Devia keluar dari rumah karena di jodohkan oleh kedua orang tuanya. pindah ke Jakarta tanpa sepengetahuan keluarga . bekerja di salah satu perusahaan di bidang drink .
Berpacaran selama 2 tahun dengan jarak umur yang berbeda . tetapi di tahun berhubungan mereka sedang hancurnya malah adik dari sang kekasih menjodohkan dengan temennya .
bagiamana kelanjutan cinta mereka ......
jangan lupa like dan komentar yaaaaa.....👍👍👍👍👍 biar tambah semangat lagi author buat cerita wanita simpanan
dan jangan lupa FIRST LOVE pertama kali Author buat novel di aplikasi ini . semoga kalian suka ya . enjoyyyyyy
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dineefff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Namanya Anna
Malam ini Hendra menjemput Devia untuk makan malam di rumah . Adinda yang pergi bersama temen temennya belum juga pulang . Mengenal Devia untuk kerumah Hendra dan Adinda
Devia menatap rumah cluster yang di beli Hendra , entah sejak kapan Hendra membelinya sampai Devia baru tahu . Kirain Devia, Hendra tinggal dengan orangtuanya tetapi malah tinggal pisah
" Yuk " ajak Hendra kepada Devia
Hendra memeluk pinggang Devia . Masuk ke dalam rumah . Terdapat beberapa pekerja yang terkejut majikannya membawa perempuan lain
" Makan malam sudah di siapkan ? " Tanya Hendra kepada pembantunya
" Sudah pak "
Hendra mengagguk . Menarik bangku untuk Devia duduk . Hendra duduk di depannya. Tanpa berlama-lama Devia langsung menghidangkan makanan di piring Hendra
" Duduk nya sini aja sayang , mau di suapin " ucapnya manja
Devia mengagguk segera bangkit dan duduk di samping nya
" Aaaa " Hendra membuka mulutnya untuk Devia segera suapkan
Pandangan dari orang pekerja melihat Hendra dengan perempuan nya menatap sinis bahkan mereka bilang Devia pelakor
Tengah asik makan . Adinda sudah pulang membawa beberapa belanjaan
Brak
Adinda menjatuhkan semua barang barangnya menatap Hendra dan Devia tengah asik makan malam suap suapan . Bahkan Hendra terlihat manis
" Apa yang kakak lakukan kak ...."
Devia langsung menoleh begitu juga dengan Hendra
" Sini duduk "
Adinda menurutinya . Sebelum itu adinda mencium tangan Hendra
" Perkenalkan ini Ana pacarku "
Adinda terkejut sekaligus melotot . Adinda mengeram mengepalkan tangannya ingin sekali dia memukul wajah polos Devia
" Kak kita sudah menikah ..." Ucapnya meneteskan air matanya
" Seperti yang aku bilang , status kita menikah tapi kehidupan kita masing masing "
" kak semalam kamu sentuh aku "
Devia terkejut langsung melepaskan tangannya di pinggang Hendra
" Jangan gila , mana pernah aku sentuh kamu . Barusan ini pertama kalinya kamu mencium tangan aku "
Hiks hiks
" Tega kamu kak , aku akan bilang papa"
Adinda segera berlari menuju kamarnya . Sekarang ini malah Devia yang ngambek
" Gak ada yang sentuh dia hei . Dia itu gila jangan kamu dengerin "
" Bohong , semua cowok sama aja ...."
" Aku berbeda cowok yang lain "
Devia beranjak dari duduknya mengambil tas lalu saat mau keluar . Hendra memeluknya
" Jangan pergi ...."
" Kenapa ? Biarlah kamu berduaan sama istri kamu "
" Aku akan ceraikan "
Brak ...
Adinda yang di belakang itu tak sengaja memecahkan vas bunga
Keduanya menoleh kebelakang . Tetap Hendra masih memeluknya
" Jahat kamu kak ! Kalo kakak gak suka kenapa ngelamar aku , dan juga kakak menjanjikan aku membuat anak yang lucu lucu "
Devia melepaskan pelukan menatap Hendra
" Itu karena ada mama kamu disana Din"
" Kakak tahu kan perempuan itu berharap lebih . Kenapa kakak bilang seperti itu seolah ingin memiliki anak sama aku kak " teriak adinda
Devia segera keluar . Bukannya Hendra menjawab . Malah Hendra mengejar Devia keluar dari rumah
" Kamu mau kemana ...." Lari Hendra
" Lepasin ..."
" Sayang "
Hendra menarik tangan Devia langsung memeluknya
Hiks hiks hiks
" Tega kamu Pi . Kamu sudah berhubungan **** lebih dari 20 kali . Dan kamu bilang ingin memiliki anak dari Dinda " Devia langsung memukul dada Hendra
" Gak gitu sayang ,waktu ngelamar Dinda . Orang tua Dinda tanya mau langsung atau engak . Aku jawab langsung. Biar punya anak lucu lucu "
" Semua perempuan kalo di bilang gitu pasti akan berharap lebih Pi . Papi bodoh banget sih "
" Iya papi yang salah , papi gak mikir kedepannya . Sayang . Papi cintanya sama kamu . Papi akan ceraikan dia . Menikah lah dengan papi "
Huh !
Devia terpaksa harus melakukan ini
" Pi kita putus aja ya "
" GAKK"
" Pi , buat apa kita pertahankan hubungan kita kalo hubungan kita aja engak di setujuin "
" Aku bilang engak ,ya engak "
" Temuin Dinda . Dia sedih kamu ngejar aku "
Devia segera pergi dari area rumah . Lagi lagi Hendra langsung memeluknya . Membiarkan Dinda menyaksikan semuanya
" Aku antar pulang ya sayang "
Devia mengagguk . Tanpa menghiraukan adinda . Hendra masuk mengambil kunci mobilnya lalu hanya menatap adinda setelah itu menjalankan mobilnya
Adinda menangis di dalam kamarnya , semalam Hendra sudah menyentuhnya . Karena Hendra semalam mabuk bertengkar dengan Devia
Hiks hiks hiks
Brak ....
Hendra membanting pintu kamar . Terdapat adinda yang sedang berlutut
" Apa maksud kamu hah ! " Bentak Hendra
" Kamu bilang , aku sentuh kamu . Hei . Jangan menjadi orang gila . Kapan aku sentuh kamu ? "
" Semalam ! Apa kak Hendra lupa ? Kak Hendra maksa aku . Bahkan kak Hendra bilang kakak cinta sama aku "
Hendra terdiam sambil melipat kedua tangannya , memikirkan kejadian semalam . Hendra pergi berniat ke apartemen Devia tapi malah belok ke gudang ngambil beberapa minuman laki pulang kerumah . Minum
Hendra menatap bibir sexy adinda , mencium bibir adinda mereka saling berciuman . Ciuman itu lama lama jadi panas . Hendra melepaskan ciumannya merobek pakaian yang di pakai adinda . Hendra ingin yang lebih
Setelah adinda tidur . Hendra segera keluar dari kamar adinda dan memilih untuk ke kamarnya . Berhubungan tanpa pengaman . Hendra sudah menyiapkan pil mencegah untuk adinda minum . ini kedua kali berarti Hendra menyentuh nya