kamu asyik banget chatingan sama dia", Diva semakin penasaran dengan Marsha.

"ya nggak juga sih Div," jawab Ferdy sambil mengetik di ponselnya.

"lhah tu sibuk banget balesin chatnya", sindir Diva sambil mengintip layar ponsel Ferdy.

"sok tahu.... nih aku lagi bahas kerjaan sama temen-temen kerja aku", Ferdy memperlihatkan layar ponselnya yang berisi chating dengan group kerjaannya.

Diva meringis setelah melihat layar ponsel Ferdy.

"kirain lagi sibuk chatingan sama dik Marsha...", ejek Diva.

"emang kenapa kalau aku chatingan sama Marsha? kamu nggak cemburu kan?", Ferdy melirik Diva dengan senyum jahilnya.

"enggak lah... kurang kerjaan", jawab Diva kembali menyedekapkan tangannya.

"halah... ngaku aja... " ledek Ferdy.

Ferdy yang melihat Diva semakin kesal, semakin senang untuk semakin menggodanya.

Muka Diva semakin memerah saat Ferdy menggodanya.

"kamu besok diantar siapa ke bandara?", Diva mengalihkan pembicaraan agar Ferdy berhenti menggodanya.

"papahku, kenapa? kamu mau ikut anterin aku?", lagi-lagi Ferdy menggoda Diva membuat Diva semakin salah tingkah.

"cuma nanya", jawab Diva yang mencoba tenang saat Ferdy terus menggodanya.

Diva melihat jam di ponselnya waktu menunjukkan pukul 21.15.

"sudah malam Fer,"

Ferdy pun juga melihat jam di ponselnya.

"Eh iya nggak terasa udah jam sembilan aja"

Ferdy beranjak dari tempat duduknya.

"aku pulang dulu ya Div, ibu mana?"

Diva masuk untuk memanggil ibunya yang sedang menyaksikan acara kesukaanya di tv.

"bu, Ferdy mau pamitan tuh",

Ibu beranjak dari tempat duduknya dan melihat Ferdy yang berdiri di belakang Diva.

"Bu, saya pamit dulu ya. Besok saya sudah berangkat ke perantauan lagi," Ferdy menyalami ibu dan mencium tangan ibu.

"Ya nak, hati-hati ya. Semoga diberi keselamatan dan rejeki yang berlimpah ya nak."

pesan ibu sambil mengelus kepala Ferdy.

Diva merasakan ada kesejukan antara ibu dengan Ferdy saat itu. Seakan Ferdy adalah anak kandung ibunya. Diva hanya tersenyum menyaksikannya.

"aamiin...", jawab Ferdy

"Pamit dulu ya Div", Ferdy menepuk bahu Diva sambil berjalan keluar rumah.

"Kamu nggak salim sama aku?" Diva mengikuti Ferdy keluar rumah.

Ferdy tersenyum lalu menaiki motornya.

"Besok aku telepon kalau udah sampai",

"ok, ati-ati.... ",Diva melambaikan tangan

"Assalamu'alaikum..." Ferdy melajukan motornya.

"wa'alaikum salam..." jawab Diva dan ibunya bersamaan mengantar Ferdy sampai depan pintu rumah.

Diva segera masuk ke kamarnya setelah Ferdy pergi.

"sepi lagi deh...." gumam Diva merebahkan badannya ke tempat tidurnya. Diva selalu merasa sepi saat Ferdy jauh darinya.

Diva segera menarik selimutnya lalu memejamkan matanya.

.........

Pagi menjelang, Diva sudah mulai masuk kerja lagi setelah satu minggu libur lebaran.

Di tempat kerja Diva, bos Jerry menyambut semua karyawannya dengan setumpuk pekerjaan yang harus segera diselesaikan.

"baru masuk kerja udah kerja rodi aja nih", gerutu Erma yang sedang menyiapkan barang-barang yang akan dikirim hari ini.

"udah ayo cepat kita kerjakan biar nanti kita bisa pulang tepat waktu", ucap Diva yang mengecek barang yang akan dikirim.

"iya nih Erma baru mulai kerja udah ngeluh aja", Lina segera membantu Erma yang kewalahan karena banyaknya barang yang harus disiapkan.

Mereka bekerjasama dengan kompak dan semangat. Hingga tepat waktu pulang mereka sudah menyelesaikan pekerjaan yang diberikan bos Jerry hari ini.

"ok, terimakasih kalian sudah bekerja keras hari ini. Sekarang kalian boleh pulang", kata Bos Jerry setelah memeriksa pekerjaan karyawannya hari ini sudah sesuai dengan harapanya.

Teman-teman kerja Diva bergegas untuk pulang. Saat akan keluar pintu gerbang, bos Jerry memperhatikan Diva.

"Div, Diva... ", bos Jerry memanggil Diva untuk masuk ke dalam kantornya.

"tunggu sebentar ya Lin, bos Jerry memanggilku", Lina menghentikan motornya di depan gerbang.

"Ya pak, ada apa?", Diva segera menghampiri bos Jerry yang berdiri di depan kantornya.

"kamu pulang sama siapa?", tanya bos Jerry

"sama Lina pak", jawab Diva heran tiba-tiba bos Jerry menanyakan hal itu.

"rumahmu dekat dengan Lina?"

"iya pak, deket"

"ya sudah pulang sana"

"ya pak permisi... "

Diva segera menghampiri Lina yang sudah menunggunya di depan gerbang.

"kenapa bos Jerry memanggilmu Div? ada yang salah dengan kerjaaan kita tadi?", tanya Lina yang mulai melajukan motornya.

"nggak Lin, cuma nanya aku pulang sama siapa gitu doang", jawab Diva yang masih heran dengan pertanyaan bos nya tadi.

"hah... aneh.... " Lina pun juga merasa heran mendengar jawaban Diva.

Sesampainya di rumah, Diva segera menyiram tubuhnya dengan air hangat yang sudah disiapkan ibunya.

"aah... badanku terasa lebih enakan. Terimakasih ya bu... ", kata Diva keluar dari

kamar mandi sudah berganti pakaian yang bersih.

"kalau sudah selesai ayo cepat makan", sahut ibu yang sedang menyiapkan makanan di meja makan.

"iya bu, bentar aku mau menyisir rambut dulu di kamar", Diva masuk ke kamar dan menyisir rambutnya di depan meja riasnya.

Drrt..... drrt.....

Terdengar suara getar ponsel Diva yang masih di dalam tas kerjanya.

Diva segera mengambil ponselnya dan melihat layarnya. Diva tersenyum lebar melihat nama yang menelepon Diva.

"Ferdy",

"Hai Div, aku sudah nyampe di mess nih",

"Alhamdulillah, ni aku juga baru pulang kerja",

Seketika Diva terlupa dengan kelelahan yang dia rasakan sepulang kerja setelah mendengar kabar dari Ferdy.

"Ferdy udah nyampe di tempat kerjanya Div?", sahut ibu dari ruang makan yang mendengar percakapan Diva dan Ferdy.

"sudah bu," jawab Diva.

"ya sudah Fer, aku mau makan dulu. Ntar malam telepon lagi ya",

"ya deh...", jawab Ferdy.

Diva menutup teleponnya dan segera menuju ruang makan menghampiri ibunya yang sudah duduk di kursi makan.

"kamu kelihatan lelah Diva, cepat habiskan makannya lalu istirahat ya. Maafkan ibu, kamu harus ikut kerja keras untuk membantu ibu", kata ibu yang merasa bersalah melihat Diva yang tampak kelelahan bekerja.

"nggak apa-apa kok bu. Walau lelah Diva seneng bisa kerja buat bantu ibu. Lelahnya Diva ini nggak seberapa dibanding semua yang sudah ibu berikan ke Diva", Diva tersenyum menatap ibunya yang tampak terharu mendengar kata-kata Diva.

Diva pun segera melanjutkan makannya dengan lahap.

"seumpama kamu nanti nikah sama Ferdy kamu juga ikut Ferdy ke perantauan?"

"uuhuuk.... uhuuk.... "

Diva tersedak mendengar pertanyaan ibunya dan segera mengambil minum.

bersambung.......

 

Terimakasih sudah mampir 😊😊😊

semoga suka dengan ceritanya 😇

jangan lupa like, komen, vote dan kasih hadiah 🌷

🙏🙏🙏🙏🙏

1
Naxena
keren
Eliya Binti Usman
belum ad kelanjutan nya ya thor 🤔 lihat komentar kok hampir setahun ya
Santai Dyah
hadir lnjut seru kata kata mutiara nya keren
Santai Dyah
tertinggal jauh nih smngt uP nya ya
Santai Dyah
lnjut thor
Senajudifa
halo thor...cerita awal yg bagus jika berkenan mampirlah ke novelku yg berjudul kutukan cinta
Sherliana Zuadesi
ini kpn di lanjut'y sih...
dah lama banget ga up
lina
wah wah wah, bos jerry mntand ksh bogem
lina
🤣🤣 cian amat s erma
lina
🤣🤣🤣 ketawan dh
Sherliana Zuadesi
npa blm up gi thor...
pdhal aku dah nungguin lma banget loh
Aris Pujiono
sanubari mendukngmu
Mom FA
alam dari in memories🙏
Emy
s3mangat ka
Emy
baru mampir
lina
sweeet klo lg adem
Aris Pujiono
sanubari selalu mrndukungmu
lina
tuh baru ferdy 🤣🤣
Aris Pujiono
sanubari mendukungmu
Aris Pujiono
cemburu buta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!