NovelToon NovelToon
Istri Tuan Casanova

Istri Tuan Casanova

Status: tamat
Genre:Teen / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: Dani Dela

Semua orang tidak mau terlahir dalam ke adaan susah sama seperti seorang gadis yang bernama Davina Kusuma wardani seorang anak tukang penjual gorengan keliling yang mempunyai impian merubah nasib kluarga menjadi lebih baik lagi dan membebaskan keluarganya dari hutang piutang dengan juragan Bandot.

Dengan kepintarannya ia melanjutkan studi kuliahnya dengan mendapatkan beasiswa, Davina terpaksa pekerja paruh waktu mengumpulkan pundi pundi Untuk melunasi hutang keluarganya, siapa sangka saat Davina bertemu dengan seorang pria yang sangat tampan dan kaya raya tapi sayang dia seorang Casanova yang setiap hari meniduri wanita berbeda setiap harinya.

Baca terus kisah kehidupan Davina sampai tamat.

-----
📍 Dipersilahkan bagi yang mau mempromosikan karyanya.
📍 Cerita ini mengandung unsur 17++
📍 Jangan lupa Follow ig Author ( Ig : Dellina_09)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dani Dela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

"Halo tuan" kata Max dari sebrang telfon.

"Batalkan janji dengan wanita yang sudah kau pesan untuk ku dan suruh ia datang ke rumahku besok pagi..." kata William saat sambungan telfonnya tersambung.

"Baik tuan, tapi kenapa?" tanya Max bingung karena biasanya William menelfonnya itu cuma ada dua hall yang pertama masalah bisnis yang kedua tentang wanita wanita William.

"Jangan banyak tanya, lakukan saja apa yang aku perintahkan..." suara tegas William membuat Max yang di seberang telfon sana menelan salivanya dengan susah payah.

"B—baik tuan" kata Max terbata bata.

"Apa kau sudah menemukannya info tentang gadis itu?" tanya William tanpa menyebut nama Davina.

"Datanya baru terkumpul setengah tuan, dan semua data data itu baru terkumpul semua besok saat makan siang" kata Max yang tau siapa yang di maksud atasannya itu.

"Tunda semua jadwal ku saat makan siang sampai jam dua siang, karena aku ingin mendengarkan cerita tentang gadis itu, dan ingat..jangan ada yang terlewat sedikit saja..." tegas William sebelum mematikan sambungan telefonnya secara sepihak.

"Tuan kamarnya sudah saya bersihkan, ada yang anda perlukan lagi?" tanya Davina yang baru saja membersihkan kamar William dan melihat William yang hendak melangkah pergi.

"Bikin kan aku kopi dan antar ke ruang kerja ku" kata William dan langsung melangkah meninggalkan Davina.

Davina membersihkan meja makan terlebih dahulu sebelum ia membuatkan kopi untuk Wllian, sebenarnya perut Davina sudah sangat lapar sekali sejak ia pulang dari restoran di tambah melihat makanan yang masih sisa banyak, yang setiap William habis makan pasti langsung di buang, sayang sekali makanan sebanyak ini di buang tapi itulah yang di perintahkan William pada pak Mun.

"Pak Mun... Vina minta dikit ya makanannya, Vina lapar banget" kata Davina saat membawa makanan itu kembali ke dapur bersamaan dengan pak Mun yang juga ada di sana.

"Apa Nona mau saya bikinkan makanan?" tawar pak Mun.

"Tidak...tidak....kalo boleh saya makan yang ini saja, kalo masih tidak boleh saya makan sayur saja gak papa, karena mubazir kalo di buang"

"Tapi Nona...."

"Saya akan memakannya di kamar, jadi tuan William tidak akan tau, dan pak Mun tidak akan kena marah" kata Davina meyakinkan pak Mun, pak Mun akhirnya mengiyakan saat Davina berurusan terus meyakinkannya.

Davina melangkahkan menaiki anak tangga menuju ruangan William dengan secangkir kopi hitam di tangannya, saat di depan pintu ruangan kerja William Davina mengetuk pintu terlebih dan setalah itu suara William dari dalam menyuruhnya masuk baru membuatnya masuk sambil membawakan secangkir kopi pesanannya.

"Ini kopinya tuan" kata Davina sambil meletakkan secangkir kopi di samping laptop William.

William memegang gagang cangkir kopi tersebut dan menyeruputnya tapi belum William meneguknya rasa pait yang sangat terasa di lidahnya membuatnya menyemburkan kopi itu dari dalam mulutnya.

"Apa kau tidak bisa bikin kopi....?"

"A—apa ada yang salah tuan?" tanya Davina yang tiba tiba merasa takut saat William menatapnya tajam.

"Rasakan sendiri..." kata William menaruh cangkir kopi tersebut secara kasar.

"Kenapa diam saja? ayo coba...."

"T—tapi tuan..."

William yang geram berdiri dari kursi kerjanya dengan tangan yang meraih cangkir kopi miliknya dan menatap Davina dengan sorot mata yang ketakutan. "Buka mulut mu...." kata William dengan suara beratnya yang membuat Davina tidak berani membuka mulutnya.

William yang melihat Davina tidak mau membuka mulutnya membuatnya mencengram ke dua pipi Davina yang membuat mulutnya sedikit terbuka dan William tanpa rasa kasian memasukan kopi yang masih panas tersebut ke mulut Davina.

"Panas tuan...panas...." kata Davina melepaskan pipinya dari cengkraman tangan William dan mengeluarkan kopi yang panas dan terasa sangat pahit dari dalam mulutnya. "Panas....panas....." Davina masih mengibas ngibaskan tangannya di depan mulutnya yang masih terasa panas.

"Apa kamu tidak bisa bekerja dengan baik di rumah ini...!kamu di sini itu hanya numpang....dan sebagai balas budinya kamu harus bekerja dengan baik di rumah ini bukan berantakan seperti ini...!" kata William yang langsung membanting cangkir yang ia pegang dan membuat pecahan kaca cangkir tersebut berserakan di atas lantai.

"Maaf tuan maaf...." kata Davina menundukan kepalanya karena air matanya mulai jatuh saat rasa panas di mulutnya tidak hilang hilang.

"Maaf...maaf...cepat bersihkan ke kotoran ini dari pada kamu meminta maaf yang tidak ada artinya itu..." kata William yang langsung mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya.

Sedangkan Davina memungut satu persatu pecahan kaca tersebut dengan air mata yang membanjiri pipi putihnya, panas di mulutnya membuatnya mengeluarkan isakan kecil sedangkan William yang tadinya sangat kasar dengan Davina tapi saat mendengar isakan Davina hatinya tiba tiba saja merasa bersalah, William tidak tau apa yang membuat hatinya itu tiba tiba merasa kasian.

"Sial...kenapa selalu saja seperti ini saat gadis itu menangis" William mengepalkan tangannya dan sudut matanya menatap Davina yang memungut pecahan kaca yang berserakan di lantai.

"Cepat bersihkan semua pecahan kaca itu dan keluar dari ruangan ku..." kata William dengan suara beratnya meminta Davina agar segera keluar dari ruangannya sebelum ia bisa gila saat hati dan otaknya berdebat.

sedangkan Davina yang sudah selesai memungut pecahan kaca tersebut langsung berdiri. "S—saya permisi tuan" kata Davina yang membawa pecahan kaca cangkir keluar dari ruangan kerja William.

Davina membuang pecahan kaca itu di tempat sampah dapur, setelah itu Davina kumur kumur di wastafel dapur saat rasa panas di mulutnya tidak hilang hilang.

"Hiks....hiks....ibu Davina kangen bu...."

"Davina ingin peluk ibu...hiks...hiks..." Davina menangis di dapur yang kebetulan keadaan dapur sudah sangat sepi mungkin pak Mun dan para pelayan sudah tidur.

"Mungkin besok aku akan meminta cuti satu hari, karena tidak mungkin aku bekerja dengan keadaan kacau seperti ini" kata Davina.

Kruk....kruk...

Suara perut Davina bunyi pertanda minta di isi, memang dari tadi Davina menahan lapar, tapi saat mendapatkan perlakuan dari William di ruangan kerjanya membuat Davina kenyang sendiri tapi tidak dengan perutnya yang terus minta di isi, tangan Davina meraih semangkuk sayur dan membawanya ke kamar, memakan sayur itu perlahan karena mulutnya yang masih sedikit sakit.

***

Jangan lupa, Like, Vote, Komen, beri hadiah.

sama jangan lupa Follow ig Author (Ig : danidela25)

Bagi yang udah Follow Author ucap in terimakasih ♥️🤗.

1
Ambar
dasar badjingannnn
Ambar
*meeting
Errna Errna Errna
😭😭
juwita
mampir
Rini Maryani
tinggalin ja wiliam thoor
Bella Hasibuan
Luar biasa
Aneuk Pocut
ini kelewatan kejam,sejahat jahat ny mnusia,makan tetap d kasi,,,
Harlina Mami
jadi mewek 😥😥
arwati sani
vina harus kuatt
Putri Auren
suami begitu pas tidur gorok aja leher nya😃😃
Putri Auren
dulu waktu aku masih gadis pernah bantuin kakak jualan gorengan... ya teriak teriak gituuu... alhamdulillah cepat abis, yg beli banyak dari bengkel... sekali beli banyak banget. alhamdulillah...
marlina t sangaji
lanjutkanthor
Hasian Marbun Ian ayurafanisa
semudah itukah😒😒
Hasian Marbun Ian ayurafanisa
hmm sejauh ini baru coment maaf ya
Hasian Marbun Ian ayurafanisa
masih nyimak
Sukeni Warsito
kata lanjutanya penasaran banyak novel ga tuntas kalo lagi seneng baca
Sukeni Warsito
nangis bacanya sampe tamat ya tour
Sukeni Warsito
sedih banget mudahan akhir bahagia dan tamat
November
lanjut
muthia
rasax gmn gitu sebagai sesama perempuan walau cm di dunia halu tp kok kaya gmn gitu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!