Disarankan untuk membaca "Cold Woman Itu Istriku" terlebih dahulu sebelum membaca ini.
Sebuah kisah dari Daniel Nandra Sharman pria dingin nan tampan pemegang dua perusahaan besar sekaligus dengan dua jabatan berbeda harus menikah dengan wanita yang mengaku telah mengandung anaknya padahal ia sama sekali tidak pernah melecehkan atau menyentuh wanita manapun. Termasuk wanita tersebut, ia mengenalnya saja tidak.
Khanza Adelia Dinata, perempuan cantik yang berasal dari keluarga kurang mampun. Ia merupakan tulang punggung bagi keluarganya. Orang tuanya yang sudah berumur memaksa dirinya untuk bekerja keras tapi dua kali ia harus dipecat gara-gara seseorang. Ia memiliki dua adik laki-laki, adik bungsunya menderita sakit ASMA membuatnya harus ekstra kerja keras untuk adiknya. Suatu ketika sakit adiknya kambuh dan dia sedang tidak memegang uang sama sekali begitu juga dengan kedua orang tuanya.
Ide gila nan kotor muncul di kepalanya begitu saja, dengan cara kotor ia menjebak seorang pria yang telah membuatnya kehilangan pekerjaan menikahinya maka kemungkinan dengan begitu perekonomian keluarganya terjamin dan adiknya tidak akan kesusahan menerima pengobatan.
Apakah harapannya itu akan sesuai dengan apa yang ia perkirakan sebelumnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ansifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Khanza duduk di pinggir tempat tidurnya sekarang, dia menatap foto sang Mama mertua yang belum pernah ia lihat sama sekali tergantung rapi di kamar yang ia tempati saat ini. Saat dia tengah fokus memperhatikan figuran foto keluarga dan foto Mama mertuanya pintu kamarnya saat ini terbuka menampakkan Daniel yang masuk kedalam kamar dengan kesal.
Melihat itu Khanza pun terkejut, kenapa Daniel masuk kedalam kamar yang dia tempati saat ini.
“Kenapa kau kemari?” herannya berdiri menghampiri Daniel.
“Ini kamarku terserah diriku,” ketus Daniel dan langsung mengitari tempat tidur menuju lemari bajunya.
“Ta..tapi kau sudah memberikan kamar ini untukku. Dan sudah sepakat kalau ini menjadi kamarku” pungkas Khanza terlihat gugup saat Daniel melepaskan bajunya dan menggantung baju itu didalam lemari.
“Ini kamar orang tuaku dulu, dan aku memutuskan untuk tidur disini juga” ucap Daniel dan langsung menyibak selimut dan berbaring di kasur.
“A..apa?” Khanza terkejut mendengar itu.
“Jangan bercanda denganku tuan kutub, maksudmu kau tidur disini juga. Berarti kita akan tidur bersama” ucap Khanza.
“Berisik, diam lah” sungut Daniel.
“Kau sakit ya,..” Khanza berjalan menaiki tempat tidur mendekat pada Daniel dan memegang dahi pria itu.
“Tidak panas,” gumamnya.
“Singkirkan tanganmu” Daniel mencengkram tangan Khanza yang ada di dahinya saat ini. Dia tadi yang sudah memejamkan matanya langsung membuka mata itu saat merasakan tangan lembut menyentuh dahinya.
“maaf,.” Khanza segera menyingkirkan tangannya tersebut menatap Daniel yang menatapnya datar.
“Kau jangan ganggu aku, dan jangan kepedean. Aku tidur disini karena Mamaku mengerti, Sana tidur” ketusnya dan langsung memalingkan tubuhnya membelakangi Khanza.
“Dia barusan bilang karena Mamanya, Mamanya kan sudah tidak ada lama sekali. Kenapa dia tidur disini karena Mamanya” bingung Khanza memperhatikan Daniel yang tidur membelakangi dirinya.
.................
FLASHBACK ON
Daniel tertidur di meja kerjanya yang berada di Xander Group perusahaan milik Papanya. Dia begitu lelah karena haru bekerja di dua tempat. Sehingga sangking lelahnya dia sampai tertidur di meja kerja seperti ini.
Dalam tidurnya itu dia bermimpi,
Daniel saat ini sedang berada di Vila tempat dia dan Dena dulu menghabiskan waktu disitu. dia duduk dibawah pohon yang berada di pinggir sungai bersama dengan Dena yang duduk di ayunan.
Dalam mimpinya saat ini dia bukan anak-anak lagi tapi sudah dewasa, bahkan di mimpinya ada Dirga dan dua keponakannya yang sudah bisa berjalan bukan berjalan lagi tapi sedikit berlari kearahnya.
Dia tersenyum merentangkan kedua tangannya siap mendekap kedua ponakannya itu, tapi niatnya terhenti saat melihat mereka tidak datang hanya dengan Dirga tapi dua orang yang berjalan di belakang dua bocah itu. Ada Papanya dan satu orang yang membuatnya tertegun di tempat.
“Ma.Mama” gumamnya terkejut melihat Mamanya yang berjalan disebelah Reyhan benar, ada Reyhan juga disitu.
“Itu perempuan ular atau benar-benar Mama?” gumamnya karena tidak mungkin itu Mamanya. Mamanya sudah tidak ada sedari lama,
“Itu mama Daniel,” ucap Dena yang berdiri disebelahnya saat ini.
“jangan bercanda Dena” ucap Daniel tidak percaya.
Dena malah diam, dan berjalan menghampiri kedua anaknya dan juga suaminya.
Daniel sendiri masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Dia perlahan berjalan mendekati sang Mama yang berdiri sendiri tersenyum padanya.
“Ka..kau benar-benar Mama ku” lirihnya tak percaya. Tangannya terayun keudara hendak menyentuh wajah sang Mama yang sangat dia rindukan.
“Iya ini Mama, anak Mama sudah besar ya. Dan sebentar lagi jadi ayah, cucu Mama bertambah lagi dong.” Ucap Monica didalam mimpi Daniel.
“Apa?” heran Daniel mengernyit tak mengerti.
“Jangan pura-pura bodoh Daniel, mama tahu kalau kamu sudah menikah dan istrimu sedang hamil” ucap Monica.
“Aku tidak mengerti Ma, aku..aku belum menikah. Kenapa Mama bilang aku sudah menikah” ucap Daniel yang masih tidak mengerti maksud ucapan Mamanya.
Tiba-tiba saja muncul wanita dibelakang Mamanya, seketika dia dihantam kenyataan kalau dia benar-benar sudah menikah. Dia ingat ia menikah karena terpaksa, Khanza tiba-tiba saja muncul di belakang Monica dengan perut besarnya.
Monica memegang tangan Khanza lembut, dan meraih tangan Daniel.
“Sini sayang, kamu anak Mama kan, sayang Mama kan” ucap Monica memegang tangan Daniel.
“Mama sayang sekali padamu Daniel, Mama sedih melihatmu yang selalu kesepian dan tidak memiliki penopang dalam hidupmu. Tapi sekarang Mama tidak sedih lagi, karena ada seorang yang menjadi penopang mu di saat kamu sendiri” ucap Monica tersenyum manis.
“Dia istrimu Daniel, dialah penopang mu sekarang. Dia yang akan mengisi hidupmu dan anak yang dikandungan nya akan menjadikan hidupmu semakin berwarna. Buka hatimu untuk Khanza, dia wanita baik...”
“Tapi Ma, dia menjebak ku. Aku tidak mencintai...”
“Jangan bilang begitu,” ucap Monica menaruh jarinya di depan mulut sang anak.
“Cinta bisa datang kapan saja Daniel, Mama mohon sekali padamu. Buka hatimu untuk Khanza baik dengannya, Mama mohon..Kamu ingin Mama bahagiakan, maka lakukan seperti apa yang Mama minta padamu. Perlakukan istrimu dengan baik ya, Mama tidak bisa berlama-lama lagi. Mama menyayangi dirimu dan Dena, Mama menyayangi kalian..dan Jaga Khanza serta cucu Mama ya”
Setelah mengatakan kata-kata itu Monica menghilang begitu saja dari hadapan Daniel, dan seketika tidak ada orang didepan Daniel hanya Daniel sendiri berdiri di halaman yang kosong itu.
“MA..Mama..Ma, MAMA” teriaknya dan langsung terbangun dari tidurnya saat ini.
Daniel terbangun seperti orang kebingungan, dia melihat sekitar dan dihantam kenyataan bahwa dia saat ini masih ada di kantor.
“Mimpi,” gumamnya menghela nafas.
FLASHBACK OFF
......................
Khanza terbangun dari tidurnya, dia merasa tidak nyaman dengan tubuhnya saat ini. Bagaimana merasa nyaman ika dia merasa ada sesuatu yang menguncinya saat ini. Tubuhnya seakan terkunci karena sesuatu yang melilitnya,
Perlahan dia membuka matanya, melihat apa yang melilit dirinya saat ini, dia melihat kearah pinggangnya yang seperti terlilit. Betapa terkejutnya dia saat melihat tangan kekar memeluk dirinya dari belakang begitu erat saat ini. Dia melebarkan matanya, siapa yang memeluknya saat, segera saja dia melihat sekilas siapa yang memeluknya.
“Daniel,” gumamnya tak percaya karena ternyata Daniel lah yang memeluknya dan dia baru ingat semalam Daniel memang tidur bersama dengannya. Tapi tadi dia sudah menjaga jarak tapi kenapa pria itu memeluknya saat ini.
“kenapa aku nyaman sekali dipeluk begini” ucap Khanza pada dirinya sendiri.
“Ah murahan sekali kamu Khanza” runtuk Khanza.
“Daniel lepasin,” lirih Khanza mencoba melepas pelukan Daniel.
Bukannya melepaskan pelukannya, daniel malah semakin erat memeluk Khanza tentunya dalam kondisi tidak sadar. Pria itu masih lelap dalam tidurnya saat ini.
“Nih anak, pura-pura nggak mau nyatanya mau juga sama aku” cibir Khanza melihat sekilas Daniel yang tidur lelap sambil memeluknya.
“Udah ah, lagi pula pelukan dia nyaman. Aku tidur lagi aja” pungkas Khanza. Dia memutuskan untuk tidur lagi karena memang ini masih terlalu gelap untuk bangun.
°°°
T.B.C
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa