Terkadang Tuhan mematahkan hatimu untuk menjauhkanmu dari jodoh yang salah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quemeela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Datang kembali
Panggilan dari nomor yang tak dikenal masuk ke ponselku, aku ragu untuk mengangkatnya, namun mungkin saja ada hal penting, akhirnya aku memutuskan mengangkatnya, aku tidak mengatakan apa pun, aku menunggu penelpon untuk bicara lebih dulu, “hallo” suara itu terdengar dari ponselku, aku tertegun, suara dari penelpon itu, adalah suara yang paling ku kenal, aku masih tidak mengatakan apa pun, jantungku berdegup kencang, dalam beberapa detik, aku merasa otakku berhenti bekerja
Aku tersadar dan langsung mengakhiri panggilan, dia menghubungiku menggunakan nomor baru, mungkin karena dia tau aku memblokir nomor lamanya, dia menelponku lagi dan aku membiarkannya, sengaja aku setting mode silent, aku memasak, mencuci dan kemudian mandi, selesai mandi, aku melihat ponselku lagi ternyata sudah ada 20 panggilan tak terjawab, ini sangat menggangguku
Aku benar-benar tidak ingin berhubungan dengannya lagi, untuk apa dia menghubungiku sekarang di saat aku
ingin melepaskannya, aku tidak bisa menerimanya kembali padaku, dia terus saja menghubungiku, rasanya aku ingin mematikan ponselku saja, tapi bagaimana kalau nanti orang tuaku ingin menelponku, aku menelpon ibuku mengatakan kalau aku akan mematikan ponselku dan jangan mengkhawatirkanku jika ponselku tidak bisa
di hubungi
Malamnya ibu Arsan menghubungiku, aku takut jika ternyata itu adalah Arsan yang menghubungiku menggunakan ponsel ibunya, aku akan mencoba mengangkatnya, jika yang terdengar adalah suara Arsan, maka akan langsung kumatikan
Aku menekan tombol untukmenjawab, aku menunggu suara penelpon, “Hallo Ra” terdengar suara wanita, ternyata ini benar-benar ibu Arsan, aku lega mendengarnya, seperti biasa dia menanyakan kabarku, setelah berbasa-basi, dia mulai bertanya hal yang serius, “Ra mama tau, kak Arsan sudah sangat menyakiti Latira, kalau seandainya nanti kak Arsan minta maaf ke Latira dan ingin kembali dengan Latira, mau dak latira menerimanya?” tanya ibu Arsan, aku bingung harus menjawab apa, aku tidak ingin kembali pada Arsan, namun aku juga tidak bisa menyakiti hati ibunya
Aku menjawab “insya Allah ma”, iya insya Allah adalah jawaban yang paling pas yang tidak akan menyakiti
perasaan ibu Arsan, dan aku juga tidak akan berbohong dengan mengatakan “ya aku bisa menerima Arsan kembali”
Ibu Arsan terdengar senang mendengar jawabanku, bahkan dia mengucapkan terima kasih padaku karena jawaban yang kuberikan
Ternyata Arsan juga menggunakan sang ratu untuk menjeratku lagi kembali kepadanya
**
Aku dan Nina pergi ke cafe, aku ingin mencoba makanan yang pedas, katanya makanan pedas bisa membantu melupakan masalah, kami memesan Hot Spicy Seafood, aku memang sangat suka dengan Seafood, makanan ini
sangat pedas, aku sampai mengeluarkan air mata, Nina terlihat lebih heboh dariku, aku sampai bingung dia ini kepedasan atau kesurupan
Selesai makan kami berdiam di cafe karena diluar sedang hujan, “Ra hubungan kak Arsan sama Putri sudah
berakhir” ujar Nina, aku hanya diam tak berkomentar, aku menyeruput cappuccino hangat yang ada di depanku, “kata mama dia mengajak Putri menikah, dan Putri menolaknya” tambah Nina
Kini aku tau kenapa dia tiba-tiba menghubungiku lagi, karena gadis itu menolaknya, makanya dia ingin kembali
padaku, “memang dia pikir siapa dirinya” dia menjadikanku pelarian karena di tolak gadis itu
Ponsel Nina berbunyi, rupanya dari Arsan, “Ra aku harus jemput kak Arsan, aku pergi dulu ya”, ujar Nina
setelah menerima telpon
Malamnya aku sedang mengerjakan tugas, terdengar ada seseorang dari luar rumah yang memanggilku, terdengar suara laki-laki, aku tau itu pasti Arsan, tidak ada laki-laki lain yang akan memanggilku malam-malam begini, aku pura-pura tidak mendengar, dia terus saja memanggilku
Dia berhenti memanggilku, aku pikir dia sudah pergi, ternyata dia sudah di depan jendela kamarku, jantungku berdegup kencang, perasaanku campur aduk, perasaan takut, senang, kaget, aku pun tidak jelas perasaan apa yang sebenarnya kurasakan
Aku terus mengabaikannya, dia membuka jendelaku, aku baru ingat aku tidak mengunci jendela, untuk saja
jendela kamarku dilengkapi teralis, dia terus berusaha agar aku mau menemuinya, aku merasa tidak enak dengan para tetangga dan penghuni yang lain, aku memutuskan menemuinya
Seperti biasa dia selalu membela diri dan minta maaf padaku, dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, namun aku sudah bertekad tidak akan menerimanya kembali, “sayang maafin aku, aku janji enggak bakal ngelakuin ini lagi” ujar Arsan memelas, “enggak usah janji-janji terus emang kapan kamu pernah nepatin janji kamu ke aku” balasku jutek, “ iya,,iya aku minta maaf” balas Arsan, “kamu kesini karena gadis itu udah nolak kamukan?” tanyaku masih dengan nada jutek, “enggak kok siapa bilang dia nolak aku, justru aku yang nolak dia” jawab Arsan membela diri, “alaaah, kamu enggak usah ngeles, mama dan adik kamu sendiri yang bilang” jawabku agak kasar
“hm kalau kita lagi berdua, kita jangan urusin urusan orang lain ya sayang, kita cerita tentang kita aja” ujar Arsan sambil memegang tanganku dan menebar senyumnya, “aku janji mulai sekarang hanya ada kamu di hati aku” aku hanya menatapnya, aku tidak mau tertipu dengan janji-janji palsunya lagi
Aku sudah sangat mengantuk, namun Arsan belum mau pulang, “kok belum pulang, biasanya buru-buru mau pulang?” tanyaku sambil menguap menunjukkan rasa kantukku, “aku enggak mau pulang sampai kamu memaafkanku” jawab Arsan ngotot, aku mendengus, “ok,, ok,, aku maafin kamu” jawabku dengan muka malas, “ terima kasih sayang” Arsan mencium tanganku dan menunjukkan senyum mataharinya
Aku menatapnya dengan tatapan memperhatikan, “kok belum pulang?” tanyaku ketus, “eh harus pulang ya” jawabnya “iyalah, inikan udah malam, udah jam berapa coba” jawabku, sambil menunjukkan jam di ponselku, “oh iya deh, aku pulang dulu sayang” dia menjulurkan tangan menekan-nekan kepalaku, aku menatapnya kesal, apa dia pikir aku peliharaannya, dia menekan-nekan kepalaku seakan aku anjing peliharaannya