NovelToon NovelToon
Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Romantis / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: T4

Kehidupannya sangat malang, karena ia baru saja ditinggalkan kedua orang tuanya untuk selama-lamanya yakni meninggal dunia karena menjadi korban kecelakaan mobil, yang mana si pengendara mengendarai mobilnya dengan ugal-ugalan, mengakibatkan menabrak kedua orang tua Gadis hingga meninggal di tempat kejadian.

Kini ia menjadi anak yatim-piatu hidup sebatang kara tanpa sanak saudara dari pihak kedua orang tuanya.

Gadis pun bertekad untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Sahabatnya tak luput dari pertanyaannya menanyakan lowongan kerja yang bisa menerima ia yang hanya lulusan menengah saja.

Bar, tempat sahabatnya bekerja ia datangi dengan sudah berdandan dengan sangat cantik, namun ada sosok laki-laki yang misterius sedari ia masuk Bar sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dan ingin memiliki dengan apa pun caranya.

"Diam kau...detik ini kau akan menjadi penghangat ranjang ku." Sarkas laki-laki dengan manik tajam itu.

Seketika tubuh Gadis bergetar hebat menahan ketakutan yang sangat dalam atas bentakan dan tatapan laki-laki tersebut.

"Ayah, Ibu...tolong Gadis." Ucapnya dalam hati masih dengan tubuh yang bergetar.


~~~~~

Mohon maaf jika banyak kata-kata yang rancu alias tidak enak dibaca, mohon kritik dan saran untuk para pembaca, karena ini karya Novel pertama saya dan real dari pemikiran saya sendiri tanpa ada saya memplagiat dari karya Novel yang sudah hitz terdahulu.

Semoga dengan ini banyak yang mau membaca karya saya yang jauh dari kata sempurna.


~

Salam hangat T4

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T4, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KSGM 26

...LIKE DULU DONG!!!!...

...~...

Di Dapur Bibi Nam bersama asisten rumah tangga lainnya tengah memasak untuk makan siang nyonya mereka, karena berhubung Gadis baru bangun pada pukul 10.45 waktu setempat, jadilah mereka segera memasak karena semua sudah harus siap dan nyonya muda mereka tidak boleh telat makan. Itu perintah Tuan muda mereka.

Karena beberapa jam lalu mereka di kumpulkan di salah satu ruangan oleh Tuan muda mereka.

Yang mana Tuan muda mereka memberikan perintah yaitu selalu layani nyonya muda dengan baik, buat nyonya muda senang apa pun caranya, tanyakan yang ia sukai dan tidak disukai, mengingatkan makan tepat waktu, selalu menemani nyonya muda kemana saja ia melangkah, mengajak berbicara hal-hal yang membuat hatinya senang serta melaporkan semua kegiatan Nyonya muda selama di rumah kepada Tuan muda.

Mereka yang tengah asik berkutat dalam dapur disertai obrolan-obrolan ringan pun mendengar isak tangis seseorang, tangisan itu seakan menyayat hati mereka.

"Bibi, kok Yeni denger ada suara perempuan nangis?" Tanya salah satu asisten rumah tangga yang bernama Yeni.

"Bibi gak denger apa-apa, Yen."

"Kalian coba diem dulu." Perintah Yeni pada yang lain masih saja mengeluarkan suara.

"Apa sih Yen, kamu ini ada-ada aja, orang aku gak denger apa-apa kok, yah kan Mbak Ratih!" Tanya Fitri pada Mbak Ratih.

"bener yang dibilang Fitri, aku gak denger apa-apa kok, Yen. Telinga kamu tuh koslet."

"Eh eh tunggu deh, aku denger suara juga ini kayak nangisnya se-segukan." Timpal lagi Warti asisten rumah tangga yang lain.

"Bener kan, apa kata Yeni."

Mereka pun kompak diam untuk memastikan siapa yang menangis dengan sesegukan ditambah tangisan itu sangatlah memilukan.

"Astaga, itu Nyonya muda." Ucap Bibi Nam mengagetkan semua orang yang berada di dapur.

"Kenapa Nyonya muda nangis? Padahal disini kan enak." Tanya Yeni yang sedikit loading lama.

"Kamu ini, Yen. Jangan banyak ngomong lanjutin aja tuh rendem baju di kolam renang." Suruh Fitri pada Yeni. Ia gemas sekali dengan temannya itu yang otaknya tidak pernah sinkron.

"Emang boleh rendem baju di kolam renang?" Tanya Yeni.

"Beg**." Ucap Fitri.

"Udah-udah kalian berdua ini selalu ribut, sana lanjutin lagi kerjaan kalian biar Bibi Nam saja yang samperin Nyonya, ingat kalian selesaikan semua masakan jangan sampai nyonya telat makan, bisa-bisa kita kena marah Tuan muda. Ini lagi Susi sama Retno ke pasar sama Pak Githo lama." Ucap Bibi Nam sedikit kesal akan perbuatan kedua wanita yang seumuran itu.

Ya, Fitri dan Yeni mereka sama-sama seumuran dan selalu saja berkelahi walau hanya adu mulut saja tanpa melukai fisik satu sama lain.

"Tau nih, anak perawan masih aja berantem terus, sabar Bibi mungkin Mbak Susi dan Mbak Retno sebentar lagi pulang, karena banyak keperluan rumah yang habis."

"Yaudah, Bibi samperin Nyonya muda dulu, ingat kalian berdua jangan berulah lagi, kalo mau Bibi dengar kalian tidak akur Bibi lakban mulut kalian berdua." Ancam Bibi Nam.

"Rasain." Ucap Ratih dan juga Warti bersamaan.

Yang diledekin hanya bisa menunduk karena takut akan ancaman Bibi Nam.

Mereka berempat pun melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda, sedangkan Bibi Nam hendak menghampiri Gadis sang Nyonya muda pun terhenti karena ingin memberikan ruang untuk Gadis meluapkan kesedihannya, ia tahu kalau Gadis adalah anak yatim-piatu dan di dunia tidak ada sanak-saudara, bisa dibilang ia layaknya Hachi si tokoh kartun lebah, yaitu sebatang kara.

Diam-diam Bibi Nam merekam semua gerak-gerik Gadis pada ponsel pintarnya, Bibi Nam yang ikut terbawa suasana pun ikut menitikan air matanya dan masih dengan merekam semua gerak-gerik Nyonya mudanya itu.

"Ternyata Nyonya muda kangen pada kedua orang tuanya, ditambah lagi Tuan yang sudah memaksa Nyonya hingga sejauh ini tanpa mau memulangkan Nyonya. Bibi jadi keingat suami dan juga anak Bibi yang sudah tenang di sisi Yang Maha Kuasa. Yang sabar Nyonya, Bibi berdoa semoga kelak Nyonya mendapatkan kebahagiaan tanpa harus mengeluarkan air mata yang menyayat hati.

Semoga Tuan muda dapat mengambil dan meluluhkan hati Nyonya dan kalian berdua hidup bahagia dengan anak-anak kalian. Tapi Bibi tidak yakin dengan Tuan Besar apakah merestui hubungan kalian berdua, semoga saja. Kalau Nyonya Besar, Bibi Nam tau sekali karena Nyonya Besar memiliki hati yang lembut dan penyayang." Ucap Bibi panjang lebar.

Gadis pun sudah tidak menangis lagi tapi masih terdengar suara sesegukan dan ia memakan roti yang dihadapannya dengan senyum yang sangat manis.

Bibi Nam pun masih merekam semuanya dan ikut tersenyum karena Nyonya mudanya itu sudah dapat mengontrol emosinya dan memakan roti yang beberapa menit lalu ia sendiri yang membuat.

Dikirimkan video tersebut kepada Tuan muda, tapi hanya terlihat centang satu. Tanda tidak akan ponsel Tuan mudanya itu.

Bibi Nam pun menghampiri Gadis.

"Nyonya sudah selesai makan rotinya?"

"Sudah, Bibi."

Kini Gadis sudah tidak sedingin beberapa jam lalu, ia kini tersenyum pada Bibi Nam dan Bibi Nam bersyukur karena nyonya mudanya sudah bisa tersenyum walau entah ini senyum sebenarnya atau hanya paksaan saja.

"Maaf, Nyonya makan siangnya belum siap, karena..." Ucapan Bibi Nam terpotong.

"Gak apa, Bi. Aku juga udah kenyang makan 3 piring ini, hehe."

"Apa Nyonya mau buah?"

"Bisa panggil nama aja gak, Bi? Panggil Gadis aja, Bi."

"Gak bisa, Nyonya. Ini perintah dari Tuan muda saya tidak berani."

"Ish, Bibi ini kalo kita berdua aja kalo ada dia sih gak apa." Ucap Gadis dengan suara yang tidak suka membahas si Tuan muda.

"Bagaiman kalau Bibi panggil, Nak Gadis. Tapi bukannya kata Tuan namanya Nyo..maksudnya Nak Gadis itu Gladis?"

"Bukan, Bibi. Dia seenaknya saja mengganti nama, padahal itu nama dari pemberian kedua orang tua Gadis loh, Bi."

"Ah, iya-iya Bibi paham. Nak Gadis sekarang mau apa?" Tanya Bibi Nam lagi.

"Aku sebenarnya mau pulang, Bibi." Ucapnya sendu.

"Kalau itu Bibi tidak bisa bantu, Nak."

"Hahaha, bibi. Santai aja, aku hanya bercanda. Mau anterin aku keliling lihat sekeliling rumah yang besar ini, Bi? Aku bosan di kamar terus."

"Dengan senang hati Bibi, tapi kalau sudah capek dan lapar beritahu Bibi yah, Nak."

"Siap, Bibi."

Gadis pun menggandeng tangan Bibi Nam dan bergelayut manja, mereka berjalan disertai obrolan-obrolan kecil dan tawa yang mereka keluarkan.

Sampailah mereka di kebun halaman depan yang mana banyak sekali tanaman yang ditanam disana.

...~...

Maaf yah sedikit, karena seharian ini T4 sibuk banget ngurusin ini itu dan ditambah cuaca tidak mendukung.

Jangan bosan-bosan ya, yuk mampir, dan kalau bisa baca dan tinggalkan jejak😉

Hepinizi seviyorum😘😘😘

1
Didik Setyawan
gaya crtax sok2n,tp akhirx ckip wkwkwk,,,
eka rojana
ga ngerti jln ceritanya
𝓐𝓷𝓪𝓲𝓴𝓪𝓟𝓾𝓽𝓻𝓲
ini kok malah END 😲😔😔
Zaskia cayang ZayZaenal
thanks tor
𝓐𝓷𝓪𝓲𝓴𝓪𝓟𝓾𝓽𝓻𝓲
gak up nih dr kemaren tor??🙄🙄
Zaskia cayang ZayZaenal
💪💪💪
Zaskia cayang ZayZaenal
yey
𝑅𝒶𝓇𝒶𝒮𝑒𝓁𝓋𝒾𝓃𝓏𝒶𝒶
next
𝑅𝒶𝓇𝒶𝒮𝑒𝓁𝓋𝒾𝓃𝓏𝒶𝒶
up tor🙏🙏
𝓐𝓷𝓪𝓲𝓴𝓪𝓟𝓾𝓽𝓻𝓲
stress nih papi ber sglaaa pake acara surat janji nikah, gila gila gila🤒🤒🤒🤒🤒🤒
Zaskia cayang ZayZaenal
sabar shaybila
Zaskia cayang ZayZaenal
next post
𝑅𝒶𝓇𝒶𝒮𝑒𝓁𝓋𝒾𝓃𝓏𝒶𝒶
next
𝑅𝒶𝓇𝒶𝒮𝑒𝓁𝓋𝒾𝓃𝓏𝒶𝒶
sadis,sgla pake surat perjanjian sgala cobak😤😤😤
𝑅𝒶𝓇𝒶𝒮𝑒𝓁𝓋𝒾𝓃𝓏𝒶𝒶
up
𝑅𝒶𝓇𝒶𝒮𝑒𝓁𝓋𝒾𝓃𝓏𝒶𝒶
ada pemain bru nih, sapa lg??
Zaskia cayang ZayZaenal
yok
Zaskia cayang ZayZaenal
up
𝓐𝓷𝓪𝓲𝓴𝓪𝓟𝓾𝓽𝓻𝓲
jahat banget si itu 3 orang yg jahatin mami veliz 😤😤😤
Zaskia cayang ZayZaenal
ingat upin ipin 🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!