Dark romance !!
Cewek polos lugu x gangster kejam bengis !!
Tidak untuk anak-anak, ada adegan spicy !!
Latar belakang luar negeri, dengan nilai moral berbeda yang Indonesia.
Rosalie Ivy Dhelpine, seorang wanita cantik yatim piatu yang tidak memiliki keluarga, dan hidup dalam kemiskinan. Suatu malam dia di usir dan di cerai oleh suaminya, setelah melahirkan anak untuk Keluarga Cornelius.
Rosalie terpaksa pergi tanpa sepeser uang, tanpa rumah dan hanya sendirian. Di tengah udara malam yang dingin, seseorang tiba-tiba mendatanginya, dan menodongkan pistol ke arah kepalanya.
“Jadi ibu susu dan perawat untuk anakku, atau mati disini ?!” Ancam lelaki itu dan membawa paksa Rosalie ke rumahnya karena menolak perintahnya.
Anehnya, Aurelion, putra sang pria kejam itu justru menyukai Rosalie, dan menerima wanita itu. Bahkan Aurelion cocok dengan ASI yang diberikan Rosalie, hingga membentuk hubungan tak kasat mata antara Rosalie dan Aurelion.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Si polos yang menggoda (Spicy)
Dengan rambut acak-acakan, Jude akhirnya kembali ke rumah saat malam hari. Dia sudah menelpon Rosalie, jika dia ada rapat dengan para pemegang saham di perusahaannya, jadi dia pulang di jam 9 malam.
Lorong yang lampunya sudah di matikan, Jude sempat membuka pintu kamar bayi, dan melihat ke dalam. Suasana sunyi, dan gelap. Dengan langkah perlahan, dia memasuki kamar itu, untuk melihat kondisi Aurelion di sana.
Matanya menangkap sosok bayi mungil yang sudah tertidur lelap, dengan tubuh sedikit lebih gemuk, dari sebelumnya, saat dia baru saja lahir. Tanpa sadar, Jude tersenyum kecil, antara senang dan kagum melihat putranya itu.
Ingatannya mengenai Ernes yang ingin merebut kembali Aurelion, membuat Jude memiliki rencana untuk memperbanyak penjagaan di rumah ini, agar Ernes tidak bisa berbuat apa-apa.
Dia akan memastikan jika Ernes tidak akan bisa menyentuh bahkan sehelai rambut Aurelion, itulah yang Jude pikirkan.
Lalu lelaki itu membalikkan badannya dan berjalan menuju ke arah kamarnya sendiri. Dengan perlahan dia menutup pintu kamar bayi, dan mulai melangkah ke arah lain.
Saat sampai di ruangan yang dituju, tangannya memegang kenop, dan mendorong pintu itu, lalu masuk ke dalam. Awalnya Jude terlihat sangat lelah, dan begitu pucat, tapi kemudian sebuah pemandangan di depannya membuatnya tertegun.
“Ah, maafkan aku.. Malam ini sedikit panas, jadi.. Aku mencoba memakai pakaian tidur ini.” Ujar Rosalie dengan malu-malu, sembari menggunakan gaun tidur lingerie yang begitu tipis.
Jude meneguk salivanya sendiri, menahan hasrat dalam dirinya. Matanya menatap dari atas ke bawah, lalu kembali ke atas. Bagi Jude, seluruh tubuh Rosalie terlihat sangat indah dan seksi.
Sial !! Dia sengaja menggodaku !! Batin Jude menahan hasrat di dalam dirinya. Jude kemudian berbalik badan menutup pintu kamar dan menguncinya.
“Eh ?? Apa yang kau lakukan ??” Rosalie merasa bingung dan heran, terutama saat Jude membalik badan dan berjalan mendekatinya tanpa berkata apapun.
Tiba-tiba Jude menggendong Rosalie, membuat wanita itu terkejut dan berteriak ketakutan, dia lalu membawa Rosalie ke atas kasur, dan membaringkan wanita itu di sana.
Dengan cepat, Jude langsung mengurung Rosalie dengan tubuh dan kedua tangannya, membuat wanita itu merasa takut dan gugup.
“A.. Apa yang akan kau lakukan ??”
Jude tidak berbicara banyak, matanya masih menatap ke arah Rosalie, dengan tatapan menginginkan.
“Kau nakal Rosalie~” Ujar Jude dengan seringaian licik, dan nada suaranya berubah menjadi berat dan serak. Sepertinya Rosalie tahu, apa yang akan di lakukan oleh Jude saat ini.
...
“Akh !! Ja.. Jangan kasar-kasar, sakit~”
Rosalie menggeliat kesakitan saat Jude memasukkan miliknya di dalam sana. Tubuh Rosalie kini telah terbuka lebar, dan tidak tertutupi apapun, terlihat ada beberapa bercak k*ssm*rk di tubuh putih mulus itu. Sementara Jude semakin bersemangat, merasakan milik Rosalie yang masih terasa sempit.
“Ugh~ Sangat sempit sayang.” Ujar Jude dengan nada nakalnya, membuat Rosalie berteriak antara kesakitan dan nikmat, saat merasakan bagian bawahnya di masuki sesuatu yang berukuran besar.
Kau pasti akan menyukainya~ Aku baru saja membeli krim pembesar, dan sudah pasti kau akan ketagihan Rosalie~ batin Jude dengan nada puas dan bangga.
Rosalie menggenggam sprei di bawahnya, nafasnya terengah-engah, wajahnya penuh keringat dan memerah, merasa sensasi yang begitu menyiksanya. Entah apakah ini adalah keberuntungan Rosalie yang bisa mendapatkan penyelamatan dan tempat nyaman untuk putranya, ataukah jebakan licik Jude yang memanfaatkan tubuhnya untuk kenikmatan sendiri.
Entahlah, yang jelas Rosalie harus merelakan dirinya sendiri disini, setidaknya agar Aurelion bisa mendapatkan hidup yang lebih layak dan dirinya bisa bersama dengan putranya itu.
...
Paginya..
Rosalie belum terbangun dan masih tertidur lelap, sementara Jude yang sudah terbangun memandangi wajah cantik di sebelahnya. Mata biru sapphire itu berbinar cerah, memandangi wajah Rosalie yang terkena cahaya matahari dari jendela.
Tampak begitu cantik dan manis, kulit putih, dan warna mata hijau hazel yang menampilkan raut polos dan lugu. Tapi saat tertidur, Jude juga sangat menyukainya, hidung mancung, bibir mungil berwarna merah muda, astaga.
Ernes benar-benar bodoh !! Di banding dengan Mabel, Rosalie jauh lebih cantik dan menggemaskan. Bagi Jude, wajah Mabel terlihat membosankan, berbeda dengan Rosalie.
Tangannya terjulur memegang pipi lembut itu, mengelus dengan pelan, dan berhati-hati agar tidak mengganggu tidur si cantik itu.
“Kau mirip sekali dengan putri salju, bedanya dia tertidur karena apel beracun, sementara kau tertidur karena permainan semalam.” Ujar Jude dengan nada rendah dan sangat lirih, di akhiri dengan kekehan kecil. Seakan sedang menertawakan perkataan konyol yang keluar dari mulutnya sendiri.
Tidak lama, tubuh Rosalie menggeliat kecil, Jude menarik tangannya berharap jika wanitanya akan kembali tertidur, tapi dia bisa melihat kelopak Rosalie bergerak, perlahan membuka dan menatap ke arah depan, tepatnya Jude.
“Eh..”
“Tidak perlu bergerak, tubuhmu pasti masih sakit dan nyeri, bukan ??” Ujar Jude perlahan dengan lembut, Rosalie terdiam sejenak, lalu menganggukkan kepalanya perlahan.
“Aku akan membawakan makanan untukmu sarapan, dan obat anti nyeri, agar tubuhmu tidak terlalu sakit.” Ujar Jude, kemudian bangkit dari posisinya, dan duduk diatas kasur.
“Ba...Bagaimana dengan putraku ?? Aurelion ??” Tanya Rosalie dengan sedikit khawatir, Jude hanya tersenyum kecil.
“Aku juga akan menggendongnya kesini, agar kau bisa tetap bermain dengannya dan meny*suinya.”
“Ah, baiklah..” Ujar Rosalie mulai tersenyum kecil, dia tidak menyangka di balik sifat dingin dan sedikit pemaksa, Jude memiliki perhatian khusus kepadanya.
“Tunggu disini ya.” Ujar Jude berdiri dari kasur, dan kemudian berjalan keluar dari kamar, dengan pakaian tidur tentunya.
Rosalie hanya memberikan tatapan bingung, karena Jude belum bersiap, padahal ini sudah hampir jam 7 pagi, biasanya lelaki itu akan berangkat jam setengah 8 pagi.
“Mungkin dia juga kelelahan karena semalam. Hah.. Tubuhku rasanya remuk semua.” Ujar Rosalie dengan menangis di bagian akhirnya, merasakan sebagian tubuhnya merasa nyeri dan sakit.
“Jika melakukan HS sesakit ini, kenapa pasangan suka sekali melakukan hal seperti ini.. Aneh..” Ujar Rosalie lagi, dengan nada heran. Meskipun polos, tapi dia tetap mengetahui ada beberapa perempuan yang ketagihan melakukan HS dengan pasangannya, bahkan dalam waktu berjam-jam.
Apakah badan mereka tidak remuk ?! Rosalie bahkan rasanya seluruh tulang di tubuhnya di hancur leburkan, sehingga dia tidak memiliki kekuatan untuk bangkit dan duduk.
🩷🩵🩷🩵🩷🩵🩷
Sebelum konflik, Author kasih dulu adegan yang agak panas-panas ya, hehehehe biar novel ini enggak terkesan membosankan kalau konflik terus 😌😌
Btw Rosalie bener-bener dahh, Jude pulang di sambut pakai pakaian yang tipis, ya salam dahh. Tubuhnya remuk di pagi hari 🤣🤣
tapi kasian juga harret hidup tanpa ayah, jdi gimana nih thor, 😔
anak jude tumbuh sehat karena dipenuhi semua kebutuhan ny lagian rosaline juga bahagia tinggal dsana