Aguel Wardhana adalah seorang remaja laki-laki berusia 27 tahun. Ia memiliki seorang saudara kembar yang sangat cantik yaitu Agiel Wardhania.
Mereka lahir dalam lingkungan keluarga yang cukup berada. Umi dan abahnya sangat menyayangi mereka berdua, meskipun mereka terlahir paling bungsu. Ya ... Aguel adalah anak ke-tujuh, sedangkan Agiel anak ke-delapan.
Kehidupan sosialnya cukup dibilang baik, tetapi tidak dengan saudaranya sendiri. Hal itu terlihat jelas saat ia ditinggalkan oleh keluarga besarnya untuk pindah ke kota B, sedangkan ia di kota P.
Semua perlakuan yang mereka berikan padanya berubah 180° sejak mereka tidak tinggal satu kota lagi. Bahkan semua akses informasi ditutup rapat dari Aguel.
Tapi Aguel tak pernah berburuk sangka. Sampai ahirnya semua terbongkar, akankah Agiel dan Aguel mampu menyatukan kembali keutuhan keluarga besar mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENAPAKI TAKDIR
Sejenak mencari udara segar untuk melupakan kepenatan hidup dan mencoba menikmati hidup mereka yang terus saja berjalan. Karena hidup memang harus berjalan dan kita harus bisa menyikapi semua tantangan yang akan datang di masa depan dengan sepenuh hati dan ikhlas.
...***...
Ahirnya malam itu pun mereka pergi ke rumah makan yang terdekat dengan rumah mereka. Disamping Aguel sedang capek, ia pun memilih untuk tidak mengajak Agiel pergi terlalu jauh dari rumah mereka.
"Bang, mm ... orang-orang di room baik-baik ga?" tanya Agiel tiba-tiba.
Aguel menoleh, "Mm ... entahlah abang tidak tau dek."
"Abang lebih suka ke GC timbang ke room."
"Kenapa ?"
Aguel tersenyum, sempat terlintas bayangan putri tidur dalam angannya.
"Abang ... ditanyain malah senyum-senyum sendiri!"
"Ha ... ha ... ha ... maaf adek ..."
Agiel melengos, membuang muka dari abangnya, Aguel yang melihatnya malah semakin gencar untuk mengerjai adiknya, tapi disatu sisi ia sebenarnya juga tidak tega.
"Dek ..."
"Hmm ..." ucap Agiel masih memandangi jalanan disisinya.
"Ahir-ahir ini abang dah jarang ke room, abang lebih suka untuk chat di GC, karena disana abang bisa bertemu seseorang."
Agiel mengalihkan pandangannya ke arah abangnya.
"Siapa? pacar ? gebetan ?"
"Entahlah, abang belum bisa memastikan perasaan abang yang sekarang padanya."
"Tapi dia cewek kan bang?"
"Iya lah, cewek, abangmu masih normal dek... jangan mikir macem-macem lah."
"Alhamdulillah... " ucap Agiel sembari mengusap dadanya.
"Kok bisa ketemu disana bang?"
"Entahlah, abang juga engga tau."
"Jadi mungkin kah itu kebetulan?"
Aguel mengedikkan bahunya.
"Jika itu sebuah kebetulan, semoga berahir dengan yang indah ya bang."
"Aamiin ..." Ucap Agiel sungguh-sungguh.
Di lubuk hati yang terdalam, Agiel juga menginginkan abangnya untuk bisa menemukan jodohnya kembali. Ia ingin abangnya bisa ada yang menjaga dan memperhatikan kesehatan abangnya. Ia sudah capek mengingat kan abangnya untuk tidak terlalu giat dalam bekerja. Tetapi Aguel acuh pada permintaan Agiel.
Agiel hanya ingin melihat dan bersama abangnya lebih lama lagi. Semakin usia mereka bertambah seharusnya mereka bisa menemukan kebahagiaanya segera. Tetapi mereka juga tidak bisa acuh begitu saja pada kesehatan mereka berdua. Apalagi mereka pernah sama-sama mengalami kecelakaan hebat. Dan berahir sama dengan koma di rumah sakit.
Sedikitnya abangnya juga pernah bercerita pada Agiel tentang apa saja yang terjadi padanya saat mereka berpisah beberapa tahun yang lalu. Dan Agiel juga sudah berjanji untuk tetap merahasiakan hal itu dari keluarga besarnya, cukup hanya mereka berdua yang tau kisah kelam mereka.
Setelah beberapa menit, ahirnya mereka sampai di sebuah restaurant masakan jawa. Aguel memarkir mobilnya di sisi kedai. Mereka berdua pun turun dan masuk ke restaurant tersebut.
Setibanya di dalam, mereka lalu mencari tempat duduk yang kosong. Setelah itu mereka mulai memesan makanan. Sembari menunggu pesabab makanan datang, Aguel membuka aplikasi baca tersebut.
Tapi nyatanya ia tidak mendapat pesan apapun dari si putri tidur. Ahirnya ia pun yang mengirim pesan lebih dulu padanya.
"Assalamualaikum honey🌹" begitulah bunyinya.
Menunggu beberapa saat, masih belum mendapat jawaban darinya, Aguel mulai resah karena belum mendapat respon darinya. Ia pun mencari grup chat miliknya. Dan ia mulai menscrol percakapan di grup itu untuk mencari apakah dia sudah online atau belum.
Agiel masih memperhatikan abangnya yang berubah mimik wajah sedari tadi. Ia pun membuka aplikasi tersebut tanpa sepengetahuan abangnya dan mulai melihat-lihat disana.
Agiel pun menemukan sebuah chat pribadi kakaknya dengan seorang wanita.
"Aha ... ketemu deh ..." batin Agiel.
"Mulai hari ini aku akan mencari tau informasi tentang dia ..." ucapnya lirih sambil mengulas sebuah senyuman kecil.
Ahirnya makanan yang mereka pesan sudah datang, dan mereka pun segera memakan makanan tersebut.
"Bang, abis ni anterin aku beli jajan ya ..."
"Hah ... kamu masih laper dek?"
"Hu um ... " ucap Agiel manggut-manggut.
"Astoge katanya diet, kok makannya banyak!"
"Pfttt ... kagak enak banget sih bang ngomongnya, berasa jadi kagak berselera makan."
"Bua ha.. ha.. ha.. masak sih? dah yuk kita pulang."
"Iye ... iye ... aku kelarin makan dulu."
Dan Agiel pun mempercepat makannya. Aguel masih tampak gelisah memandangi ponselnya.
"Dia kemana sih?" ucap batinnya bertanya-tanya.
...***...
Sementara itu di tempat yang lain.
"Hhh ... boring banget ke GC, baca komik aja lah."
Malam itu memang tidak ada agenda penting di GC, Putri pun membaca komik kesukaannya. Sejak ia mulai menulis terkadang ia juga merasakan buntu idenya. Ia lebih suka membaca komik ketimbang muncul di GC.
Sejak si dia memilih hiatus, ia lebih suka menyibukkan dirinya di dunia komik dan kepenulisan. Ia sudah tidak banyak mengobrol di GC. Ia akan ON jika pikirannya agak enakan.
Sementara itu Aguel terus memandangi adiknya yang belum berhenti makan. Ia malah nambah menu makanan pencuci mulut.
"Dek beneran kamu diet?"
"Hah, sesekali aja lah bang masa ga boleh lah."
"Boleh kok," ucapnya lesu.
Aguel pun masih memandangi ponselnya untuk mengusir rasa jenuhnya. Dan ia pun melihat si putri tidur sudah membalas chatnya. Raut wajah Aguel pun berubah menjadi ceria.
"Wa'alaikumsalam salam abang cuyung." Jawab si putri tidur.
"Lagi apa honey ..." balasnya tulis Aguel sembari berharap dia yang berada di sebelah sana masih online.
Si putri tidur kebetulan masih online, ia pun membalas chat dari Aguel.
"Lagi baca komik abang, kenapa? kangen ya🙃"
Aguel tersenyum kemudian membalas, " Iya nih abang kangen, habis kamu lama chatnya."
"Wkwkwk, sorry habis di grup bosen jadi aku baca komik aja, maaf ya."
"It's ok, honey 🌹"
"Ya ampun ni orang ya, setiap chat pake bawa-bawa kembang segala, emang dia penjual bunga ya?" batin Putri tidur dari atas tempat tidurnya. Kebetulan saat itu memang ia lagi bermalas-malasan di atas tempat tidur.
"Abang sedang apa memangnya?" tanyanya kembali.
"Lagi cari makan sama si Agiel nih."
"Bentar-bentar maaf sebelumnya abang itu beneran cowok kan?"
"Iya, emang kenapa honey?"
"Kok kadang-kadang sering dipanggil Agiel? kadang Aguel, yang bener yang mana sih? sorry aku beneran bingung dengan abang."
"Ha.. ha .. ha.. maaf honey apa aku belum cerita, kalau aku tu kembar." Jelas Aguel.
"Serius kembar? ga bohong kan?"
"Iya honey, abang ga bohong."
"Awas aja kalau bohong sama aku.. aku tebas..." balas si Putri sembari mengirim stiker anime membawa pedang.
"Dih serem banget honey, pake bawa-bawa golok segala."
"Biarin aku suka kok."
"Oke-oke, aku kan dah jujur sama kamu, jangan marah ya?"
"Ga janji." Jawab Putri dengan nada ketus.
Agiel yang melihat ekspresi wajah sang kakak berubah-ubah menjadi penasaran dengan apa yang dilakukan sang kakak.
...~Bersambung~...
.
.
.
.
.
...DUKUNG SELALU AUTHOR DENGAN CARA...
...LIKE...
...KOMEN...
...FAVORIT...
...GIFT/VOTE...
...TERIMAKASIH BANYAK🙏😊...
salam dari berbagi cinta dan My Kids My Hero
salam dari Broken Angel
boom like
Salam dari
GADIS TIGA KARAKTER
salam dari karya terbaruku ☺️