NovelToon NovelToon
SISTEM RUSAK : DUNIA KULTIVASI

SISTEM RUSAK : DUNIA KULTIVASI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Sistem
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: DARK SISTEM

Chen Mo terlahir kembali di dunia kultivasi dengan sebuah sistem yang awalnya dianggap rusak dan tak berguna. Namun, seiring perjalanannya, ia menemukan bahwa sistem itu sebenarnya adalah Sistem Pemurnian Langit—warisan kuno yang bertujuan menjaga keseimbangan energi dunia.

Dengan fondasi yang disempurnakan secara unik, Chen Mo melewati berbagai tantangan: memenangkan kompetisi, masuk sekte terkuat, mengungkap rencana jahat organisasi kegelapan, hingga akhirnya memahami misi sejatinya. Ia tidak hanya berjuang untuk menjadi kuat, tapi juga mempelajari bahwa kekuatan sejati terletak pada keseimbangan, bukan penaklukan.

Cerita ini mengikuti perjalanannya dari pendatang tak dikenal hingga menjadi penjaga keseimbangan yang dihormati, melintasi alam yang lebih luas dan memegang tanggung jawab menjaga harmoni seluruh alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DARK SISTEM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: TANTANGAN PERTARUNGAN BEBAS

BAB 33: TANTANGAN PERTARUNGAN BEBAS

Pagi hari di Lembah Ujian terasa jauh lebih ramai dibanding biasanya.

Ratusan peserta berkumpul di sebuah arena besar yang telah disiapkan oleh para penatua dari berbagai sekte.

Arena itu berada di tengah dataran luas.

Beberapa panggung batu berbentuk lingkaran berdiri berjajar.

Masing-masing cukup besar untuk digunakan sebagai tempat bertarung.

Hari ini...

Fase kedua Ujian Antar Sekte resmi dimulai.

Pertarungan satu lawan satu.

Tidak ada kerja sama.

Tidak ada bantuan.

Yang menentukan kemenangan hanyalah kemampuan masing-masing peserta.

Banyak murid tampak bersemangat.

Banyak pula yang gugup.

Sementara Chen Mo...

Sedang menguap.

"Kau tidak terlihat seperti orang yang akan bertarung."

kata Lin Qingyue.

"Aku kurang tidur."

jawab Chen Mo.

"Kau gugup?"

"Tidak."

"Lalu?"

"Aku memikirkan kemungkinan dipukul hari ini."

Lin Qingyue menatapnya beberapa detik.

"Aneh."

"Itu bukan pertama kalinya kau bilang begitu."

Tak lama kemudian, seorang penatua maju ke tengah arena.

"Peraturan fase kedua sangat sederhana."

katanya.

"Menang atau kalah."

"Peserta yang jatuh keluar arena, menyerah, atau tidak mampu melanjutkan pertarungan akan dianggap kalah."

Seluruh peserta mendengarkan dengan serius.

"Pertandingan akan dilakukan secara bertahap."

"Nama kalian akan dipanggil satu per satu."

"Siapkan diri."

Setelah itu, daftar pertandingan mulai diumumkan.

Satu demi satu peserta dipanggil.

Sorak-sorai langsung terdengar dari berbagai arah.

Beberapa pertandingan berlangsung cepat.

Ada yang menang hanya dalam beberapa jurus.

Ada pula yang bertarung hingga kelelahan.

Chen Mo mengamati semuanya.

Diam-diam sistem juga bekerja.

【Merekam Teknik】

【Merekam Pola Serangan】

【Data Disimpan】

Mata Chen Mo berbinar.

Sistemnya kembali menunjukkan fungsi yang berguna.

Semakin banyak pertarungan yang ia lihat, semakin banyak data yang dikumpulkan.

Beberapa waktu kemudian...

Suara penatua kembali terdengar.

"Pertandingan berikutnya."

"Chen Mo dari Sekte Awan Hijau."

Arena langsung menjadi ramai.

Banyak peserta menoleh.

Nama Chen Mo sudah cukup terkenal setelah fase pertama.

Semua penasaran.

Apakah pencapaiannya memang nyata?

Atau hanya keberuntungan semata?

"Lawan."

"Murid Sekte Batu Besi, Gao Shan."

Begitu nama itu disebut, beberapa peserta langsung berseru pelan.

"Gao Shan?"

"Itu lawan yang berat."

"Dia sudah berada di Tingkat Pemula Tinggi."

"Chen Mo sial sekali."

Mata Lin Qingyue sedikit menyipit.

Gao Shan memang bukan peserta biasa.

Tubuhnya besar.

Bahunya lebar.

Auranya jauh lebih kuat dibanding murid rata-rata.

Saat naik ke arena, batu di bawah kakinya bahkan sedikit retak.

Chen Mo melihat lawannya.

Lalu melihat tubuhnya sendiri.

Kemudian menghela napas.

"Aku merasa pertandingan ini tidak adil."

Gao Shan mendengus.

"Kau Chen Mo?"

"Sayangnya iya."

"Aku mendengar namamu cukup sering."

"Biasanya itu pertanda buruk."

Beberapa penonton langsung tertawa.

Namun Gao Shan tidak ikut tertawa.

"Aku ingin melihat apakah reputasimu memang pantas."

Chen Mo mengangguk.

"Aku juga ingin tahu."

"Tahu apa?"

"Apakah aku bisa pulang tanpa patah tulang."

Wajah Gao Shan langsung berkedut.

Orang ini benar-benar aneh.

Tak lama kemudian, penatua mengangkat tangan.

"Mulai!"

Boom!

Begitu pertandingan dimulai, Gao Shan langsung bergerak.

Tubuh besarnya melesat maju dengan kecepatan mengejutkan.

Tinju yang dipenuhi energi spiritual menghantam udara.

Sasarannya jelas.

Dada Chen Mo.

"Cepat juga."

gumam Chen Mo.

Buk!

Suara benturan terdengar.

Penonton langsung membelalakkan mata.

Serangan itu mengenai sasaran.

Namun...

Chen Mo tidak terlempar.

Ia hanya mundur tiga langkah.

Lalu berdiri seperti biasa.

Gao Shan terdiam.

Penonton juga terdiam.

"Apa?"

gumam seseorang.

"Itu serangan penuh Gao Shan."

"Kenapa dia masih berdiri?"

Chen Mo mengusap dadanya.

"Sakit."

katanya jujur.

Gao Shan hampir muntah darah.

Tentu sakit.

Itu bukan masalah.

Masalahnya adalah kenapa lawannya masih terlihat baik-baik saja.

Jika peserta lain menerima serangan itu, minimal mereka sudah terlempar keluar arena.

Namun Chen Mo hanya terlihat sedikit kesal.

"Giliran aku sekarang."

katanya.

Kemudian ia maju.

Tidak cepat.

Tidak mengesankan.

Namun langkahnya stabil.

Gao Shan langsung menyerang lagi.

Tinju kedua datang lebih keras.

Kali ini Chen Mo mengaktifkan Teknik Perisai Awan Halus.

Kabut tipis muncul di sekitar tubuhnya.

Buk!

Serangan mengenai sasaran.

Namun sebagian besar kekuatannya langsung menghilang.

Mata Gao Shan membelalak.

"Apa itu?"

"Tidak tahu."

jawab Chen Mo santai.

"Aku baru belajar."

Wajah Gao Shan langsung menghitam.

Pertarungan berlanjut.

Semakin lama, semakin banyak orang yang menyadari sesuatu.

Chen Mo memang tidak memiliki serangan yang luar biasa.

Namun pertahanannya sangat mengerikan.

Sulit ditembus.

Sulit diguncang.

Sulit dijatuhkan.

Bahkan ketika Gao Shan terus menyerang tanpa henti, Chen Mo masih mampu bertahan.

Di tribun peserta, banyak murid mulai memasang ekspresi serius.

Mereka akhirnya memahami kenapa Chen Mo bisa mencapai peringkat atas.

Bukan karena keberuntungan.

Pemuda itu benar-benar kuat.

Gao Shan mulai frustrasi.

"Kau hanya bertahan!"

teriaknya.

Chen Mo mengangguk.

"Benar."

"Itu bukan cara bertarung!"

"Siapa yang membuat aturan?"

"Apa?"

"Kau bilang aku harus menang."

"Bukan harus menyerang."

Beberapa peserta langsung tertawa.

Bahkan beberapa penatua terlihat menahan senyum.

Gao Shan hampir meledak karena marah.

Kemarahannya justru menjadi kelemahan.

Saat Gao Shan menyerang secara membabi buta, sistem langsung memberi peringatan.

【Celah Ditemukan】

【Peluang Serangan: Tinggi】

Mata Chen Mo menyipit.

Kesempatan.

Tubuhnya bergerak.

Untuk pertama kalinya sejak pertandingan dimulai, ia mengambil inisiatif menyerang.

Langkah kaki ringan.

Putaran tubuh.

Lalu sebuah dorongan tepat ke titik keseimbangan lawan.

Gao Shan yang sedang kehilangan kendali langsung kehilangan pijakan.

"Eh?"

Bruk!

Tubuh besar itu jatuh keluar arena.

Suasana langsung hening.

Beberapa detik kemudian...

Kerumunan meledak.

"Menang?"

"Dia menang?"

"Gao Shan kalah?!"

Bahkan Gao Shan sendiri masih terlihat bingung.

Ia duduk di luar arena sambil menatap tanah.

Seolah belum memahami apa yang baru terjadi.

Penatua pengawas segera mengumumkan hasil.

"Pemenang."

"Chen Mo dari Sekte Awan Hijau."

Sorak-sorai langsung terdengar.

Murid Sekte Awan Hijau bersorak paling keras.

Sementara Chen Mo hanya menghela napas lega.

"Akhirnya selesai."

Lin Qingyue yang menunggunya di bawah arena berkata,

"Kau sengaja membuatnya marah."

"Tentu."

"Itu strategi?"

"Itu bakat alami."

Lin Qingyue langsung memalingkan wajah.

Entah kenapa jawaban itu terdengar masuk akal.

Kemenangan pertama Chen Mo segera menyebar ke seluruh arena.

Kini tidak ada lagi yang menganggapnya sekadar peserta beruntung.

Ia telah membuktikan kemampuannya di depan semua orang.

Namun di antara kerumunan peserta...

Beberapa pasang mata justru semakin serius memperhatikannya.

Terutama para murid unggulan dari sekte besar.

Mereka mulai menyadari bahwa Chen Mo bukan lawan yang mudah.

Dan semakin jauh ia melangkah...

Semakin kuat lawan yang akan dihadapinya.

Saat daftar pertandingan berikutnya mulai disiapkan, sebuah nama muncul dalam undian.

Nama yang membuat beberapa murid Sekte Pedang Langit tersenyum dingin.

Karena jika hasil undian tidak berubah...

Lawan berikutnya Chen Mo adalah salah satu murid terkuat mereka.

Orang yang bahkan lebih berbahaya daripada Gao Shan.

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
apakah musuh atau teman👍😀
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
misterius 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo rubah kecil gigit sepatu lagi 🤣🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
menarik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣kabur musuhnya
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
rubah nya sama ngeselin kayak Chen Mo 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣aku baca bab ini sampe perut sakit gara2 ketawa 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
kitab yang tidak lengkap bisa sempurna ditangan Chen Mo 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣hahahaha...Chen Mo mulut nya bikin orang kesel🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣hahahaha... definisi masih miskin🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣sang penjual kalah debat dengan Chen Mo🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayooooo murnikan🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
Cheng Mo polos apa emang pura2 polos🤣🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
lanjut Thor 👍👍👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
cerita yang bagus
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur ceritanya bagus dan menarik
Pecinta Gratisan
mantap thor
Pecinta Gratisan
mantap💞
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!