Hanya karna melihat dari penampilan saja mereka sepakat untuk menikah karna perjodohan dari orang tua mereka.
Tanpa ada pendahuluan, awalan, pendekatan ataupun suatu ikatan cinta sebelumnya, tapi mereka dengan mantapnya menyetujui perjodohan itu.
Tata adalah seorang gadis yang sangat hyperaktif di segala kondisi dan cuaca serta kehidupannya yang sangat beruntung.
Sedangkan Bara, banyak hal yang dia rahasiakan tentang dirinya.
Mereka hanya melihat apa yang Bara perlihatkan sedangkan jauh disana, sebuah rahasia yang terjaga dengan baik sedang berada di ujung tanduk.
Akankah Bara mulai luluh kepada Tata? atau mungkin Bara yang mulai menceritakan tentang kebenaran dirinya kepada Tata? Apakah Tata bisa menerima semua ini setelah apa yang sudah terjadi?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MegaHerdian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27.
Cristian saat ini berada di bangunan utama yang biasa mereka sebut dengan Mugi, Mugi adalah tempat yang paling utama dan terbesar di kediaman mereka.
Cristian duduk bersama sang istri tercintanya, Ying Amada Winian.
Mereka sudah menikah saat umur mereka masih sangat muda, mungkin saat itu mereka berumur 18 tahun dan mereka menikah karna mereka tidak ingin terpisah satu sama lain, begitu kuatnya rasa cinta mereka sampai saat ini dan dengan cinta mereka pula hadirlah Bara sebagai bentuk cinta mereka selama ini.
Cristian dan Amada duduk berdampingan, sedari tadi Cristian sudah bilang bahwa dia akan berbicara serius tapi ucapannya selalu saja tertunda dengan satu alasan yang tidak bisa di ganggu gugat, yaitu menonton acara kesukaannya BTS.
'Aku mendahulukan BTS sebagai yang pertama, setelahnya kau atau apapun itu terserah, tapi jangan ganggu aku saat ini'
Jika sudah menyangkut bts, Cristian tidak bisa melakukan apapun lagi bahkan hanya mengganggunya saja dia sudah tidak berani, apalagi kalo sampe salah ngomong sudahlah mungkin akan berbeda lagi ceritanya nanti.
Saat ini istrinya sedang tertawa-tawa menonton Run Bts episode terbarunya, awalnya Cristian tidak ingin membicarakan tentang Bara saat ini tapi jika di tunda-tunda itu akan semakin bermasalah dan mempersulit keduanya, lebih baik saat ini walaupun harus mengganggu kebahagiaannya Amada.
Cristian mau tidak mau harus ikut menonton dan mendengarkan segala jenis cerita tentang bts, di mulai dari si A dan si B dan berakhir menjadi semua, bahkan cerita yang pernah dia ceritakan sebelumnya dia ulang lagi cerita itu sampai terasa legit kepalanya mendengar itu.
Cristian sudah tau semua member bts, namun dari ke tujuh itu istrinya adalah fans berat Kim Taehyung dan Jhope, tidak tanggung istrinya itu suka sekali meniru pakaian yang mereka kenakan.
Bukannya Cristian tidak suka, tapi sejatinya seorang pria dia lebih tertarik dengan kumpulan perempuan ketimbang lelaki, tapi mungkin ada juga yang suka tapi bagi Cristian pribadi mungkin dia lebih suka yang perempuannya.
Menurutnya pribadi lagu-lagu mereka juga sangat bagus dan mereka juga sangat tampan jadi tidak heran walaupun istrinya sudah tidak muda lagi tapi jiwa army nya begitu kuat, setiap adanya konserpun dia dan teman-temannya pasti akan berburu tiket dan memesan tempat paling depan demi melihat kumpulan anak lelaki yang menari itu.
Bahkan dia menjadi ketua fc terbesar di China, istrinya dan beberapa temannya tidak tanggung-tanggung untuk mengeluarkan nominal hanya untuk sekedar merayakan ulang tahun para member ataupun acara lainnya.
Jika itu yang membuat istrinya bahagia, Cristian tidak mempermasalahkan apapun yang Amada lakukan karna itulah bentuk kebahagiaannya.
"Mau ngomong apa?" Tanya Amada yang membuyarkan lamunan Cristian.
"Oh udah selesai"
"Kamu ga nonton?"
"Non..ton.." Cristian memelankan suaranya saat melihat raut wajah sang istri yang sudah mengintimidasi dirinya.
Amada menatap Cristian dengan tajam, mencari kebohongan ataupun sesuatu yang bersifat dusta di dalamnya.
"Baiklah, kau bisa bicara"
Cristian membuang nafasnya lega, untungnya dia sudah terbiasa membaca situasi jika sedang berada di titik tak berdaya seperti tadi, akan sangat merepotkan jika dia salah berbicara.
"Bara tertarik dengan seorang pria" ucap Cristian to the point.
Tidak ada jawaban.
Masih hening selama beberapa detik.
Amada menatap kearah Cristian, namun tidak ada ucapan yang keluar dari mulut mereka.
Kalian mungkin akan tau rasanya ketika menjadi seorang ibu, rasa sedih, kecewa, sakit dan marah terasa menjadi satu.
"Oh ya.." Amada tersenyum, tentu saja itu senyuman palsu yang amat menyakitkan.
"Apa kau baik-baik saja?" Cristian memegang pundak Amada saat melihat matanya yang mulai memerah dan tangannya yang bergetar.
"Aku baik-baik saja" Amada tersenyum lagi, namun kali ini dia tidak bisa berbohong lagi saat air matanya lolos begitu saja.
"Aku baik-baik saja" cicitnya lagi.
"Sayang..." Cristian memegang pundak sang istri, menatap wajahnya yang kini memerah, dia bisa merasakan pundaknya yang bergetar.
"Aku baik-baik saja.." ucap Amada lagi, kini di sertai dengan isak tangisannya.
"Aku baik-baik saja" Lagi.
Amada menangis dan memeluk Cristian dengan kuat menumpahkan air matanya yang sudah lama tidak keluar itu.
Rasanya dadanya sangat sesak mendengar hal itu, bukan hanya Amada bahkan Cristian pun hanyut kedalam suasana dia tanpa sadar menitikan air matanya sembari menenangkan istrinya itu.
"Dia anakku...Aku yang mengandungnya, aku..aku yang melahirkan dan merawatnya..aku memberikan semuanya kepadanya, kenapa..kenapa semua ini bisa terjadi"
"Apa aku gagal menjadi seorang ibu"
Deg!.
Mendengar itu hati Cristian benar-benar sangat sakit, rasanya hatinya pecah detik itu juga.
"Tidak, ini bukan salahmu..kau wanita terhebat untukku dan untuknya..jangan mengatakan hal seperti itu"
Amada menatap Cristian, air matanya masih mengucur dengan derasnya seakan menumpahkan semuanya detik itu juga.
"Apa aku gagal menjadi seorang ibu...hm"
"Tidak...tidak, kau wanita yang hebat" Cristian menangkup wajah Amada dan menghapus air matanya dengan ibu jarinya.
"Aku seorang ibu...ibu mana yang menginginkan hal ini terjadi! Sebagai seorang ibu aku menginginkan anakku menjadi pria yang normal dan menikahi wanita cantik dan memiliki seorang anak"
"Apa aku salah jika menginginkan hal itu?"
"Benar..kau benar, tapi Bara adalah anak kita, dia mengatakan hal itu dengan tegas kepadaku, dia sudah berani berbicara tanpa harus menyembunyikan jati dirinya"
"Tapi dia masih menyukai seorang wanita"
"Apa?" Amada mengerjap, menatap Cristian lekat-lekat saat mendengar hal itu.
"Maksudmu, dia menyukai seorang wanita tapi juga tertarik dengan seorang pria?"
"Aku tidak tau, tapi dia mengatakan hal itu"
"Bajingan sialan! Aku pikir dia benar-benar seorang gay!" Amada mengahapus kasar air matanya.
"Hau..bajingan ini menghancurkan hariku saja!"
"Minggir"Amada menyuruh Cristian untuk menggeserkan tubuhnya.
"Kenapa dia?" batin Cristian saat Amada hendak melenggang pergi.
"Apa kau tidak terkejut atau bersedih"
"Aku sudah tau" Amada membalikan badannya menatap kearah Cristian.
"Maksudmu?"
"Aku seorang ibu, jadi aku lebih tau tentangnya walaupun dia tidak mengatakan hal itu padaku"
Cristian bangun dari duduknya.
"Ada cara untuk segala hal, dia masih remaja banyak hal yang belum dia lalui, lambat laun dia akan melaluinya"
"Kita hanya perlu menunggunya menjadi dewasa, dia anak yang jujur dia tidak akan mengecewakan kita"
"Percayalah"
Cristian tersenyum mendengar penuturan Amada, dia berjalan mendekat dan memeluk istrinya itu dengan erat.
"Aku tau, kau adalah wanita yang kuat"
"Kau sangat hebat" Cristian mencium pucuk kepala istrinya dengan sayang, membuat hati mereka berdua semakin hangat.
"Aku menyayangimu"
"Ya, aku juga"
jangan lupa mampir di karya aku juga ya kk
🥰
My Little Prince dan VCPD
terimakasih 🙏