NovelToon NovelToon
Warisan Kitab Inti Jagat

Warisan Kitab Inti Jagat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Asep agustian

Mahesa seorang OB culun dan miskin mendapatkan kitab sakti dan merubah hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asep agustian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Alena yang usil

Meskipun momen emosional di rumah kaca semalam sempat melunakkan dinding pembatas di antara mereka, keesokan siangnya watak manja Alena yang tidak mau kalah dari siapa pun kembali bergejolak. Rasa gengsi yang setinggi langit sebagai putri tunggal triliuner membuatnya merasa bersalah karena telah memperlihatkan sisi rapuhnya di depan seorang pria yang statusnya baru saja naik dari seorang cleaning service. Ego manjanya menuntut sebuah pembuktian, ia harus tetap berada di posisi atas dan Mahesa harus tetap tunduk di bawah kendalinya.

Di sinilah mereka sekarang, di pusat perbelanjaan paling mewah di kawasan Jakarta Selatan. Alena melangkah dengan hentakan sepatu hak tinggi yang anggun namun penuh penekanan, mengenakan kacamata hitam berbingkai emas untuk menutupi matanya yang sedikit sembab sisa semalam.

"Heh, Mahesa! Lu jangan jalan lambat-lambat kayak siput gitu ya! Sini, bawa ini semua!" panggil Alena dengan nada suara yang sengaja ditinggikan dan sangat manja, membalikkan tubuhnya dengan bertumpu pada satu kaki di depan sebuah butik pakaian rajut premium.

Mahesa yang berjalan konstan dua langkah di belakangnya segera merapat, lalu membungkukkan tubuh tegapnya dengan sangat profesional. "Baik, Nona Alena. Serahkan saja kepada saya," tutur Mahesa dengan nada suara berat yang terdengar sangat tenang, jernih, dan berwibawa.

Alena mendengus kencang, melemparkan lima kantong belanjaan besar berisi gaun malam berkain tebal yang baru saja ia beli ke arah dada Mahesa. Dengan ketangkasan seorang ksatria sejati, Mahesa menangkap semuanya menggunakan satu tangan kekarnya tanpa membuat satu pun kantong kertas desainer itu robek atau lecek.

"Gua mau beli sepatu lagi di lantai atas! Dan inget aturan mainnya, lu nggak boleh pakai troli barang atau minta bantuan staf mal buat bawain barang-barang gua! Semua harus lu jinjing sendiri pakai tangan lu!" ketus Alena dengan penuh hawa keangkuhan, matanya berkilat menantang di balik kacamata hitamnya.

"Dimengerti, Nona. Tugas saya adalah mematuhi seluruh kenyamanan yang Nona inginkan selama proses pengawalan ini," jawab Mahesa dengan raut wajah yang tetap sedingin es.

Alena hari ini benar-benar berniat mengerjai Mahesa habis-habisan demi memulihkan harga diri manjanya yang sempat runtuh semalam. Ia sengaja mendatangi toko-toko yang menjual barang-barang dengan bobot paling berat. Setelah membeli belasan pasang sepatu berhak tebal, Alena melangkah masuk ke butik dekorasi rumah mewah, membeli tiga buah vas bunga keramik berukuran besar, lima set piring porselen berlapis emas, hingga beberapa buku tebal edisi terbatas yang beratnya masing-masing mencapai tiga kilogram.

Dua jam berlalu dengan sangat cepat di bawah keusilan manja Alena. Kini, kedua lengan kekar Mahesa sudah dipenuhi oleh lebih dari tiga puluh kantong belanjaan berukuran raksasa. Beban total yang berada di pundak dan jari-jari tangannya sudah melampaui angka lima puluh kilogram—sebuah beban yang secara nyata akan membuat atlet angkat besi sekalipun mandi keringat dan mengalami kram otot yang hebat jika harus berjalan memutari mal berlantai-lantai.

Namun, di balik setelan jas hitam premiumnya yang tetap terpasang rapi tanpa setitik pun noda keringat, Mahesa justru melangkah dengan ritme yang sangat santai dan teratur. Di dalam rongga dadanya, aliran hawa murni dari inti sari Kitab Jagat Kuno sedang berputar dengan kecepatan tinggi namun sangat halus. Mahesa menyalurkan energi dalam murni tersebut ke seluruh jaringan otot lengan, sendi jari, hingga ke telapak kakinya. Beban puluhan kilogram itu seketika terasa seringan kapas di tangan kekarnya berkat manipulasi energi batiniah tingkat tinggi yang ia kuasai. Sepasang mata elangnya tetap tajam memindai sekeliling, memastikan tidak ada pergerakan mencurigakan dari rival bisnis Pak Subroto.

Alena mendadak menghentikan langkahnya di tengah koridor mal yang cukup lengang, lalu membalikkan tubuhnya dengan napas yang sedikit memburu karena kelelahan berjalan. Ia melotot kaget saat melihat Mahesa berdiri tegak di depannya tanpa menunjukkan gurat kelelahan sedikit pun. Wajah tampannya tetap tenang laksana patung marmer, bahkan napas pemuda itu terdengar sangat stabil dan halus melalui indra pendengaran Alena.

"Lu... lu beneran manusia apa bukan sih?!" seru Alena akhirnya dengan suara manja yang melengking frustrasi, tidak mampu lagi menahan rasa herannya yang membubung tinggi karena rencananya gagal total. "Itu vas keramik sama piring porselen beratnya minta ampun, gua aja pas megang tadi hampir kesleo! Kenapa lu jinjing sebanyak itu tapi muka lu tetep lempeng kayak nggak bawa apa-apa?!"

Mahesa menurunkan sedikit pandangannya, lalu menjawab dengan intonasi suara yang penuh kedalaman makna. "Beban fisik seperti ini sama sekali tidak ada artinya jika dibandingkan dengan beban batin yang harus dipikul oleh seseorang yang sedang menjaga keselamatan nyawa berharga, Nona Alena. Bagi saya, kenyamanan dan kebahagiaan Nona saat berbelanja adalah prioritas utama tugas pengawalan saya," papar Mahesa dengan begitu dewasa dan profesional.

Mendengar kalimat manis namun sarat akan ketegasan tekad itu, batin Alena kembali berdesir hebat dengan ritme yang aneh. Semburat merah muda yang tipis mendadak muncul di kedua belah pipinya, membuat Alena buru-buru memalingkan wajah cantiknya ke arah deretan manekin di etalase toko untuk menyembunyikan rasa salah tingkahnya.

"Halah! Lu nggak usah sok puitis ya depan gua! Bilang aja lu mau pamer otot depan gua kan?!" ketus Alena, berusaha keras mengembalikan nada bicaranya yang sombong dan manja agar tidak terlihat lemah. "Gua masih belum selesai ya! Gua mau ke toko perlengkapan olahraga di ujung sana, gua mau beli set dumblle besi buat ditaruh di kamar gym rumah! Lu harus bawain itu juga pakai tangan kosong!"

"Silakan, Nona. Berapa pun berat barang yang ingin Nona beli hari ini, saya pastikan semuanya akan sampai di bagasi mobil dalam keadaan utuh tanpa ada satu pun cacat," sahut Mahesa dengan senyuman tipis penuh karisma yang tersungging di sudut bibir tegasnya.

Alena menggigit bibir bawahnya, merasa kesal sekaligus takjub secara bersamaan. Watak manjanya yang keras kepala dan tidak mau kalah dari siapa pun justru perlahan-lahan mulai berubah menjadi rasa kagum yang terselubung terhadap ketabahan luar biasa yang dimiliki oleh pengawal pribadinya ini. Alena melangkah kembali dengan hentakan kaki yang lebih pelan, sementara Mahesa tetap setia mengiringi di belakang dengan kekuatan tenaga dalamnya yang tak terbatas, mengunci hari yang melelahkan itu dengan kesempurnaan tugas tanpa ada sedikit pun celah bagi bahaya untuk mendekat.

1
Alia Chans
ayo thor di lanjut🌹✍️
anggita
ikut dukung like👍aja.
Dewa Naga 🐲🐉
pandai Mahesa bermain kata..kata...👍
Dewa Naga 🐲🐉
mantap..seru...👍👍👍
Dewa Naga 🐲🐉
seru...
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp....👍
Agus Susilo
💪💪💪💪
Agus Susilo
makin terkenal musuh makin banyak dan kuat Thor MC nya harusnya dibekali ilmu beladiri serta kekuatan magis untuk pengobatan kronis dan jaga diri dari musuh yg mengancam
Gege
kaaan...kaaan... ketebak Thor jalan ceritamu..🤣🤭..ulur teroos sampai ratusan episode Thor..💪
Gege
ceritanya menghibur mirip sinetron ikan terbang
Gege
aku ga kepancing Thor sama narasimu.. paling juga Alena mabok di club trus terjadilah adegan dewasa tanpa disengaja.. trus ada plot wanita lain menyukai Mahesa dan Alena cemburu.. tarik teruus sampe episode berjilid Thor..🤣🤣🤭
Gege
yaah gaji OB 4jt All in, dikalikan 20 baru 80jt Thor.. pikir ditawari gaji 200jt gitu si Sasa Mahesa...🤭🤣
Paksu82: sisanya buat author boskyu... 🤭🤭🙏
total 1 replies
Gege
apakah MC bakalan dapat gaji ratusan juta? yoooklah gass updatenya 10k kata thor
Paksu82: di bayar pakai cinta boskyu...🤭🙏
total 1 replies
Gege
pikir Mahesa mau jadi tukang pijet dengan keahlian kita warisan kuno, eeeh malah mau jadi tukang kawal a.k.a bodyguard...🤭🤣
Paksu82: 🤭 idenya tadinya dari film jetli boskyu, kemren lihat filemnya jadi aja keluar ide ini, semoga suka boskyu...
total 1 replies
Gege
bahas padi ada pepatah Thor dijaman sekarang. ilmunya seperti padi tapi berasnya import...🤣
Paksu82: beras lokal mahal boskyu 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Hentri Gunawan
lanjut kn thor
Gege
Yoo gass lagi Thor..ide ceritanya keren ini... bikin enteng saja, yang penting ngalir Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!