NovelToon NovelToon
PEMBERONTAK PARA DEWA LAST SEASON

PEMBERONTAK PARA DEWA LAST SEASON

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Seratus tahun telah berlalu sejak Shi Hao mengorbankan kultivasinya menggunakan Teknik Terlarang untuk menyelamatkan Alam Atas dari kehancuran Kaisar Langit. Di Alam Atas, kedamaian semu tercipta di bawah pimpinan Dewan Bersama (Raja Yan, Lei Zhen, Ao Zun).

Namun, di sebuah desa fana yang terpencil, Shi Hao hidup bahagia sebagai petani buta dan lumpuh bersama istri fananya (Gu Qing Yi yang menyembunyikan identitasnya). Kepompong fana Shi Hao perlahan-lahan menyehatkan jiwanya yang hancur, menanamkan pemahaman Dao Kemanusiaan yang belum pernah dicapai oleh Dewa mana pun.

Kedamaian itu hancur ketika Dinding Dimensi Alam Atas robek. Shen Yu, Dewa Iblis dari Semesta Sembilan Nether yang telah menaklukkan ribuan alam, akhirnya tiba bersama pasukan jenderalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 8

Dunia Fana – Jalan Masuk Desa Angin Lembut.

Setelah kejadian memalukan di mana Lu Bai (pemimpin unit elit bayaran) tergantung terbalik karena jebakan kelinci fana, kelima Penjaga Teratai akhirnya berhasil mencapai gerbang Desa Angin Lembut.

Pakaian mereka sudah disesuaikan agar terlihat seperti rombongan seniman keliling kelas bawah. Lu Bai membawa kecapi tua, Hong Hua memegang rebana, Hei Gen memanggul gulungan tikar, Shui Di membawa kendang kecil sambil menguap, dan Jin Yu... Jin Yu masih sibuk mengunyah manisan buah Tanghulu yang dia beli dengan menukar sebutir mutiara spiritual di desa sebelah.

"Ingat," bisik Lu Bai, membersihkan sisa jerami dari rambutnya dengan wajah merah menahan malu. "Kita adalah seniman. Tersenyumlah. Jangan memancarkan niat membunuh, meski penduduk desa ini baunya seperti lumpur sawah."

"Kak Lu Bai, kakimu masih gemetar karena jebakan kelinci tadi," ejek Hong Hua sambil mengibaskan kipas rusaknya.

"Diam kau!" desis Lu Bai.

Mereka berlima memasuki desa. Penduduk desa menatap mereka dengan penuh rasa ingin tahu. Beberapa anak kecil berlarian mengikuti mereka karena Jin Yu terlihat lucu memakan permen gula yang lengket.

Di depan pendopo desa, Gou Dan sedang duduk membusungkan dadanya, makan kacang rebus. Melihat ada orang asing, apalagi ada wanita cantik seperti Hong Hua, sifat arogannya langsung keluar.

"Heh! Kalian pengemis dari mana?!" teriak Gou Dan, melempar kulit kacang ke arah Hei Gen. "Ini wilayah Tuan Muda Gou Dan! Mau mengamen harus bayar pajak dulu!"

Urat di dahi Hei Gen menonjol. Aura pembunuh kelas Soul Formation nyaris meledak. Di Alam Atas, jika ada manusia fana berani melempar kulit kacang ke arahnya, dia akan membantai sembilan generasi keluarga orang itu.

Hei Gen baru saja akan mencabut belatinya, tapi Lu Bai menginjak kakinya dengan keras.

"Tersenyum!" bisik Lu Bai melalui telepati.

Lu Bai maju, membungkuk dengan sangat kaku dan senyum yang lebih mirip seringai psikopat. "Maafkan kami, Tuan Muda yang... ehm... luar biasa gagah. Kami mencari seorang wanita. Sangat cantik, berpakaian hijau, memiliki aura sedingin es, dan suka menyendiri. Apa dia tinggal di desa ini?"

Gou Dan mendengus babi. "Cantik berbaju hijau? Oh, maksudmu Nyonya Qing? Tentu saja dia tinggal di sini. Di ujung desa dekat hutan bambu."

Kelima Penjaga Teratai saling berpandangan dengan mata berbinar. Benar! Nyonya ada di sini!

"Terima kasih!" Lu Bai hampir menangis lega. "Apakah dia hidup sendiri di sana sebagai pertapa?"

Gou Dan tertawa mengejek. "Pertapa? Apanya! Dia hidup bersama suaminya! Si A-Hao, pria cacat yang lumpuh sebelah kaki dan buta itu! Sungguh sayang bunga secantik Nyonya Qing menancap di kotoran sapi seperti A-Hao!"

Hening.

Angin desa tiba-tiba terasa membeku. Udara di sekitar kelima Penjaga Teratai itu anjlok puluhan derajat.

"S-Suami...?" gumam Hong Hua, kipasnya patah karena cengkeramannya.

"Cacat dan buta...?" Hei Gen menatap kosong ke depan, seolah jiwanya baru saja dicabut.

"Nyonya kita... Dewi Teratai Suci yang agung... menikah dengan manusia fana yang cacat?!" Lu Bai memegangi kepalanya, merasa dunia akan kiamat.

Di benak mereka, Gu Qing Yi adalah sosok kuat yang tak tersentuh, suci, dan mengerikan. Pria mana pun di Alam Atas yang berani menatap matanya terlalu lama akan kehilangan bola matanya. Sekarang, ada pria fana yang menikahinya?!

"Pria fana itu pasti menggunakan ilmu kotor!" geram Lu Bai, matanya memerah. "Atau Nyonya sedang dalam kondisi terluka dan pria buta itu memanfaatkannya! Kita harus menyelamatkan Nyonya! Ayo!"

Kelima elit itu langsung melesat dengan kecepatan kilat (yang di mata Gou Dan hanya terlihat seperti hembusan angin kencang yang menerbangkan debu ke wajahnya), menuju ujung desa.

Halaman Gubuk Keluarga Shi.

Kelima Penjaga Teratai bersembunyi di balik tumpukan jerami yang tinggi di dekat pagar bambu. Mereka mengintip ke halaman dengan jantung berdebar.

Di tengah halaman, seorang pria muda berpakaian rami kasar, dengan mata kiri ditutupi kain putih dan kaki kanan yang sedikit diseret, sedang mengangkat kapak besar bersiap membelah kayu bakar.

"I-Itu dia orangnya," bisik Lu Bai geram. "Lihat betapa lemahnya dia. Tidak ada Qi sama sekali. Dia benar-benar manusia fana yang tidak berguna."

"Tunggu, Kak Lu Bai," potong Shui Di, yang tiba-tiba matanya terbelalak lebar menatap ke sudut halaman. Rasa kantuknya hilang seketika. "L-Lihat apa yang tidur di dekat kakinya..."

Kelima orang itu menajamkan pandangan.

Di dekat kaki Shi Hao, tiga ekor anjing berwarna hitam legam sedang tidur siang sambil berjemur.

"Itu... bukankah itu Anjing Neraka Bermata Enam?!" pekik Jin Yu tertahan, permennya jatuh dari mulutnya. "Monster mematikan dari Sembilan Nether! Kenapa mereka ada di dunia fana?! Dan kenapa mereka bertingkah seperti anak anjing?!"

Di halaman, Shi Hao baru saja menurunkan kapaknya.

TRAK!

Kayu terbelah dua dengan sempurna. Shi Hao tersenyum, meraba tumpukan kayu itu.

"Hitam Satu," panggil Shi Hao santai.

Salah satu monster mengerikan itu (yang di Alam Atas butuh tiga jenderal untuk menaklukkannya) langsung terbangun, mengibas-ngibaskan ekor durinya dengan gembira, dan berlari menghampiri Shi Hao. Anjing iblis itu memungut sepotong kayu bakar dengan mulutnya dan meletakkannya di keranjang, seolah itu adalah trik sirkus murahan.

"Pintar sekali," Shi Hao menggaruk dagu monster mematikan itu, yang langsung menutup enam matanya keenakan.

Kelima Penjaga Teratai menelan ludah serempak. Rahang mereka seolah jatuh ke tanah.

"Pria buta itu... mengelus monster Sembilan Nether?" gumam Hong Hua, mulai merasa ada yang sangat, sangat salah dengan logika dunia ini. "Apakah ilmu peletnya bisa menembus batas ras?!"

"Aku tidak peduli!" Lu Bai mengertakkan gigi, tidak terima. "Aku akan mengujinya. Aku akan melempar kerikil ini dengan kecepatan tinggi ke arah kepalanya. Jika dia manusia biasa, dia akan pingsan. Jika dia menyembunyikan kultivasi, dia akan menghindar. Aku harus membuka kedok pria yang menipu Nyonya kita!"

Lu Bai mengambil sebuah kerikil kecil. Dia mengalirkan setitik Qi yang sangat tipis, lalu menyentil kerikil itu ke arah dahi Shi Hao.

Di saat yang sama, Shi Hao yang baru saja selesai membelah kayu, berniat meregangkan otot bahunya. Dia mengayunkan kapaknya ke belakang punggung secara asal-asalan untuk peregangan.

Gerakan itu santai, tapi ingatan otot dari seorang Kaisar Asura tidak pernah santai.

Kapak besi karatan itu membelah lintasan udara.

WUUUUUSSSSH!

Kerikil yang dilempar Lu Bai menabrak riak udara dari ayunan kapak Shi Hao dan langsung hancur menjadi debu.

Namun, gelombang kejut dari ayunan kapak itu tidak berhenti. Udara terkompresi melesat ke arah tumpukan jerami tempat kelima elit itu bersembunyi.

BLAAAAAAM!

Tumpukan jerami itu meledak seperti terkena tembakan meriam tak terlihat.

Kelima pembunuh berdarah dingin dari Alam Atas yang tidak siap menerima benturan sekuat itu dari orang buta terpental ke udara sambil berteriak histeris, lalu jatuh saling menimpa ke dalam kubangan lumpur sisa hujan semalam di luar pagar.

"BWAH!" Lu Bai memuntahkan lumpur dari mulutnya. Wajah tampannya kini dipenuhi kotoran babi.

Di dalam halaman, Shi Hao mengusap telinganya yang mendengar ledakan keras.

"Wah, anginnya kencang sekali sampai merobohkan jerami," gumam Shi Hao polos. "Atau ada burung unta gemuk yang jatuh dari langit? Hitam Satu, coba kau periksa."

Hitam Satu menggeram rendah, mengendus ke arah luar pagar. Ketiga anjing neraka itu langsung merasakan energi kultivator dan memamerkan taring mereka, siap mencabik-cabik kelima orang yang belepotan lumpur itu.

"Istriku! Kurasa ada tamu yang jatuh di luar pagar kita!" seru Shi Hao ke arah gubuk.

Pintu gubuk terbuka.

Gu Qing Yi melangkah keluar, membawa nampan berisi teh dan kue ubi. Dia mengenakan celemek kain rami, rambutnya diikat longgar, terlihat istri yang paling sempurna dan lembut di seluruh semesta.

"Ada apa, Suamiku sayang?" suara Qing Yi mengalun semanis madu.

Qing Yi berjalan mendekati pagar, melihat ke arah kubangan lumpur.

Di sana, kelima mantan bawahannya yang elit Lu Bai, Hong Hua, Hei Gen, Shui Di, dan Jin Yu sedang merangkak keluar dari lumpur. Saat mereka mendongak dan melihat wajah Qing Yi, mata mereka berbinar penuh air mata haru.

"N-NYO—" Lu Bai baru saja hendak berteriak memanggil 'Nyonya' dengan penuh kebahagiaan.

Namun, senyum manis di wajah Qing Yi menghilang dalam sepersepuluh detik.

Mata indah Qing Yi berubah menjadi sangat gelap, memancarkan Aura Membunuh tingkat Raja Dewa yang hanya ditujukan tepat ke otak kelima orang itu melalui telepati.

Tekanan mental itu begitu dahsyat hingga kelima elit Soul Formation itu merasa jantung mereka diremas oleh tangan tak terlihat. Tulang lutut mereka langsung lemas, dan mereka seketika membungkuk sujud di dalam lumpur tanpa berani bernapas.

Suara telepati Qing Yi yang sedingin es neraka bergema di dalam tengkorak kelima bawahannya:

"Jika kalian berani memanggilku 'Nyonya' di depan suamiku... aku akan mencabut lidah kalian, memotong-motong jiwa kalian, dan melemparkannya ke Mata Air Samsara sebagai makanan ikan. Mengerti?"

Kelima elit pembunuh itu gemetar hebat hingga gigi mereka bergemeretak, menganggukkan kepala mereka ke tanah berlumpur dengan panik seperti ayam mematuk beras.

Di dunia nyata, Qing Yi kembali memutar wajahnya, menampilkan senyum paling hangat dan polos ke arah Shi Hao.

"Astaga, Suamiku," kata Qing Yi dengan nada iba yang dibuat-buat. "Mereka ini rombongan seniman keliling yang kelaparan. Kasihan sekali, sepertinya mereka tersandung dan jatuh ke kubangan lumpur kita."

"Oh, seniman keliling?" Shi Hao tersenyum ramah. "Kalau begitu suruh mereka masuk, Istriku. Berikan mereka teh hangat dan kue ubi. Jangan biarkan tamu kelaparan di desa kita."

"Kau memang sangat baik hati, Suamiku," Qing Yi membelai pipi Shi Hao dengan mesra, lalu menoleh kembali ke arah lima bawahannya yang masih sujud gemetaran di lumpur, memberi isyarat mata yang berarti: 'Ikuti permainanku, atau kalian mati.'

Lu Bai dan yang lainnya perlahan berdiri, saling berpegangan tangan dengan sisa-sisa keberanian mereka yang hancur berkeping-keping. Mereka sekarang menyadari satu kebenaran yang menakutkan:

Pria buta ini bukan menipu Nyonya mereka.

Pria buta ini dilindungi oleh monster terkuat di Alam Atas, yang rela bermain rumah-rumahan fana!

"T-Terima kasih, Tuan... Nyonya..." cicit Lu Bai dengan suara serak, masuk ke halaman dengan lutut gemetar.

1
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
saniscara patriawuha.
kasian berkali kali manggg wuuuu ini....
saniscara patriawuha.
sakit banget tuhhh rasaneee...
saniscara patriawuha.
sikattttttt lagiiii mangggg shiiiiii.....
saniscara patriawuha.
mantaffffff surataffff....
Hendra Saja
makin penasaran.....apa tidak bertemu dengan sang tiran Thor....
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
HINATA SHOYO
mantapp jiwa kerennn cuuyyyyy
HINATA SHOYO
kerenn poolĺll lanjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!